Menu
/

Ada satu hal yang bikin deg-degan dari menenetap di rumah ini, yakni pintu rumah yang sedikit nakal. Jika mau bepergian kemana-mana yang membuat kami trauma selalu masalah pintu, pintunya terkadang bisa dibuka kadang tidak bisa dibuka, atau kadang hanya mau dibuka dari depan, kalo di buka dari dalam pintunya ngambek nggak bisa dibuka. Belum lagi gagang pintunya yang sudah tidak berbentuk siku2 lagi tapi sudah membentuk sudut lancip, dan macetlah jadinya, alamat tidak bisa dibuka hanya tinggal menunggu keajaiban dari yang MahaKuasa.

Puncaknya adalah hal yang selalu aku takutkan yakni pintunya sama sekali tidak bisa dibuka, pas pulang taraweh pulak tu, mana sudah malam, ngantuk, banyak nyamuk, arrrggggh gak kebayang klo harus bermalam diteras, besok pagi bakalan nggak jadi Zee lagi tapi jadi Zee saja yang bentol2, tapi Alhamdulillah ada pahlawan kemaleman yang menolong kami, maksud Zee, abang tetanggaan sebelah rumahlah yang menolong kami, bayangkan sodara2 si abang bukanya hanya sekali klek eh, terbuka, ckckckc…, detik itu juga pintu itu terbuka, wuah si abang mah sudah jadi idol sang buka pintu di mata kami para telekungers. Langsunglah kami nyerbu buat masuk rumah.

Peristiwa terkunci juga terjadi pas sahur tadi (12 Agst 2010), waktu sudah menunjukkan pukul 04.45, sementara para pria kami mau masuk utk makan sahur, waktu tersisa utk sahur tinggal 15 menit lagi, sedangkan kami masih dalam peristiwa buka membuka pintu, alhasil karena sepertinya sudah tidak mungkin lagi kami putuskanlah para prianya untuk lewat dari pintu lain. Jadi, di rumah kami tuh 3 pintu surga eh salah pintu rumah maksud saya, 1 pintu utama, 2 pintu lagi ada yang berada di belakang, pintu pertama yang berada dibelakang khusus pintu untuk keluar menjemur underwear, pintu kedua yang berada dibelakang adalah pintu untuk keluar untuk menuju halaman belakang, sempat para beliau tu kami suruh lewat pintu pertama yang ada di belakang, aaarrrggg tidaaak…nanti nasib mereka bakalan kek Aisyah, kemungkinan kepala mereka bakalan bertahtakan kolor adalah lebih besar, jadi diputuskan agar mereka masuk dari pintu kedua dari belakang, karena masih subuh ya agak gelap gitu sih, tapi ya mau gimana lagi daripada nggak makan sahur, apalagi Teh Nurul dah capek masaknya dengan penuh cinta, ish…klo nggak dimakan masakannya bakalan nangis Bombay, whoaaaaa…..

Peristiwa subuh

Karena para pria mau masuk dari pintu belakang, para akhwat sudah mulai kebakaran gamis (*karena akhwat gak punya jenggot jadinya gamisnya aja yang dibakar*), mereka grasak grusuk bingung mau ngumpet dimana soalnya para akhwat lagi bau acem, belum mandi, (* abis bangun tidur lalu ambil wudhu, tahajudan trus makan sahur deh) yah klo ditengok para ikhwan, akhwat2nya lagi meriah gitu, apa kata cicak cicak di dinding?.

Eng Ing Eng…para ikhwan pun mulai memasuki gerbang kemenangan eh mulai memasuki pintu belakang, para akhwat langsung nyerbu ke kamar masing2, dan makan sahur dilanjutkan kembali, nah masalah sekarang adalah jika makan sahur telah selesai, acara serbu menyerbu kamar akan terjadi lagi. Eh, si Ali malah nyari sensasi, si Hafiz malah pake acara ketinggalan kunci kereta pulak tuh, yang disuruh nyari ke dalam rumah adalah rakyat jelantah seperti Ali, dan ternyata saudara2 smua itu hanya sandiwara, kuncinya ternyata ada sama Hafiz, ish nih anak gak bisa nyimpen kunci yg bener apa?.

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.