Menu
/
Mengatasi masalah tanpa masalah, siapa sih yang gak kenal jargon ini? Hampir dari kita terutama emak-emak, familiar banget, ya gak Mak? *tosss. Apalagi emak saya haha.

Sekitar tahun 2000, kami pernah mengalami kesulitan keuangan yang mencekik, sehingga harta benda yang paling berharga yang pernah dimiliki mamak selain kami anak-anaknya dan suami tercinta *yaiyalah* adalah kalung emas dengan berat 25gr. Kalung itu didapat dari memenangkan lomba suatu produk obat nyamuk.

Dengan segala keyakinan dan demi keberlangsungan hidup kami, mamak memberanikan diri datang ke kantor pegadaian untuk pertama kalinya untuk meminjam sejumlah uang dengan gadai emas. Pilihannya jatuh ke pegadaian, karena berharap ia bisa memiliki kalung emas itu lagi usai mencicil biaya gadainya. Dengan rasa cemas dan jantung yang tak berhenti berdegup membawa emas itu khawatir dirampok, akhirnya emak sampai di kantor pegadaian yang punya cabang banyak di daerah tempat saya tinggal, tepatnya di Jalan Bilal, Medan.

Betapa nyesss hati emak ketika sudah sampai di dalam ruangan pegadaian, apalagi disambut ramah oleh petugasnya, langsung pergi yang namanya rasa cemas. Hanya perlu menunggu dan duduk sebentar, emak pun tiba giliran untuk dapat pelayanan cepat dan terbaik dari pegadaian. Setelah emas diitimbang, mamak ditanyai oleh petugas, mau pinjam berapa? Setelah mamak sebutkan nominalnya. Emas mamak kemudian disimpan di brankas. Lalu mamak diminta menunggu sebentar, tanpa harus menunggu lama, mamak pun sudah dapat uang pinjaman yang diperlukan. Benar-benar cepat prosesnya. Gak kebayang kalau harus pinjam ke rentenir, pasti bakal makin nyekik leher T_T

Selanjutnya mamak tinggal dapat telpon saja dari pegadaian untuk mengingatkan kewajiban membayar cicilan uang yang dipinjam, agar kalung emas tidak digadaikan oleh pegadaian karena gak sanggup bayar cicilan. T_T Singkat cerita, dengan disiplin mencicil, dalam beberapa bulan, kalung itu bisa ditebus kembali.

Namun tahun 2003, mamak terpaksa menggadai kalung emasnya lagi, tapi tidak dapat ditebus karena usaha ayah yakni peternak jangkrik sedang tidak lancer, maka seperti melepas kepergian anak sendiri, kalung emas itu ia relakan dilelang oleh pegadaian.

Setelah itu hampir dua tahun sekali mamak melakukan transaksi di pegadaian. Untuk urusan menyambung hidup dan pastinya punya harta yang berharga untuk di gadai, serta menunggu uang pinjamannya cair sangat cepat, mamak mempercayakannya pada pegadaian, walau akhirnya sempat tak tertebus juga. Masih lebih baik dan menenangkan hati, daripada ya lagi-lagi pinjam ke rentenir.

Baru-baru ini, adik perempuanku satu-satunya, juga menggunakan jasa pegadaian untuk menutupi kekurangan biaya downpayment cicilan sepeda motor yang ia incar untuk dibeli dan lagi promo pula. Promo sepeda motor dengan harga DP dan cashback yang cantik sertamenggiurkan belum tentu datang dua kali kan, tanpa pikir panjang, adikku yang membuka usaha jahit busana wanita ini, menggadaikan cincin emasnya pada pegadaian emas. Sekarang dia bisa menikmati sepeda motornya, dan bisa mobile sana sini untuk belanja keperluan jahit menjahitnya tanpa harus meng-order ojek atau nunggu angkot.



Bye Bye Rentenir, Jadilah Sahabat Pegadaian

Keberadaan Pegadaian di Indonesia ternyata udah sejak zaman Belanda tepatnya tahun 1746, waduh berarti usianya sudah ratusan tahun juga ya. Awettt banget dah.

Sesuai dengan latarbelakang pendirian pegadaian, yaitu mencegah ijon,rentenir, dan pinjaman tidak wajar lainnya, lalu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil dan untuk mendukung  program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional, pegadaian hadir seperti angin sejuk di tengah aura gerah kondisi keuangan rakyat kecil yang cukup carut marut. Sangat wajar bila perusahaan ini tetap eksis dari tahun ke tahun, bahkan sampai sekarang. 

Dalam hal pelayanan, pegadaian adalah yang tercepat, termudah, dan  aman. Kantor cabangnya hampir ada di desa-desa di Indonesia, jadi gak harus ke pusat kota untuk bertransaksi. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari menggunakan jasa rentenir yang seperti mimpi buruk. Seringnya kita takut untuk memulai transaksi di pegadaian seperti halnya mamak saya dulu, tapi kesan itu semua runtuh karena Pegadaian punya budaya perusahaan yang memilki jiwa INTAN dalam diri pegawainya. Inovatif, Nilai moral tinggi, Terampil dilayanan, Nuansa Citra. Jadi tepiskan rasa takut, pegadaian akan melayani nasabahnya dengan ramah dan baik. 

Seiring bertambahnya tahun, pegadaian terus melakukan inovasi. Gak hanya melayani jasa gadai emas saja tapi juga aneka jasa, seperti pengiriman uang, multi pembayaran online, pegadaian mobile, dan lain lain.

Tentang pegadaian mobile, mengingat betapa tingginya pemakaian smartphone dalam gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini, pegadaian pun turut mengikuti perkembangan, dengan menciptakan applikasi yang dapat diakses secara gratis melalui playstore. Semakin mudah bukan? Memantau harga jual beli emas yang valid ya tinggal buka-buka aplikasi pegadaian aja. 

Gak hanya itu, pegadaian juga meluncurkan program sahabat pegadaian dan ada aplikasinya juga. Sahabat pegadaian adalah program promosi customer get customer, nah program ini diperuntukkan bagi nasabah yang berhasil ajak saudara,keluarga atau teman untuk jadi nasabah di pegadaian, keuntungannya nanti kita bisa dapat point, yang bisa ditukarkan dengan hadiah dan itu tanpa diundi. Wah keren ya programnya. Pasti gampang deh dapat nasabah, apalagi pegadaian udah banyak dikenal dimana-mana, biar gak ada lagi yang namanya rentenir.  So, tunggu apalagi jadilah Sahabat Pegadaian.

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.