Menu
/

Beruntung sekali pada Sabtu, 1 April 2017 di Café Sowe Bistro, Medan, aku menghadiri kelas pemula yang diadakan oleh Kampus Shopee. Shopee adalah aplikasi jual beli via smartphone yang semakin memudahkan penggunanya untuk bertransaksi. Aplikasinya juga tersedia untuk perangkat dengan sistem operasi Android dan Ios.

Oya Shopee sendiri merupakan anak dari perusahaan Garena yang berpusat di Singapura. Jadi, keberadaan Shopee gak hanya ada di Indonesia saja tapi juga di Malaysia, Singapura (pastinya) dan Vietnam.  Dan tahu gak, sejak Shopee masuk ke pasar Indonesia pada Mei 2015 sampai sekarang, Shopee Indonesia mengalami perkembangan pesat dan  menjadi yang terbesar mengalahkan Shopee pusatnya di Singapura sana. Kereen.

Seiring berdirinya Shopee di Indonesia, Kampus Shopee juga turut lahir. Kampus Shopee adalah komunitas yang dibuat untuk penjual, lebih lanjut penjelasan lengkap dipaparkan oleh Monica Viona Elisa selaku petinggi di Shopee Indonesia.

Sebelumnya peserta telah diajak berkenalan dengan peserta lain dalam permainan Ayo Kenalan Dulu!  Waktu yang diberikan hanya 1 menit, muahaha, alhasil aku hanya bisa kenalan dengan teman sebelah kiri dan kanan, serta dua orang di belakangku, heboh nian wkwkw. Setelah itu Mba Monica mereview satu peserta tentang siapa saja yang sudah dia kenali, hihi, syukurnya bukan aku yang ditanyain.

Setelah itu baru deh masuk ke inti acaranya, jadi di Kampus Shopee pertemuan awal ini merupakan beginner class, lalu ntar ada visit community, Going Online, kemudian masuk intermediate class, workshop serta aktivitas lainnya. Ceritanya gak stop di beginner class aja ada kelanjutannya, asik banget yak…tampaknya Shopee total banget meng-up grade penjual yang gabung di Shopee.

Kayaknya aku miss satu slide, semoga gak ngaruh banget ya di penjelasan event reportku selanjutnya tentang Kampus Shopee ya, haha, Next Mba Monica bocorin info tentang Tujuh Tahap Psikologi Pembeli, Nah loh jadi penjual aja kudu belajar psikologi, tapi gak apa biar makin mantap senjatanya pas ngadepin pembeli yang aneh-aneh ya Sis,

Ada pergeseran psikologi pembeli dulu dengan sekarang, pembeli sekarang yang melek teknologi dan belanja aja dah bisa via sentuh-sentuh hape tentu perlu strategi tingkat tinggi agar jualan kita di dunia maya bisa laris manis, tul gak?

1.    Exposure
Gunakan semua media untuk promosi produk kita, mulai dari media marketplace, social media, dll
2.     Interest (Ketertarikan)Gunakan nama produk yang menarik, tambahan dari ku sih jual produk yang unik yang jarang dijual di Indonesia atau jual produk yang bener-bener bisa jadi solusi untuk pembeli *eaak
3.    Imagination ( Penggambaran )Ilustrasikan kegunaan produk Anda dengan baik. Ini pasti jadi tantangan banget bagi penjual yang gak suka mengarang saat mapel Bahasa Indonesia waktu sekolahan dulu, haha. Namanya jualan online, sebisa mungkin detil dalam menjelaskan kondisi produk sebagai pengganti pembeli yang gak bisa secara fisik melihat dan sentuh produk yang kita jual.
4.    Compare ( Membandingkan ) Bandingkan keunggulan produk Anda dibandingkan produk di toko sebelah. Disini diperlukan strategi marketing itu yak, apakah dengan membuat diskon atau promo-promo sehari atau semingguan, dll
5.    Convince ( Meyakinkan )Jelaskan kegunaan produk Anda untuk meyakinkan pembeli, poin ini saudara kembar banget dengan poin tiga ya kan Sis?
6.    Decision ( Keputusan ) Gunakan diskon yang menarik dan ketersediaan stok pada produk Anda. Artinya harus jadi penjual yang harus rajin cek stok barang dong, saya paling kesel kalau belanja online eh pas udah sreg dengan barangnya dan baca semua hal yang sudah mampu meyakinkan saya trus pas lihat stoknya gak ada, tuh rasanya saya pengen gigit hape, haha
7.    Satisfaction ( Kepuasan )Informasikan mengenai peraturan berbelanja dan memantau rating barang yang diberikan. Tambahan dari Mba Monica pada bagian ini, pastikan kita katakan Terima Kasih sudah berbelanja dan diminta kesediannya untuk kapan-kapan balik berbelanja ke toko kita, atau minta testimoninya karena itu bisa jadi portofolio toko online kita. ^_^

Mengapa Mesti Berjualan di Shopee?

