Menu
/

Pemandangan Danau Toba pagi itu indah sekali, sisa-sisa embun masih belum sempurna naik ke langit, tapi bias sinar matahari mulai bekerja. Bus ALS dari Pasaman menuju Medan baru saja melintas, aku dan anakku beserta kedua orangtua dan suamiku sedang berada di dalamnya.

Saatnya Khalil sarapan pikirku, maka aku bergegas memberikan snack berupa biskuit beras. Khalil tampak menikmatinya, tiba-tiba keluar cairan bening dari mulutnya. MasyaAllah Khalil muntah, seketika aku panik, aku buru-buru menawarkan dia minum dan menyuruhnya untuk kembali makan snack, cairan itu keluar lagi sampai tiga kali. Aku pun bergegas mengganti baju dan membalurkan minyak kayu putih ke badannya.

Ketika bus sudah akan sampai ke terminal, Khalil poop dan ia tidak nyaman sekali. Esoknya usai dari perjalanan pulang itu, Khalil drop T_T. Diusianya yang ke 9 bulan untuk pertama kalinya ia menderita muntah dan diare sesekali disertai demam. MasyaAllah, aku sampai bingung harus gimana waktu itu.

Penyebabnya aku yakin sekali karena kondisi udara saat di bus, betapa mulai dari berangkat sampai tiba di Medan, supir dan kernet nya gak berhenti merokok ditambah lagi kondisi Khalil yang kelelahan, sebab bentuk bus yang kami naiki bener-bener deh gak layak jalan.

Sekarang saat usianya memasuki dua tahun, Khalil sudah 4 kali diare. Diare yang baru-baru ini pun cukup menyesakkan jiwa T_T. Tak menyangka hujan sore itu membuat volume air di parit samping rumah meluap, banjir pun tak terelakkan. Meski hanya sebetis orang dewasa dan kami masih bisa berkegiatan seperti biasa, namun tetap aja tidak nyaman. Jadi malam itu air sudah masuk ke rumah, tiba-tiba Khalil terbangun dan mengeluh perutnya sakit dan ingin poop.

Langsung aku bawa dia ke ruang ‘dapur kotor’ yang juga jadi tempat menampung air untuk masak dan mencuci, karena kondisinya banjir, aku pun menempatkan Khalil pada bangku kecil supaya ia bisa poop dalam keadaan berdiri dan tanpa perlu menyentuh air banjir yang jadi sumber kuman.

Sedih kali kurasa waktu itu, kukatakan pada Khalil untuk bersabar, sambil poopnya keluar bak air pet, aromanya begitu asem, syukurnya aku pakai sepatu boot, kalau tidak, aku juga ikutan menyentuh air banjir dan poop mencret Khalil. Satu-satunya yang aku inginkan saat itu adalah kapan pagi bisa datang lebih cepat dan banjir surut dengan segera.

Saat pagi tiba, aku ingat bahwa aku gak punya stok makanan, cemilan apalagi buah untuk Khalil, sementara dia perlu makan. Akhirnya aku mencoba untuk memberinya nasi dan telur dadar, gak lama setelah sarapan, ia pun tidur. Saat ia tidur, aku bersegera untuk belanja meski harus menembus banjir.

Sebenarnya Diare itu Apa Sih? Sekilas Penyakit yang Remeh tapi Merepotkan Sekali 

Iya, apa sih Diare itu? Sekilas penyebabnya remeh tapi dampaknya sangat merepotkan. Kita aja yang dewasa kalau diare, ya ampun, lemeees banget dibuatnya.

Aku inget banget, waktu itu sehari sebelum puasa Ramadhan, aku diajak si Aa makan di restoran. Esoknya aku kena diare. Alhasil puasa pertama dan keduaku gagal total. Saat diare, suhu badanku meningkat trus bawaannya mau tidur melulu, perut begah banget, lapar tapi rasanya kenyang, akhirnya aku paksakan makan, syukur stok oat masih ada. Aku juga minum teh pahit, konon katanya bisa menghentikan diare, tapi gak juga ding, buktinya di aku gak mempan haha, ujung-ujungnya aku minum obat diare, Alhamdulillah di hari ketiga aku sudah bisa berpuasa.

Nah tiba diare kena nya di anakku, tentu treatment nya gak bisa dong kayak orang dewasa, mosok aku kasi teh pahit -_-“, terus aku harus apa dong? Sebelumnya saat anakku diare, info pengobatan aku dapat dari google selebihnya hasil dari konsultasi dengan dokter spesialis anak langgananku, pun aku gak begitu puas dengan penjelasan tentang seluk beluk diare.

