Menu
/
PROLOG 2
KELAS MATRIKULASI BATCH #4
INSTITUT IBU PROFESIONAL


MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA

Selasa, 23 Mei 2017
Disusun oleh Tim Matrikulasi-Institut Ibu Profesional

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #4? Pekan ini kita akan belajar bersama :
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata  IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna (1) perempuan yang telah melahirkan seseorang; (2) sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami; (3) panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; (4) bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; (5) yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota.

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna: (1) bersangkutan dengan profesi; (2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --.

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL  adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini, sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

a. Bunda SayangIlmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b. Bunda CekatanIlmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda ProduktifIlmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini, sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
d. Bunda ShalehaIlmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional, karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sebagai berikut :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktikkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b. Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”?
c. Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktikkan dalam mengelola rumah tangga?

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus-menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan.
Seperti pesan Bapak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sebagai berikut:
Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
SUMBER BACAAN

Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015




-------------------------------------------------------------------------------

NICE HOME WORK #2 
Bunda, setelah memahami tahap awal "Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga", pekan ini kita akan belajar membuat :

 “CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”

a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya.

Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan. Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:

- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND (berikan batas waktu)

Selamat mengerjakan!
--------------------------------------------------------------------------------

NURUL FAUZIAH
PESERTA MIIP BATCH #4
Remedial
Nice Homework #2 Checklist Indikator Ibu Profesional


Meski ini remedial, tetep aja NHW#2 ini susah susah senang *apaancoba haha* , setelah mewawancarai suami tentang istri macam apah yang membuat blio bahagia lahir batin adalah 2PTC, bukaan ini bukan program ibu-ibu PKK ya, tapi 2PTC adalah singkatan dari Patuh, Penyemangat, Taat dan Cerdas. Begitulah tipikal istri yang bisa membuat ia bahagia, singkat, padat dan tepat namun prakteknya sulit tapi bisa *eaa.

Oya sebelumnya peserta diberi materi tentang Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga, duh materinya makjleb syekaleee, jadi ngebuka mata lebar-lebar mengenai makna Ibu Profesional.

Terdiam termenung saat menuntaskan menonton video  Bu Septi Peni Wulandari (SPW), Mendidik Satu Ibu sama dengan Mendidik Satu Generasi. WOW!

Luarbiasa menjadi seorang Ibu, dan profesi Ibu yang selama ini saya banggakan ternyata tidak sesederhana yang saya pikirkan, maknanya luas was was. Intinya Ibu Profesional adalah:

Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

Biar makin mengena lagi, ini makna ibu professional dari founder komunitas Institut Ibu Profesional, siapa lagi kalau bukan Bu SPW.
Ibu Profesional adalah ibu yang bersungguh-sungguh menjalani tugas utama dan pertamanya sebagai pendidik anak-anaknya, pengelola keluarganya, menjalankan aktivitas produktif sesuai passion-nya, mandiri financial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
KEREEEN, saya banget ini mah ^^

Nah adapun tugas NHW kali ini gampang-gampang susah, yakni membuat checklist indikator profesionalisme perempuan, baik sebagai individu, istri maupun ibu.

Tujuan checklist indikator ibu profesionalisme  ini agar kita lebih fokus pada proses peningkatan kualitas diri dan gak kejebak dalam shallow work ( kelihatan sibuk menghabiskan waktu tapi gak memberikan hasil yang nyata bagi perubahan hidup ) malah dengan adanya checklist justru membantu kita untuk tenggelam dalam Deep Work ( aktifitas yang memerlukan fokus dan ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan nyata dalam hidup kita).

Checklist Indikator Profesionalisme Ibu Profesional

Pada checklist versi saya, di blog ini akan saya paparkan dengan deskripsi, untuk pelaksanaannya  akan saya buat versi tabel dengan kolom yang terdiri dari status, indikator, dan kolom yang disesuaikan dengan jumlah hari dalam sebulan, kemudian biar makin semangat ditambah catatan reward n punishment sehingga kalau gak komitmen dan konsisten bisa kembali lagi untuk fokus.

Kemudian selain 2PTC di atas , adapun tiga pilihan berikut jika diurutkan dari atas merupakan kondisi ideal yang juga membuat suami saya bahagia, saya pun bahagia haha. Artinya walau rumah gak bersih paling tidak ya gak kayak kapal pecah, yang penting anak terurus dan makanan terhidang, walaupun saya gak masak, tapi anak terurus rumah kayak kapal pecah *eh maksudnya rumah tetap bersih meskipun menurunkan standar kebersihan, dan lauk pauk beli di rumah makan minang, bwuahaha. Pokoknya ia mau anaknya terurus dengan baik, aman, sentosa, gemah ripah loh jinawi.
Anak Terurus
Makanan Terhidang
Rumah Bersih
Semangaat!

Berikut checklist indicator ibu professional versi saya, dan pas pula ngerjain dan memulainya di awal Ramadhan ^^, semoga berkah, disiplin dan konsisten menjalankannya, aamiin ya Rabb. Mohon do’a dari semua ^^.

click on pict to see the detail


Baca juga :


1 komentar:

Mampir.. mantap kak indikatornya. Oiya kakak dulu sekolahnya di MAN 1 kan?

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.