Menu
/
Masih muda, punya usaha,omzet perbulan puluhan juta, dan jomblo #eh, hmm, buat ngiler banget yah, apalagi ciri-ciri tersebut ada pada diri tiga anak muda kota Medan yang dihadirkan oleh adik-adik panitia dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, dalam acara Seminar Kewirausahaan dan Talkshow ‘Entrepreneurship as a hobby’ , Create Your Own, Be Innovative and Start Your Business, Jum’at 5 Desember 2014, lalu di Gedung B PSI USU, mereka adalah Windi Septia Dewi, pemilik Teri Bajak Medan, Tedja Mukti Raharja pemilik Digi Pro dan Raja Risol, dan Vito Sinaga, pemilik Punya Medan.

Acara dibuka oleh dua MC kondang di fakultasnya :D , dan pemilik Teri Bajak Medan, Windi yang menjadi pembicara pertama. Yup, saya kenal Windi pertama kali waktu Digipro kerjasama dengan FLP Sumut untuk mengisi acara di Sekolah Mamiay pada bulan Ramadhan tahun 2012, pertemuan kami berlanjut di acara yang diadakan Medan Heritage pas mengunjungi gedung Lonsum. Dan sekarang kami ketemu lagi, hehehe dalam rangka sharing ilmu kewirausahaan.

Seperti apa hasil sharing-nya yuk cekinyot :D


Awal mula Windi berbisnis teri adalah dari pekerjaannya sebagai broadcaster di sebuah radio di kota Medan dan aktif nge-MC, nah bertemu orang luar kota Medan sudah menjadi makanan sehari-hari, namun Windi sering kebingungan ketika ditanya oleh mereka yang berkunjung ke Medan tentang oleh-oleh yang khas kota Medan khususnya kuliner, lalu muncullah ide kenapa tidak menjual teri saja, teri sudah dikenal di Indonesia tapi belum ada yang mengolahnya untuk dijadikan buah tangan, sedangkan teri Medan termasuk teri yang diincar oleh wisatawan lokal.

Dengan modal Rp. 500.000 pada awal tahun 2013, Windi mulai beraksi dibantu oleh sang Mama, apalagi waktu itu pemesan pertama adalah seorang ibu dari Jogja yang menetap di Medan, pesan 6 bungkus, kewalahan? Pasti, apalagi permulaan.

Belum lagi sempat terkandala di izin orangtua, terutama sang ayah, yang menginginkannya menjadi PNS, tapi Windi tetap maju terus, karena termotivasi dari buku 7 Keajaiban Rezeki, disana tercantum hadis Rasulullah SAW, bahwa Sembilan dari 10 pintu rezeki itu salahsatunya dari berdagang, Windu pun makin bersemangat dan serius, hati orangtua pun luluh. Usaha teri-nya pun melebar.

Yang dulu mengerjakan berdua dengan sang Mama, kini sudah memperkerjakan dua pegawai yang direkrut dari ibu-ibu di sekitaran rumahnya, dulu keuangan berantakan, karena merasa kayak Paman Gober pas omzet meroket tajam, jadi bawaannya mau belanja sepatu, baju, tas dan traktir teman-teman, nah sekarang udah lebih professional, dibantu seorang teman yang jago dalam manajemen keuangan.

Punya usaha gak afdol tanpa ada jatuh bangunnya, dan Windi pun mengalaminya, bahkan sekarang sudah bisa mengambil hikmahnya bahwa usaha, tidak bisa dibangun sendiri, perlu tim, dan fokus.

Selain kendala teknis, Windi juga pernah mengalami kendala yang keluar dari cibiran teman sekitar, “lulusan Fakultas Ekonomi USU jualannya kok ikan teri?” Nah loh, jleb banget kan?, tapi syukurlah Windi menanggapinya tidak dengan cakar-cakar aspal, apalagi nelen ikan teri mentah berkarung-karung, tapi dengan tekad dalam hati bahwa ‘Gak Penting jualannya apa, yang penting siapa yang bertahan’ , hmm, mantap juga ya si Windi ini, dan sekarang teman yang mencibir itu malah menjadi reseller Teri Bajak Medan. Yeay ^0^.

Gak hanya itu, Windi selalu punya jurus, bila usahanya diuji, ia selalu teringat quote Dahlan Iskan, bahwa,

Setiap orang yang hidup punya jatah gagalnya masing-masing, caranya habiskan jatah gagal selagi masih muda \(^0^)/

Sekarang, sudah setahun usahanya berjalan, sejak didirikan 17 Juni 2013, dengan nama dagang Teri Bajak Medan, dan varian yang sudah berkembang juga, dari yang awalnya hanya memproduksi

1. Teri Nasi/Teri Medan + sambal
2. Teri Nasi/Teri Medan + sambal + kacang
3. Teri Belah + sambal
4. Teri Belah + sambal + kacang

Kini memproduksi Kue Bawang Teri, hmm, nyummy, pengen lagi dan lagi, gak berhenti ngunyah hahaha, saya udah coba looh :-p, dan TBM makin terkenal sejak diliput oleh Trans 7. Omzet pun turut meningkat, per bulan Windi bisa menjual 700-1000/bks, dengan harga jual per bungkus TBM Rp.40.000 / 150gr.


