Menu
/

Masih teringat betapa galaunya saya saat Khalil sudah akan masuk masa MP-ASI. Sejak Khalil usia 4 bulan, saya sudah cari buku-buku tentang pedoman MP-ASI, bulan berikutnya saya mulai belanja peralatan masak, kalau peralatan makan Khalil mah sudah ada, kebanyakan dari kado pas lahiran Khalil hehe.

Makin galau pas seminggu jelang Khalil MP-ASI. ‘Aaaak mau masak apaaa?’ begitulah kira-kira teriakan hati saya. Belum lagi saran dari mak mertua, disuruh masak bubur nasi campur sayur-sayuran, padahal dalam hati, saya ingin menjalankan program MP-ASI versi WHO, yakni memperkenalkan buah-buahan sebagai MP-ASI pertama Khalil.


Alhasil sampai detik Khalil mau makan, saya gagal buat MP-ASI yang sesuai. Bayangkan, saya ngukus Pir Yang Li, tapi gak saya blender, malah saya hancurkan pakai grinder/hand blender, tentu saja teksturnya gak halus T_T syukurnya saya sudah stok ASIP sebagai campuran pir yang sudah dihaluskan tadi.

Khalil memang lahap, tapi dia harus melewati MP-ASI pertamanya dengan tekstur biji-biji dari pir yang kurang halus. Esoknya saya bertekad, no more galau, MP-ASI esok gak boleh kacau lagi, harus bener-bener dipersiapkan.

Ada Apa Dengan Pemberian MP-ASI?

Bukan, itu judul bukan sekuel film fenoumeinalll itu, tapi ada apa dengan pemberian MP-ASI. Dalam proses pemberian MP-ASI, apalagi bagi orangtua muda, pasti penuh onak dan duri *tsaaah bahasanya, sebelum lebih lanjut sebenarnya saya bukan ahli gizi, tapi saya mendadak wajib belajar tentang gizi sejak ada si Kecil, sehingga dalam penjelasan selanjutnya di tulisan ini adalah hasil dari membaca artikel yang berkembang dan mendengarkan penjelasan dokter spesialis anak serta mengikuti seminar-seminar kesehatan dan parenting.

Idealnya pemberian MP-ASI adalah saat usia bayi 6 bulan atau 180 hari kelahirannya. Mengapa? Karena, enzim pencernaan bayi belum sempurna untuk mencerna, dan dinilai udah mulai sempurna dan siap pencernaannya ya pada usia 6 bulan.

Kemudian alasan berikutnya, sistem kekebalan ususnya belum sempurna untuk menerima makanan bersumber protein, sehingga hal tersebut menghindari bayi dari reaksi alergi. Jangankan dapat protein langsung dari sumber makanan, Khalil nenen aja  pas emaknya khilaf ngemil kacang rebus hampir sekilo mah udah kembung parah T_T dianya, dan itu pas usia Khalil 2 bulan.

Ketiga, zat besi dan seng yang terkandung dalam ASI sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan bayi,  sehingga bayi perlu asupan zat besi dari bahan makanan lain.

Keempat, idealnya kebanyakan bayi pada umumnya di usia 6 bulan, sudah mulai belajar mengunyah dan menelan sehingga menghindari dan mengurangi risiko tersedak. 

Selain itu, merayakan momen makan pertama si kecil dengan MP-ASI dapat bermanfaat menanamkan memori pengenalan rasa dan tekstur serta meminimalisir kemungkinan ia menjadi susah makan bahkan memudahkan ia beradaptasi dengan makanan baru. 

Nah, jelang MP-ASI, emaknya yang mesti banyak makan yang bernutrisi sehingga ASI-nya pun berkualitas.

Seberapa Penting Pemberian MP-ASI?

