Menu
/
“Suatu hari Bunda, Ada seekor kelinci sama lebah, lebahnya galak, kelincinya digigit”
“trus-trus kelincinya gimana?” tanya seorang kakek
“Berubah jadi besar, kayak balon, tapi banyak buluknya”

Saya sampai hafal cerita anak lelaki di kereta api tersebut pada iklan terbaru SGM Eksplor Presinutri+, habisnya gemesin cara bicaranya, lancar dan gak ada takutnya bercerita di depan orang banyak. Jadi pengen kelak Khalil kayak gitu hehe. Alhamdulillahnya saya sudah mengantongi ilmu bagaimana anak kita menjadi pribadi yang menyenangkan bagi semua orang.

Jadi pada Minggu, 27 Nopember 2016, saya berkesempatan menghadiri acara konferensi media dari SGM Eksplor sekaligus peluncuran kampanye Lengkapi Nutrisinya dan Jadikan Dunia Sahabatnya, di Plaza Medan Fair. Pembicara yang hadir pastinya merupakan para ahli di bidangnya, dr. Dian Permatasai, M.Gizi, SpGK, seorang dokter spesialis gizi klinik dan Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Psi, seorang psikolog serta Astrid Prasetyo, Senior Brand Manager SGM Eksplor 1+.

Di tengah balada anak sakit, saya sempat maju mundur cantik datang ke acara keren ini, namun suami mengizinkan dan mendukung serta bersedia menjaga Khalil, akhirnya saya datang juga tepat saat acara konferensi media dimulai. Leganyaaa…dengan begitu materi yang saya dapat pun maksimal saya rekam, yeay, berikut resumenya, semoga bermanfaat ya Mak.

Dibuka dengan pemaparan berjudul Nutrisi Optimal Untuk Tumbuh Kembang Optimal yang disampaikan dr. Dian. Penyampaian dr. Dian memang cepat tapi syukurnya tertangkap jelas oleh saya tentunya dengan multitasking tingkat tinggi *tsaah. Tangan kanan stand by pegang pena, dan sesekali cetakan menjeprat jepret slide demi slide yang pergantiannya sama kenceng dengan penjelasan bu dokter, wkekek.

Pemberian nutrisi yang optimal dapat menimbulkan efek jangka pendek dan panjang bagi anak, sebaliknya apa yang terjadi bila nutrisi gak optimal diserap anak pada awal-awal masa pertumbuhannya.

Adapun dampak gangguan gizi yang terjadi pada anak diantaranya perkembangan otak jadi tidak optimal, efek jangka panjangnya menurunnya kemampuan kognitif anak, kemudian pertumbuhan fisik pun gak optimal, ujungnya bisa jadi penyebab tubuh fisik anak pendek atau stunting, nah terakhir, dapat berefek pada perkembangan organ metaboliknya, sehingga pada saat ia dewasa, inilah yang memunculkan penyakit hipertensi, diabetes, obesitas, penyakit jantung, stroke, dll, huhu sereeem banget.

Ending-nya emang gak enak ya Mak, itu sebab mari kita bersusah payah menyediakan makanan minuman yang kaya nutrisi untuk anak, agar ke depan kita gak meninggalkan anak-anak yang lemah dan penyakitan.

Memangnya apa aja sih ciri-ciri anak sehat?

Yang jelas pertumbuhannya baik, perkembangan sesuai usia, bibir dan lidah tampak segar, aktif, gesit dan gembira, mata bersih dan bersinar, mudah beradaptasi dengan lingkungan, nafas tidak bau, nafsu makan baik, kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering (Sumber: Promosi Kesehatan, Depkes 2016)

Untuk pemeriksaan apakah anak kita sehat, penilaian status gizinya bisa dengan rutin mengukur tiap bulan ke klinik tumbuh kembang atau puskesmas yakni berat badan anak, tinggi badan dan lingkar kepala. Sedangkan untuk melihat perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya atau belum, bisa mendonlot milestones kids chart di internet atau bisa juga didapat di KMS Kartu Menuju Sehat yang dibagikan di puskesmas, kalau rumah sakit bisanya sudah dalam bentuk buku.

Selain para Bunda udah mengusahakan hal-hal di atas terkait demi terus terpantaunya tumbuh kembang anak, tapi lagi-lagi balik lagi, ada banyak faktor juga, baik internal maupun eksternal.

