Menu
/

Judul                 : CineUs
Penulis              : Evi Sri Rezeki
Penerbit           : teen@noura
Cetakan            : I, Agustus  2013
Halaman          :280 Halaman


Memasuki pekan kedua Nopember lalu, saya dapat undangan mengisi materi dalam pelatihan jurnalistik tingkat pelajar dan membahas tentang majalah dinding di Kisaran yang letaknya sekitar tiga atau empat jam perjalanan dari kota Medan.

dok. koleksi pribadi
sesi curhat Riska dari SMAN 1 Asahan



Acara yang disponsori penuh oleh Persatuan Wartawan Indonesia perwakilan Kisaran itu cukup meriah meski tidak semua sekolah di Kisaran dan sekitarnya memenuhi undangan PWI. Tiba saat sesi tanya jawab tepatnya sesi curhat :D diantarannya banyak siswa dan juga guru yang ikut mendampingi siswanya dalam acara tersebut menyampaikan isi hati mereka seperti, kesulitan merekrut anggota Klub Mading, kemudian susahnya mendapatkan dukungan sekolah apalagi guru, dan masih banyak lagi permasalahan tentang suka duka membangun dan mengelola Klub Mading di sekolah.

 
me in action ^_^


sesi presentasi mading dari masing-masing sekolah
Ingat teman-teman di Kisaran yang curhat soal Klub Mading, saya jadi teringat dengan novel CineUs yang sedang saya baca, dan menjadi teman sepanjang perjalanan saya selama di kereta api menuju Kisaran. 

Miris memang dengan perkembangan klub di sekolah-sekolah di Indonesia apalagi sekolah yang terletak di pinggiran provinsi atau kota. Disaat sekolah di kota-kota besar sudah merambah ke klub film dan klub-klub lainnya, eh di sekolah yang ada di pinggiran kota atau provinsi masih tertatih-tatih membangun dan mengelola klub mading misalnya, yang dengan klub itu mampu membawa visi mulia, meningkatkan minat baca warga sekolah. Itu baru klub mading doang, berharap mengajukan pendirian klub lain, hmm…bisa seabad nunggu keluar surat izin mendirikan klub dari pihak sekolah. Apa yang salah ya?

Mungkin Penerbit lini remaja Nourabooks, yaitu teen@noura bisa membantu dengan program S-Club Series-nya—di S-Club Series ini teen@noura menampung karya novel yang bertemakan kehidupan anggota klub sekolah. Dengan membaca novel bertemakan klub sekolah, diharapkan dapat manfaat dan pelajaran dari perjuangan para tokoh di dalamnya. Jadi, bila ribet baca buku teorinya, sekarang ada novel-novel keren, jadi lebih seru deh kegiatan membaca dan nambah pengetahuan serta pengalamannya. 

Dan karya novel pertama S-Club Series adalah CineUs ^_^. Singkat judulnya tapi kisah di dalamnya jauh lebih rumit. Ah, ternyata membangun dan mengelola klub film sekolah itu luarbiasa ya tantangannya T_T. Hal ini dirasakan betul oleh tiga orang sahabat yang maniak film, Lena, Dania dan Dion.
http://myfairytalemytale.blogspot.com/2013/10/lomba-review-novel-cineus-bersama.html
Cerita diawali dengan kebahagiaan ketiga sahabat tersebut dengan terbitnya surat resmi dari sekolah untuk mendirikan Klub Film. Sejak itu mereka berjibaku mempromosikan Klub Film, hingga setahun lamanya promosi itu berjalan, baru mampu terjaring tujuh anggota baru, Romi, Balia, Aya, Median, Erika, Sopian dan Zaky kesemuanya itu pun anak kelas X. ( dikitnya -_-“)

Dengan keminimalisan anggota Klub Film termasuk minimalisnya basecamp mereka :D , Dania sang ketua klub tidak begitu mempermasalahkan, justru Dania makin serius menggenjot timnya untuk bersemangat hasilkan karya. Nah, disela-sela penyelesaian karya, salahsatu keluarga kecil mereka dalam klub film tersebut, siapa lagi kalau bukan Lena hobi banget nonton Web Series yang berjudul Stream of Stars di website yang bernama Pangeran Kodok, memang sih saat Lena nonton, semua tim pada ikutan nonton :D tim Klub Film-nya Lena terpukau dengan hasil webseries buatan Pangeran Kodok, namun Lena penasaran, dengan viewer web yang 10.000 itu Om Google tak mampu melacak siapa sebenarnya Pangeran Kodok, dan dalam hati Lena berharap suatu hari siapapun orang dibalik nama Pangeran Kodok bisa bergabung dengan klub film sekolah, akankah?

