Menu
/

Assalamualaykum,

Beberapa waktu lalu saya  sempat mengikuti program Matrikulasi Institut Ibu Profesional di Batch #3, apa daya aku belum lulus T_T. Dan sekarang berazzam semoga kali ini lulus dan ilmunya semakin berkah, aamiin.

Untuk itu di nufazee.com dalam beberapa minggu ke depan, postingannya akan diselingi dengan tugas dari kelas remedial yang saya ikuti, ^_^ Postingan tugas saya dibuka dengan materi dari IIP, lalu pemaparan tugasnya, terakhir baru deh curhatan saya alias tugas haha.

Bismillah…

PROLOG 1
KELAS MATRIKULASI BATCH #4
INSTITUT IBU PROFESIONAL

ADAB MENUNTUT ILMU

Senin, 15 Mei 2017
Disusun oleh Tim Matrikulasi-Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak di antara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikit pun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU.

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya. Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan. Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya.

ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati, karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu. Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c. Menghindari sikap yang “merasa" sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan, karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu jangan mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru, sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. Jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Referensi
Turnomo Raharjo,Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012
Bukhari Umar, Hadits Tarbawi (Pendidikan dalam Perspektif Hadits), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin Sholeh, Panduan Lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015

NICE HOMEWORK #1
*ADAB MENUNTUT ILMU*


Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #4, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan hari ini, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.
Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW-nya adalah sebagai berikut :

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini!
2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?


*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

------------------------------------------------------------------------------------------------------

PESERTA MIIP BATCH #4
REMEDIAL
Nice Homework #1 Adab Menuntut Ilmu
Kalau disuruh menentukan jurusan ilmu yang ingin ditekuni di universitas kehidupan ini mah banyak, semua pengen ditekuni asal bukan ilmu hitam. Berhubung karena disuruh menentukan satu jurusan ilmu saja, ditambah untuk ditekuni saat ini di universitas kehidupan, maka aku memilih ingin menekuni ilmu pengasuhan atau ilmu yang mengajarkan bagaimana menjadi orangtua sholeh dan sholehah bagi anaknya atau yang sekarang lebih dikenal dengan ilmu parenting.

Satu hal yang perlu dipahami dalam mempelajari ilmu parenting adalah, manfaat ilmu ini sebenarnya bukan untuk anak, karena jadinya bakal jadi ilmu childrening  haha, tapi ilmu parenting, adalah ilmu jadi orangtua. Orangtua nya toh yang belajar ^^

Produk mesin yang canggih aja ada buku manualnya, lantas jadi orangtua yang baby sitter nya Allah bagi anak kita, ilmunya dipelajari dengan menerka-nerka? Bukan maksud menjengkali bagaimana ortu saya mengasuh saya, tapi ingin menjadi lebih baik, kenapa gak?

Selain itu saya adalah pribadi introvert dan senang sekali mengamati dan memahami jiwa seseorang. Bahkan tak jarang saya jadi tempat curhat sahabat-sahabat saya. Dan terlintaslah dibenak, kenapa coba dulu gak ambil jurusan psikologi, kayaknya keren gitu ya jadi psikolog, sebelas dua belas dengan cenayang, haha.

Tapi ya sudahlah semua itu sudah berlalu, sekarang balik lagi ke kehidupan saat ini. Saya pernah magang di sebuah sekolah SD yang baru di bangun, bisa dibilang saya dengan lima orang teman yang lain adalah guru pertama di sekolah itu. Saya dan kawan-kawan digembleng habis-habisan, pola pikir menjadi sekadar guru dibumihanguskan dari otak saya. Betapa tidak mudah menjadi gurunya manusia di sekolahnya manusia.

Saya sampai tunggang langgang mengerjakan rencana pembelajaran yang ideal, saya sampai menangis saat menjalani konsekuensi dari peraturan yang saya langgar, saya…ah kalau mengingatnya emang nyesek, tapi semoga berkah yang melimpah selalu Allah hujani pada mentor-mentor saya di sekolah baru tersebut. Ilmunya nempel sampe sekarang, bahkan efek ke diri sendiri, dan sekarang sedang saya praktekkan ke anak bagaimana menjadi orang tuanya manusia.

Sejak saat itu hingga detik ini, dunia parenting begitu menarik di mata saya. Ada banyak hal yang harus dibenahi dalam pola asuh yang terjadi di keluarga atau pasangan muda di Indonesia ini, dan saya ingin ambil peran dalam menebar inspirasi, agar tumbuh generasi Indonesia yang cerlang dari orang tua yang sholeh dan sholehah.

Saya pun mulai membeli dan membaca buku-buku seputar parenting. Para psikolog ahli saya kepoin tulisannya apalagi Bu Elly Risman and Family mereka jadi inspirasi saya. Kemudian saya juga kepoin akun facebook Bunda Indah Hendrasari, Psikolog Lita Edia, Ust, Harry Santosa, Ust, Bendri, Bunda Kaska, Bunda Kiki Barkiah, Bu Septi Peni Wulandari, dan segenap ahli parenting lainnya semoga Allah memberkahi ilmu mereka, aamiin

Selama setahun saya menjadi guru manusia, sedikit banyak telah mengubah pola pikir saya dan lebih mengenal makhluk yang namanya anak. Ah mempelajari mereka ternyata begitu emeeejiing.

Pun terkadang ilmu gak cukup dari baca buku, saya melengkapinya dengan hadir di event parenting dan mendengar radio ( biasanya smart fm dengan program smart parent tiap hari Rabu siang ).

Sekarang yang saya lakukan agar ilmu parenting itu gak hilang, selain tetap terus membaca, gabung di komunitas parenting di wasap, maka saya mempraktekannya kepada si kecil.

Intinya semua ilmu parenting itu bagus, waspadai tsunami informasi, gak semua ilmu pengasuhan cocok diterapkan di anak kita. Lah yang tau kondisi kita dan anak kan kita sendiri. Yang terpenting, bila ingin mendidik anak sesuai fitrah, maka saya sadar bahwa saya harus kembali fitrah dulu, *berasa lebaran, etapi emang bener deh, ilmu pengasuhan erat kaitannya dengan seberapa baik hubungan kita dengan Allah, insya Allah dengan begitu Allah pun memberi petunjuk bagaimana sebaiknya kita mengasuh anak kita.

Wallahu’alam bis showwaab.Semoga bermanfaat.


1 komentar:

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.