Faktor internal, tentu dipengaruhi oleh keturunan dan hormon, sedangkan faktor eksternal terjadi pada saat kehamilan dan setelah melahirkan. Kompleks ya mak, bahkan bisa mundur lebih jauh lagi, yakni pada saat memilih calon ayah dan ibu bagi anak kita turut menjadi faktor tumbuh kembang anak kita saat ini, wuidiiih.

(Baca : Ibu Bahagia, Maka Semesta pun Akan Bahagia)

Dan hubungan status nutrisi erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak, apalagi hubungan dengan perkembangan sosio-emosional anak, yang untuk lebih jelasnya ada pada pemaparan Bu Anna.

Bagaimana Seharusnya Asupan Nutrisi Seimbang? 

Nutrisi yang seimbang itu dideskripsikan dalam diagram berbentuk segitiga, yang paling bawah dan porsinya lebih banyak adalah karbohidrat, kemudian makanan yang mengandung vitamin dan mineral, selanjutnya makanan yang mengandung protein dan lemak, dan yang paling puncak dan mengerucut adalah makanan yang mengandung minyak, gula dan garam, pada posisi ini porsinya harus dibatasi.



Selanjutnya pada sisi diagram ada gambar dengan keterangan bahwa selain menjaga pola makan, kita harus punya gaya hidup sehat seperti berolahraga, minum air putih cukup, dll

Ringkasnya, pada tiap porsi makan kita di piring, sebaiknya harus ada makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan

Dan informasi pentingnya adalah, bahwa anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat dianjurkan untuk banyak konsumsi makanan yang mengandung protein dan zat besi, dengan begitu pertumbuhan akan terjadi maksimal.

Sedangkan Asupan Susu Bagaimana?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, pada anak usia 1-3 tahun, susu dapat diberikan sebagai asupan tambahan yang kaya akan kalsium. Kemudian berdasarkan anjuran American Academy of Family Physicians (AAFP), konsumsi susu atau produk turunannya seperti keju dan yoghurt sebanyak 2-3x sajian per hari.

Pas banget nih infonya, Khalil baru-baru ini saya perkenalkan dengan susu sebagai asupan tambahan tapi tetep aja ASI nya kenceng haha, galau ntar nyapihnya gimana ini heuheu.

Selanjutnya dr. Dian membahas tentang cara pemberian makan. Ternyata memberi anak makan ada ilmunya loh, gak bisa disambi dengan ngobrol bersama tetangga atau nonton drama india apalagi korea, buahahaha.

Ilmu Cara Pemberian Makan

Tugas ortu itu banyak, BANYAK haha, gak sekadar nyari uang agar anak bisa makan, kemudian masakin makannya tapi juga perkara memberi dan menyuapi makanan ke anak juga ada ilmunya heuheu, dan gak boleh sepele, ada efeknya loh bahkan semoga akan ia kenang kelak setelah dewasa.

Dampingi anak ketika makan, adakan kontak mata saat menyuapinya, kondisi ini terjadi saat anak berada di awal masa-masa MP-ASI nya. Kemudian, ortu sebaiknya peka terhada rasa lapar dan kenyang anak, dan pastinya anak tidak dipaksa untuk makan. Berikan  makan secara perlahan dan sabar. Lalu variasikan menu makanannya. Minimalisir gangguan yang membuat anak mudah kehilangan perhatian saat makan seperti nonton televisi.

Batasi waktu anak saat makan, tentunya tidak lebih dari setengah jam, lewat dari setengah jam hentikan pemberian makan, yang penting anak makan sedikit tapi sering, atau bisa jadi ia ingin perubahan suasana saat makan, mungkin ingin makan di depan teras rumah dengan hembusan semilir angin sore. Jadilah orangtua yang responsive feeding *eaak.

Sebelum closing dr. Dian menutup penjelasannya dengan menampilkan slide yang berisikan table contoh jadwal makan anak. Saya contoh dah tabelnya.



Sekarang kita masuk pada pembahasan Bu Anna dengan judul Keterampilan Sosial Anak untuk #JadikanDuniaSahabatnya. Slide pertama dibuka dengan pertanyaan, tahukah anda? Menurut Arnet (2012), Santrock (2002), Shaffer (2005), anak yang menderita kekurangan nutrisi baik itu protein, yodium, zat besi, dll, mengakibatkan perkembangan gak optimal dan ini sudah dijelaskan rinci oleh dr. Dian, perkembangan gak optimal ditandai dengan  lemah, lesu, mudah sakit, IQ tak optimal, selain itu berimbas kepada emosi anak bermasalah, seperti rewel, pemarah dan menarik diri, efek panjangnya lagi anak akan mengalami masalah social, yakni keterampilan sosial rendah, sulit bergaul, bahkan ditolak oleh teman-temannya.