Beruntungnya, pada Selasa, 19 September 2017, aku berkesempatan hadir di kampanye #IndonesiaMerdekaDiare Media Gathering yang diadakan oleh Nutricia Sarihusada di Belmondo Cafe, Medan.


Berbeda dari media gathering yang biasa aku hadiri, kali ini aku diminta untuk mewakili para ibu di Medan yang peduli pada tumbuh kembang anaknya ^^ Sempat deg-degan juga, udah lama gak ngomong di depan banyak orang, tapi mencoba untuk rileks dan cool. *eaa.

serius amat gue dengerin bu dokter hihi, tapi materinya emang penting sik

sepertinya aku harus ganti kacamata nih -_-
Pada event tersebut menghadirkan dr. Frieda Handayani Kawanto, SpA (K) Konsultan Gastrohepatologi Anak di sebuah rumah sakit di Jakarta dan Nabhila Chairunnisa – Digestive Care Manager Nutricia Sarihusada.

Mitos dan Fakta Diare

MasyaAllah ada banyak yang tidak aku tahu seputar diare, setelah ikut event ini jadi lebih tercerahkan dan lebih waspada tentunya.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, 1 dari 7 anak Indonesia pernah menderita diare dengan angka kejadian 2-6 kali dalam setahun. Diare juga merupakan penyakit nomor dua tertinggi yang menyebabkan kematian anak dan balita di Indonesia. Sedangkan penyakit nomor satu tertinggi adalah Pneumonia atau infeksi paru-paru pada anak.

Faktanya lagi, anak yang sering mengalami diare pada awal kehidupannya, memiliki risiko tinggi badan 3,6 cm lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya saat 7 tahun. Singkatnya anak akan alami masalah tumbuh kembang dan gizi. Kemudian dapat mempengaruhi kemampuan kognitif bahkan jika diare yang diidap sudah parah, anak akan memiliki hasil tes intelektual yang rendah.

Separah itu ya ternyata, hiks T_T belum lagi fakta dari sebuah survei bahwa  hanya 1 dari 10 ibu yang merasa yakin telah menangani dengan tepat saat anak diare. Apakah kita termasuk dalam survei tersebut? Semoga tidak ya, duh jadi baper >.< perasaan udah ngasi yang terbaik deh untuk anak.

Dari tadi jembrengin fakta melulu, aku jadi takut. Yuk ah atasi ketakutan dengan banyak cari tahu penjelasannya dari para ahli.

Tampak dr. Frieda dengan blouse merahnya sudah siap dengan penjelasan simpel tapi berfaedah.

Diare adalah kondisi penderita yang mengalami BAB lebih dari 2 atau 3 kali dalam 24 jam dan feses bertekstur lembek atau cair.

pinjem slide nya dr. Frieda

Proses penularan diare bagaimana ? Oleh dokter, digambarkan dalam bentuk F-diagram, biar mamak-mamak pada ingat ya sehingga tidak lalai dan sepele lagi *note to my self.


Fingers – Flies – Fields – Fluids – Food – Floor – Floods

Jadi penularannya itu bisa terjadi dari tangan yang tidak bersih, serangga seperti lalat yang singgah di makanan yang sebelumnya singgah di muntahan, kotoran makhluk hidup, dahak manusia ( disini aku merasa ngobrol hal yang kotor wkwk), dari tanah – kemudian dari air minum yang tidak matang – Makanan yang salah mengolahnya – Lantai yang tidak bersih dan air kotor yang menggenang.

Kalau diingat mah ya hampir semua penyebab penularan memang keseharian kita banget ya kan Mak 😔 galaauuu, emak harus ekstra jaga kebersihan nih. Sejak tahu F-diagram ini, aku jadi bawel banget kalau anakku belum cuci tangan sebelum makan atau sesudah bermain biasanya aku anggap sepele, huhu jangan ditiru yak.

Apa Penyebab Diare? Nah setelah mengetahui sumber penularannya, lalu makhluk apa yang bekerja di saluran cerna dan menganggu kestabilan sistem disana? Ternyata hampir 60% disebabkan oleh Rotavirus, sedangkan sekitar 10-20% disebabkan bakteri dan kurang dari 10% oleh parasit.

