Menu
/
Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka, bukan di zamanmu ( Nabi Muhammad SAW)


Menjawab pertanyaan dari judulku itu, hmm…siap gak siap ya harus siap, betul gak Mak? Eit tapi sudah pada ngeh gak sih dengan istilah platinum, atau lebih tepatnya Generasi Platinum?

Generasi Platinum adalah istilah yang dipakai untuk membedakan dengan generasi sebelumnya yakni Baby Boomers penyebutan untuk anak-anak yang lahir di sekitar tahun 1946-1964, lalu Generasi X 1965-1980, ini generasi yang doyan musik, kemudian Generasi Y 1981-1995, nah generasi Y juga disebut Generasi Milenium, udah melek teknologi dikit-dikit, dan aku termasuk di generasi ini,  Sedangkan Generasi Platinum adalah generasi yang lahir di abad 21.

Apa sih istimewanya Generasi Platinum? Wah spesial banget loh, jadi generasi ini hidup di saat perkembangan teknologi sedang tumbuh begitu pesat, anak-anak kita semakin mudah mengakses dan memanfaatkan informasi, peluang untuk mengembangkan diri terbuka lebar, sehingga punya kesempatan berprestasi baik di bidang akademis maupun non akademis, seolah-olah generasi kita siap jadi warga dunia yang serba bisa, memiliki banyak bakat.

Sepertinya seru ya generasi platinum ini, taaapii tantangannya buanyaak, kalau aku sebutin mah serem sendiri, hiks! Sampai disini aku pengen ngajak semua orang tua untuk selalu bermohon pada Allah, agar hati dan pikiran anak-anak kita selalu dalam lindunganNya, aamiin. Ya udah balik lagi cerita yang senang-senang aja, karena mendidik si kecil tentu harus dalam kondisi happy dong ❤.

Jadi ceritanya, Sabtu, 19 Agustus 2017, di Grand Aston Hotel, Medan, aku berkesempatan menghadiri Konferensi Ayah Bunda Persembahan Morinaga dengan tema Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini. 

 Pada kesempatan kali ini, aku bawa Khalil (23 bulan ) ternyata bawa anak meliput itu susah susah gempor ya Mak -_-", tapi dinikmati padahal emak niatnya mau sekalian belanja susu Chil-Go UHT nya Khalil dan produk Kalbe lainnya kayak biskuit dan puding toddler pake member Kalbe Family, tapi apalah daya, semua hanya jadi rencana haha. Syukurnya panitia menyediakan kids corner , jadi Khalil gak bosan-bosan amat, dia bisa bermain perosotan atau bermain pasir. Sesekali Khalil nyobain tester puding toddler dan bolak balik minum susu wkwkw, dasar bocah >.<

Oleh-Oleh dari Konferensi Ayah Bunda

Unik ya Morinaga, Ayah Bunda diajak konferensi, berasa keren deh haha, Sebelum konferensi dimulai, peserta diajak mendengarkan kata sambutan dulu nih dari pihak Morinaga yang diawali dengan pemutaran video. Ternyata Morinaga melalui dana CSR perusahannya, sejak tahun lalu telah menggelontorkan dana senilai 100 juta untuk memperbaiki gedung-gedung SD yang rusak di Indonesia melalui program Siap Cerdaskan Bangsa. Info lengkap seputar program ini bisa cus ke siapcerdaskan.com.

Baru deh setelah itu MC menyerahkan acara ke Ayah Irgi Fahrezi yang langsung memanggil DR.Dr.. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya.

Dokter Wawan mengawali pemaparannya dengan sebuah fakta bahwa dari 4000 dokter anak di Indonesia, hanya 60 orang saja mengambil spesialis tumbuh kembang anak. Nah loh, emang langka banget dokter spesialis tumbuh kembang ini, karena memang tugasnya gak mudah, ada gitu obat yang bisa membuat anak speech delay langsung bisa ngomong? *iya pulak pikir awak, kan mestilah melalui proses pengamatan dan stimulasi yang panjaaang. MasyaAllah semoga berkah ilmu spesialisnya ya dok dan ke depan semakin banyak yang ambil spesialis tumbuh kembang anak ^^, aamiin

Empat Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta

Demi keefektifan waktu, Dokter Wawan mulai beraksi dengan menjembrengkan empat faktor  pembentuk anak generasi multitalenta.