Iya kenapa ya, haha. Yang pasti kalau kita berjualan di Shopee itu bebas komisi, fitur-fiturnya user friendly, adanya garansi Shopee trus tersedianya fasilitas Seller Center dan Shopee Mall (Versi Website) kalau malas belanja via henpon, belanja di situsnya langsung juga bisa.  Lebih lengkap langsung cus ke shopee.co.id

Apa Saja yang Harus Dilakukan Penjual di Aplikasi Shopee?

Tingkatkan tampilan profil kamu supaya menarik, ini penting banget yak, profil ibarat halaman depan rumah kita, karena hal tersebut yang pertama kali dilihat pembeli. Pastikan foto profilnya adalah produk kita atau nama toko kita, sekarang mah banyak aplikasi desain yang gratis untuk membuat logo.

Jelaskan semua di profil toko kamu, untuk foto cover tampilkan macam—macam produk yang kamu jual, pengumuman dan promosi-promosi. Untuk deskripsi toko atau profil, jelaskan produk apa aja yang dijual, info tipe barang termasuk beratnya, info pengiriman, retur, garansi dll. Cantumkan juga jadwal toko kamu beroperasi. Aktifkan fitur auto chat agar cust gak galau saat chat-nya gak berbalas.

Atur Setting Akun Kamu untuk Berjualan, kayak setting nomor ponsel, email dan data diri penjual, info norek kamu jangan lupak, informasikan juga alamat pengiriman atau JNE langganan kamu, atur fitur auto chat yang seperti aku bilang di atas, atur privasi tokomu.

Kita juga bisa mengatur notifikasi yang masuk di aplikasi Shopee dan kita bisa memblokir username di toko kamu.

Selain hal yang bersifat teknis yang secara detil ada di FAQ nya Shopee, jadi gak aku jelasin semuanya disini yah hehe. Soalnya aku juga baru mau jualan disana, muahaha. Adapun info tambahan yang bisa aku share tentang hal teknis lainnya adalah, cara input resi di Shopee lebih mudah via JOB JNE Online Booking.

Lalu ada fitur Penghasilanku, dari yang aku tangkap, pembeli membayar ke Shopee terus kalau konfirmasi dana udah masuk, dana pun akan ditransfer Shopee ke Seller. Nah fitur Penghasilanku yang sepertinya merupakan fitur yang sering diintip Seller, haha.

Berikutnya Fitur Hashtag, dengan hashtag, memudahkan pembeli mencari barang yang diperlukan, pun aku adalah pengguna hashtag sejati. Kemudian fitur Level Sub-Kategori, nah penjualkan tadi diminta detil tentang pencantuman jenis produknya, dengan fitur ini memudahkan penjual untuk menjadi detil dalam mengkategorikan produknya,

Apa Itu Garansi Shopee?

Sebelumnya di atas juga ada disinggung tentang Garansi Shopee ini yak. Garansi Shopee adalah sistem yang melindungi pengguna Shopee baik penjual maupun pembeli dalam melindungi dana yang telah dibayarkan pembeli sampai pembeli menerima produknya. Durasinya, dijelaskan disini,


Nah, kalau kamu penjual masih belum ngeh dengan fitur-fitur Shopee yang ada, silahkan jangan ragu untuk gunakan situs Shopee Seller Center ya di https://seller.shopee.co.id/

Sebagai penutup dari pemaparan Mba Monica, semoga tips ini berguna yah…


Gimana? Masih semangat ikutin catatan guek haha, semoga masih ya. Selanjutnya ada penjelasan dari Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Al Haq.

Slide dibuka dengan sebuah quote “When distance matters, we become solutions to connect happiness’. Ketika jarak menjadi masalah, kami hadir sebagai solusi untuk menyambungkan kembali kebahagiaan, kira-kira begitulah artinya. Pas banget ya dengan  keberadaan JNE, sebagai jasa kurir di Indonesia.

