Menu
/

Usai melahirkan, aku pikir sudah memiliki bekal cukup dalam mengasuh bayi, ternyata tidak. Ada banyak hal yang pada akhirnya aku pelajari lagi saat Khalil lahir, salahsatunya tentang alergi.

Sekilas aku tidak begitu memiliki kondisi alergi yang berarti, tapi setelah ditelisik lagi, aku dan keluargaku punya riwayat alergi hampir mendekati parah. Mamakku alergi debu, kalau sudah begitu efeknya akan alami sesak nafas ringan, kalau aku entah kenapa abis makan jamur crispi, dinding dalam mulutku kiri atau kanan, biasanya akan mengalami kebas, membengkak, tapi sebentar saja, setelah itu kempis sendiri.

Atau alergi sabun tertentu yang dapat menyebabkan jari jemariku memerah panas dan mengelupas sedikit di sela-sela pinggir kuku. Jika musim puanaass pooll, nah jidat bisa rame kedatangan biang keringat, mungkin mereka mau reuni kali yak wkwkw.

Nah, abis melahirkan Khalil yang saat itu kurasakan hanyalah kebahagiaan luarbiasa sebab resmi jadi mamak-mamak, namun kebahagiaan itu berlangsung dua bulan saja, selebihnya full of drama menghadapi bayi yang gak jelas menangis karena apa tiap pagi dan sore.

Aku gak kepikiran sama sekali tentang alergi yang bisa dialami bayi. Sehingga demi mempertahankan agar ASI mengalir lancar jaya, maka aku konsumsilah segala macam makanan dan minuman yang bisa nge-boost ASI-ku.

Mulai dari konsumsi segelas jamu kunyit dan susu pada pagi hari, kemudian makan nasi, udah gitu minum yoghurt, lalu makan sekilo kacang rebus di siang hari, jelang sore minum air kacang hijau.
Belum lagi abis melahirkan aku mengalami konstipasi yang dahsyat T_T bayiku nangis luarbiasa seperti kelihatan tampak sulit untuk buang angin. MasyaAllah, gak tau dah harus bilang apalagi waktu itu huhu. Terseksaaa...

Ternyata apa yang dikonsumsi busui dalam jumlah banyak, secara gak langsung dapat mempengaruhi pencernaan bayi. Karena pencernaan bayi belum berkembang semua fungsinnya, maka ada beberapa   nutrisi yang belum bisa secara sempurna dicerna, termasuk protein dari susu yang dikonsumsi si ibu, sehingga perut bayi kembung.

Setelah drama kolik dan alergi protein susu sapi pada Khalil berakhir karena emaknye stop konsumsi susu beserta turunannya lalu rajin lakukan pijat ILU, apakah kisah perjalananan menjadi ibu kembali menyenangkan ?

Hohoho, tentu saja tidak, usia 4 bulan, Khalil alami infeksi telinga, kulit tampak keluarkan bintik merah tapi bukan biang keringat, dan oleh bidan hal ini disebabkan karena mi instan yang dimakan emaknya. Ya Allah, padahal makannya dikit doang T_T

Setelah beberapa hari, alhamdulillah bintik merah hilang, namun infeksi telinga berlanjut, usia 5 bulan, Khalil terpaksa dilarikan ke spesialis THT, infeksi khawatir makin berlanjut, dan setelah dibawa ke dokter, emang sudah parah T_T

Masuk masa MPASI, drama alergi makin sering bermunculan. Apalagi saat aku kasi makan pakai ikan Salmon, nah yang herannya alerginya itu muncul ruam di bokongnya, seperti ruam popok tapi gak hilang meski sudah 3 hari.

Pesan nih untuk para mamah muda, jangan cupu banget ya kayak aku huhu. Di tahun pertama kehidupan bayi, memang rentan sekali kejutan, yang buat mamaknya panique.

Baca : Jangan Remehkan Gejala Alergi yang Menyerang Anak

World Allergy Week 2018 

Dulu aku anggap sepele alergi, alah alergi doang bukan penyakit jantung kok, pake salep gatel juga ntar sembuh. Namun, dari yang remeh temeh inilah, dari harga pengobatan yang seharusnya dapat ditekan, kalau kita sadar lebih dini, tetapi jika pingsan terlalu lama terhadap betapa bahayanya alergi yang diabaikan pengobatannya, maka bersiaplah untuk membayar mahhhaaall.