Faktor tersebut diibaratkan sebuah perisai yang terbagi empat,  Perkembangan Otak, Sistem Ketahanan Tubuh, Tumbuh Kembang Optimal, dan Kesehatan Saluran Cerna. Keempat factor ini saling berkesinambungan dalam membentuk anak generasi multitalenta.

Kita bahas yok satu persatu,

Perkembangan Otak, Organ Vital yang Perlu Perhatian Intensif di Dua Tahun Pertama Hidup Anak
Pada pembahasan perkembangan otak ada banyak penekanan yang disampaikan Dokter Wawan, sampai-sampai para peserta ditanyain, ‘Siapa disini yang punya anak berusia dibawah 2 tahun?’ Wow ternyata banyak.

Oleh Dokter Wawan disarankan, bagi keluarga muda yang memiliki anak di bawah 2 tahun, investasikan uang untuk membeli makanan yang kaya gizi untuk perkembangan otak anak yang lebih baik. Karena hanya dari nutrisi berlimpah kebaikan gizi, otak anak bisa tumbuh maksimal, gak mungkin kan susu kita tuangkan ke otaknya, >.< begitu canda dokter yang sebenernya makjleb banget. 

Jadi teringat nasihat Emakku kalau nelpon, ‘kasi anakmu ikan yang enak-enak, hmm kalau kau dulu, udang galah itu yang dibelikkan ayahmu asal pulang dari pajak, kadang ikan kakap itu’. Aku bersyukur banget anakku suka ikan, kadang digadoin gitu aja, nasinya dicuekin -_-“.

Nutrisi yang baik akan membentuk dan mematangkan sel-sel otak anak cerdas, apalagi hamper 80% otak manusia berkembang pesat di 2 tahun pertama. Jadi, pastikan asupan anak di usia tersebut benar-benar jadi fokus orang tua.

Berbicara nutrisi baik di 1000 pertama kehidupannya, tentunya ASI, kemudian dilanjutkan dengan MP-ASI dan makanan keluarga. Kalau aku sebisa mungkin masak untuk Khalil, walau sederhana haha, cukup ikan goreng dengan nasi aja dia dah bahagia, namun yang buat pusing adalah mikirin cemilannya haha.

Setelah nutrisi, perkembangan otak anak juga didukung dengan stimulasi. Stimulasi mah gak usah pakai alat yang mahal-mahal, untuk usia 2 tahun pertama, interaksi intensif dengan kedua orang tua dengan anak sudah jadi modal utama untuk melakukan stimulasi, apakah itu dengan mengobrol meski anaknya belum ngerti, tapi ngobrol aja, percaya deh dalam kondisi itu anak sebenarnya turut merekam apa yang kita omongin, ajak bermain cilukba, bermain selimut, bahkan dengan melakukan kita tepuk-tepuk bungkus pospak aja ada bayi yang udah ketawa terbahak-bahak haha, lucuk banget gak sih ^^.

Dengan stimulasi ada banyak koneksi baru terbentuk di otak anak, dapat dilihat dari gambar dibawah ini, betapa ramainya jaringan otak anak di usia 2 tahun, masyaAllah, dan kondisi tersebut gak bisa diulang.


Sistem Ketahanan Tubuh Anak Dibentuk Pertama Kali Saat Sang Ibu Hamil

Nah loh, aku menyapa dulu nih yang masih gadis, jaga pola makan dan jalani gaya hidup sehat sebab system ketahanan tubuh anak kita kelak adalah investasi dari ketahanan tubuh kita saat hamil. Kok bisa?

Jadi, janin mendapatkan suplai sel-sel kekebalan (antibodi) dari ibu yang ditransfer melalui plasenta. Oleh sebab itu kata Dokter Wawan, hamil lah yang sehat, Bu ^^ Selain dari kondisi sang ibu saat hamil, system ketahanan tubuh anak dapat juga dibentuk secara mandiri melalui usaha disiplin imunisasi.

Dengan imunisasi sel-sel antibodi anak secara mandiri terlatih untuk mengenali, mengingat, menyerang dan memusnahkan agen penyakit yang masuk dalam tubuh. Imunisasi adalah hak anak, bila ada anak yang tidak diimunisasi namun sehat-sehat aja. Hati-hati kita sebagai orangtua sedang berjudi!, ujar Dokter Wawan.