Berikut data terkini dari perkembangan JNE di Indonesia,


Selain menyediakan jasa pengiriman barang, JNE membuka pelayanan lain seperti Pesona Nusantara, merupakan jasa pesan kirim makanan atau oleh-oleh khas daerah di tempat kita, lalu ada Jesika-Jemput Asi Seketika, pasti jasa ini sangat diidamkan oleh ibu pekerja yang menyusui, serta JNE juga melayani pembayaran BPJS dan pembelian tiket travel.

Dalam hal pelayanan, JNE berkembang dan membuat program pengiriman paket yang tidak harus diantar ke rumah, tapi kita bisa jemput ke JNE nya, atau disebut dengan layanan JNE Pick-Up Point.

Mantab dah JNE Indonesia, makin memudahkan pengusaha online shop banget yah.

Setelah pemaparan singkat dari Pak Fikri, dilanjutkan dengan kelas social media marketing yang disampaikan oleh Angelia dari tim komuniti Shopee Indonesia, Mba Angelia juga terkenal dengan sapaan Bu Rektor.

Nah pemaparan Bu Rektor dibuka dengan data statistic Digital in Indonesia. Penduduk Indonesia sekarang berjumlah 259,1 juta, dengan pengguna internet aktifnya sekitar 88,1 juta, pengguna social media 79 juta, pengguna smartphone 326 juta ( pengguna smartphone melebihi jumlah penduduk Indonesia, yaiyalah satu orang aja sekarang smartphone nya ada tiga ^^ ) dan pengguna social mobile aktifnya ada 66 juta.

Dari data inilah Shopee menang banyak, haha. Shoppe memanfaatkan pengguna smartphone agar tetap bisa jual beli tanpa harus repot-repot buka PC atau Laptop.

Data berikutnya yang diberikan Bu Rektor adalah data platform media social yang paling banyak dipake, dan BBM masih berada diperingkat tertinggi, disusul Facebook lalu Whatsapp, kemudian Facebook Messanger dan Google+. Line menduduki urutan enam, dilanjut twitter, ada instagram, we chat dan terakhir pinterest.

Pokoknya materi penutup Bu Rektor memang buat mata gak bisa merem, haha kan habis makan biasanya bawaannya ngantuk, lah sama Bu Rektor dikasi fakta—fakta yang WOW banget.

Selanjutnya rasio pengguna Facebook berdasarkan Gender. Dan tahukan siapa yang paling cerewet di medsos? CEWEK? Ternyata SALAH pemirsa. Gender yang paling bising di medsos adalah COWOK dengan presentase 60%.  Kalo cewek mah bisingnya di instagramnya seleb ya, haha.

Fakta berikutnya bahwa Indonesia adalah pengguna twitter terbesar ke tiga di dunia. Makanya Indonesia paling bisa hesteknya jadi trendic topic sedunia. Oya kalau menggunakan twitter berdasarkan hari, lebih efek itu hari Kamis karena itu adalah hari yang paling sibuk sejagad twitter.

Kapan sih waktu paling baik untuk promosi di medsos? Malam hari, karena sekitar 33% orang pada nge cek medsosnya sambil menuju perjalanan pulang ke rumah apalagi kalau macet, hadeeh kegiatan yang gak membosankan ya nge cek temlen dan baca Qur’an *adeem.  Lalu 30% orang nge cek medsosnya di pagi hari, kemudian sore dan dini hari.

Lalu slide berikutnya Bu Rektor ngasi tips singkat teknik foto jualan yang baik untuk di posting. Sekarang user paling seneng lihat display barang yang simpel dan pencantuman harga yang jelas.

Kemudian untuk cover foto di akun Shopee pun sebaiknya yang simpel, jangan terlalu banyak kalimat, gunakan gambar atau symbol dan warna yang gak begitu rame.

Terus apalagi ya, nah agar produk kita makin laris, coba gandeng artis untuk mau meng-endorse produk dagangan kita. Sebagai info, untuk sekali endorse artis sekelas Gisel dan Chelsea Olivia yang pernah dipakai Shopee di awal kemunculannya, dibayar 10-15 juta per posting foto di Instagram. Kalau dirasa mahal, ada beberapa online shop yang inisiatif untuk patungan, artinya si artis memakai produk yang diendorse gak hanya dari satu online shop saja, tapi kerjasama dari beberapa online shop sehingga meringankan biaya endorse. *terus aku mendadak pengen jadi artis, haha

Demikianlah resume kuliah Kelas Pemula di Kampus Shopee beberapa waktu lalu, semoga bermanfaat ya. Oya next di kelas berikutnya, ada workshop mobile photography, ntar aku resume lagi di sini.


Semoga Bermanfaat

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.