Waduh, penting pake banget Mak. Pernah menyadari gak Ayah Bunda bahwa orang Indonesia terkenal dengan perawakan postur tubuhnya yang imut dan kurus. Saya mah sadar banget, wong saya imut tapi makannya buanyak #eh dan sampai sekarang saya gak ngerti, apakah saya kekurangan gizi atau cacingan, ataukah lagi udah emang dari sononya tercipta begini.

Baiklah daripada beratau atau ria, semoga data dari WHO pada tahun 2014 berikut bisa jadi bahan informasi bahwa Indonesia menempati urutan ke 17 dari 117 negara dengan prevalensi perawakan kurus ( wasting ) dan perawakan pendek (stunting ) yang tinggi pada balita. Lebih detil lagi, sekitar 14% balita wasting dan 35 % balita stunting. Nah loh!

Efeknya adalah, masalah perawakan pendek atau stunting, jelas Dr. Atilla Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak, tidak berhenti di tinggi badan Si Kecil. Dalam jangka pendek, kekurangan zat besi dan asam amino berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh dan fungsi kognitif. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, dalam jangka panjang, kekurangan zat besi yodium, zinc dan vitamin A, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ dan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi dan osteoporosis. Jleb banget dah penjelasan bu dokter ini, apalagi pada penjelasan paling akhir berupa deretan penyakit tersohor itu. Sehat-sehat kita yaaa.

Tantangan dalam Pemberian MP-ASI

Tantangan dalam pemberian MP-ASI, banyak sih, tapi dinikmati dan dibawa senyum ajah hehe. Biasanya tantangan yang paling besar datang dari:

Komentar Orang.

“Anak si anu usia 2 bulan udah dikasi makan”, “kasilah makan, tengok tu dia menangis aja, lihat tu perutnya kempes”. Pernah dengar komentar begitu gak, Mak? Saya mah sering haha, tapi saya iyakan saja, saya tahu mereka perhatian banget dan sayang, namun saya lebih perhatian dan saya kepada bayi saya.

Gak Pake Garam, Rasanya Apa?

Nah, ketika cucunya udah dikasi makan, datang lagi komentar, “kasih lah kak garam di buburnya, biar ada rasanya”

Dalam hati saya, Mak, andaikan mamak tahu, bahwa pemberian gula garam terlalu dini akan memperberat kerja ginjal kecilnya, tenang aja Mak, ntar usia 1 tahun, makannya akan bergula dan garam kok, emmuuah

Munculnya Reaksi Alergi

Awal MP-ASI adalah momen perkenalan dengan berbagai bahan makanan dan juga melihat reaksi alergi yang ditimbulkan oleh makanan tersebut. Saya dan suami punya riwayat alergi, tentu alergi juga akan menyerang Khalil, sehingga saya waspada selalu tiap kali memperkenalkan bahan makanan baru, tapi menginjak usia 9 bulan, risiko alergi mulai berkurang sepertinya.

Terakhir alergi pas Khalil 8 bulan, alergi ikan salmon. Di bagian punggung dan perut menunjukkan reaksi alergi berupa kulit kemerahan.

MP-ASI yang Terjadwal Bantu Bentuk Pola Makan Sejak Dini

Setelah disiapkan dan dirayakan, momen-momen makan pertama si kecil tiap harinya seiring waktu akan membentuk kebiasaan, yakni kebiasaan untuk makan, lebih bagus lagi bila sudah terpola dan ada unsur belajarnya disana.

Khalil ngemil biskuit Milna rasa kacang hijau
Bahkan dalam hal memberi makan, tanpa sadar kita sedang mendidik si kecil loh Ayah Bunda. Bayangkan dalam satu waktu yakni pemberian MP-ASI, kita mengajarkan anak untuk disiplin dalam jadwal makan, membentuk selera makannya, orangtua belajar berkomunikasi dengan anaknya, begitu sebaliknya, “kukuruyuuuk, ayaaam, ayaaam, Khalil lagi makan loooh” pengalaman saya, kalau Khalil mendadak ogah buka mulut, saya pasti akan memanggil seluruh binatang ternak atau hewan yang lewat di teras rumah, haha, dengan begitu perhatian Khalil teralihkan, lalu ia buka mulut, daan hap nyam nyam nyam, masuk dah tu MP-ASI ke mulutnya. Kemudian, anak belajar aturan di meja makan, dan mengasah tumbuh kembang motorik anak saat ia sudah terlihat mulai ingin belajar makan sendiri.

