Menu
/

Saat tahu bahwa calon bayi saya adalah laki laki, mulai bertebaran komentar tentang pengalaman para mamak saat mengasuh bayi lelaki mereka. Diantara komentar itu adalah bahwa bayi lelaki itu bakal kuat loh nyusunya.

Waduh, sempat terbesit rasa panik dalam benak tapi cepat cepat dienyahkan dan segera meyakinkan diri bahwa kelak insyaAllah saya bisa menyusui Baby Khalil secara ekslusif.

Sebab, kita pasti sudah tahu betapa banyaknya manfaat menyusui. Siti Aminah, ibu Rasulullah saja bela belain nyari ibu susu untuk Rasulullah SAW karena kesedihan ditinggal suami, ASI Ibunda Siti Aminah sulit keluar.

Itulah salahsatu motivasi saya kenapa kekeuh untuk semangat menyusui Baby Khalil, walau ada banyak drama yang menyertai kegiatan menyusui ini, apalagi di bulan pertama kelahirannya.

Saya jadi menyesal kenapa zaman hamil dulu saya malah fokus pada persiapan melahirkan, sedangkan perhatian untuk payudara di bulan bulan terakhir jelang melahirkan kurang saya stimulus, sehingga saya tidak bisa Inisiasi Menyusui Dini usai melahirkan Baby Khalil, dah gitu saya kecewa banget dengan bidannyaT_T yang saya baca tentang IMD.

IMD gak apa dilakukan sejam setelah kelahiran bayi walau ASI belum keluar, dan proses IMD sendiri bisa memakan waktu 1 jam, saya sudah membayangkan betapa indahnya saat bayi kita merayap di dada mencari puting untuk pertama kalinya. Subhanallah.

Ini gak, justru saya malah diperlakukan dengan tidak lembut,

“Hah, ini Bu, ASI ibu belum keluar, kayak mana mau IMD”

Asisten bidan itu ngomong begitu sambil menyodorkan mulut bayi saya ke puting, sambil puting dan payudara saya dikuwel kuwel. Oh ya Allah, rasanyaaaaa…mau nangiiiiss, sedih kali. Terakhir karena memang masih lemas, saya gak banyak komentar lagi.

“Oh ya udahlah” dan membatin, bidan lebih tahu dan pengalaman dari saya. Bayi saya pun langsung dikasih susu formula, karena kalau menunggu ASI keluar, khawatir bayi menjadi kuning. Sayanya pasrah sajalah yang penting bayi saya sehat dan tak kurang suatu apapun.

Demi menenangkan saya, suami mengatakan kalau kita memang mau IMD, sejak jauh hari kita harus maksimal stimulus payudaranya, kan idealnya ASI keluar di bulan kesembilan usia kandungan.

Iya juga pikir saya, banyak yang harus dievaluasi, semoga ini bisa jadi saran untuk ibu yang lagi hamil yaaak, rajin rajin stimulus payudara ya Bu, dibantu juga dengan makan sayur daun katuk dan pijat payudara, biar ASI lancar jaya usai melahirkan.

Drama awal menyusui gak hanya sampai disitu aja, masih panjang sodara, bakalan dua tahun euy, dua tahun. InsyaAllah, semoga.

Alhamdulillah Baby Khalil hanya seminggu pertama kelahirannya saja yang dibantu sufor. Setelah itu saya berjuang  untuk menstimulus payudara agar ASI mau keluar. Diantaranya makan suplemen daun katuk, berupa pil warna hijau kuning.

Sekarang, Alhamdulillah ASI saya sudah lancar jaya, soalnya hampir tiap hari makan daun katuk. Bosan? Jangan ditanya, tentulah, tapi ini semua demi Baby Khalil *ketjup Baby Khalil.

Jelang usia 4 bulan, ada banyak drama yang saya lewati ketika menyusui Baby Khalil, antara lain,

Puting Lecet

Bulan pertama jadi mamah muda memerlukan banyak penyesuaian, terutama kegiatan menyusui. Saya sempat mengalami puting lecet, sampai luka. Hiks, tapi dengan terus diolesi ASI, lecet perlahan berkurang.

