Menu
/
Mungkin kalau gak karena besoknya mau jadi pengantin, saya gak akan pernah menjalani ritual perawatan di rumah seumur umur, haha.

Dulu sewaktu belum nikah dan masih bekerja from 9 to 5 sebagai admin di sebuah sekolah, wacana untuk melakukan perawatan bareng teman teman guru selalu ada, tapi namanya juga ‘wacana’ hanya Allah yang tahu kapan terwujudnya hihi, kelar pembicaraan rencana perawatan di sela makan siang kemudian kembali ke kerjaan, kelar juga lah rencana itu, walhasil, gak pernah kesampaian.

Suatu hari saya pernah ingin sekali melakukan perawatan. Maka, daku pun hunting tempat salon muslimah terdekat. Apa mungkin huntingnya kepagian, jadinya pas melongok masuk ke dalam tempatnya, eh pegawainya belum datang. Batal lagi.

Dan, keinginan menjalani perawatan di rumah pun terwujud ketika sehari sebelum menjadi pengantin. Sebut saja namanya Nek Maryam, eh nama si nenek memang Maryam, udah ah ribet amat, Nek Maryam, titik. :-D Nek Maryam adalah bidan pengantin saya. Orangnya sudah nenek nenek *yaiyalah hihihi* hanya saja, jejak jejak sapuan kuas, polesan bedak, tarian lipstick, sisa masa muda masih terekam jelas di wajahnya yang keriput, masih cantik, tapi udah rada kempot karena gigi sudah banyak bercopotan, kadang si nenek ngomong, saya suka kejebak salah dengar, *mahapkeun saya Nek Maryam hehe*, tapi Nek Maryam ini termasuk nenek asyik, asyik diajak ngobrol dan becanda. Berkali kali aku protes dia gak marah.

“Nek, alisku jangan dicukur”

“Nek, dandananku jangan menor ya kayak badut”

“Nek…nek…dan nek”

Ceritanya waktu itu, sebelum menjalani perawatan, saya sempat sempatnya belanja dulu ke Pajak Ikan, sebuah pasar yang terkenal di Medan, tempat jual khusus pakaian muslim dan muslimah serta perlengkapan haji dan umroh, namanya aja Pajak Ikan, tapi jangan harap bakal jumpai pedagang yang jual Ikan hehe. Saya belanja kerudung, baju batik seragam, cetakan tangan untuk malam bainai, trus apa lagi ya? Kayaknya itu aja.

Pulang dari pajak, saya sudah ditungguin oleh Nek Maryam, dia merepet repet, karena pengantin yang satu ini agak aktif *bilang aja lasak -_-“ *

Perawatan pun dimulai, saya melihat perkakas yang ia bawa, mirip perlengkapan yang dimiliki seorang make up artist, tas kosmetik.

Adapun ritual yang dilakukan Nek Maryam terhadap wajah saya yang polos ini alias belum pernah disentuh pegawai salon manapun, *norak ya , maklumlah pengalaman pertama, soalnya suka mupeng lihat artis yang di inpohteinmen, capek syuting, perawatan deh, kayaknya enaaak banget, hahaha curhat*

Pertama,

Setelah saya cuci wajah kan ceritanya abis pulang dari pajak. Wajah saya dibersihkan dengan cairan pembersih wajah. Wuaaah, dingiiiin, segeerrr.

Kedua,

Wajah saya di scrub, karena posisi saya tiduran, agak gak lihat gitu apa apa saja yang dilakukan Nek Maryam, tapi saya rajin bertanya selama proses perawatan berlangsung, kan ilmu juga yak, mana tau bisa dilakukan ritual yang sama tapi dilakukan sendiri di rumah, mayan lah demi menyenangkan pemandangan mata suami #eaaak

Scrub yang digunakan Nek Maryam, adalah scrub bengkoang. Awalnya asyik aja gitu wajah di usap usap, di elus elus, eh tiba di hidung dan sekitar bawah mata, wajah saya serasa diamplas, Maaakkk T_T, sakiiiiittt.

Selama ini saya menabung kotoran disana dan hasilnya adalah flek flek hitam mendominasi di bawah lingkaran mata dan para komedo yang mendiami sudut hidung saya. Di ritual ini, Nek Maryam agak bekerja keras, sedangkan saya? Saya meringis kesakitan. Oh ya, Nek Maryam juga melakukan genosida jerawat mini di kedua pipi saya, lengkaplah sudah penderitaan.

