Menu
/

Informasi klaim kacamata pakai BPJS pertama kalinya aku baca di postingan Mba Noni, dan bermanfaat sekali serta memudahkanku saat memulai proses klaimnya, walau ada perbedaan sedikit dalam beberapa hal termasuk prosedur saat nge-klaim, tapi so far aku terbantu banget. Makasi ya Mba informasinya. Nah, kali ini aku akan melakukan hal yang sama seperti yang Mba Noni buat, menuliskan pengalaman saat klaim kacamata baru versi warga Kota Medan, semoga bermanfaat yah.

Sebenarnya dah lama mau ganti kacamata, tapi karena prinsip belum hancur belum mau ganti, maka kacamata itu aku pertahankan sampai akhirnya dia benar-benar minta diganti. Siang itu, tepatnya 8 Juni 2016, si kacamata aku letakkan begitu aja di pinggir ranjang dan ketutupan sama kain-kain bedong Khalil, jadi pas ngegendong Khalil yang lumayan udah gedean badannya, aku pun tergopoh-gopoh membawanya ke tempat tidur dan terhimpit lah si kacamata dengan dengkulku, krak, setengah patah, bagian tengahnya, Alhamdulillah masih bisa digunakan. Usai menidurkan Khalil, aku pun berinisiatif menge-lem si kacamata pakai lem setan. Qodarullah, saat proses pengeringan lem, eh malah makin patah, kalau kata almarhumah Alda, patah jadi duaaaa, lemes lah aku di depan pintu kulkas meratapi kacamata yang sudah patah gagang tengahnya.

Akhirnya aku pun gak pakai kacamata, gak nyaman sekali, aku gak bisa melihat dengan jelas wajah-wajah orang kesayangan, membersihkan poop Khalil aja, aku sampai mendekatkan wajahku ke lubang poopnya -_-“, untungnya gak ditendang Khalil, Bunda lama banget bersihin Khalil, begitu mungkin pikirnya. Ah gak iya nih, rusaknya kacamata Bunda membuat beberapa system di rumah agak amburadul *tsaaah

Mau beli kacamata kok berat ya, tapi beli buku mah ringan-ringan aja *PLAK. Lalu keingetlah dengan postingan Mba Noni bahwa bisa klaim kacamata pakai BPJS, langsunglah aku meluncur ke postingannya.

Prosedurnya cukup mudah dan agak sabar karena memang harus bolak-balik. Kalau ditotal, ada seminggu lah waktu memproses kacamata baru dan puass banget. Berhubung aku warga Medan, jadi kurang lebihnya beginilah prosedur klaim kacamata baru pakai BPJS berdasarkan pengalamanku. 

Pertama, pastikan berkas kita lengkap ya Mak. Kartu BPJS dan KTP. Fotokopi rangkap 5, untuk stok dan jaga-jaga seandainya tempat fotokopi jauh dan mahal.

Kedua, Datang ke klinik tempat BPJS kita terdata. Ntar di klinik, kita diminta tunjukkan kartu BPJS, lalu menunggu antrian untuk dapat surat rujukan dari dokter umum yang bertugas di Klinik. Setelah itu, nanti mereka bakal kasi pilihan rumah sakit atau unit pelayanan kesehatan yang menerima klaim BPJS kita. Karena aku mau buat kacamata baru dan memang mataku minus, mereka member opsi 2 lokasi, Sumatera Eye Center yang di Iskandar Muda atau UPTKIM Unit Pelayanan Terpadu Kesehatan Indera Masyarakat yang di Jalan Kapten Sumarsono. Aku pun pilih yang terdekat aja dari rumah, walau dari dulu ngebayangin masuk Sumatera Eye Center itu kok keren ya, soalnya asal aku lewat kesana, tu tempat gak pernah sepi, ternyata setelah aku tahu, mungkin rame karena sebagian besar adalah peserta BPJS, gak kebayang antriannya, heuheu. Surat rujukan keluar, yeay. Berlaku sebulan, dan selama sebulan gak boleh pindah rumah sakit. Ok deh.

Ketiga, Jelang siang UPTKIM udah gak nerima pelayanan lagi berdasarkan informasi petugas klinik. Maka, aku belum tau kapan mau ke UPTKIM ditambah aku galau karena gak tau tempatnya heuheu, Si Aa’ gak bisa nganter, ya udin lah. Menunggu waktu yang tepat mencari-cari lokasi UPTKIM, pulang dari klinik, aku memFOTOKOPI berkas. Fotokopi surat rujukan sebanyak 5 lembar. KTP dan Kartu BPJS kan udah distok banyak fotokopiannya. 

