Menu
/
Sumber :baitijannati.wordpress.com


Kalau baca rincian dana diatas pengen nenggak saos sambal berbotol botol yak hihihi, tapi Alhamdulillah kemarin nikah gak mikir sampai sedetil itu yang penting hayuk aja. Aku menikah tanggal 26 Juni 2014, pernikahan yang gak disangka-sangka, cerita lengkapnya ada disini.

Dan apa yang kami rasakan setelah menikah, mirip banget dengan pasangan Bara dan Gina dalam Yummy Tummy Marriage. Aku sama sekali gak kenal siapa calon suamiku, pas sudah nikahlah aku tahu luar dalamnya dia, begitu juga dia #yaeyalah , si Bara yang kalau pagi pagi jadi sasaran omelan Gina gegara ngeletakkin handuk dan kain kotor sembarangan di kamar yang sudah dirapikan Gina :-p , lalu Bara yang super duper sibuk sampai bulan madu cuma dikasi libur 3 hari dan itu pun perginya ke Dufan hahaha, benar kata Goethe, filosof Yunani ribuan tahun lalu, Love is an ideal thing, marriage a real thing. Nah kalau mau tahu kehidupan yang sebenarnya, maka menikahlah dan bacalah buku Yummy Tummy Marriage :-D #sekilas info 

dok. pribadi

Jauh sebelum aku menikah, saat duduk dibangku Aliyah, aku sudah punya mindset ingin konsep pesta pernikahan seperti apa, bahkan sampai ke kriteria calon suami, dan aku yakin pasti efek dari bahan bacaanku pas Aliyah, Kuliah Kerja Nikah penerbit Pro U, lalu Gue Never Die, penerbit Pro U juga, lalu buku Catatan Hati Pengantin, waktu itu diterbitkan oleh Lingkar Pena Publishing House, sekarang diterbitkan Asma Nadia Publishing House. Tamat Aliyah menuju gerbang perkuliahan, makin dalam lagi bacaanku hahaha, seperti Kupinang Engkau Dengan Hamdalah dan Indahnya Pernikahan Dini karya Ustadz Fauzil Adhim. Maka terbitlah dibenak untuk menikah muda. 

Karena hobi menulis catatan harian dan mengikuti saran dari para penulis buku pra nikah yang sudah kusebutkan di atas, maka aku yakin saja, bahwa impian bila dituliskan saja itu sudah 1 % terwujud, dan 99 % lagi on progress  dan aku percaya itu. Akhirnya kutulislah kriteria detil calon suami, konsep pernikahan bahkan sampai ke gaya rumah tangga kami nantinya #eaaak.

Untuk detil calon suami, Alhamdulillah sudah terwujud *colek Aa’ :-p *, Dan apa yang pernah kutuliskan di buku harianku tentang calon suami, ya memang benar terwujud ^_^ luar biasa, kekuatan mimpi dan doa itu yak :-D

Konsep pesta pernikahan juga sudah terwujud, walau dengan sekuat tenaga lah memegang prinsip dan pada akhirnya harus mengalah demi suara terbanyak T..T .

Inti dari pesta pernikahan kami adalah sederhana dan mencari keberkahan Allah. Sederhana yang dimaksud, untuk pakaian pengantin, teratak, beberapa alat masak, bahkan bidan pengantin, Alhamdulillah dapat yang satu paket, karena bidan pengantinnya adalah sahabat nenek. Ketika berjumpa dengan bidan pengantin, aku rasa aku yang paling cerewet hahaha, bidan pengantinnya kawan nenek, dah pasti nenek nenek juga ya kan, aku tegaskan, make up ku gak mau menor, aku tunjukkan gambar pengantin yang gak menor *sebelumnya aku googllng sebagai contoh* , lalu aku gak mau cukur alis. Itu aja yang kuminta, dan Nek Maryam pun setuju. Pokoknya aku bertekak aja lah sama nenek ini dari awal,tapi si nenek gak marah, hahaha. Mahaphkan aku ya nek. 

Kemudian acara, tadinya mau pakai adat Minang, Randai, pas pulak Bapak mertua adalah anggota Randai, tapi batal karena anggota Randai yang lain pada sibuk, akhirnya tidak jadi. Dan konsep acara yang paling aku wanti wanti sekali, tidak mau pakai kibot dan biduanita, mending putar kaset / DVD lagu lagu islami, lebih hemat mat mat, dan dananya bisa dialokasikan kemakanan biar semua kebagian, tapi mamak tetiba tanpa sepengetahuan aku sudah memesan tim kibot -_-“ aaarrrrgghhh, rasanya pengen cakar cakar aspal, akhirnya buat kesepakatan sama Mamak, lagunya gak boleh dangdut, deal.

Selain itu,cetak undangan mengusung konsep go green *mau bilang menghemat biaya aja susah amat :-p  gak cetak banyak, undangan diberikan kepada rekan rekan Aa yang dosen di kampus dan pegawai admin lainnya, kemudian untuk teman-teman kedua orangtua kami, teman nenek, teman kerjaku, guru-guruku, selebihnya para teman sebaya, cukup undangan soft yang di-post  di fesbuk dan via SMS. Harga undangan juga gak mahal-mahal, sengaja dipilih yang harga cetak per eks nya itu Rp. 850 , karena pengalaman, kebanyakan kertas undangan yang mewah pun berakhirnya jadi alas untuk obat nyamuk bakar, untuk ganjelan pintu, untuk kipas, dan kadang berakhir di pembakaran sampah.

