Menu
/
Master Chef Indonesia sebuah ajang pencarian chef handal yang diadopsi dari program yang sama asalnya dari Inggris sana dan bekerjasama dengan RCTI. Sebenarnya saya gak terlalu mengikuti program ini, hanya saja Sabtu, 6 Mei 2015, pas lagi nonton TV dan kejebak nonton, sembari nonton Indonesia Open juga hihi.


Kebayang dong tantangannya berkali lipat, lihat aja jurinya, paling gak peserta harus hati hati sekali memikirkan apa yang hendak dimasak, sekalinya membuat masakan khas Italia, namun gagal di lidah Sir Matteo, habislah dicaci maki. Di episode perdana MCI #4 itu saja, udah banyak peserta yang kena semprot Sir Matteo, hiiii, kritikannya buat JLEB dan ‘sakitnya tuh disini, Sir’. Kalau Chef Arnold, kritikannya masih wajarlah penggunaan kata yang dipakai, tapi kalau Sir Matteo, ‘Ini masakah dari Neraka’, aih. Kalau aku digituin, dah lah gulung gulungkan aja adek Bang ke adonan spageti itu.

Ingin rasanya bisik di telinga Sir Matteo dan Chef Arnold, kata Rasulullah, kalau kita gak suka dengan makanannya, sebaiknya kita diam, dan itu sunnah. Hehe.



Namun, diantara sekian banyak drama yang terjadi di tayangan perdana MCI #4 lalu, satu hal yang jadi perhatianku. Sebelumnya, inti dari ajang ini sebenarnya sederhana, peserta diminta membuat masakan yang sederhana pun jadi tapi walau sederhana buatlah enak dan pas final touch sajikan dengan mewah. That’s The Point. Masalahnya, di tantangan kedua, perkara mencabut bulu ayam okelah, namun ketika proses memasak ayam yang bisa dibilang waktu dah mepet banget, karena waktu membersihkan bulu ayam digabung dengan waktu mengolah ayamnya menjadi masakan lezat, disitulah tantangannya.

Jadi, ada satu peserta yang buat masakan olahan ayam yang super duper guampang banget,apalagi kalau bukan Ayam Goreng, ya Ayam Goreng pemirsah, namun judulnya Ayam Goreng Jahe. Dan tahu apa yang terjadi pas proses penjurian, Chef Arnolf membelah sepotong paha ayam itu daaaann dilihat masih berdarah, merah kehitaman dari tekstur daging ayam yang belum masak itu kelihatan pemirsa. Wuidih, aku aja ngeliatnya, sama geramnya dengan ekspresi Chef Arnold, fatal sekali itu. How come, girl?

Aku lupa nama peserta yang melakukan kesalahan fatal itu, tapi yang jelas dia sebelum masuk MCI mestilah berguru padaku dulu soal masak memasak ayam goreng #Plak *ditabok pake ayam goreng*

Adapun masak ayam goreng yang lezat itu adalah direbus dulu dengan bumbu atau istilahnya diungkep, jadi pas digoreng, gak perlu minyak goreng banyak atau digoreng sebentar pun gak masalah, karena udah matang pas diungkep.



Resep Andalan Ayam Goreng Andalan The Nufa’s Family:

Bahan:
1 Kg daging ayam, potong 10, sesuai selera

Bumbu ungkep:
5 siung bawang putih
Jahe segede ibu jari
1 sdm Ketumbar
Garam secukupnya

Semua bumbu haluskan, masukkan ke dalam ayam yang sudah bersih, aduk sampai bumbu tercampur merata, tuangkan sedikit saja air. Kemudian ungkep/rebus sampai air rebusan ayam menyusut.

Kemudian ayam siap digoreng. Hmm, harum dan lezat. Sisa rebusan ungkepan ayam bahkan bisa buat bumbu tempe goreng , tahu goreng, atau brokoli goreng tepung. Keluargaku doyan banget makannya.

Selamat Menonton MCI dan mencoba resep ayam goreng ala The Nufa’s Family.
4 comments

Resepnya bisa dicoba neh buat buka puasa, hehe
Makasih ya ... ikutin di Lazada

Reply

Huwaa, dikomen Kang Alee hehe , iya Kang, selamat mencoba ^0^ kalau dah masak antar ke rumahku ya Kang :-p

Reply

Semoga para ibu-ibu muda sekarang semakin banyak yang jago jadi chef handal ya bagi suami dan keluarganya, Aamiin

Reply

@Cerita Medan:

Aamiin, semoga ya min ^_^ jadi bisa hemat, dan keluarga gak mikir untuk jajan diluar, hehe, lebih sehat dan hemat masak sendiri

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.