Kalau sudah terbentuk jam dan pola makan yang dalam prosesnya membutuhkan komitmen serta konsistensi tinggi, maka baik orangtua maupun anak harus kerjasama. Biasanya anak akan otomatis punya alarm lapar, dan orangtua harus sigap, waktunya sarapan jangan dilewatkan dengan merangkapnya pas makan siang, jika sudah begitu siap-siaplah jadwal makan anak akan berantakan. Usahakan tepat waktu dalam menyiapkan dan memberikan makan anak.

Oh ya, dengan mempersiapkan MP-ASI sebaik-baiknya, anak akan belajar pola makan yang sehat, sehingga ke depannya ia terbiasa makan yang disiapkan emaknya dan terjamin sehatnya,  bukan yang dari abang-abang tukang jualan jajanan atau fast food kekinian, hehe.

Antara MP-ASI Homemade atau Instan

Wah ini sih pilihan ya, kalau saya sih dua duanya, haha. Salahsatu cara saya merayakan momen makan pertama anak saya ya dengan berusaha memasak MP-ASI nya tiap hari. Saya ingin anak saya merasakan energi cinta dari makanan yang saya masak untuknya, sehingga someday dia beranjak dewasa, memori masakan buatan saya akan terus melekat diingatannya, dan saya akan merindukan pertanyaan ini, “Bunda, masak apa hari ini?”, *belum apa apa udah terharu T_T padahal anak gue kan baru 11 bulan, haha
Apakah homemade atau instan?, pasti dua duanya ada plus dan minus

MP-ASI Homemade

Plusnya,
-    Bunda jadi lebih rajin masak dan nyobain resep baru,
-    Mendadak jadi saingannya chef Farah Quinn
-    Jadi tau bahwa sayur dan buah gak hanya bayam dan jeruk, wekekek tapi ada juga nama buah bit, yang kalau dimasak akan menyebarkan warna merah pekat, dan khasiatnya juga banyak
-    Mendadak jadi ahli gizi dan nutrisi,

Minusnya
-    Uang belanja sedikit agak membengkak *eluselusdompet
-    Hampir nginep di dapur, haha. Karena buat MP-ASI apalagi yang udah bayinya  9 bln ke atas, mulai deh memvariasikan menu dan berkreasi dengan berbagai macam bahan makanan.  Kalau di usia 6 bulan mah, kukus wortel kentang jagung aja si kecil udah aman perutnya haha.
-    Gak travelable, apa sih istilahnya haha, maksud saya MP-ASI Homemade agak repot kalau harus dibawa-bawa traveling atau mudik, rasanya ingin membawa isi dapur  turut serta saat mudik.

MP-ASI Instan

Plusnya,
-    Cepat masaknya, bayi gak perlu menunggu terlalu lama
-    Travelable. Kalau mau traveling atau mudik, MP-ASI Instan praktis banget.
-    Stok kalau sewaktu-waktu banjir melanda dan gak stok bahan MP-ASI di kulkas. Saya tinggal pas di samping deket tali air, kalau hujan deres beberapa hari aja, otomatis air akan masuk ke dalam rumah T_T

Minusnya
-    Uang belanja agak membengkak juga sih sebenarnya, haha
-    Gak semua MP-ASI Instan serasi dengan selera bayi
-    Ada gak ya MP-ASI Instan tapi produksinya pakai bahan organik?