Kisah perjalanan klub film sekolah ini pun terus bergulir, sampai Lena dihubungi oleh panitia Festival Film Pendek Remaja untuk ikut kompetisi menulis skenario. Dapat kabar itu, Lena senang alang kepalang, namun mendadak seperti ketanam masuk ke bumi saat ditantang secara terbuka oleh Adit, sang mantan yang juga maniak film. Dan risiko yang kalah dari tantangan ini adalah mencuci kaki pemenang dan jadi penggulung kabel selama setahun. Ditantang begitu, kepala siapa coba yang gak mendidih? Termasuk kepala Lena, akhirnya, Challenge Accepted!

Sejak kata Challenge Accepted itu, kehidupan klub film sekolah terus dilanda kekacauan, mulai dari Lena yang penasaran dengan dua makhluk Rizki dan Ryan, belum lagi peristiwa sekretariat yang diobrak-abrik oleh pelaku tak dikenal, tak hanya diobrak-abrik malah, tapi diambil alih oleh Romi yang ternyata musuh dalam selimut, Romi juga penyebab anggota baru yang enam itu serentak demo untuk keluar dari klub film. (Pusing Kepala Barbie :D ) Kembalilah mereka hanya bertiga Lena, Dania dan Dion, tapi tidak benar-benar bertiga, ada Rizki dan Ryan yang sosok mereka hanya Lena yang tahu.

Seperti apakah nasib klub film sekolah?  Mampukan Lena, Dania dan Dion bertahan dalam ujian persahabatan? Siapa sebenarnya Rizki dan Ryan? Berhasilkan Lena memenuhi tantangan Adit atau pasrah menjadi pencuci kaki Adit dan tukang gulung kabel selama setahun?

Untuk Tempat Dimana Film dan Kita Bertemu
Ngobrolin soal film, kalau kamu ingat film Catatan Akhir Sekolah (2005), menceritakan tiga sahabat  yang punya ide buat film dokumenter tentang sekolah mereka dan ditayangkan pas pentas seni akhir tahun.

Mereka adalah Agni, Arian dan Alde, dari kelas 1 sampai kelas 3 SMA mereka lekat bersahabat dan memiliki minat berbeda. Agni karena suka film ia pun gabung dan jadi anggota klub film sekolah, Alde karena dia anak band, jadi aktifnya di ekskul band, dan Arian, adalah anggota ekskul mading. 
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/2/21/Cas.gif

Dan menurut saya film Catatan Akhir Sekolah adalah film yang menceritakan tentang tiga klub yang eksis di sekolah, tapi memang berfokus pada petualangan ketiga sahabat itu dalam mengumpulkan bahan untuk film dokumenter mereka.  Nah, Cine Us, adalah novel yang menceritakan tentang klub film. ^_^ here we go…

CineUs, sebuah judul novel yang singkat padat namun sudah mencakup inti yang hendak disampaikan dalam novel ini dan pas banget dengan tagline novel yang diangkat, yaitu To The Place Where Cinema and Us Meet. Keren!

Congratulation! Buat Evi Sri Rezeki the mother of this novel :D alias penulisnya. Keberuntungan Evi dalam menerbitkan novel remaja keduanya ini berawal dari seleksi ide novel yang cukup ketat dalam ajang NouraBooks Academy tahun lalu. Saya pun ikut dalam proses pendaftarannya yang diikuti ratusan calon peserta dari seluruh Indonesia, namun saya gugur saat penyeleksian ide :D tapi cukup berbangga bisa menjadi bagian dengan cara meresensi buku ini ^_^ Dan, keberuntungan Evi tidak hanya sampai disitu saja, novelnya pun terpilih sebagai Juara NBA dan diterbitkan teen@noura. Voila… inilah buku yang saya bedah sekarang :D .