Terus apa yang dilakukan si Rotavirus di pencernaan kecil anak kita? Di bagian ini aku seperti nonton sinetron yang sedang mempertontonkan adegan pemain antagonis, haha, mamak emosi.

Pada usus halus ada sel-sel villi (jonjot) yang bertanggungjawab memproduksi beberapa enzim seperti enzim laktase dan penyerapan cairan oleh Rotavirus sel-sel ini diserang hingga sel-sel ini tampak bercopotan dan berantakan.


Akibatnya, Usus halus gagal mencerna laktase dan harus kehilangan cairan dan elektrolit yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Padahal enzim laktase yang dihasilkan usus halus berguna mencerna gula alami ( laktosa ) yang ada pada susu.

Laktosa yang tidak tercerna dan tidak terserap membuat diare semakin berat sehingga perut jadi kembung, perut sakit, sering kentut, dan tinja berbau asam, akibat tinja dengan kondisi mengandung asam membuat daerah sekitar anus anak menjadi pedih dan merah. MasyaAllah, jangankan anak, aku aja pernah mengalaminya sungguh tidak mengenakkan dan tidak nyaman sekali, T_T Lebih lanjut kondisi ini disebut sebagai intoleransi laktosa.

Rotavirus Pergilah Kamu

Virus lebih horor dari bakteri bahkan pada keadaan tertentu dia bisa bertahan dalam kondisi dingin. Lalu bagaimana dengan rotavirus? Diare yang disebabkan rotavirus baru nampak setelah 2 hari terinfeksi. Gejalanya ditandai dengan muntah dan demam ringan lalu sakit pada perut. Namun gejalanya bisa makin parah, kalau sudah begitu sebaiknya segera bawa ke dokter, nah yang perlu diwaspadai adalah,

-    Jika diare dan muntah terjadi 20kali lebih dari 24 jam, kalau aku ya Mak selama ini kejadian di anakku gak sampe segitunya, tapi jika dalam 3 hari diare gak mampet aku pasti langsung cus ke dokter.
-    Pada tinja ada bercak gelap dan berlendir
-    Demam lebih dari 40 dercel
-    Makin lemas, rewel dan sakit perut
-    Gak mau minum dan makan

Alhamdulillahnya setiap kali diare masih mau ASI, minum dan makan. Hal inilah yang membuat emak masih kuat dan semangat, meskipun kalau anak sakit gak munafik dah ya emak pasti merasa paling merana di dunia huhu. Meskipun begitu emak harus tampak tegar di permukaan dan tentunya digempur pelukan dari si ayah.

Selain tanda-tanda di atas, amati juga perilaku dan kondisi tubuh anak apakah sudah mengalami dehidrasi berat seperti,

-    Jarang pipis
-    Bibir lidah kering
-    Mata cekung
-    Banyak tidur
-    Kulit perut keriput ( saat dicubit kulit tidak kencang seperti semula )
-    Banyak tidur
-    Anak kehausan berat

Lalu Apa yang Harus Ibu Lakukan?

Sebenarnya aku bukan tipe ibu yang anak sakit trus buru-buru ke dokter, sebisa mungkin melakukan home treatment dulu, selain itu hikmahnya anak sakit, bisa membuat Ibu dan keluarga jadi lebih sabar dan juga mengajarkan anak untuk sabar, sabar menghadapi sakit.

Home treatment yang aku lakukan, untuk demamnya biasa aku buat minyak bawang yang dikusuk ke badan anak, kemudian memperbanyak minum air hangat, idealnya seberapa mili cairan poopnya keluar, segitu juga emak harus gempur anak dengan cairan lalu stok pisang barangan, jambu klutuk, oat, sereal, dan roti serta masak sop ayam atau makanan yang berkuah-kuah. Minyak telon harus stand by, karena efektif atasi kembung dan aromanya membuat anak nyaman.

Sempat juga aku tanyakan ke dr. Frieda tentang pemberian air kelapa. Bu dokter tidak mengiyakan dan menidakan, karena memang dalam air kelapa terkandung elektrolit yang bisa ganti cairan tubuh, tapi tidak untuk diminum setiap hari. Pada kasus Khalil, saat pertama kali kena diare, dia gak langsung aku kasi air kelapa, nah ketika usianya 1 tahun ke atas dan pencernaannya dirasa kuat, aku pun menterapi pemberian air kelapa muda. Selebihnya setiap seminggu sekali dirutinkan konsumsi air kelapa muda.