Sarapan Pagi Khalil : Bubur Kacang Hijau Organic
Pertanyaan terakhir itu gak saya dapatkan sampai jelang satu hari mau berangkat pulang ke kampung suami yang disaat bersamaan Khalil masih MP-ASI, dan saya pro yang organik-organik juga, apalagi untuk bayi, tapi harapan pupus, setelah mengetahui kenyataan, emang ada MP-ASI Instan tapi organik? Ya sudahlah, akhirnya saya beli bahan MP-ASI organik tapi non instan.

Milna Bubur Bayi Organik Pertama di Indonesia 

Seminggu yang lalu, Alhamdulillah Khalil dapat bingkisan produk dari Milna. Senengnyaaa. Ini dia penampakan isi dari bingkisannya.




Ternyata Milna udah menghadirkan produk MP-ASI organik dan itu pertama kalinya di Indonesia yaitu Milna Bubur Bayi Organik. Yaelah tau gitu pas mudik mah kita borong ya Khalil yah. Kudet nih Mak Khalil hehe.

Seperti yang kita tahu bahkan dibantu jelaskan lagi oleh ahlinya Dr.Atillah Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak, bahwa bahan pangan organik diproses secara alami dan sistem pertaniannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia dan pengawet. Selain itu, kandungan gizi dan kadar gulanya lebih tinggi dibanding bahan pangan biasa, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula pada proses pengolahannya. Wuaaah, bayi dijamin suka, apalagi kalau rasanya manis.

Tentang produk Milna Bubur Bayi Organik, lebih lanjut dijelaskan oleh Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna, mengandung 95% bahan organik berkualitas dan sudah tersertifikasi resmi. Tersedia dalam dua varian rasa yaitu Beras Merah dan Kacang Hijau yang sangat cocok untuk suapan pertama si kecil sebagai awal pengenalan tekstur dan rasa.

Beras merah organik sudah sejak awal MP-ASI saya kenalkan pada Khalil, namun untuk kacang hijau, saya mikir kok agak sedikit repot dalam pengolahannya yak, akhirnya sekalipun belum pernah saya kenalkan ke Khalil. Pas dapat bingkisan produk dari Milna dan ada Milna Bubur Bayi Organik varian Kacang Hijau, langsung deh saya sajikan untuk Khalil, dan saya Khalil sukaak.

Cara Asyik Rayakan Momen Makan Pertama Si Kecil 

Meskipun momen makan pertama Khalil sudah lewat, setiap harinya saat mulai masak MP-ASI Khalil, saya berusaha merayakan momen makannya, dengan beberapa cara berikut,

Variasikan Menu MP-ASI Hariannya

Kita aja sesekali pernah bosan dengan menu makanan yang itu itu lagi, begitu juga dengan bayi. Variasikan menu MP-ASI hariannya, lagian sumber karbohidratkan gak melulu nasi ya kan Bunda. Kalau saya mengakalinya, meskipun menu proteinnya melulu adalah udang dikarenakan emaknya malas belanja, akhirnya saya memvariasikan rasanya aja, jadi saat memasak, kadang bumbunya saya tumis dengan minyak zaitun atau unsalted butter.

Ubah Suasana Makan

Bayi punya rasa bosan juga ya Mak, untuk itu sesekali kami akan makan di teras rumah, sambil dibelai angin sore, dan melihat kambing-kambing gembala Uwak Gendut yang sedang makan rumput di lapangan samping rumah.

Hiasi Menu MP-ASI nya

Sekilas amat ribet, haha, boro boro menghias, gak telat bangun pagi buat masak buburnya Khalil mah udah bersyukur banget, haha. Semoga di usia Khalil satu tahun, emaknya semangat buat menghiasi menu MP-ASI Khalil, ala-ala bento gitu deh.
 
Koleksi Peralatan Makan yang Bergambar Lucu

Anak-anak pasti semangat makan, kalau peralatan makannya ada gambar warna warni, cobain deh Mak.