Novel ini mengangkat tema yang super komplet :D , tentang percintaan ada ( empiwit :D ) , ngebahas persahabatan juga ada, memperjuangkan impian apalagi, tema sentral banget ini, dan yang membungkus ini semua adalah tema semangat dan keberanian wujudkan mimpi, kalau gak ada semangat, mah, alamat impian hanya sekadar impian, benar-benar cuma mimpi.

Selain itu para tokoh dalam novel ini juga unik-unik. Lelatu Namira, ia menyingkat namanya menjadi Lena, dan dia benci banget dipanggil Lelatu (hihi) Lena ini punya karakter semangat yang menggebu-gebu, dan kalau lagi ‘ngamuk’ juga ngeri :D gak jarang, Rizkilah yang menenangkannya. Lalu ada Rizki, karakter Rizki ini adalah karakter cowok yang diimpikan semua cewek, tenang, kalem, romantis, cerdas, melindungi, semua deh di dia, tapi postur tubuh Rizki gak seperti Ade Rai yang memiliki six pack atau Deddy Corbuzier, Rizki memiliki tubuh tambun yang proposional, dan kadang ke-cuek-an dia buat cewek penasaran gila.

Kemudian ada Dania, ini sahabat kentalnya Lena, Dania punya karakter kepimpinan yang oke, jadi wajar dia didapuk sebagai pemimpin Klub Film. Selain mantap dalam memimpin, Dania juga mantan model waktu kecilnya, setelah duduk di bangku SMA, Dania lebih suka di dunia film daripada di dunia modeling. Juga ada karakter Dion, nah Dion ini digambarkan kemana-mana suka banget bawa handycam, apa-apa direkam, dan dia anak yang paling lugu dan polos diantara semua anak Klub Film, tapi Lena dan Dania sayang banget sama Dion, yang mengerti Dion, ya cuma Lena dan Dania, tapi di penghujung adegan dalam novel ini, karakter Dion lah yang membuat saya sedih abis T_T (huwaaa…)

Layaknya sebuah novel, tokoh diciptakan lebih dari satu, dengan begitu konflik makin beragam, hanya saja, sepertinya Evi di beberapa bab, sempat lupa (mungkin) dengan karakter yang ia ciptakan sehingga, penjelasan kehidupan tentang Ryan tidak ada dideskripsikan, padahal peran Ryan dalam tim klub film juga ada. 

Kemudian untuk opening novel, saya cukup terpukau dengan judulnya CineUs, tapi pas baca awalnya, agak kaku, sempat malas nerusin bacaan, tapi pas udah nyampe di Bab Who’s The Creator? ,  saya gak bisa berhenti membaca (hahaha) saya penasaran tingkat dewa.

Dan tibalah saya didetik-detik penghujung cerita setelah seru-seruan dengan konflik yang diciptakan pengarang, belum kelar masalah satu, eh Lena dan kawan-kawan sudah didera masalah yang lain, kalau saya jadi Lena mah udah nyerah, bertubi-tubi gitu masalahnya, tapi Lena dkk, ngajarin kita untuk gak mudah menyerah ^_^ 

Ada yang cukup buat saya bingung, saya pikir cerita tamat setelah pengumuman pemenang Festival Film Pendek Remaja, eh ternyata belum selesai ceritanya, Lena dituduh plagiat karya Rizki. How come? Saya terus baca, sampai akhirnya ternyata Dania yang salah masukkin skenario di amplop (hlm. 259) , nah giliran saya yang bingung. Kalaulah Dania salah masukin skenario, berarti siapa yang nyiapin dua skenario? Lalu siapa juga yang mengganti nama Rizki menjadi nama Lena di naskah skenario berjudul Superhero yang jelas-jelas memang Rizki yang nulis tu skenario? 