Tempat tidur pastinya udah dilindungi dengan sprei waterproof karena untuk waspada jika anak poop saat tidur. Rajin cuci tangan. Jaga kebersihan. Berdoa.

Oleh dr. Frieda ditambahin lagi nih cara penanganan yang tepat,
-    Pemberian oralit, resepnya 1 sdm gula dan ¼ sdm garam serta 200 ml air hangat
-    Konsumsi suplemen Zinc 1 hari sekali selama 10 hari
-    Gempur dengan ASI untuk bayi

Usai diare, tugas mamak belum berakhir hihi emak punya misi menaikkan berat badan anak yang hilang. Semangat!

Oya, agar diare tidak berlanjut atau bila menderita diare pun gak terlalu parah, anak diberikan vaksin rotavirus sejak usia 4 bulan.

Mitos Pengobatan Diare di Indonesia

Subjudul khusus ini aku buat sebagai rangkuman dari pertanyaan media yang unik-unik. Diantaranya,

Q : Bolehkah bayi diberikan buah salak untuk atasi diare?
A : (Berhubung aku gak pegang catatan saat bu dokter menjelaskan pertanyaan ini secara ilmiah, maka aku jawab yes/no aja yah, selanjutnya konsultasikan ke dokter untuk penjelasan medisnya) Tidak boleh

Q : Pengobatan diare orang tua dulu dengan mengunyahkan daun jambu, boleh atau tidak?
A : Secara medis hal tersebut belum terbukti ilmiah tapi bisa jadi karena anak ibu diberikan terapi tersebut di hari ke 5 kejadian diare, maka kunyahan daun jambu hanya berperan sedikit karena diare sudah mulai membaik atau ada zat dalam air liur ibu pada kunyahan daun jambu yang mempercepat proses pemulihan. Namun sebaiknya tidak dilakukan karena mulut orang dewasa merupakan sumber kuman juga bila berinteraksi dengan mulut bayi/anak

Q: Bolehkah pemberian teh pahit pada penderita diare?
A : Tidak boleh.

Sebenarnya ada lagi pertanyaan media, hanya saja aku lupa hihi. Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya yah.


Saatnya Indonesia Merdeka Diare

Meskipun Indonesia sudah merdeka dari penjajah namun untuk urusan sanitasi Indonesia masih baru bergeliat. Itulah mengapa prevalensi diare tinggi. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pemerintah untuk gencar mengampanyekan isu-isu kebersihan dan kesehatan apalagi kalau banyak pihak non pemerintah yang ikut membantu salahsatunya Nutricia Sarihusada.

Sebelum Mb Nisa yang cantik dan energik menyampaikan pemaparannya, para hadirin diajak bermain tebak-tebakan dengan aplikasi Kahoot! permainan interaktif yang pertanyaan dan jawaban dilakukan satu waktu, bahkan dapat ditentukan siapa yang menjawab paling banyak benernya. Seru banget haha, peserta sampai nagih. Pun pertanyannya gak jauh-jauh dari pemaparan dr. Frieda.

Melalui kampanye Indonesia Merdeka Diare, jelas Nabilla Chairunnisa – Digestive Care Manager Sarihusada, diharapkan banyak ibu yang semakin mengerti penanganan diare yang tepat pada anak. Kampanye ini adalah bagian dari langkah nyata komitmen perusahaan terhadap nutrisi untuk bangsa agar anak Indonesia menjadi generasi maju.



Pada tahun-tahun sebelumnya event ini diselenggarakan untuk mengedukasi tenaga kesehatan, tahun ini untuk pertama kalinya Nutricia Sarihusada hadir mengedukasi langsung para ibu dan fokus pada penanganan diare melalui kampanye #IndonesiaMerdekaDiare.

Kampanye yang berupa konferensi media dan blogger ibu telah berlangsung di 3 kota Jakarta, Surabaya dan Medan selama Agustus sampai September 2017. Walaupun periode kampanye sudah selesai tapi melalui video yang ditayangkan dalam kanal digital bersama Prof Nutri pada episode pertamanya sudah ditonton 108ribu kali. Alhamdulillah.