Di sesi tanya jawab, ada yang menanyakan filosofi logo, yang dijual teri, kenapa gambar produknya ikan mas :D ? Windi pun dengan mata berbinar menjelaskan, pertanyaan tersebut sudah sering ditanyakan, bahkan ada yang bilang, itu gambar ikan paus dan Windi menjawabnya dengan gak kalah filosofi bahkan terdeteksi doa didalamnya, ‘ Walau yang dijual adalah ikan teri yang kecil , tapi semoga rezekinya bisa segede ikan paus #eaaak #aamiin‘

Ada juga audience yang bertanya mengenai Surat Izin Usaha, bagaimana cara mensiasati harga teri dan cabai yang sekarang melonjak apakah turut mempengaruhi harga per pcs Teri Bajak? Dan mengenai apakah Windi berniat membangun tambak teri hihihi?

Sebenarnya itu semua pertanyaan saya hahahah, dan inilah jawaban Windi, mengenai izin usaha belum dibuat, tapi Teri Bajak Medan sudah terdaftar di Departemen Kesehatan, kehalalan MUI dan memperoleh sertifikat kebersihan. FYI, produk TBM dijamin sehat, karena no vetsin no pengawet, bisa tahan buat sebulan. TBM selain bisa jadi oleh oleh, untuk bekal dalam perjalanan (travelling), praktis dan efektif ;-).

Tentang harga, Windi gak pernah kepikir bahwa harga cabe akan melonjak seperti sekarang, meskipun begitu, harga TBM per bungkus termasuk yang paling tinggi untuk harga teri olahan, tapi karena sasaran Windi memang pelancong, dan untuk oleh-oleh, yang namanya membeli oleh-oleh buat teman-teman, sanak saudara tentulah yang terbaik dong, makanya Windi tetap yakin dengan harga TBM sekarang, dan jawaban untuk pertanyaan berikutnya, Windi menanggapinya dengan gelak tawa, ‘gak saya gak akan membangun tambak teri, saya fokus ke pengolahan teri saja’

Yeay, doorprize bertanya dapat Kue Bawang Teri ^o^ Makasi Windi 

Mengenai nama produk, Teri Bajak, kalau si Ririn bilangnya Teri Jambak, hahahaha, banyak juga yang penasaran, ungkap Windi, dinamakan Teri Bajak, sederhana aja, karena dia tinggal di Jl. Bajak, :D #udahituaja

Wuaaa seru ya talkshow nya, gak berasa reportase saya udah tiga halaman word :-p, maka dari itu saya buat bersambung aja yah ;)
Jadi, buat teman-teman yang mencari oleh-oleh khas Medan, Teri Bajak Medan bisa menjadi pilihan, TBM bisa didapatkan di Jalan Bajak V, Kecamatan Medan Amplas, Medan-Sumatera Utara, atau di outlet yang bekerjasama dengan TBM seperti Rumah Oleh Oleh di Bandara Kuala Namu Internasional, berkenalan mengenai produknya bisa langsung klik ke teribajakmedan.blogspot.com dan saya sempat stalking juga, untuk web, TBM sudah mulai pindah rumah virtual ke teribajakmedan.com , untuk pemesanan online, bisa ke Telepon/SMS : 08116155866, atau pesan via Line :teribajak , pin BB : 754233C9, mention di twitter juga @TeriBajakMedan.

By the way, laris manisnya TBM gak lepas dari memanfaatkan internet, Windi dan tim nya melakukan pemasaran via twitter, line dan instagram. Bahkan, dari internet lah Windi mendapat pelanggan dari luar negeri, seperti Singapura dan Paris, * Windi belum sampai ke Paris tapi teri nya udah :-p *

Ingat geliat usaha Windi dalam membangun TBM, saya teringat Film Thailand, The Billionare, menceritakan kisah nyata pemuda bernama Top Ittipat yang menjadi kaya karena usahanya dalam menjual produk kerupuk rumput laut, ending-nya Top sampai membangun ladang rumput laut sendiri, wew. Very Inspiring.

http://www.astro.com.my/premium_channel/images/43805_a11926.jpg
Well, sukses terus usahanya ya Windi, *_*

Mau tahu, bagaimana kisah seru usaha Raja Risol dan Punya Medan? Tungguin postingan saya selanjutnya yah.

*sambil ngemil Kue Bawang Teri* :D


9 comments

Wahh terinya mantapp ya, pasti pedas bikin SEUHAH kalau kata orang Sunda mah, di Cianjur teri Medan paling mahal harganya dibandingkan teri lainnya lho! saya kan emak warung jadi tau perbandingan rasa dan harga teri hehehe

Reply

Hihihi 'Seuhah' ,Teteh salam kenal, saya orang Sunda juga tapi lahir dan besar di Medan 😁, gak pedas pedas banget kok teh, dan kalau mahal iya lumayanlah teh, 😍

Reply

Asslkum Zee..

Teri favoritnya yang mana ?? :D

Reply

memang seru acaranya sangat mepet waktunya jadi gak bisa ngeliput acaranya, kalau teri bajak itu memang gak ada duanya lah kak.

Reply

@Raz: Alaikumsalam, aku favoritin Kue Bawangnya dong, karena baru itu yang dikasih #eh

Reply

@Lapak Medan : Iya min, seru, talkshow nya hidup gegara MC dan pembicaranya, dan juga audience yang kece *benerin bulu mata*

Reply

wah,inspiratif sekali nih,,jadi penasaran sama teri bajak^^

Reply

Suka sama quote Dahlan Iskan. Bisa jadi mood booster kalau lagi gagal ^^

Reply

@Mak Zwan : ayok Mak, kalau penasaran, segera dicoba ^o^

@Mak Ika: iya Mak, jleb banget quote nya
╰(*´︶`*)╯

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.