Lalu Keterampilan Sosial Apa Saja yang Harus Dikuasai Anak?

Ada enam keterampilan sosial yang harus dikuasai anak kita, diantaranya simpeeel banget tapi prakteknya syusaaah, apalagi kalau tidak diajarkan sejak dini.
  1. Berteman dan bekerjasama
  2. Peduli terhadap yang sakit atau kekurangan
  3. Sabar menunggu (mengantri)
  4. Selesaikan atau mendamaikan pertengkaran
  5. Marah tanpa mengganggu orang lain
  6. Ikut aturan
Sebagian besar keterampilan sosial diajarkan di taman kanak-kanak tapi mengapa ketika anak kita beranjak dewasa, seolah lupa dengan beberapa keterampilan sosial yang sederhana tapi efeknya luarbiasa, kira-kira salahnya dimana kah?

Mungkin salahnya kita sebagai orangtua atau guru lupa menjelaskan untuk apa sih segala keterampilan sosial itu dimiliki?
  1. Anak lebih mudan diterima oleh siapapun
  2. Anak lebih mampu menyelesaikan masalah dengan orang lain
  3. Anak dapat mengasah berbagai keterampilan hidup yang lain
  4. Mengurangi kesulitan di sekolah
  5. Anak jadi lebih bersemangat ke sekolah
  6. Prestasi anak bisa lebih optimal
  7. Anak lebih menikmati hidup dan bahagia
Ternyata manfaatnya dobel-dobel ya kalau anak kita memiliki keterampilan sosial, termasuk anak juga jadi mampu mengasah keterampilan hidupnya yang lain, kereen, dan yang lebih penting lagi, anak kita jadi pribadi yang bahagia.

Tapi sebenarnya lagi-lagi yang jadi contoh utama atas berbagai keterampilan sosial itu ditentukan dan berasal dari kita sebagai orangtua. Nah loh?

Kemudian Bu Anna menlanjutkan bahwa tumbuh kembang anak itu haruslah selaras, apanya yang selaras? Yakni domain-domain yang saling berkaitan dan turut andil dalam proses tumbuh kumbang anak seperti domain fisik, kognitif, bahasa, dan ada dua domain yang salin berkaitan erat yakni sosial dan emosi tadi.

Dalam proses tumbuh kembang anak tentu orangtua harus memahami bahwa tiap tahap usia anak beda-beda pendekatannya dalam mendampingi tumbuh kembang mereka. Untuk itu orangtua harus memahami kemampuan emosi dan sosial apa saja yang terjadi pada anak usia 1-3 tahun.

Anak usia 1-3 tahun kemampuan sosial dan emosi yang berkembang adalah,
  • Paham dirinya perempuan atau laki-laki
  • Bisa bermain bersebelahan
  • Tidak banyak bicara satu sama lain
  • Kadang saling meniru
  • Masih sulit berbagi
  • Mungkin memukul ketika marah tanpa sadar apa akibatnya
  • Kadang takut dengan orang baru
  • Senang memilih dan mengatur
Sebagian besar poin-poinnya ada pada Khalil, hmm jadi paham deh gue hehe. Sedangkan anak usia 4-6 tahun kemampuan sosial dan emosinya adalah,
  • Paham beda jujur dan bohong
  • Bersikap baik karena takut dihukum
  • Lebih bisa mengontrol diri, tak meledak ledak
  • Senang humor dan imajinasi
  • Paham apa yang dirasakan teman lain
  • Berusaha menyenangkan orang lain
  • Bisa bergiliran dan bekerjasama
  • Lebih suka bermain dengan teman daripada orangtua

Pada poin tiga, di usia 4-6 tahun idealnya anak sudah bisa mengontrol dirinya dan tidak ada lagi yang tantrum, jadi kalau ada anak yang masih tantrum diusia tersebut, patut orangtua waspadai karena bisa jadi ada masalah ditumbuh kembangnya.