Jadi dalam video tersebut, Prof Nutri menjelaskan ada 5 penanganan tepat ketika anak alami diare:
1. Untuk anak yang masih mendapatkan ASI, teruskan pemberian ASI, karena ASI adalah yang terbaik.
2. Cegah dehidrasi dengan larutan oralit
3. Konsultasikan ke tenaga medis
4. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil
5. Bila perlu, berikan nutrisi bebas laktosa berdasarkan rekomendasi tenaga medis

Iya, jadi Nutricia Sarihusada punya akun sosmed yang bisa Buibu follow untuk mengikuti informasi yang bermanfaat seputar nutrisi.

Follow : Twitter @nutrisi_bangsa , Instagram @nutrisibangsa dan Youtube @NutrisiBangsa.

Aku aja pas nonton Prof Nutri kebantu banget, videogramnya informatif sekali dan memudahkan para ibu untuk semakin mewaspadai diare dan melakukan penanganan yang tepat. Selain itu kalau aku malas baca dan lupa what to do saat anak diare, nonton video Prof Nutri ajah hihi. Ditunggu episode berikutnya ya Prof, seperti kapan sih saat yang tepat anak dikasi obat cacing, ibu mertuaku sibuk nyuruh aku ngasi cucunya obat cacing *kan aku jadi curhat haha.



Sukses terus Nutricia Sarihusada!
Semoga bermanfaat yah! Salam sehat untuk Si kecil!


14 comments

toos..saya juga sering home treatment dulu. oh iya, untuk rotavirus sekarang sudah ada vaksinya juga mba. :)

Reply

Waktu anak masih balita aku paling khawatir sama yang namanya diare dan panas. Terlebih diare ini suka rewel kan. Trus kalo kata ortu dulu anak diare tuh biasa, mau pinteer, haduuh *curcol deh hahaa

Jaman sekarang mah banyak ilmunya yaa, edukasi, seperti Nutricia Sarihusada yang pastinya buat mahmud2 buat nambah pengetahuan

Reply

Diare memang ga boleh disepelein. Yang dewasa saja bahaya apalagi anak-anak ya, Mbak.
Kalau dengar diare pada bayi ini aku selalu keingat almarhum ponakanku yang terlambat diobati diarenya. Orangtuanya maksa nunggu pagi baru dibawa ke dokter. Akhirnya enggak tertolong lagi.

Reply

Waktu masih kecil, anak saya pernah terkena diare parah sampai badan kayak tinggal kulit ma tulang. Padahal tadinya gemuk. Saya kurang tau juga penyebabnya karena saat mulai diare, pas saya lagi di rumah sakit karena melahirkan. Alhamdulillah bisa sembuh. Tapi memang waktu itu kasihan banget lihatnya

Reply

Diare memang termasuk penyakit yg ringan tp kl enggak crpat ditanganin jd berbahaya. Bahayanya krn kl sdh dehidrasi jd kena ke otak

Reply

Benar banget mbak. Penyakit apapun itu baiknya jangan disepelein. Periksakan baik-baik. Apalagi kalau terjadinya pada anak.

Reply

Wah, kakak... Dirimu orang Medan kah? *salfok ke logat bahasanya. Haha.
Diare emang bikin waswas Mba. Pd org dewasa aja kita kuatir, apalagi jika terkena baby, balita atau anak2 ya.
Ga bisa dianggap enteng emang.
Tulisan informatif yang kudu dibaca ibu2 nih, biar ngeh dan ngurangi rasa kuatir ya. :)

Reply

Wah lengkap ulasannya jadi banyak tahu tentang diare moga2 anak2 jangan sampai kena

Reply

Bener banget, jadi teringat cerita tante,teman-teman yang anaknya meninggal karena dehidrasi efek diare

Reply

Diare pada orang dewasa aja kadang udah mengganggu aktivitas banget ya mbak, apalagi pada anak-anak. Tapi sayangnya masih banyak masyarakat kita yang meremehkan diare pada anak-anak. Perlu sosialisasi lebih lanjut di masyarakat kita.. ^^

Reply

eh ga boleh ya minum teh pahit saat diare? ini untuk anak-anak saja atau untuk dewasa?

Reply

Anak saya dulu sering banget diare karna nggak cocok susu. Tapi alhamdulillah setelah berhenti minum susu gak diare lagi. Ternyata dampaknya berat ya kalau sering diare. Thanks for share ya mbak,bermanfaat sekali

Reply

diare pada anak bukan hal yg bisa disepelekan
banyak kasus penyakit yg lebih parah bisa ditimbulkan bermula dari diare ini :-(

Reply

harus waspada selalu nih kalau si kecil lagi diare apalagi untuk moms seperti saya..

Waspada Diare

Reply

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.