Keempat, Tanggal 16 Juni, akhirnya aku menemukan lokasi UPTKIM. Ya ampuun kalo gedung ini mah aku tahu bangetlah, gampang banget diakses, naik angkot 110 atau 122. Sampai di lokasi sekitar jam 9 pagi, petugas UPTKIM meminta surat rujukan asli, KTP dan Kartu BPJS asli, setelah di data oleh mereka. Petugas meminta kita untuk memfotokopi KTP dan Kartu BPJS serta surat rujukannya. Alhamdulillah, tinggal nyerahin aja deh berkas fotokopinya.

Setelah itu kita diminta membawa berkas ke ruangan kasir. Di ruangan ini dokumen asli berkas kita diminta tunjukkan oleh petugas. Kemudian, aku diminta ke bagian informasi lagi sambil membawa kuitansi yang udah dicetak mereka, kemudian aku pun dikasi kartu berobat, jadi kalau mau periksa mata lagi, tinggal bawa dan nyerahin kartu aja deh. Setelah itu aku disuruh duduk di kursi tunggu yang nyaman dan bersih ada televisinya lagi. Aku gak bisa nonton tipi, kabur, akhirnya aku foto aja banner ini, hihi.


Gak berapa lama menunggu, karena memang gak banyak pasiennya, rata-rata pasien sepuh semua, menunggu giliran operasi katarak. Aku masuk ke ruang Refraksi I. Dan disinilah aku, ada dokter mata yang cantik dan lembut serta alat periksa mata manual. Setelah diperiksa disini, aku diminta mencoba lensa yang sudah cocok dengan mata minus saya, wow terang banget huhu. Aku berasa alien deh pake kacamata aneh ini hihi, disuruh jalan-jalan, apakah aku pening sewaktu memakai lensa baru itu, dan Alhamdulillah nyaman. Jadi penasaran, minusku berkurang atau bertambah yak haha. Selesai? Belum sodara-sodara, sabar ya, ikutin aja mah step stepnya, hihi.


Aku diminta menunggu lagi, dan sekitar 10 menitan, aku dipanggil lalu masuk ke ruangan lain lagi. Di ruangan ini, ada dokter mata yang stand by dengan alat periksa mata versi komputer dan ukurannya agak lebih kecil, seukuran mikroskop tapi lebih gede dikit lagi. Sekali lewat sinar dimata kita, langsung tahu kita minus berapa. Di samping meja bu dokter ada sang asisten. 

Di ruangan ini, mataku kembali diperiksa, setelah diperiksa aku dapat kalimat bijak dari bu dokter,
"Kamu gak pernah pake kacamata ya?"
"Pake Bu, justru kacamata saya rusak makanya saya mau buat baru"
"Lalu gak pernah kamu pake ya? Pake kacamatanya ya, dilepas pas mau mandi dan tidur aja" sambil nulis hasil pemeriksaan, bu dokter terusss menyampaikan kalimat bijaknya, "Banyak makan buah dan sayur, lalu kurangi main GAME.

What? Game? Boro-boro main game Bu, buku-buku baru yang saya beli belum sempat aku baca semua, ini karena aku ngetik di leptop Bu, Buk Oi Buk, dengerin aku gak sih Bu? *dalam hati aja, kenyatannya aku malah ngangguk ngangguk aja dinasehatin begitu, hihi

"Kamu wajib periksa mata sebulan sekali ya". Begitulah penutup kalimat bijak bu dokter yang mungkin usianya sebaya dengan Bu Ani Yudhoyono. 

Usai diperiksa, aku beralih ke tempat duduk di sebelah, menunggu catatan resep dan hasil pemeriksaan. Aku pun dikasi dua kertas, satu ke kasir , satu lagi ke bagian obat.

Di kasir, aku disuruh pilih optik, ada 3 pilihan,
1.    Optik Kalimantan, Jl. MH. Thamrin No. 3A
2.    Optik International , di dalam Plaza Medan Fair, Lt.1
3.    Optik IndoNusa Jl. Gatot Subroto

Karena yang familiar dan cukup dekat adalah Optik Kalimantan, maka aku pilih optik itu saja. Petugas kembali mengetik kuitansi klaim dari BPJS. Kuitansi ini yang wajib kubawa ke optik, disana tertera bahwa BPJS menanggung biaya Rp.200.000 untuk buat kacamata baru dengan faskes kelas II.

Kalau faskes kelas I, biaya klaim kacamata Rp. 300.000, dan faskes kelas III, Rp. 150.000. Terbantu banget kan. Mayan, uang buat kacamatanya untuk belanja keperluan Khalil, wekekek.   

Sebelum pulang, aku menebus obat dulu. Komplit banget pelayanan BPJS nya, dikasi obat mata lagi, ih perhatian deh. Seneennng. 

Gak sampe satu jam, urusan periksa meriksa mata, kelar. Alhamdulillah. Ke optiknya besok aja ah. Kasian Khalil ditinggal lama-lama.