Kembung

Baby Khalil rentan sekali kembung, salahsatu penyebabnya pelekatan yang kurang sempurna saat menyusui. Awalnya saya mengira Baby Khalil bingung puting, soalnya dia bisa nangis tiba tiba di pagi dan sore hari. Saya bingung. Ini anak kenapa, ternyata setelah saya telusuri, ia kesulitan buang angin. Gas numpuk di dalam perut kecilnya. Huhuhu, betapa cupunya saya. Kenapa gak mengetahui hal tersebut dari dulu, nunggu dia kesakitan parah saat susah kentut baru saya kasih tahu, huwaaaa, *maafkan Bunda, Nak

Pernah waktu usianya dua bulan, kembung Baby Khalil parah, sampai seharian dia nangis, dan saya baru ingat kalau sebelumnya saya makan kacang tanah yang direbus. Akhirnya, Baby Khalil diterapi daun jarak, perutnya saya tempelkan daun jarak, kemudian saya pijat ILU.

Menyusui Hampir 45 Menit Sekali

Menjadi pejuang ASI butuh ilmu, dan dari sekian banyak ilmu tentang menyusui, disimpulkan bahwa bayi yang minum ASI tidak punya jam biologis tertentu untuk minum. Ya kapan dia pengen ASI, kita harus siap sedia menyusui si bayi.

Baby Khalil mulai intens nyusunya, kalau di siang hari, ia bisa minta susu hanya berselang 45 menit sekali, tapi kalau malam hari Baby Khalil bisa gak nyusu sampai 5 jam, tapi sebelumnya Baby Khalil nyusu sampai 1,5 jam, dirapel gitu nyusunya haha. Kecil kecil udah jago mikir untuk nyetok cadangan makanan *apaan coba?

Godaan Mertua dan Susu Formula

Bersebab Baby Khalil adalah cucu pertama di keluarga suami saya, maka keterlibatan Mak Mertua cukup banyak dalam membantu proses merawat Baby Khalil. Makasi Mak *sayaang emak . Nah, melihat Baby Khalil nyusunya kuenceng banget, Mamak mertua selalu menyarankan untuk dibantu susu formula.

Saya meresponnya dengan senyuman aja, walau tidak menafikan bahwa keberadaan sufor sangat bermanfaat, namun selagi ASI ada kenapa harus sufor. Mungkin kesalahan ada di saya, kurang mengedukasi emak akan manfaat ASI, selain itu Mak masih berkiblat dengan pengalamannya dulu membesarkan Aa’ suami. Zaman kita dulu yak, umur 3 bulan, anak bayi udah dikasih makanan pendamping, seperti air tajin, tapi kan kondisi dan zaman waktu itu udah beda kan yak.

Meskipun begitu, Mak saya ini selalu mendukung saya, dia paling panik kalau stok daun katuk saya habis. Terkadang daun katuk langka dijual di pasar, terpaksa metik di kebun sendiri, itu pun hanya cukup untuk sekali nyayur hehe.

Galau Pilih Baju

Cieee cieee yang udah jadi maksui, emak menyusui, cieee yang sekarang kalau nyari baju harus berkancing atau berrestleting depan, haha. Cieee yang galau milih baju di lemari kalau hendak bepergian.
Kalau sudah begini, ketika main main di instagram bawaannya pengen borong semua baju ibu menyusui, hihi.

Diantara sekian banyak drama saat menyusui, sukanya lebih banyak looooohhh. Ah, suatu hari saya pasti akan merindukan momen menyusui Baby Khalil, kerasa gak sih, sekarang itu waktu kayak berlari meninggalkan kita, hari ini hari Minggu eeeehhh gak berasa udah hari Minggu lagi, begitu juga saya kini, kok berasa ya Baby Khalil udah mau empat bulan aja, saya merindukan masa masa menyusui ketika dia newborn huhu.

Momen menyusui yang paling indah itu waktu tatap tatapan dengan Baby Khalil dan tangannya membelai wajah saya, aduuuhh saya meleleh deh, terharuuuu.

Begitulah suka duka jadi pejuang ASI, modalnya semangat, pikiran positif, makan dan ngemil yang enak enak sehat sehat, pijatan suami di bahu *eh dan do’a, berdo’a kepada Allah agar ASI kita dicukupkan untuk memenuhi kebutuhan makhluk mungil titipan Allah ini. Aamiin ya Rabb.
Semangat!

2 comments

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.