Menu
/
Membeli furniture kayak lemari lumayan susah-susah rempong. Ada banyak hal yang dipertimbangkan agar nanti gak nyesel saat tahu harga lemari yang dibeli tetangga lebih murah dan bagus haha.

Pertama kali beli lemari itu waktu mau nikahan, jadi aku memilih untuk menempah atau gak beli lemari yang udah jadi di toko, aku langsung datangi pengrajinnya yang memang deket dengan rumah emakku. Dan betapa senangnya hatiku, setelah jadi memang memuaskan hati ^^ dari segi kualitas dan harga, namun ada satu yang mengecewakan yakni bapak pengrajinnya entah udah pindah kemana hiks, padahal akukan berminat jadi marketing blio hihi.

Ceritanya, seluruh perlengkapan kamarku itu asli tempahan, mulai dari meja rias, lemari pakaian geser dua pintu dan tempat tidur. Semua didesain minimalis, plek ketiplek gak ada sentuhan ukir-ukiran, simpeeel banget. Entah kenapa jatuh cinta dengan lemari pakaian yang pintunya didesain tinggal geser aja, mirip seperti lemari tempat nyimpen kasurnya Nobita. Dengan begitu lemari pakaian seperti ini begitu hemat ruangan dan pas pula kamar pengantinku imut-imut, hanya 3x2m.

Kemudian, selain didesain dengan pintu geser,  kayunya juga tebel ^^ dan mau tau harga seluruh perlengkapan kamarku itu? Ya hanya 5 juta saja, yeay gak jadi iri dengan perlengkapan kamar dan lemari pakaian punya tetangga haha.

Nah, saat hamil dan mau deket lahiran, aku mulai didesak dong ya untuk beli lemari pakaian anakku, dan syukurnya ada teknologi bernama USG, walo belum lahir, aku jadi tau jenis kelamin anakku, ya langsung aja aku meluncurkan proposal pembelian lemari pakaian untuk anakku. Meski masih kecil, aku gak mau nanggung-nanggung beli lemari, langsung aja yang beneran lemari dah haha *emang ada lemari bo’ongan?* , kan itu ada lemari yang dikunci pakai resleting, waktu aku kecil, aku punya lemari begitu, lah trus tau nasibnya gimana setelah kami jadi balita? Lemari itu berubah jadi tenda kemah, bwuahaha. Sempat juga disaranin untuk beli keranjang aja untuk letakin baju bayiku, aku mah ogah ntar kalau disinggahi cicak atau kecoak gimana? Hiiii…Akhirnya proposal pembelian lemari pakaian untuk anakku pun disetujui, yeay, saatnya hunting.

Inget banget, saat itu panas terik, bulan puasa pulak dan aku sedang hamil 7 bulan, lalu apakah kalian tahu yang aku lakukan? Ya aku dan emakku berburu perlengkapan bayi beserta lemarinya. Gileee banget dah, emang kalau udah naluri shopping itu menyala, gak peduli halang rintangan menghadang, haha.
Untuk mendapatkan lemari pakaian yang terbaik menurutku, aku sampai menjelajahi seluruh toko meubel yang ada di Marelan ini, dan hanya satu toko yang menjual lemari idaman hatikuh untuk buah hatiku tercintah. Dan apesnya lagi hanya tinggal satu barangnya, kuakui ada cacat sedikit, tapi aku ikhlaskan, lemari itu pun aku bawa pulang dengan harga dibawa 600K, ^^

Lemari pakaian anakku itu semi plastic, jadi badan lemarinya terbuat dari kayu sedangkan pintunya dari plastic. Dua tingkat. Udah kebayang olehku bawa tingkat atas untuk baju anakku, tingkat dua untuk koleksi buku dan menyimpan laptopku haha, *ternyata emak punya misi terselubung haha*

Dari pengalaman tersebut aku jadi mikir cukup sekali lah memburu lemari pakaian untuk anak dengan cara blusukan seperti itu -_-“ , malam harinya bumil minta pijet ama si Aa’ haha. Mending beli lemari pakaian online aja di mataharimall.com misalnya.

Nah, bedanya beli online dengan offline kan kita gak bisa lihat dan sentuh bendanya langsung,  jadi mesti teliti nih baca deskripsi produknya, lalu pengiriman dari mana dan yang penting ada diskon kah atau paling gak promo free ongkirnya *teteup yah gak mau rugi hihi
4 comments

Bunda nya gk mw kalah ya....

Reply

Faktor diskon kadang bisa mengalahkan akal sehat dan nalar ya mba. Hahaha... Makanya mesti teliti sebelum beli online :D

Reply

Iyes haha tau aja si ayah

Reply

Begitulah, kadang diskon bikin khilaf ya Mak haha

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.