Oya, seperti apa sih mekanisme ketahanan tubuh anak? Berikut infografisnya…



Tumbuh Kembang Optimal
 
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur”  ( QS. An-Nahl : 78 )

Selalu menakjubkan kalau ngebahas seluk beluk dalam tubuh kita, Maha Besar Allah yang begitu sempurna menciptakan manusia. Dalam perkembangan bayi, indra pendengaran yang lebih dahulu berfungsi daripada mata.

Untuk itu, Dokter Wawan menyarankan agar orangtua jadi orang gila di tiga bulan kehidupan pertama bayi, agar tumbuh kembang indranya optimal. Maksud jadi orang gila tersebut adalah, kayak yang aku jelasin di awal, banyakin ngobrol dan ngopi, wkwkw dengan bayi ^^.

Terkadang ada banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, namun yang paling berisiko adalah anak yang awal kehidupannya banyak mengalami masalah tumbuh kembang, seperti bayi prematur.

Tapi, lanjut Dokter Wawan, masih bisa mengejar tahapan sesuai anak normal asal orangtua tanggap atas hal-hal ganjil yang terjadi pada anak dan segera cepat cari tahu penyebab serta solusinya.

Kesehatan Saluran Cerna

Faktor terakhir pembentuk generasi multitalenta adalah kesehatan saluran cerna. Saluran cerna merupakan organ dengan fungsi utama proses absorsi zat-zat nutrisi. Dalam saluran cerna anak ada kolonisasi mikrobiota yang turut membentuk sirkuit di otak anak dan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Masyaallah ^^ Hal tersebut dibuktikan dengan perubahan komposisi di setiap tahapan perkembangan anak.

Menjaga kesehatan saluran cerna anak memang sesuatu, salah makan dikit aja ancaman diare melanda. Ini kasusnya Khalil banget hiks, baru-baru ini dia diare karena aku cobain susu bubuk baru, Ya Allah, dia sukses diare, akhirnya aku stop langsung. Sekarang udah fiks di Susu Chil-Go UHT rasa coklat, gak mau ke yang lain dan aku makin ketat jaga makanan yang akan dimakan Khalil. Jajan di luar aja aku batasi banget, sampai-sampai dia dah ngerti, NO JAJAN! Hihi

Berhubung sesi Dokter Wawan sudah selesai, maka blio menutupnya dengan infografis berisikan tips untuk Ayah Bunda, ^^ Tetiba aku ngefans sama Dokter Wawan, pemaparan materi yang dibawakan blio asyik banget.

Saatnya Konferensi Dimulai

Sebelumnya diawal Dokter Wawan sudah menjelaskan bahwa pertanyaan akan dikelompokkan sesuai warna perisai yang dicocokkan dengan warna pita di kursi peserta. Orens untuk tema pertanyaan tentang perkembangan otak, hijau untuk tumbuh kembang optimal, merah untuk saluran cerna dan biru untuk kekebalan tubuh.

sumber gambar dari sini

Ayah Bunda peserta konferensi di Medan cukup antusias bertanya, dan inilah pertanyaan mereka.


Jawabannya aku tulis berupa simpulan aja yah. Nah, tentang gadget dan perkembangan otak, ternyata memiliki pengaruh besar buat anak, apalagi yang sirkuit otak anaknya lagi ramenya saling terkoneksi nih, maka oleh Dokter Wawan yang saat sesi Tanya jawab didampingi oleh Dokter Therapul, spesialis tumbuh kembang anak di Medan menegaskan bahwa seluruh dokter anak di dunia sepakat bahwa anak 0-2 tahun bebas dari layar gadget!

Duh, pas bagian ini aku berasa ditabok deh, selama ini aku sepele banget, meski tetap aku batesin, namun sekarang aku dan suami mesti tambah tegas lagi dan puter otak cari cara pengalihan yang seru agar Khalil tetap bahagia walau tanpa nonton di gadget Ayah Bunda ^^ Kasihankan otak dan mata kecilnya huhu, karena semua itu investasi jangka panjangnya dia kelak.

