Menu
/

Saya pikir kondisi ibu menyusui berbeda-berbeda, sama hal nya seperti hamil dan melahirkan, sehingga gak ada hak saya juga untuk judge ibu-ibu yang tidak berhasil menyusui bayinya secara eksklusif. Taaapi, usaha untuk bisa dan mau menyusui bayi layak diperjuangkan, karena menyusui dalam Islam hukumnya wajib. Nah loh? Berat dah urusannya.

Perintah Allah SWT tersebut tercantum dalam Surah Al Baqarah Ayat 233, ‘Para Ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh…. Masa dua tahun menyusui adalah masa maksimal menyusui serta bentuk perhatian ekstra kepada anak. Kemudian pada ayat selanjutnya dijelaskan bahwa bila ingin menyapih sebelum dua tahun pun maka tidak ada dosa bagi orang tua nya tentu setelah sebelumnya si anak rela untuk disapih. *kebanyakan realitanya malah si emak yang gak rela menyapih, duh gimana ntar gue yang bakal masuk masa menyapih Khalil..

Itulah sebab saya begitu keras kepala untuk menyusui Khalil, namun diawal masa menyusui itu dimulai, ternyata semuanya tidak seindah khayalan. *eaak. Ceritanya ada disini. Saya menyesal, seharusnya sejak usia kehamilan menginjak tujuh bulan selain fokus persiapan melahirkan, saya semestinya bersiap untuk menyusui. Memang saya rajin pijat dan stimulus payudara, tapi itu aja gak cukup. Saya malah santai aja, padahal saya baca dibeberapa artikel, sebagian ibu hamil tua, sudah mulai memproduksi ASI, lah saya malah sibuk membersihkan puting yang rame dihiasi butiran lemak. *bukan butiran debu ya, itu mah Rumor

Seharusnya saya juga mengonsumsi makanan yang bisa memancing ASI agak keluar, sehingga praktek IMD usai melahirkan bukan sekadar impian T_T *padahalkan meski ASI belum keluar, IMD tetap bisa dilakukan ya kan? *lah mendadak baper haha.

Wahai ASI, Keluarlah, Plisss!

Esok harinya saya telah diperbolehkan pulang. Oleh bidan saya dibekali obat untuk pemulihan dan pil pemancing sekaligus pelancar ASI. Wah usaha mengeluarkan ASI ternyata bisa menerbitkan air mata juga ya haha. Hingga malamnya, ASI saya beneran keluar. Alhamdulillah, saya terharu banget T_T. Memang ASI yang keluar gak begitu banyak, kan disesuaikan dengan lambung si kecil yang memang masih imut banget.
Kurang lebih seminggu semua obat hampir habis. Bayi saya juga sudah lepas sufor, doyannya nen. Emaknya pun digempur makanan pelancar ASI. Mulai dari daun katuk, jantung pisang, dan sayur lobak. Semua dicoba.

Pokoknya sebulan pertama penuh drama dah, tapi hasilnya memang nampak, sensasi PD mengeras saat ASI banyak dan menunggu untuk dihisap oleh si bayi yang gak bangun-bangun itu rasanyaaa, MasyaAllah luarbiasa anugerahMu ya Allah.

Terkadang saya bosan nyayur daun katuk, lalu si emak masak jantung pisang disantan putih, atau rebus lobak dengan tahu. Tapi, kenapa rasa lobak itu rada pahit yak. Pun kalau gak ada ketiga sayur andalan itu, yang penting mah busui makan sayur. Maka dimasaklah bayam rebus, sawi dan lain-lain.

Selain sayur apalagi yang saya konsumsi? Dua bulan pertama saya nyetok susu, yoghurt, sari kacang hijau, bahkan saya pernah beli kacang tanah setengah kilo untuk direbus dan dimakan sendiri supaya ASI lancar. Lancar sih lancar tapi bayi saya ternyata alergi susu dan menderita kolik, cerita lengkapnya ada disini. Jadi, sebenarnya menjadi bumil dan busui mengajarkan kita untuk menjaga pola makan, haha. Karena semuanya akan berpengaruh ke janin ketika hamil dan ke bayi ketika menyusui.

