Menu
/

dok.pri
Sekarang untuk mendapatkan bahan bacaan untuk anak sangat mudah ya, bertebaran di toko buku. Nah, beberapa waktu lalu, memanfaatkan momen mudik lebaran, seorang penulis kelahiran Medan pulang kampung ke Medan sekalian promo buku, tepatnya tanggal 21/7 hari Selasa di Radio Citra Buana 95.5 FM.

Sebenarnya kalau ikutin aja status fesbuk Bunda Wylvera Windayana atau yang akrab di sapa Bunda Wiwiek, tentu tidak akan ketinggalan, pasalnya Bunda sudah wara wiri jauh hari mengenai agendanya tersebut, tapi daku yang baru ngeh di detik detik terakhir hehe. Meski ketinggalan di 15 menit pertama, siaran yang dimulai dari jam 10 sampai jam 11 pagi itu tetap bisa daku ikutin, dan misinya adalah supaya bisa dapat buku gratis, buwaahahaaha.

Oke langsung aja yah, ke inti obrolannya, sebenarnya bagaimana proses pengerjaan buku berjudul 99 Asmaul Husna dan Kisah Para Princess? Kenapa anak anak harus baca buku ini? Yukkk kita ke Te Ka Pe.

Obrolan santai pagi itu dibawa oleh penyiar cakep bernama Bang Aji, kenapa daku tahu penyiarnya cakep? Ya dari suaranya, *halaaah, gagal fokus, hihi* . Sebenarnya udah lama juga kenal Bunda Wiwiek, memang asal ke Medan, pasti Bunda promo buku, *envy* setahun lalu Bunda ngadain talkshow di sebuah sekolah farmasi di Medan, daku ikut jadi peserta,  ceritanya disini dan tahun ini, Bunda promo di radio, daku ikutin juga, pertanyaannya adalah, buku gue selanjutnya kapan promo? Wkwkw, selesai aja belum, tapi gak apa, dijadikan motivasi *yuhuuu*


Kalau ngobrolin buku pasti pertanyaannya gak jauh jauh dari awal mula ide kemudian proses pengerjaannya. Jadi, buku ini lahir dari sebuah tugas, ya Bunda Wiwiek meski sudah menelurkan banyak buku dan tulisan sering bertebaran di media baik cetak maupun online, tapi tetep aja gak gengsi ngikutin berbagai kelas kepenulisan.

Berawal dari Bunda ikut kelas kepenulisan online yang digawangi Kang Ali Muakhir, wuaah ini mah master penulis buku anak, gak usah diragukan lagi sepak terjangnya di dunia perbukuan, penerbitan terkhusus buku anak. Kelas tersebut bertajuk Winner Class ‘Cara Mengonsep Buku Anak’, usut punya usut ternyata daku ikut kelas ini juga hihi, hanya saja belum fokus jadi cuma ambil materi, menyimak, bertanya,  nyetor tugas dan belum daku follow up, *PLAK* gak boleh ditiru yak, tapi insyaAllah tetep nulis, walaupun nulis catatan belanja #eh

Winner Class ini sering diadakan oleh Kang Ali, dengan tema berbeda-beda, diadakan di sebuah grup tertutup di Facebook, terbuka untuk umum, dan memang gak gratis, ada harga yang harus dibayar, tapi sebanding dengan ilmu dan tawaran menulis yang nanti bakal kita dapatkan kalau fokus dan serius.  Boleh di googling, search di menu ‘search’ Facebook.

Di kelas menulis kita beneran dibimbing sampe bisa, bahkan langsung ditawarkan job, dan waktu itu Kang Ali mengundang Mas Imran Laha dari penerbit Adibintang. Peserta kelas menulis setelah selesai diberikan materi, diminta untuk mengajukan judul dan mengonsep buku islami. Nah, Bunda Wiwiek mengajukan 4 judul dan konsep, yang di ACC dua judul dan yang baru jadi ya Buku 99 Asmaul Husna dan Kisah Para Princess, ini, wuiihh keren, berarti satu judul lagi sedang dalam proses, cakeep.

Memang begitu seharusnya seseorang yang sudah mendedikasikan dirinya menjadi ‘PENULIS’ yakni dibuktikan dengan cara berkarya berkarya dan berkarya. Cakeeepp ^^.

Berhubung kita ditawarkan oleh penerbit, maka mau gak mau harus patuhi deadline dari penerbit, jadilah Bunda mengerjakan  Buku 99 Asmaul Husna dan Kisah Para Princess dalam waktu 1 ½ bulan, dan memakan waktu 3 bulan untuk proses ilustrasi, layout, dan segala macamnya hehe.