Emang bukan sama sekali menafikan keberadaan gadget, hanya saja dibatasi. Anak usia di atas 2 tahun sebaiknya jatah screening time itu harus 1 jam. Selebihnya aku bahas di live tweetku @nufazee , ntar aku jembrengkan disini kepanjangan haha.

Alfa Laktalbumin : Nutrisi Terbaru yang Telah Sedang Dikembangkan Morinaga

Jelang makan siang nih, ada sesinya Dokter Mulyaman Mansur dari Kalbe Nutritionals. Ternyata tidak ada single nutrisi yang bisa buat otak berkembang, yang ada nutrisi-nutrisi tersebut bersinergi.
Oleh Morinaga, nutrisi penting tersebut diteliti dan dikembangkan sehingga menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan gak sekadar nutrisi atau beyond nutrition.

sumber gambar dari sini


Salahsatu nutrisi yang dikembangkan adalah Alfa Laktalbumin atau Alfa Protein, secara alami senyawa protein ini ada di ASI totalnya sampai 72%. Nutrisi inilah yang berperan mengatur pola tidur bayi dan membuat bayi lelap tertidur, jadi semacam obat tidurnya bayi kali ya haha. Pantesan, ternyata ini yang buat bayi pulesss.

Asupan Alfa Protein, berdasarkan penelitian terakhir, membuktikan dapat menaikkan triptofan, asam amino esensial yang bagus banget untuk tumbuh kembang anak, soalnya asam tersebut berperan dalam produksi growth hormone atau hormon pertumbuhan. Hmm…berarti penting sekali memperhatikan kualitas tidur anak ya Mak.

Namun, kabarnya Alfa Laktalbumin tidak dapat disintesis dalam tubuh, sehingga dibantu dari makanan lain agar alfa proteinnya tercukupi, caranya dengan aktif memperkenalkan makanan berprotein tinggi serta susu formula ( apabila sudah MPASI) yang mengandung alfa laktalbumin.

Beruntungnya melalui Morinaga Research Center Japan telah menghasilkan inovasi Moricare+ Prodiges yakni rangkaian susu pertumbuhan sesuai usia dan fokus pada masalah asupan yang dialami anak seperti alergi susu sapi.

Selain mengeluarkan produk special, Morinaga juga punya produk lain seperti Chil Kid Platinum atau Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges.

sumber gambar dari sini

Selain mengandung Alfa Laktalbumin, produk Morinaga juga mengandung prebiotik yang berfungsi melindungi saluran cerna anak dari bakteri jahat. Just info, di Jepang, semua produk susu telah mengandung prebiotik, kereeen banget dah ^^.

Gimana? Masih mau lanjut, oleh-oleh dari Konferensi Ayah Bunda Platinum? Soalnya aku bakal share sesinya Bunda Romi nih, penasarankaaan, wait aku senam jari dulu haha.

Belajar Stimulasi dan Macam-Macam Kecerdasan Bersama Bunda Romi

Yes ketemu Bunda Rose Mini lagi, blio termasuk psikolog favoritkuh. Sebelum blio membagi ilmunya, peserta diajak bermain dengan bercerita yang mengandung angka. Kalau Bunda Romi menyebutkan angka ganjil, peserta diminta untuk berdiri, dan angka genap diminta tepuk tangan. Siapa yang salah, gak boleh ikut bermain lagi. Yes, permainan ini menguji kadar kejujuran para Ayah Bunda hihi.

Usai seru-seruan, baru deh Bunda Romi beraksi. Pemaparan dibuka dengan macam-macam kecerdasan. Tentang kecerdasan aku pernah bahas abis di buku nonfiksi pertamaku Gue Gak Cupu (GPU, 2010) *ini sih promosi terselubung yang berpaedah wkwk.

Kesembilan kecerdasan ini pertama kali ditemukan oleh Prof. Howard Gardner, seorang ahli riset dari Amerika, awalnya hanya ada 8 kecerdasan, dan baru-baru ini ditemukan satu kecerdasan lagi yakni kecerdasan moral. Nah loh, apa sifat yang termasuk kecerdasan moral? Ini dia turunannya, 


Simpulannya semua kecerdasan bisa dimiliki anak,  asal distimulasi. Oya aku juga pernah baca bahwa sebenarnya kecerdasan-kecerdasan itu ada di diri kita tapi ada satu atau dua yang dominan. Balik lagi ngebahas stimulasi, stimulasi identik dengan bermain.