Ikut dalam Kampanye MILNA 1ST BITE DAY - MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil

MILNA 1ST BITE DAY - MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil



Seperti yang sudah para orangtua kita ketahui sejak dulu, Milna sebagai Ahli Makanan Bayi dengan rangkaian produknya yang turut menutrisi bayi usia 6 bulan ke atas, ikut mendukung program pemerintah loh dalam rangka perbaikan gizi nasional dengan meluncurkan kampanye MILNA 1ST BITE DAY - MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil.

Kampanye ini bukan sembarang kampanye, soalnya kampanye MILNA 1ST BITE DAY - MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil mengangkat tentang betapa pentingnya peran pemberian ASI dan MP-ASI dalam memenuhi angka kecukupan gizi si kecil, melalui seminar interaktif dengan Pakar Kesehatan Bayi dan Anak serta rangkaian aktivitas lainnya yang berhubungan dengan suapan dan gigitan pertama Si Kecil.

Kampanye ini sudah digelar di Surabaya pada tanggal 30 April 2016, lalu Jakarta, 14 Mei 2016 dan selanjutnya akan digelar di Medan dengan target 3000 Bunda teredukasi melalu event ini.

“Harapannya edukasi kampanye MILNA 1ST BITE DAY dalam pemberian MP-ASI yang tepat guna memenuhi zat gizi spesifik yang dibutuhkan Si Kecil untuk berkembang secara optimal baik dari segi fisik ataupun kognitif, bisa berperan dalam mengatasi masalah gizi komplesk yang ada dan mewujudkan Indonesia sehat menuju kehidupan yang lebih baik”, ungkap Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infat and Baby-Kalbe Nutritionals.

Nah, Ayah Bunda, jelang MP-ASI mari siapkan dan rayakan momen suapan dan gigitan pertamanya yuk, biar jadi kenangan ntar dia besar, dan secara gak langsung turut mendukung kampanye MILNA 1ST BITE DAY - MOMEN MAKAN PERTAMA Si Kecil, juga.

More Info About Milna :

Web    : www.bayimilna.com
Fb       : MilnaID
Twitter : @BundaMilna
IG        : @milnaid


16 comments

Dulu anak2 juga dselingi bubur n biskuit instan :D

Reply

Sama Mak, kayak Khalil hehe

Reply

Emang asyik ya kalau MPASI bervariasi, anak akan semakin lahap makan, ibupun senang. Sukses ya.

Reply

Duh Khalil enaknyaaa, mp-ASI nya bervariasi, penuh nutrisi pula..
Sehat dan gembul terus ya, Khalil ��

Reply

bagi donk tante milnanya Khalil niy..
sini main yuuk !! *ngecenk pudingnya.

moga sehat selalu yaaa Khalil

Reply

Alhamdulillah urusan MP-Asi dulu sudah kelar dan sukses.
Selamat memberi MP ASI, Mbak. Yang peehatian2 gitu sih diiyain saja dengan senang hati. Sudah mau membagi nasihat, lho... berarti kan baik. Tapi kita sendiri yg tahu mana yang terbaik.

Reply

Anak saya dulu juga mengkonsumsi Milna Mbak. Bagus buat latih gigit2 juga...

Reply

Aku juga suka biscuit Milna haha, sering nyolong punya ponakan :D

Reply

Aku kadang bikin home made, kadsng kasi milna juga, termasuk biskuit utk cemilan. Hehe

Reply

Iya mb, ilang semua lelah saat rempong memasaknya haha

Reply

Nyam nyam, aamiin makasi tanteee ^o^

Reply

Ni tante aku bagii...tante sepalo aku sepalo yaaa...^o^

Aamiin makasi doanya tantee

Reply

Alhamdulillah ya mb ^_^

Reply

Milna ahlinya makanan bayi banget ya mb ^o^

Reply

Kok sama mb, aku juga doyan haha

Reply

Toosss, kita sama Mb Nurul ^o^

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.