Karena ribet, bahaya dan mahalnya efek dari alergi ini, maka alergi telah menjadi permasalahan yang dipikirkan oleh umat manusia sedunia, itu sebab ada kampanye seminggu memperingati bahaya alergi atau World Allergy Week.


World Allergy Week adalah program tahunan yang diinisasi World Allergy Organization (WAO), wow ternyata urusan alergi doang ada organisasinya?

WAO yang awal berdirinya menggandeng berbagai kelompok seperti dokter, medical educators, pasien, pembuat kebijakan, masyarakat pemegang otoritas di bidang kesehatan melakukan pendekatan untuk bersama meningkatkan kesadaran tentang penyakit alergi.

Organisasi ini melakukan kampanye dengan berbagai  kegiatan edukasi, mengadakan pelatihan sumber daya manusia untuk ahli dalam  mendiagnosis alergi, manajemen pencegahan dan pengobatan alergi yang prevalensi kejadiannya termasuk tinggi di seluruh dunia.

Awalnya tahun 2005 WAO menjadi tuan rumah hari alergi sedunia, lalu agar kampanye ini tersebar lebih luas lagi,  maka kampanye gak cukup sehari dalam setahun. Oleh dewan direksi WAO disetujuilah tahun 2011 sebagai pembentukan World Allergy Week.

Ada banyak cara untuk terlibat dalam kampanye ini. Setiap tahun WAO menerima banyak kiriman cerita, rekaman audio dan video, rilis berita dari berbagai program  dan kegiatan yang diadakan secara lokal, nasional maupun regional oleh partisipan baik yang individual maupun kelompok, seperti yang dilakukan Morinaga.

Tahun ini World Allergy Week diselenggarakan pada 22-28 April 2018 lalu dengan fokus  tema : Dermatitis Atopik atau Eksim.

Dengan semangat yang sama, Morinaga merasa terpanggil untuk berpartisipasi dalam kampanye ini sehingga setiap tahunnya aktif mengadakan program Parenting Seminar  berskala nasional agar pemahaman ayah bunda tentang alergi dan penyakit lainnya jadi meningkat seperti yang telah diadakan pada awal Mei lalu.



Terkait dalam rangka World Allergy Week jelas Dewi Angraeni selaku Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals selain mengadakan seminar nasional, Morinaga juga menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnosa dan tindakan pencegahan alergi.

Kenapa Sih Alergi Aja Bisa Jadi Urusan Orang Sedunia?

Jika sudah pada baca postinganku sebelumnya, dan aku cukup lengkap bahas alergi disana, pasti paham banget kenapa urusan alergi aja sampe ada organisasinya.

Alergi adalah reaksi kekebalan tubuh yang gak normal dan merugikan tubuh. Pemicu alergi atau disebut alergen ada dua faktor, eksternal seperti lingkungan yang terlalu kering, debu, serbuk bunga, asap rokok dll, dan faktor internal, yakni makanan.

Ibarat hujan, yang kedatangannya diawali dengan mendung, begitu juga alergi. Gejala alergi dapat berupa gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, dan yang paling nampak terjadi adalah gangguan  kulit, seperti bentol, gatal/ruam kulit, eksim.

Nah gejala yang mengenai kulit ini lah menjadi fokus topik dunia di event World Allergy Week 2018 atau dikenal dengan istilah Dermatitis Atopik atau Eksim.

Dermatitis Atopik atau Eksim adalah penyakit radang kulit, tidak menular, namun bisa kambuh secara berkala, bahkan dapat berada dititik kronis.

Umumnya, kejadian dermatitis atopik dialami si kecil sebelum usia 1 tahun dan prevalensi bayi yang memiliki jenis kulit yang rentan ini diperkirakan mencapai 10-20 %, wow tinggi sekali ya, sedangkan hanya 1-3% terjadi pada orang dewasa. Alergi di kulit ini bisa hilang atau bahkan muncul lagi.

Penyebabnya apa, kok bisa bayi baru lahir yang idealnya belum terpapar apapun sejak dalam kandungan, nah ketika lahir justru mengalami banyak masalah seperti harus menanggung hutang negara *eaaak ?

