Menu
/
Sumber : Instagram @dagelan

Baru aja merasakan posisi enak mengisi malam minggu berdua di kamar sambil nonton The Hobbit eh kawan kawan Aa datang, mau nonton sendiri udah gak mood, alhasil eikeh di kamar bersama bluser – rencananya mau lanjutkan menulis eh kebablasan main gadget.

Gak berapa lama, Aa masuk lagi, kirain udah kelar menjamu tamu, ternyata diajak jalan lagi sama anak anak, silaturahim ke rumah kawan lama mereka. Daku gak bisa egois juga sih menahan nahan Aa menghabiskan kebersamaan dengan teman temannya, semenjak kerja dan nikah, Aa memang udah jarang gabung dengan bestfriendsnya, ya sekali sekali gak apa apa dah, toh tiap hari Aa udah samaku :-P

Setelah ditinggal malam minggu, rasanya kok ngantuk betul, akhirnya kami (aku dan baby di dalam perut), bobok cantik sekelak, ada satu jam-an, kemudian terbangun karena kebelet pee , lagian Aa pergi mana bisa tidur nyenyak sebelum dia pulang.

Jam 11 ditungguin belum pulang, ntar ah jam setengah 12 di bbm, ternyata otw pulang, bukan apa apa, takut aja Aa pulang malam malam, kan musim begal tuh. Jangan sampe ya Aa.

Oke, singkat cerita, sekitar jam 12 lebih dikit, kami bersiap siap hendak tidur, lampu pun dipadamkan, seperti biasa karena tadi aku udah tidur sebentar, mau tidur lagi tuh perlu waktu, yang gak nyamanlah miring kanan kiri salah, yang gerah lah dan lain lain, biasanya yang aku recokin ya si Aa hahaha, sampai dia tiba tiba berdiri dan nyalain lampu kemudian menyuruhku menutup mata.

‘Kenapa Aa?’
“Gak apa apa, tutup aja mata Zee’
‘Kecoa ya Aa’

Yang ditanya malah nyengir, iya seperti ada yang geli geli di kaki Aa, katanya, gak berapa lama, ketika selimut diangkat, keluarlah seekor kecoa dari balik selimut T_T Aku menjerit, huwaaa aku paling geli dan jijik dengan kecoa, akhirnya ditangkap Aa pakai tisu dan dibuang dari jendela kamar. Karena gak suka dengan bau kecoa juga, si Aa aku suruh cuci tangan hahaha.

Lampu pun dipadamkan kembali.
Krkrrkrkrkrkr

‘Zee suara apa tu?’
‘Jangan jangan kecoa lagi Aa?’

Karena parno dengan kecoa yang bisa merayap dan naik ke tempat tidur, hp yang sedari tadi kupadamkan kunyalakan kembali supaya bisa menyenter keberadaan kecoa dengan lebih jelas.

Dan ternyata benar, kali ini kecoanya berada di dekat pintu, langsunglah Aa beraksi lagi, kali ini kami melumpuhkannya dengan serbuk kapur barus yang selalu sedia dan sudah kuhancurkan pakai barbel mini Aa hahah. Kecoa pun mabuk. Ditangkap Aa lagi pakai tisu.

Hape pun kustandby kan, kami kembali tidur lagi, tapii…aku kebelet pee, karena aku takut keluar buat ke kamar mandi, akhirnya kuajak Aa hahaha.

Ini kapan tidurnya ya, syukurnya hari libur, hari sudah berganti, minggu pagi buta judulnya hahaha

Alhamdulillah leganya, semoga tidak ada kecoa penganggu lainnya. Gak berapa lama rebahkan badan *ini semua kecoa kayaknya kompakan ya menunjukkan jati diri di malam sabtu dan minggu pagi buta? -__-“ , heran gue*

“Aa, suara apa lagi tuh, jangan bilang kecoa lagi, kita dah kayak kecoa hunter ya’
‘Huwaaa…T_T”

Aku pun memeriksa keadaan, langsung sejak suara pertama kudengar, dan kali ini benar, posisi si kecoa dekat lemari pakaian.
*kapur barus mana kapur barus*

Aa pun menaburkan kapur barus, dan mabuklah si kecoa. Dibuang lagi pake tisu keluar jendela.

Hah! Semoga itu kecoa terakhir, ya Aa, Alhamdulillah kami bisa tidur juga akhirnya dengan nyenyak.

Pagi harinya, si emak kan biasa udah keliling rumah aja tuh.

‘Eih, kenapa pulak ni kalian buang buang tisu?’ celetuk emak dari jendela.

Kami dengarnya ngakak hahaha, Emak gak tahu apa yang kami alami tadi malam. Malam Minggu yang apalah apalah.

Ah kecoa, tau aja, trims sudah membuat malam minggu kami sukses romantis, bersama sama membasmi kecoa hihi, pertanda supaya rajin bersihin kamar, sebenarnya udah rajin, mungkin mesti lebih rajin lagi ya dari biasanya :-P.

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.