Oh ya, baju pengantin adat, kami sewa, sedangkan untuk acara bebas pas malam hari, aku minta dibuatkan gaun putih sederhana, yang bahan rendanya itu di hunt pas diskon akhir tahun, hahaha, kalau gak didiskon, dua meter bisa Rp.500.000 – an T,,T 

Kalau urusan makanan, gak pakai acara penghematan, dan dibagian ini yang paling boros uang T,,T secara apa apa mahal, belum lagi jumlah undangan disebar 300 eks, tentu yang datang diprediksi bakal dua kali lipat bahkan lebih. Menu makanan di pesta pernikahan kami kemarin juga yang biasa tapi enak, rendang daging dan ayam semur menu wajib deh hahaha, oh ya sup bening satu lagi, sama gado gado, lalu kerupuk, udah. Snack juga disiapkan, masih yang murah meriah juga, es timun, buah jeruk, dan kue semprong, aku ingat banget buat kue semprong ini seminggu sebelum hari H berturut turut, dan aku ngerjainnya seharian T,,T ngupas kulit bawang berkilo kilo. Membersihkan kulit jahe juga berkilo kilo T,,T.  Intinya sebelum jadi raja dan ratu sehari, aku berlatih membabu seminggu-an.  Hahaha. Kalau suami, sehari sebelum pesta pernikahan dia baru touchdown di Medan, karena dia menyelesaikan tesis di Padang, jadi aku membabu, dia berjuang menyelesaikan tesis. So sweet. :-p

:-D Dalam hati udah horror aja, sempat suami gak tiba di Medan tepat waktu, mungkin aku bakal sewa stuntman untuk pengantin pria hahaha. 

Souvenir di pesta pernikahan kami adalah sumbangan dari ibu, anak nenek yang baru nikah setahun lalu :-D , berupa jepitan rambut mini terbuat dari kain batik, untuk tambahannya aku beli souvenir lagi berupa * apa ya kok aku lupa* kayaknya gantungan kunci deh. Sekarang untuk souvenir udah gampang yak, kita bisa beli di Pajak Petisah, keperluan keranjang hantaran yang sudah berhias pun sekarang sudah ada dijual, praktis ^_^

Demi kekompakan keluarga besar E. Suherman, aku beli baju batik orange untuk ayah dan para adik lelakiku, baju emak dan Sarah, sudah ada, warna orange juga :-D dipakai pas pesta pernikahan sepupuku di Jakarta. 

Aku juga ada sewa fotografer, berhubung karena fotografernya adalah adik kelas waktu di organisasi mahasiswa, akhirnya bisa diskonan juga. Pokoknya ada aja penyambung tangan Allah yang bekerja di detik detik terakhir, bayangkan, aku mempersiapkan semuanya sendiri dan waktu yang ada hanya sebulan ( menikah Juni, Juli-Agustus puasa dan Lebaran serta menyiapkan pesta pernikahan, 21 September resepsi), ngantar undangan juga sendiri kadang ditemenin ibu, suamiku di Padang T,,T jadi kalau ada biaya yang kurang, nenek sang bendahara bakal ngejar ngejar akuh, tapi aku lari lah hahaha *becanda* yang ada aku berdoa semoga dicukupkan dan berkah. Kalau dihitung hitung, budget habis, sekitar 15 juta-an , ya karena segitu yang dikasi calon suamiku waktu akad 3 bulan lalu ^_^ dan keluarga kami menerimanya, bahkan niat kami hanya syukuran sederhana, makan-makan, tidak pakai pelaminan dan acara adat segala macam, karena aku dan suami memang gak suka keramaian, apalagi dipajang di pelaminan tapi eh tapi nenekku punya niat, ya sudahlah, akhirnya jadi juga.

Begitulah kira kira konsep pernikahan kami, adapun kami kebobolan ya karena si mamak sewa kibot itu, dan you know what pas hari H , dangdut pun terputarkan juga T,,T , aku yang sedang duduk di pelaminan di dalam rumah, ingin rasanya keluar tempat kibot diputar dan mencabut kabel utamanya -_-“ diam diam, tapi apalah daya, dalam hati aku menolak itu semua huwaaaa T_T, belum lagi di sore hari, keluargaku yang heboh, pada goyang oplosan, Oh My Goooddd, >_< kalau ibu ibu ku inilah memang. Kibot aku tegaskan gak boleh sampai malam, batas sampai jam 6 sore, diatas jam segitu acara pindah ke dalam rumah, bajuku sudah berganti gaun, wajah tak semenor tadi , suami juga begitu, hanya kemeja putih dan celana keper hitam, dia dah macam mahasiwa baru selesai ujian masuk tes apa begitu :-p. Tamu kami masih berdatangan sampai jam 11 malam, begitu juga kado, masih ada aja yang ngasih sampai November hehehe. Alhamdulillah. Semoga menginspirasi yaaaa…


Dok.Pri
Oh ya, tulisan ini kan diikutsertakan dalam Kompetisi Membuat Wedding Plan. bentangpustaka.com/kompetisi-blog-dreamweddinglit/
3 comments

Baru tau kalu kue semprong itu pake bawang dan jahe. Apa beda dengan kue semprong di Bandung ya Zee? Di sini yang sering kubeli rasanya manis. Nggak terasa bawang2nya. #Malabahassemprong

Reply

Bwuahahaha, memang agak random ya teh kisah si upik abu sebelum jadi nak daro, jadi bawang sama jahe untuk bahan buat rendang teh, nah selain itu seminggu sebelum nikah Zee ditugaskan nenek untuk buat kue semprong hahaha *lap keringat*

Reply

Hemm enggak hanya itu aja tapi kita juga perlu perawatan pra nikah hehe :)

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.