Lah yang mengandung anak siapa? Emaknye kan? Justru alergi yang dialami anak, faktor pencetus utama adalah bawaan dari ibunya, dan sampai sekarang penyebab Dermatitis Atopik yang lainnya belum dapat dipastikan, namun 50% berasal dari faktor eksternal seperti lingkungan yang kering, debu, bulu binatang, tumbuhan, serbuk bunga, iritasi pada produk pembersih misalnya sabun, deterjen, dll.



Faktor 50 % lagi adalah dari makanan, diistilahkan Teh Big 8 yaitu terdiri dari susu, ikan, telur, jenis seafood kayak udang, cumi-cumi, gandum, kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang pohon ( almond, cashew, hazelnut, walnut)`

Jika Dermatitis Atopik Diabaikan

Ada hal yang jika diabaikan justru bisa membuatnya semakin reaktif dan berakibat tidak baik, begitu juga dengan dermatitis atopik yang merupakan gejala awak alergi.

Bila tidak diatasi segera, dermatitis atopik dapat mengundang penyakit alergi lain seperti asma dan rinitis alergi. Aku hidup dikelilingi saudara yang memiliki penyakit asma, dan itu masyaAllah, sedih banget kalau asmanya kambuh, mana alat bantu bernapas berisikan obatnya sangat mahal, sehingga terpaksa menyewa. Kalau tempat sewanya dekat, Alhamdulillah, kalau jauh, gimana?

Baca juga : Siapkah Kita Menjadi Ayah Bunda Platinum?

Itu efek alergi dari sisi keuangan, sangat menguras kantong dan alokasi pengeluaran rumah tangga. Lalu dari sisi tumbuh kembang anak? Pastilah terganggu, anak jadi kesulitan bermain, belajar dan aktifitas yang menunjang stimulasi tumbuh kembangnya yang optimal.

Kemudian dari sisi psikologis orangtua, karena kelelahan mengurus anak yang alergi, orangtua jadi lebih gampang marah dll, komunikasi dengan pasangan jadi berantakan T_T , sedangkan dari sisi psikologis anak juga gak jauh menderita, turunnya rasa percaya diri, tidak ceria, teman menjauh dan lain lain.

Sekilas alergi ini sepele ya, tapi efeknya Subhanallah, jangka panjang T_T

Apa Solusi untuk Anak Alergi? 

Kabarnya Dermatitis Atopik tidak dapat disembuhkan, taaapii dapat dicegah dengan cara,

1.    Observasi dan catat apa saja faktor pemicu alergi anak
2.    Jika sudah mengetahui faktornya, maka hindari dan jauhkan anak dari faktor tersebut
3.    Konsultasi dengan dokter anak
4.    Memakai produk hipoalergenik yang tidak ada kandungan parfumnya

Kalau produk yang gak bisa dimakan anak bisalah ya dicari diantisipasi, lalu bagaimana dengan makanan, ya kali hampir semua makanan bergizi menyebabkan anak kita alergi terus gizi dan nutrisi anak darimana dong? Apalagi susu ya, yang penting untuk nutrisi di masa pertumbuhannya? Apakah mungkin gak minum susu?

Dilema semua orangtua pastinya ya, termasuk aku waktu itu huhu. Sampai putar otak, bahan makanan apalagi lah yang harus aku makan, atau saat dia MPASI suka nge blank kalau belanja ke warung dan di depan dapur, masak apaaa untuk bayiku ?

Susu atau alergen protein susu sapi, jelas Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Guru Besar Bagian Anak Alergi dan Immunologi dari RSCM/FKUI, menjadi pencetus paling umum di dunia yang angka kejadian menjadi 2 sampai 7,5 % yang 0,5 % terjadi pada si kecil yang masih ASI Eksklusif. Salahsatu pencegahan alergi pada makanan dapat dilakukan dengan pengenalan berbagai jenis makanan sedini mungkin, jika bunda tidak dapat memberikan ASI, anak dapat diberikan susu formula khusus yang proteinnya sudah terhidrolisat parsial.

Dua tahun lalu pernah menghadiri seminar dengan dr. Zaki sebagai pembicara, beliau ternyata sudah kakek-kakek, pantas saja begitu berpengalaman, penjelasannya pun mudah dimengerti.

Ayo Bunda semangat, berpikir keras agar anak dapat asupan nutrisi tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Jika ada bahan makanan yang buat alergi, cobain lagi lain waktu, ganti dengan bahan makanan yang kira-kira kandungan nutrisinya sama agar kelak anak alergi tetap berprestasi.