Tapi, demi jadi pengantin, saya rela, saya relaaaa, hehe, lagian, wajah yang bersih ternyata membantu sekali dalam proses periasan wajah nantinya, riasan wajah jadi lebih awet, lebih padet, dan tidak porak poranda pas resepsi tiba, ceritanya kan mau ditengok dan dicipika cipiki para tamu.

Ketiga,

Ah, ternyata ini ritual terakhir dari drama perawatan wajah saya, pemirsah. Di ritual terakhir ini, Nek Maryam membuat masker. Jadi telur ayam kampung dipecah, diambil putihnya aja, dikocok sampai berbuih, kemudian ditambahi bubuk masker, terserah mau rasa apa, jiaaaha ‘rasa’ emang jus? Maksudnya terserah mau ekstrak apa, kalau Nek Maryam pakai bubuk masker ekstrak bengkoang. Setelah adonan masker tercampur, Nek Maryam pun mengoleskannya ke wajah saya.

Oh ya, selama perawatan, Nek Maryam berpetuah, lakukan perawatan dengan jari tangan, jangan pakai kuas, karena lebih afdol kulit bertemu kulit, perawatan pun tampak sempurna.
Saya pun menunggu sampai masker kering, wohooo, begini rasanya di maskerin, wajah saya keras sekeras kerasnya, kulit kerasa ketarik tarik. Terpaksa berlakon patung dulu selama beberapa menit sampai masker kering.

Saya sampai terkantuk kantuk, duh nikmatnya, maunya tiap hari jadi pengantin *loh kok? Haha*

Keempat,

Kering sudah masker saya. Nek Maryam mulai membersihkan wajah saya, lupa deh waktu itu pakai air apa? Air hangat kalau gak salah ya, hu’um air hangat. Subhanallah segarnya, seperti terlahir kembali, #tsaaah bahasanya haha.

Kelima,
Ritual mandi kembang pemirsah, haha, duh sebenarnya saya gak mau syirik, tapi diniatkan aja mandi agar saya jadi lebih bersih, udah itu aja, pasrah mah saya. Dalam hati berdoa dan minta ampun kepada Allah, dijauhkan dari syirik.

Akhirnya, usai sudah perawatan di rumah. Begitulah pengalaman pertama saya melakukan perawatan di rumah, sampai sekarang sudah setahun nikah, belum lagi melakukan perawatan di rumah lagi haha. Paling banter mandi, luluran, bedak-an, sisiran, udah itu aja hihi. 

Tapi, penjadwalan untuk perawatan wajah dan tubuh, is a must yah, Moms and Girls, biar tetap tampil segar dan enak dilihat, serta cara untuk isi baterai tubuh yang sedang lowbat. Setelah melakukan perawatan, pasti semangat lagi melakukan banyak kegiatan. Setuju?

*Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Perawatan di Rumah bersama Ammara Beauty Care*
 
-->
10 comments

Duh kalau aku kayaknya udah jejeritan daper perawatan gitu hihihi #umpetinjerawat

Reply

Dan sekarang udah jadi emak2 aja ya kk! hhe :D

Reply

@Mak Efi : daku hanya bisa ber'au, aduh, aaaak, ampuun Nek' haha, tapi demi demi jadi pengantin Mak hehe

Reply

@Rafiq : Iya Fiq, hehe, tapi walau jadi emak emak tetap harus perawatan #eaak

Reply

Yeayy akhirnya perawatan juga hehe

Reply

@Mak Winny : yeay, Mak Winny hehe, akhirnya perawatan heuheu

Reply

Kayaknya perawatan di rumah lebih asyik ya. Lebih bebas. Jadi pengen nyoba :D

Reply

@Mak Nia : iya Mak, lebih private ya kan Mak, gak perlu ngantri klo tempat perawatannya terkenal laris hehe

Reply

Emang enak ya jadi pengantin, mau juga iih dimak e over Nek Mariam eh Maria eh Maryam :D

Reply

hehe iyakan ya Mbak Fenny, enak jadi pengantin hihi

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.