Menu
/
Sebenarnya minat baca buku kita tinggi, yang rendah adalah daya tahannya
-Kak Awam Prakoso, Founder Kampung Dongeng- 



Sudah sejak lama aku mengazamkan diri, kelak bila punya anak, aku akan mengelilinginya dengan buku, buku dan buku.

Alhamdulillah perlahan sekarang terwujud. Sedini mungkin aku perkenalkan Khalil pada buku, karena aku tahu manfaatnya buanyak, sehingga aku semangat sekali. 

Awalnya baca buku suka-suka bahkan aku suka overbudgeting ketika belanja buku Khalil, namun belakangan mulai menahan diri. Dulunya buku yang ideal itu ya buku impor, akhirnya dompet teriak. Dan aku dapat insight.

Anak gak peduli soal harga buku, yang penting untuk usia dini, sebaiknya buku kayak akan ilustrasi, berbekal informasi tersebut, aku menurunkan standar ideal buku untuk Khalil. Beberapa kali intip lapak buku murah didagangan online teman. Alhamdulillah dapat buku murah berkualitas bahkan dibaca Khalil sampai lecek.

MasyaAllah sesungguhnya menstimulus anak suka baca itu mudah, dari habit orangtuanya juga pengaruh banget selain itu ya dibiasakan. Yang seperti aku sebutkan sebelumnya, dulu baca buku suka-suka, sekarang kami ada waktu wajib baca buku, yakni sebelum tidur. Gak usah lama-lama cukup 15 menit saja tapi pastikan gak ada lagi hal yang mendistorsi waktu intim orangtua bersama anak saat baca buku. Kita tebus waktu akan perhatian yang terbagi di siang hari dengan baca buku sebelum tidur di malam hari. 

Jangan kaget jika anak udah kesenangan baca buku, membuatnya untuk berhenti akan sulit sekali bahkan kita harus siap jika anak minta baca buku yang sama lagi dan lagi tiap malam, harus siap menahan kantuk ketika anak minta dibacakan buku, jangan patahkan semangatnya minta dibacakan buku, kelak kita akan merindukan momen tersebut huhu. 

Kemudian, sebelum tahu bahwa membacakan anak buku saja ada ilmunya, ya aku bacakan buku untuk anak dengan improvisasi seperlunya, namun di dunia storytelling, bacakan anak buku ada ilmunya. 

Ini Dia 7 Hal yang Harus Dilakukan Saat Bacakan Buku Untuk Anak

1. Posisi Badan 
Demi kesehatan posisi tulang punggung dan kebaikan mata anak, ketika baca buku dalam posisi duduk bersila, punggung belakang tegak, dan senyamannya.

2. Jarak Buku ke Mata
Jarak buku ke mata yang dianjurkan adalah 30 cm

3. Orangtua Baca Buku Lebih Dulu
Sebaiknya orangtua baca buku anak terlebih dahulu, agar bisa merencanakan improvisasi apa yang diperlukan agar anak tertarik dan semangat mendengarkan orang tua.

4. Bacakan Data Buku 
Sebelum mengetahui ilmu storytelling, gak pernah terpikir bahwa sebelum bacakan buku ke anak mestilah bacakan data bukunya. Ajak anak untuk menceritakan gambar sampul bukunya jika itu buku baru yang akan dibaca. Adapun data buku yang dibaca seperti, judul, penulis, dan penerbit. 
Mengapa penting? Karena  secara gak langsung kita mengajarkan anak untuk menghargai karya orang lain, kelak dia tidak jadi pribadi plagiator, huhu naudzubillah ya Nak jangan sampe deh.

5. Ajak Anak Menceritakan Sampul Buku
Hal ini melatih kemampuan imajinasi anak dan kemampuan mengemukakan pendapatnya. 

6. Mainkan Ekspresi dan Intonasi Suara Orangtua Saat Baca
Gak perlu yang ala-ala pendongeng pro kok haha, senaturalnya Ayah Bunda. Begitu aja anak udah senang banget, sebab anak makhluk perasa, peka banget  kapan Ayah Bundanya memberikan perhatian penuh pada si kecil. Mainkan 3 suara yang berbeda, ^^ kegiatan ini menciptakan bonding dan kenangan indah di memori anak, MasyaAllah ^^

7. Letakkan Kembali Buku Ke Rak 
Meskipun buku hanya benda, mari ajarkan anak untuk menghargai ilmu dari buku. Caranya dengan biasakan anak meletakkan buku kembali ke rak usai dibaca. 

Selamat Membacakan Buku untuk Ananda ya Ayah Bunda ^^
Semoga Bermanfaat 

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.