Menu
/
Judul Buku : Married Because of Allah
Penulis : Anugrah Roby Syahputra
Penerbit : Noura Books
Cetakan ke : 1, Mei 2014
Halaman : 310 Halaman


Love is an ideal thing, marriage is a real thing
(Goethe)

www.goodreads.com

Nikah di usia muda saat ini bukan sesuatu yang baru, malah menjadi tren, baik itu dikalangan orang biasa sampai selebriti. Kalau dahulu, pelaku nikah muda justru dicurigai telah accident atau ‘kecelakaan´duluan sehingga muncul istilah Married By Accident. Dan Anugrah Roby Syahputra seorang pelaku nikah di usia muda mencoba ‘membersihkan’ istilah MBA menjadi Married Because of Allah melalui bukunya ini.

Rasanya seperti mimpi buruk saat harus membaca rangkaian data dan angka tentang pelaku seks bebas di kalangan remaja Indonesia, kemudian korban praktek aborsi lalu pengidap virus HIV AIDS, belum lagi berbagai kasus pelecehan seksual dan pekerja seks komersil.

Berawal dari fenomena itulah, buku Married Because of Allah hadir, Terdiri dari 14 Bab, disajikan dengan bahasa yang renyah dan meremaja, serta pembahasannya juga komplit plit plit.

Pada permulaan Bab, penulis memaparkan semua fakta tentang akibat yang ditimbulkan oleh remaja yang berpacaran, lalu pembahasan tentang kucing garong yang dipelopori oleh Cassanova, seperti apa profil Cassanova hingga dicap sebagai The Godfather of Playboy? Ada di halaman 27, serta hal-hal apa saja yang membuka peluang yang menghembuskan semangat dan gejolak untuk berpacaran.

Memasuki pertengahan Bab, pembaca disuguhkan sebuah pola pikir bahwa, untuk menuju gerbang pernikahan tidak mesti menggunakan kendaraan bernama pacaran (hal.65), bila pun sudah berpacaran, tentu mata ini pun buta untuk menyelesaikannya atau mengambil keputusan untuk ‘putus’ hubungan, paling tidak ‘putus’ kan untuk menikah, dan ini yang dibahas di Bab 5, Seribu Argumen Front Pembela Pacaran (hal.93), nah apakah kita termasuk FPP? Kalau ya, Bab tersebut pas banget.

Buku ini begitu runut sekali, jadi pembaca juga tidak perlu merasa jadi terdakwa saat membaca, tak ada kesan menggurui dari buku yang ber-kover kan biru langit ini, hanya ingin menyampaikan cara terindah untuk menunjukkan bukti cinta Anda pasangan yakni menikah.

Menuju Bab-bab penghujung, pembahasan akan lebih renyah dan open mind, seperti, apa yang harus dilakukan bila Anda terlanjur pacaran, sementara menikah itu ibadah, dan pacaran itu banyak maksiatnya (hal 133). Kemudian pada Bab selanjutnya dibahasa ternyata menikah itu tidak repot, penasaran, silahkan menuju Bab 8.

Nah, ada pun di kebanyakan buku yang menguliti pernikahan, jarang sekali ada yang ringan, meski tidak bisa pula diringan-ringankan, karena itu perintah Allah. Namun buku MBA yang diterbitkan NouraBooks ini semua dibahas dengan pemaparan yang sederhana, termasuk pembahasan tentang Ta’aruf, semua dijelaskan di halaman 179, Kemudian buat yang masih belum percaya bahwa menikah bisa dilaksanakan tanpa harus pacaran, maka Anda mesti baca Bab 11, Tujuh Persiapan Nikah Tanpa Pacaran.

Terakhir, buku ini tak menutup kemungkinan dibaca oleh para Jomblo, justru dengan membaca buku Married Because of Allah, menjadikan gerbang menjemput jodoh terbuka lebar.

Bahkan saya salut dengan para jomblo yang hari ini masih berpegang pada prinsip ‘akan halal pada waktunya’ , di tengah gempuran godaan untuk berpacaran dari arah depan belakang, atas bawah, kiri kanan, pasti tidak mudah melewatinya. Tetapi saya yakin, Allah akan menolong hambaNya yang berniat untuk senantiasa terus memperbaiki diri. Janji Allah itu pasti, pria yang baik untuk wanita yang baik pula. So, dalam buku ini juga ada tips menjadi High Quality Jomblo, silahkan dibaca di Bab 12.

Dua Bab terakhir, adalah pemaparan kisah nyata mereka yang sukses menikah tanpa pacaran, bahkan awet sampai detik ini. Sedikit curhat, saya menyesali kenapa buku Married Because of Allah, terbitnya di saat usia saya menginjak tak remaja lagi hehehe, tapi ya sudahlah, Alhamdulillah, menempuh jalur ta’aruf itu menenangkan hati sekali.

Mau sukses cepat, segeralah menikah. Selamat Membaca!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Resensi di Blog >>> http://18.flpjaya.com/
6 comments

Aduh kesepet, saya pelakunya nih. Nikah usia yg belum genap 20 tahun. Tapi beners banget mak, bukan tanpa pertimbangan dan keberanian untuk menanggung segala 'resiko' nya..

lengkapnya cerita saya ada disini..

http://tettytanoyo.blogspot.com/2015/03/menikah-saat-kuliah.html

Tfs Mak :)

Reply

Menarik reviewnya mak....TFS.
salam

Reply

Kereeen Mak Tetty ╰(*´︶`*)╯

Siip ntar saya singgah Mak, makasi ya Mak

Reply

Trims Mak Fee ^o^

TFS apa Mak? Thanks for Sharing yak, hehehe #agak kudet

Reply

lagi trendnya nikah muda ya mak hehehe jadi inget film jaman dulu yang judulnya pernikahan dini :D
nikah muda sah sah saja sih daripada pacaran yang malah haram :D
Anak cerdas

Reply

Iya Mak, trend muda harus dijadikan trend Mak hehehe karena banyak positifnya hehe ^o^

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.