Overall novel ini keren, meski di beberapa bagian ada yang kekurangan huruf, suasan seharusnya suasana (hlm.69), mentrasfer seharusnya mentransfer (hlm.115), terlepas dari itu semua, novel yang covernya didominasi warna biru dan hitam ini gak hanya ngebahas seputar perjuangan dalam membangun dan mengelola klub film tapi juga ada menyelipkan istilah-istilah dari webseries, jujur saya baru tahu apa itu webseries (hlm.5) setelah baca ini novel ^_^, dan ada teori tentang film juga di hlm 175, teknik shakyhandled, hmm…nambah deh wawasanku soal film, tinggal prakteknya aja.  
Selain itu, Evi dengan kemampuan eksplorasi dan sepertinya dia tidak ingin stuck dengan tema film, maka di novelnya kita juga bakal baca info tentang ADHD, ternyata karakter Dion yang unik, gak lepas dari disorder yang dia alami,  
Sekali lagi aku jelaskan, Dion tidak lemot. Dion adalah salahsatu anak pengidap Attention Deficit Hyperactive Disorder,a.k.a ADHD (hlm. 104)

Gimana? kebayangkan full of information­-nya? 

-->
Oh ya dalam novel  ini juga oleh si pengarang diselipkan kritik social loh =)

“…Huft. Sudah seminggu tidak bertemu dengan Rizki, membuat rasa kangenku menggunung. Ah bukan, bukan, sudah jadi jejeran mall di dunia . Gunung, kan, sudah mulai hilang jumlahnya mungkin kalah dengan mall. ( Hal. 260)”


Dari tadi rada seriusan ya bahasannya, hehehe, tapi jangan salah, novel remaja, gak lengkap kayaknya tanpa humor-humor segar, dan sesuai genrenya juga, novel remaja komedi romantis, berikut saya kutip joke yang saya suka dan sampai ngekeh guling-guling bacanya serta bisa nambah koleksi humor untuk bahan pergaulan (tsaaahhh :D)

Obrolan mereka tampak serius seperti menyusun rencana pergi ke planet lain sebelum bumi ditabrak meteor besar (hlm. 134) #Imajinasi Evi lempeng juga yak, kebanyakan nonton film science fiction hihi

Butuh waktu tiga jam untuk meminjam mobil orangtua Ryan—yang rasanya seperti menunggu Jurassic Park benar-benar dibangun di bumi (hlm.185) bwahahaha, baca bab yang ini pas tengah malam pula, jadilah ketawaku membahana ulalala 

Lena ini orangnya memang gokil abis -_-“

Ini adegan pas Ryan di rumah Lena dan nanya ke Lena tentang keberadaan toilet :D
‘Lurus, belok kanan,mentok! Jangan lupa isi kotak amalnya!”  (hlm. 196)

Kemudian humor yang berikut, buatku ketawa guling-guling @_@

‘Rasanya, aku ingin berenang menyeberangi Selat Sunda, lalu koprol sampai Hawai dan menari Hula tujuh hari tujuh malam’ (hlm: 251)

Hadeh, sakit perut gak sih? Hehehe

Eit, ntar dulu, selain humornya yang ngekeh gila, ternyata Evi gak cuma bisa perut kita sakit nahan tawa, tapi juga buat pembaca JLEB! Berikut quote-quote keren dari CineUs:

Kekuasaan boleh jadi dipegang segelintir Negara, tetapi pengaruhnya sangat besar dan dampaknya dirasakan secara global (hlm. 55)

Jangan jadikan tujuan pribadi seolah-olah tujuan bersama­- by Rizki  (hlm. 92)
Masalah itu tidak semudah bikin lanjutan cerita animasi yang bisa diatur seenak kita (hlm. 113)

Rasa marah adalah musuh besar logika (hlm.161)

Sahabat pasti akan kembali sekalipun bertengkar hebat. Sahabat sejati selalu punya tempat di hati, kehilangan mereka akan menyisakan ruang kosong yang tak bisa ditambal lagi. (hlm. 215)

Dan quote yang paling  fenomenal adalah yang ngalir dari mulut Dion waktu nasehatin Lena:
Ada dua hal yang pantas diperjuangkan. Yaitu impian dan cinta  (hlm. 242) sedaaapp =)

Sekelumit Tentang Webseries

Sejak kemunculan film Ada Apa Dengan Cinta sekitar tahun 2002 lalu, dunia perfilman Indonesia seperti bangkit dari tidur panjangnya, sineas-sineas muda mulai bermunculan bak cendawan di musim hujan, namun belakangan dunia perfilman Indonesia riweuh lagi sebab kualitas film yang menurun, dilihat dari banyaknya film Indonesia bertemakan horror namun mengandung unsur adegan porno di dalamnya. Miris.