Morinaga Allergy Solution

Kalau untuk bahan makanan ada buanyak penggantinya, namun kalau susu bagi bayi yang alergi protein susu sapi atau tidak mendapatkan ASI Ekskusif, Morinaga punya solusinya.

Dengan program Morinaga Allergy Solution, Morinaga hadir memberikan solusi alergi si Kecil, adapun sinergi nutrisi yang dikemas adalah hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre yang berpusat di Jepang.

Keunggulan Morinaga Allergy Solution 

Nah ada tiga keunggulan dari program Morinaga Allergy Solution:

1.    Solusi nutrisi untuk mencegah dan mengatasi alergi protein susu sapi
2.    Tersedianya produk nutrisi anak untuk usia 0-12 tahun
3.    Sinergi nutrisinya mencakup Brain care, Body Defense dan Body Growth



Bahkan menurut hasil survey sebuah lembaga jasa penyedia tester produk, apalagi kalau bukan Home Tester, 9 dari 10 ibu puas dan merekomendasikan Chilkid Soya sebagai solusi terbaik alergi dengan nutrisi yang kaya dan setara kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang si Kecil.

Morinaga Allergy Week 2018

Sepanjang aku jadi mamak-mamak, mungkin ada beberapa kali aku ikut event Morinaga, dah bisalah aku disebut Bunda Morinaga ya hehe, ternyata belum tentu juga haha.



Program Bunda Morinaga sendiri adalah sebuah program edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya pemahaman alergi si Kecil serta memberikan dukungan edukasi pada para Bunda untuk selalu mandiri, karena ungkap Helly Oktaviana selaku Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals, dibalik setiap anak mulitalenta ada Bunda Morinaga yang hebat.

YEAY Alhamdulillah!

Oiya, selain gencar dan rutin mengadakan seminar edukasi seputar alergi sampai aku perlahan jadi melek semelek meleknya tentang alergi ini, Morinaga terus melengkapi website www.cekalergi.com yang bermanfaat banget. Ayah Bunda bisa mengakses informasi all about allergy via situs tersebut.

Cerita dari Unboxing Morinaga Allergy Week


Pas kotak gede dan merah merona ini diantar ke rumah, Khalil senang sekali, begitu tidak sabar ia ingin tahu apa isi di dalamnya, sampai ia buka bungkusan coklat, dan etdah ada bubble wrap, wkwkw
Baru deh setelah beberapa hari kita buka kotaknya. Dan ini video unboxingnya...





Morinaga ChilKid Soya

Dalam kotak Morinaga ChilKid Soya isi 300gr, terdapat sendok takar warna hijau. Terus Khalil ingin segera mencobanya, just try and taste.










Bedanya susu yang sudah terhidrolisat parsial begini selain diperuntukkan untuk anak dengan indikasi intoleransi laktosa, menderita galaktosemia dan intoleransi protein susu sapi adalah dari soal rasa, rasa susunya tidak begitu manis, persis rasa susu kedelai.

Dan pemberian susu ini tetap harus berdasarkan diagnosa dokter anak bahwa si Kecil memang positif terindikasi salahsatu poin yang aku tuliskan di atas.

Morinaga ChilSchool Soya





Sekilas Tentang Morinaga


Ternyata Morinaga adalah brand produk nutrisi di Jepang dan telah kerjasama dengan PT Kalbe Nutritionals pada tahun 1986 dalam hal formulasi, produksi dan menjual produk Morinaga di Indonesia.



Ada banyak penelitian yang dilakukan Morinaga Nutrition Research Center di Jepang khususnya pengembangan nutrisi anak berkualitas dengan inovasi unggulannya yakni Formula Platinum.

Nah adapun visi Morinaga, nourishing the platinum generation for platinum nation, Morinaga punya komitmen tinggi terbukti dengan tidak henti meluncurkan inovasi produk nutrisi. Kalau generasi sudah unggul tentu membangun negara yang unggul pula bukan satu hal yang mustahil.

Untuk info lebih lanjut seputar Morinaga, Ayah Bunda dapat akses dan follow semua sosmednya,

Facebook : Morinaga Platinum
Instagram : @morinagaplatinum
Twitter : @MorinagaID
Youtube : MorinagaPlatinum

Semoga bermanfaat dan tetap semangat mendampingi si Kecil!

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.