Dan menurutku memang orangtua harus ada ilmunya mengatasi tantrum sebelum usia 4-6 tahun, sebab sepengetahuan saya di usia 1-3 tahun anak rawan sekali tantrum, dan ada tekniknya dalam mengatasi tantrum, berikut ada penjelasan lagi dari Bu Anna, bagaimana menstimulasi kemampuan sosial emosi anak pada usia 1-3 tahun.
  • Sensitif pada kebutuhan anak
  • Ajari bicara dan ungkapkan pikirannya
  • Perbanyak bertemu anak seusia
  • Jangan paksa bergaul
  • Ajak anak mengamati orang lain
  • Tegas apabila anak memukul orang lain
Noted  banget, selanjutnya Bu Anna menjelaskan stimulasi untuk anak 4-6 tahun,
  • Beri banyak kesempatan bermain dengan teman-teman seusia
  • Beri petunjuk cara selesaikan pertengkaran tapi biarkan ia mencoba sendiri
  • Buat drama-dramaan di rumah untuk ajarkan etiket dan cara bergaul
  • Ajari anak mengantri, bergiliran, berbagi, bertukar, dll
  • Ajak teman main ke rumah atau anak main ke rumah teman
  • Tegas terhadap kekerasan dalam bermain seperti memukul, merebut, mengajak menjauhi teman, dll
Thanks Bu Anna, ilmunya bermanfaat sekali, saya jadi banyak bekal untuk dipraktekkin kepada Khalil kelak seiring dengan saat-saat mendampingi tumbuh kembangnya.

Sesi berikutnya adalah sesinya Mba Astrid Prasetyo, Senior Brand Manager SGM Eksplor, blio menjelaskan tentang kampanye terbaru dari SGM Eksplor, Lengkapi Nutrisinya, Jadikan Dunia Sahabatnya.

Sebelum Mba Astrid menjelaskan lebih lanjut, peserta diminta menonton video tentang harapan para Bunda untuk Si Kecil. Dan rata-rata para Bunda berharap sekali anaknya memiliki tumbuh kembang yang optimal dan sesuai dengan usianya, kemudian menjadi anak yang bahagia dengan dunianya.

Dari harapan dan aspirasi para Bunda yang mewakili harapan Bunda-Bunda lain di seluruh Indonesia, SGM Eksplor hadir untuk menjawab aspirasi tersebut, dengan meluncurkan produk susu SGM Eksplor Presinutri+ yang mengandung nutrisi-nutrisi penting untuk si Kecil.

SGM Eksplor dikembangkan melalui kolaborasi antara para ahli di pusat penelitian Sarihusada dan pusat penelitian Nutricia di Singapura dan Belanda.

Selain itu untuk mendukung perkembangan psikologi anak, SGM Ekplor pun turut meluncurkan kampanye Jadikan Dunia Sahabatnya. SGM Ekplor mendukung anak agar memiliki rasa percaya diri sehingga mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Cakeep dah SGM Eksplor, saya mendukung banget nih kampanye Lengkapi Nutrisinya Jadikan Dunia Sahabatnya. Selanjutnya peserta diminta nonton video lagi, videonya apalagi kalau bukan Iklan SGM Eksplor Presinutri+ “Berani Bicara” yang potongan dialognya saya hafal banget wekekek.

Oya Bunda, kampanye SGM Eksplor tersebut gak setengah-setengah loh, total banget, soalnya selain dikampanyekan melalui media iklan tv, juga ada edukasinya di media digital, silahkan main-main di fanpage FB Aku Anak SGM, buanyak info parenting dan kesehatan anak loh Bun, kemudian edukasi melalui media massa, event edukasi yang sekarang sedang berlangsung di beberapa kota, next setelah Medan, menyusul kota Makassar (27-29 Januari 2017) dan Jakarta (24-26 Februari 2017), selanjutnya edukasi kampanye juga diadakan di toko.

Saatnya tanya jawab yeay, ini sesi yang saya tunggu-tunggu. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bertanya..

Q : Bu dokter Dian, apakah suplemen zat besi boleh kah konsumsinya dicampur dengan makanan lain seperti es krim, kelihatannya anak saya gak suka minum suplemen zat besi yang direkomen dokter anak saya?

A (dr Dian): Boleh dicampur tapi khawatir tidak maksimal saat proses penyerapannya. Sebenarnya zat besi alami ada di sayur-sayuran hijau seperti bayam. Agar penyerapannya maksimal, segera setelah konsumsi sayur bayam, makanlah jeruk. Kemudian, memang kandungan  zat besi yang paling afdol adalah dari daging merah, telur dan hati ayam serta hati sapi, tapi kalau alergi, bisa disiasati seperti yang saya sarankan.

Q : Bagaimana dengan daerah pelosok yang memang angka kekurangan gizinya tinggi, apakah SGM juga ambil andil?