Ditambah lagi kualitas program televisi keluarga Indonesia yang diramaikan dengan sinetron-sinetron yang menurut saya lebay.  Hmm… jadi malas nonton televisi. =(

Adapun kualitas film karya anak bangsa yang bagus dan bermutu terkadang kurang dapat apresiasi dari pemerintah, sehingga harus berjuang sendiri dan akhirnya mandeg. Lebih dari mandeg, malah sineas kita justru lebih dihargai karyanya di luar negeri. Hmm.

Adalah Dennis Adhiswara, salahsatu sineas muda berbakat kita, dengan fenomena perfilman dan pertelevisian yang ada ia pun menjadi penggagas berdirinya Komunitas Webseries Indonesia, sebuah wadah berkumpulnya para kreator dan webseries maniak.
http://2.bp.blogspot.com/-C6VZHvX-pkE/UksRURLhOkI/AAAAAAAAA1g/6jASKU_AFBU/s640/KWSI-logo-whitebg.png

Ide dan istilah webseries menjadi solusi cerdas bagi para sineas muda untuk terus berkarya.  Webseries adalah tayangan video di internet, seperti webseries yang lagi booming saat ini, Malam Minggu Miko.
http://crimsonstrawberry.files.wordpress.com/2013/01/malam-minggu-miko.jpg

Sedikit mengintip sejarahnya, pertama kali webseries  muncul tahun 1995 di tangan dingin seorang kreator  bernama Scott Zakarin. Sejak saat itu, orang ramai menonton video via internet.

Dengan adanya fasilitas YouTube dan Vlog (Video Blog), para pecinta dan pencipta film sekarang bisa terus memamerkan karyanya tanpa harus terkendala di biaya produksi bahkan karya mereka bisa di lihat oleh dunia.

Well, CineUs adalah novel yang high recommended banget buat dibaca baik itu remaja, penggiat klub film, pembimbing klub film sekolah, penikmat film sampai kepada guru :D dan masyarakat luas,  karena apa? Karena teenlit yang satu ini berbeda dari teenlit umumnya yang melulu hanya mengumbarkan suasana melankolis remaja yang dilanda cinta, tapi lebih dari itu, tentang perjuangan mewujudkan impian, persahabatan, semangat, never give up, dan keberanian, ada disini. Happy reading all! Bravo perfilman Indonesia. ^_^ 

http://www.smartfren.com/ina/home/ 

 #Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Review Novel Cine Us Bersama Smartfren dan Noura Books (DL: 20 Desember 2013 ) more info:










8 comments

:D jadi penasaran sama bukunya, karena klub sekolah-an masih jadi bagian hidup saya sampai saat ini. ^^

Reply

ya Rinaya, buruan beli buku dan ikutan lombanya ^_^

Reply

Idenya unik, jrng kepikir ama penulis. Jd pengen pinjem buat dibaca :D

Reply

iya mbak unik banget ;D yoda ke rumah mbak biar daku kasih pinjem :P

Reply

hm.....
reviewnya bagus banget....

Reply

Terima kasih sudah mengapresiasi novel CineUs. Semoga nanti berkenan mengapresiasi sekuelnya :)

Reply

Alhamdulillah, makasi buat Mbak Evi, makasi buat para juri dan sponsor , dan buat Mbak Evi juga, ditunggu terus karyanya, dan buat daku, hey diriku semangat ngelarin novel yah ^_^

Reply

Alhamdulillah, disini pengumuman lombanya ^_^

http://myfairytalemytale.blogspot.com/2014/01/pengumuman-pemenang-lomba-review-novel.html

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.