Adapun kesulitan dalam menulis buku ini, Bunda khawatir kalau ada pengulangan alur dan plot, secara kisah yang mau ditulis ada 99 kisah, jelas saja. Jadi wajar yah buku anak agak sedikit mihil, karena pengerjaannya gak mudah, belum lagi tampilan buku anak yang wajib full colour dan full illustration biar anak anak semangat membaca. Kemudian kesulitan yang lain adalah, dikejar kejar paparazzi eh deadline hehe, tentu mesti ekstra disiplin, dan Alhamdulillah semua bisa diatasi dengan adanya outline, 99 kisah pun tidak ada yang mengalami pengulangan. Namun, “agak sesak nafas pas cek ricek”, akui Bunda Wiwiek.

Gak berasa acara ngobrol buku di radio Citra Buana 95.5 FM udah berlalu aja waktu 45 menit, saatnya tanya jawab. Bagi penanya yang kreatif bakal dikasih buku loo plus tandatangan Bunda.

Daku? Gelagapan dong, haha. Soalnya pengen dapat buku, tapi hp yang khusus telpon dan SMS itu touchscreen nya sudah terlalu lelah dia, jadi susah betul untuk tekan tekan angka, apalagi angka 6, meskipun begitu, daku gak menyerah, bwuahaha, yakin aja bisa. Penelepon pertama udah masuk, dan daku berharap bisa jadi penelepon kedua. Sebaik penelepon pertama selesai, langsung aku tekan no. telp radio, daaaan daaaan pemirsa, nyambung, AARRGGHH senangnya >.< Maka, mengalirlah pertanyaanku…walau dengan suara bergetar, entah kenapa tetiba deg deg an gitu -_-“.

“Mengapa mengambil tema princess, Bunda?”

Karena anak anak zaman sekarang lebih tertarik dengan yang berbau Princess, jadi kenapa gak kita alihkan saja kecenderungan anak dari princess yang gak islami ke yang islami.

Oh ya, catatan nih, buku 99 Asmaul Husna dan Kisah Para Princess juga bisa dibaca untuk anak laki laki loh. Karena penyematan tokoh para princess tidak lantas menyempitkan ceritanya untuk anak perempuan saja. Memang terbukti, setelah daku baca, kisah kisahnya umum, malah keseharian yang bisa dialami anak lelaki dan perempuan pada umumnya. 

Coba deh beli dan baca #bantupromosi hihi.

Sebelum closing, tau gak siapa yang dapat buku gratis, haha, *emang ada yang nanya Rul?* :-P , ya paling gak memberitahu saja, hihi, ya siapa lagi kalau bukan dua penelepon tadi, yeay, Alhamdulillah, insyaAllah bakal bermanfaat banget, memasuki usia 8 bukan kehamilan, mesti sering bacain cerita yang baik baik untuk Dek Janin, biar kelak dia bisa jadi predator buku juga, cinta baca, cinta nulis, dan cinta ilmu, Aamiin.

Inti dari lahirnya buku 99 Asmaul Husna dan Kisah Para Princess adalah, selama ini di beberapa sekolah Islam Terpadu , asmaul husna hanya sekadar dihafal tapi siswa tidak mengerti makna dari 99 nama Allah tersebut, nah dengan hadirnya buku ini diharapkan, melalui kisah kisah para princess, anak khususnya orangtua bisa turut membantu anak untuk memaknai ke 99 nama Allah tersebut, dan bisa menjadi media ajar kepada anak dalam menanamkan dan menambah keimananan, yakni iman kepada Allah.

Sedikit Spoiler Tentang Isi Buku 99 Asmaul Husna dan Kisah Para Princess

Pertama tama mau menyampaikan, ilustrasinya kereeeen. full colour. Sekali lagi buku ini bukan berisi kisah para putri Walt Disney, yang ini versi anti mainstream nya hehe.
Terdiri dari 99 kisah para putri, sesuai dengan jumlah asmaul husna yakni 99, dengan kisah dan nama princess yang disesuaikan dengan 99 asmaul husna.

Direkomendasikan banget banget bagi orangtua yang peduli terhadap kualitas bacaan anaknya, apalagi untuk misi memahami makna ke 99 asmaul husna. Jadi, sambil dinyanyikan, dihafal, eh ada ceritanya juga. Pasti menyenangkan sekali.
Dibaca jelang tidur oke, mengisi waktu liburan lebih mantap lagi. Jadi koleksi di perpustakaan sekolah, makin kereeen lah. Selamat Membaca!
makasi Bunda Wiek buat bukunya dan makasi juga Radio Citra Buana FM

3 comments

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.