Oleh karena itu, saya pun stop minum susu beserta produk turunannya, kacang-kacangan juga saya batasi mengonsumsinya sampai Khalil masuk masa MPASI. Oya selain mengonsumsi makanan di atas, saya juga mengonsumsi suplemen seperti folamil genio dan habbatussauda, secara busui kan sebelas dua belas dengan satpam komplek yang dapat shift malam haha jadi harus strong.

Tu kan, sebegitu penting ternyata ASI Booster untuk busui. Meskipun penting, kalau kita lihat sekarang ini ada banyak produk ASI Booster beredar di pasaran, namun busui yang mengonsumsi ASI Booster pun cocok-cocokan dengan sistem pencernaan dan kondisi bayinya. Sehingga jangan sembarang konsumsi ASI Booster ya Mak, teliti dulu sebelum membeli. Tips simpel dalam memilih ASI Booster versi saya, pasti akan pilih yang mengandung bahan alami dan sedikit mengandung sentuhan kimiawinya serta sebelumnya telah konsultasi ke dsog langganan, karena khawatir menimbulkan kontraksi bila mengonsumsinya saat hamil ataupun alergi pada bayi bila sudah melahirkan.

Emang ada produk begitu? Ada dong. Nama produknya ASI Booster Tea. Tea? Iya kalau di Bahasa Sunda artinya Teh :-D. Bukannya teh, kopi dan segala minuman yang ada kandungan kafeinnya itu gak rekomen buat bumil dan busui? Iyes banget, tapi ini teh bukan sembarang teh.

ASI Booster Tea, Teh Andalan Para Busui

ASI Booster Tea merupakan suplemen penambah ASI yang tidak mengandung daun teh sama sekali, namun tekstur suplemennya menyerupai teh, terbuat dari bahan alami atau herbal dengan komposisi biji Fenugreek, bubuk Fenugreek, Biji Fennel, Bubuk Fennel, Anise, Cinnam Venum, Bubuk Alpinia, dan Habbatussauda.
Semua ramuan herba yang memang sudah kita ketahui ampuh mempelancar ASI bersatu dalam produk ASI Booster Tea ini, apa gak banjir ASI usai meminum ramuannya, mancur-mancur dah.



Keunggulan lain dari produk minuman teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia ini, bisa melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu semalam, kemudian komposisinya 100% herbal dan diracik dengan serius sehingga menjadi aman dikonsumsi ibu serta aman di bayi. Dan sudah dikonsumsi jutaan ibu menyusui.

Cara Mengonsumsi ASI Booster Tea Gimana?

Mudah banget, tutorialnya juga banyak di yutub, tapi meskipun begitu, saya jelasin disini juga Mak,
Siapkan 600 ml air, tuangkan 2-3 sdm  ASI Booster Tea, lalu rebus selama 5 menit. Setelah mendidih dan ramuan yang bertekstur biji-bijian sudah tampak mengendap, baru deh pindahkan ke gelas dan siap diminum. Mudah sekali kan penyajiannya.



Biar makin hepi nih mengonsumsi ASI Booster Tea nya, campur aja dengan susu, jus, dan minuman sehat lainnya ^_^. Sertaaaa….

Dukungan dari keluarga, lalu pijetan sayang dan lembut dari suami tercinta, wajib berpikiran positif dan bahagia, kemudian jangan jauh-jauh dari si kecil mungil kesayangan, terus rutin menyusui dan pompa ASI agar ASI senantiasa lancar. Daaann jangan lupa berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan dan keberhasilan menyusui kita ya Mak. Aamiin.

For more info tentang ASI Booster Tea dan testimoninya, silahkan klik situsnya atau ke Instagram @asiboostertea.

Happy Breastfeeding, Mommy ^_^
1 komentar:

Daku anak pertama ga berhasil mak, tantangannya warwiasyah..

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.