Gimana sih karakteristik bermain untuk anak? Berikut penjelasannya,

1. Pastinya motivasi bermain berasal dari anak
2. Selama bermain emosi anak dalam kondisi positif
3. Fleksibel, mudah beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lain
4. Menekankan proses daripada hasil
5. Anak bebas memilih
6. Memiliki kualitas pura-pura

Jika selama ini kita bermain dengan anak sudah memenuhi karakteristik di atas maka kita bakal ngerasain manfaat dari bermain itu sendiri,

1. Melatih fisik, sosial  - emosi dan kognitif anak
2. Sarana rekreasi
3. Dengan bermain anak belajar menaati aturan
4. Belajar bersosialisasi dan kerjasama
5. Persiapan menjalankan peran di kehidupan dewasa
6. Menstimulasi Kecerdasan Majemuk

Pada poin lima aku jadi teringat cerita saat ngobrol dengan seorang pakar parenting di Medan bahwa orang dewasa yang masa kecilnya gak cukup dapat kesempatan bermain, itulah yang membuatnya punya kesempatan mempermainkan orang lain saat dewasa.

Lalu melanjutkan pembahasan tentang bermain, Bunda Romi memberikan info jenis permainan dan stimulasi apa sih yang sesuai dengan usia masing-masing anak?

Here we go...



Nah sebagai penutup, Bunda Romi memberikan tips memfasilitasi anak dalam bermain,

1.    Sesuaikan dengan karakteristik dan tugas perkembangan anak
2.    Ciptakan suasana menyenangkan tanpa keterpaksaan
3.    Pilih permainan yang dapat mengembangkan keseluruhan potensi anak
4.    Memanfaatkan bahan yang tersedia
5.    Berikan kesempatan untuk menggunakan imajinasi dan kreativitas mereka
6.    Ajak anak berdiskusi setelah bermain

( Baca juga : Bahkan Memberikan Anak Mainan, Ada Ilmunya )

Bagaimana Kalau Ayah Bunda Mati Gaya dan Gak Tahu Harus Main Apa ?

Tenang Ayah Bunda, Morinaga punya solusinya, yakni dengan mengakses situs www.morinagamiplayplan.com. Di situs tersebut Ayah Bunda diajak dan dibimbing mengatur serta menyusun permainan untuk si kecil. Wah, senangnya, kebayang betapa terbantunya Ayah Bunda dengan adanya situs ini.

Lebih lanjut nih tentang Morinaga dan produknya, Ayah Bunda bisa follow akun sosmednya juga loh di,

Situs : www.morinagaplatinum.com
Facebook : Morinaga Platinum
Twitter : @MorinagaID
Instagram : @morinagaplatinum
Youtube : Morinaga Platinum

Semoga oleh-oleh Konferensi Ayah Bunda Platinum Persembahan Morinaga ini bermanfaat ^^ Selamat bermain dengan si kecil ya Ayah Bunda dan semangat mengasuh si Generasi Platinum.

sumber gambar dari sini
9 comments

Alhamdulillah sekarang udah makin banyak kegiatan2 parentig gini ya, Mak. Dan orangtua bahkan anak muda udah banyak yg sadar pentingnya pengetahuan tentang parenting

Reply

Aiiiii....lengkap niaaaaaaannnn....berasa di seminar kemaren lagi jadiny... save lah save.

Ternyata udang galah yang besar2 itu tho....gak ngaruh sama badan ya kan :D

Reply

Haiii, mb. Baru pertama kali niy kumampir ke blog Mb. Kece banget tulisannya. Jadi pengen belajar sama Mb Nur

Reply

iya mak. semoga ke depan kita juga bisa jadi orangtua masyarakat yg ikut menjaga lingkungan dari generasi yg gak bener

Reply

hehe semoga bermanfaat kak ^^

Reply

salam kenal ibu Dila, ^^ alhamdulillah, semoga bermanfaat

Reply

Top markotop mb, Alhamdulillah bisa bc blog mb, nambah ilmu, makasi mbak.😆

Reply

Alhamdulillah bs bc blog mb, bermanfaat bgt. Maksi mb.

Reply

Wah... Baru merasa rugi sekarang g ikutan. Lain kali kalo ada lagi, infoin ya mak zee..

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.