A (Mba Astrid) : Untuk di kota besar, SGM hadir dengan roadshow di mall yang ada di lima kota besar, sedangkan untuk di kota-kota kecil SGM ambil andil dengan melakukan edukasi melalui mobil SGM sekarang sedang berlangsung di Sumedang. Lebih lanjut nanti bisa ditanyakan di hotline yang tercantum di kotak susu SGM

Q : Anak saya mulai pilih-pilih makanan, kira-kira adakah vitamin penambah nafsu makan?

A  ( dr. Dian dan Bu Anna ) Sebenarnya gak ada vitamin penambah nafsu makan, tapi ada tips agar anak mau makan, caranya dengan membuat ia lapar, bagaimana?  Habiskan energinya dengan bermain.

Q : Umur berapa anak diajak sosialisasi?

A (Bu Anna) : Ajak anak menghadiri acara yang sifatnya interaksi

Q: Sejauh mana pengaruh nutrisi dengan sosialisasi dan IQ nya?

A (Bu Anna) : Balik lagi ke domain-domain yang tadi dijelaskan, bahwa semuanya saling berhubungan, dan yang paling erat adalah domain sosial dan emosi. Keterampilan sosial memang penting banget dimiliki anak kita, mengingat kultur Indonesia yang indentik dengan keluarga besar.

Usai tanya jawab, lalu pengumuman live tweet yeay, Alhamdulillah saya dan diah keluar sebagai pemenang. Makasi SGM Eksplor ^_^. Selanjutnya media dan pembicara diajak untuk mengelilingi apa aja yang ada di SGM Eksplore Jadikan Dunia Sahabatnya.



Dunia Samudera, disini Si Kecil diajak mewarnai ikan yang nantinya gambar ikan tersebut di-scan dan dipindai di layar yang berteknologi Augmented Reality, taraaaa ikan yang diwarnai tadi udah berenang-renang di layar yang seolah-olah akuarium raksasa, kereeen ih teknologinya. Saya aja sampe takjub, ketahuan deh kudetnya muahahaha.



Setelah puas berenang di dunia samudera, mari kita kembali ke darat dengan mengeksplor Dunia Berkebun. Secara Indonesia Negara agraris, keterampilan berkebun kudu dimiliki anak kita ya Mak. Di dunia berkebun si Kecil diajak menanam, lalu memetik hasil kebunnya selain itu disediakan wallpaper gede yang bergambar kelinci dengan wortel, peserta bebas foto-foto.


Oya, foto-foto nya pakai teknologi langsung cetak, jadi tanda pengenal yang dikalungkan di leher peserta ada ditanam semacam barcode berisi data pribadi, sehingga kalau mau foto tinggal pindai data di tanda pengenal lalu muncul deh data kita, dan foto siap dicetak. Canggih dah.


Berikutnya setelah puas berkebun, si Kecil diajak mengudara dengan menjelajah di Dunia Langit. Disini si Kecil bisa mencoba teknologi yang memperkenalkan bagaimana proses hujan terjadi.


Habis dari langit, haha langit-langit, kita turun lagi untuk masuk ke Dunia Safari, yeay di dunia safari inilah anak diajak lebih bergerak karena dunia safari gak begitu multimedia banget kayak di dunia-dunia sebelumnya. Disini si Kecil bisa coba permainan flying fox yeaaay, lalu ada permainan tradisional juga yakni engklek, hehe, lompat sana lompat sini, asyiiik.


Seru banget lah pokoknya di SGM Eksplor, Lengkapi Nutrisinya Jadikan Sahabatnya, sayang Khalil gak bisa ikut, sebab masih demam ringan dan batpil heuheu. Semoga tahun depan diadakan lagi ya di Medan. Thanks SGM Eksplor.

Sekilas Tentang Sarihusada

PT Sarihusada Generasi Mahardhika atau lebih dikenal Sarihusada adalah perusahaan yang memproduksi berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui serta anak, tentunya dengan produk yang rasa enak, terjangkau bahkan berstandar internasional.Produk-produknya seperti SGM Eksplor, SGM Bunda, SGM Nutriday dan Lactamil

Sarihusada juga bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition yang merupakan perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia dengan cabang di 160 negara serta jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.

Untuk cabang Danone di Indonesia sendiri, produknya hadir berupa air minum kemasan dan minuman non karbonasi serta Nutrisi untuk Awal Kehidupan atau Early Life Nutrition dan Nutrisi Medis. Pabrik Danone di Indonesia ada 24 dengan jumlah karyawan lebih dari 15.000. Wow. Sukses terus PT Sarihusada dan Danone.

Semoga Bermanfaat.

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.