Kelima, Aku pun ke optik, 18 Juni 2016, karena takut nyasar, akhirnya pake gojek, haha. Di optik, aku serahkan kuintansi BPJSnya dan mbak penjaga tokonya minta fotokopi kartu BPJS kita, untung ada stok fotokopinya, yeay. Saatnya mencoba kacamata.Oya kacamata kita gak siap sehari, nunggu 3 hari, heuheu. Pilah pilih bingkai, ketemu juga dengan yang pas di wajah dan hati *eaak 

Keenam, menunggu kacamata baru itu rasanyaaa, kayak menunggu kacamata baru haha. Hari ini aku punya kacamata baru. Keluar dari optik dengan kacamata baru itu seperti mataku keluar dari perangkap yang bernama kabur, *alaah.

Sejauh ini pelayanan BPJS terlihat mulai banyak perbaikan, sudah menuju rapi, tapi ada yang kurang, petugasnya kurang senyum hehe, mungkin mereka lelah, namun aku gak lepas bermuka senyum dan ucapkan terimakasih.


By the way, cintai matamu ya, baru nyadar bahwa dunia begitu terang. Huhuhu. Minusku nambah Mak eee.

Semoga bermanfaat.
12 comments

Duh lama saja prosesnya y mba, qu pengen nyobain klaim kacamata pake BPJS tapi terganjal MALAS hahaha mesti kalau dah patah barulah niat itu muncul :p

Reply

wah informasinya bermanfaat banget mba. TFS. Setuju... Banyak petugas rumah sakit yang kurang senyum dengan pasien menggunakan kartu BPJS. PR besar buat para pelayan publik tuh mba... #pengalamanjuga. Pan kalau pasien banyak artinya selama ini warga yang kurang sehat enggan berobat karena ada alasannya... :) bukan malah dicemberutin... #malahcurhatpanjang

Reply

Hai mba. Trimakasih informasinya brmanfaat banget.
Aku jg baru klaim kacamata pake bpjs. Tp aku pake faskes sumatra eye center. Sumpah, di sana rame banget. Jd prosesnya terkesan laaamaa. Bosan nunggu karna antrian panjang.
Beruntunglah mba yg ga milih di rs.smec. karna pasti bakal ninggalin rumah seharian.
Aku dtg pukul stgh 8 pagi aja, dpt no antrian 43. Dan baru bisa keluar dr sana sekitar pukul stgh 4.
Hehe

Tp alhamdulillah dpt kacamata baru.
Oia, optik yg aku pilih di indonusa . 2hari dr tgl pemesanan udah bisa diambil. 😄😂

Lain kali kalau mau klaim bpjs utk mata, aku pilih yg di kpt.sumarsono aja deh. Hihi

Thx.

Reply

Hu'um mesti sabar mb hehe

Reply

Iya kasian kan orang sakit digalakin, ntar malah lama sembuhnya heuheu

Reply

Wuaa, alhamdulillah senengnya klo postinganku bermanfaat, selamat ya punya kacamata baru hehe. Ish untung ya aku gak pilih di SEC, >_<

Reply

Membantu bgt mbak..
Btw itu ada tambahan biaya lg ga mbak waktu dioptik nya ?

Reply

gak ada biaya tambahan apapun mb, semua gratis tis tis ^_^

Reply

Mw tanya mbak
1.Alamat periksa matanya di mana mbak? Bkn yg di RS mata di jl. Abdullah lubis ya?
2.Disuruh balik ke kantor bpjs gak setelah periksa mata sebelum ke optik (ibu saya bgitu)

Reply

saya periksa mata di UPTKIM mbak, yang di simpang tiga jalan kapten sumarsono. Saya gak ada di suruh balik ke kantor bpjs. Rute yang saya lalui, saya ke klinik untuk minta rujukan, lalu ke UPTIKM mendaftarkan surat rujukan saya, kemudian diperiksa, selesai periksa, antarkan surat rujukan ke optik, udah gitu aja hehe

Reply

Gw juga claim kacamata disana cuma gw disuruh konsultasi kembali.
Ribet banget.
Jd kalau disuruh konsul balik lagi jgn lupa bawa fotokopian bpjs,ktp & surat rujukannya lagi rangkap 2
Dan bener, pelayanannya sudah mulai menuju baik.. keep it!
Thanks buat tulisannya, sangat membantu.

Reply

OOO mungkin sekarang peraturan baru kali ya, meskipun begitu makasi infonya, kali aja aku mau ganti kacamata lagi hehe.

Sekarang aku sdg proses cabut gigi geraham di bedah mulut pake BPJS dan prosesnya ampuun dah ngantri huhuhu, yg paling nyiksa klo sakit gigiku kambuh pdahal jadwal operasi masih sebulan lagi. *kenapa aku jadi curhat, haha

semoga BPJS bisa mengatasi hal beginian ya agar pasien gak terlalu nunggu lama, rumkit rujukannya ditambah

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.