Menu
/
Orangtua yang bahagia akan hasilkan anak yang memiliki ketahanan terhadap stres dan tantangan di masa depan
-Psikolog Elizabeth Santosa-

Ketika diskusi di Kelas Komunikasi Pengasuhan Anak bersama Emak Safithrie semua sibuk mengulik inner child di dalam diri peserta masing-masing, begitu juga aku.

Seketika aku dibawa mesin waktu dan kembali ke masa TK dan SD. Ada satu hal yang aku sadari disana, ternyata aku memiliki orang tua yang super duper bahagia meskipun keadaan kami semakin aku dan adik-adikku besar justru semakin menyedihkan, ya namanya hidup, berputar euy.

Aku hidup dalam dua pola asuh, pola asuh kedua orang tuaku dan pola asuh nenek. Aku ceritakan pola asuh kedua orangtuaku aja ya haha. Aku adalah anak sulung, adikku empat orang.

Orangtuaku saat itu adalah pengusaha alias berjualan kebutuhan sehari-hari, buka warung kelontong gitu. Jadi wajar ya masa kecilku bahagia, karena dikelilingi oleh jajanan setiap hari, yuhuuuu...mau snack ini tinggal ambil, snack itu tinggal makan.

Aku punya mama yang bijak, cerdas, suka masak dan ada beberapa masakannya yang membuat aku terkenang-kenang bahkan setahun pertama aku menikah, gak pernah memukul, paling banter nyubitlah -_-“, habisnya aku gagal terus menulis angka 8, haha. Oiya,  hobi mamaku yang lain adalah bercerita.

Kalau ayahku itu ceria, hobi nukang, pekerja keras, lembut, gak pernah pukul, hobi langganan koran, doyan ikut undian berhadiah,  gak banyak bicara, tapi sekali ngomong kok langsung masuk ke alam bawah sadar gitu ya?

Aku dan mamaku serta adik-adik sering habiskan waktu dengan bercerita di tempat tidur, mama selalu cerita perjalanan dia ke Malaysia dan membuatnya gak ingin pulang saat itu, ya kalau gak pulang, aku dan adik-adikku gak bakalan ada lah wkwkw. Mamaku juga gak banyak melarang, aku belajar freedom with limit salahsatunya dari mama, sehingga aku tumbuh jadi anak yang ‘lasak’ , maksudnya suka berkegiatan.

Begitu juga dengan ayah, satu kenangan bersama ayah kami suka naik beko lalu ayah angkut kami, ya ampun itu kami senangnya kebangetan haha. Hobi aku membaca dan menulis juga dari ayah. Ayah yang suka berlangganan koran dan membelikanku majalah anak-anak. Ayah juga suka ikut kuis berhadiah, kebiasannya nular ke aku, apalagi sejak Instagram heittsss, beberapa giveaway aku selalu ikut, jiwa kuter ya kuis hunter.

Begitulah kenangan manis masa kecil yang aku ingat sampai sekarang, masyaAllah. Nah efek dari pola asuh orangtua ku itu, apalagi aku anak sulung, aku berasa jadi anak yang tangguh dan sedikit keras kepala, aku tahu apa yang aku mau, walau ada beberapa yang aku dan orangtua gak izin, berakhir gak barokah ujungnya. Dari situ aku belajar, ridho orangtua itu yang utama.

Bagaimana Membesarkan Anak yang Bahagia?

Khalil, lebih suka main dengan Ayah Bunda atau nonton TV’, tanyaku pada Khalil di dalam kemah sederhana yang kami buat 
Main dengan Ayah Bunda, jawabnya dengan mata berbinar
Alhamdulillah, kataku dalam hati. Ah saat anakku menjawab itu, aku gak akan melupakan tatapannya yang syahdu dan penuh pendar cahaya di matanya, ‘main dengan Ayah Bunda’ aaaak.

Soalnya aku sempat deg deg an, gimana kalau dia jawab, nonton TV huhu, langsung deh melow merasa bersalah jadi orangtua.

Entah kenapa aku sering punya prasangka, anak aku bahagia gak ya memiliki orangtua seperti kami huhu ?

Nah, pas lagi galau pas aku dapat kesempatan hadir  di Nestlé LACTOGROW Grow Happy Parenting Workshop yang menghadirkan psikolog dan dokter spesialis anak di Bel Mondo Cafe, Rabu 14 Nopember 2018.

Dengan nuansa biru putih ditambah dengan hiasan bunga segar di meja dan terselip mawar warna biru, masyaAllah, desain acara begini aja udah bikin bahagia, apalagi kalau udah acara dimulai yak.
Gak berapa lama acarapun dimulai, tampil sebagai pembicara pertama adalah Mb Pramudita Sarastri selaku Brand Excecutive Nestlé LACTOGROW. Mb Dita sebaik masuk langsung nanya,

Kebahagiaan itu apa sih?

Pertanyaan simpel, yang kadang kita suka mikir jawabnya, dan bikin terdiam lama, hehe. Inti bahagia adalah bersyukur ^^. Ternyata dari awal tahun Nestlé LACTOGROW melakukan studi tentang



Dari studi yang dilakukan pada Maret 2018, kepada 370 orangtua yang memiliki anak usia 2-5 tahun yang tersebar di 6 kota besar di Indonesia, dapatlah hasil penelitian ketika menilai karakteristik kebahagiaan anak,


Padahal menurut


Fakta yang membahagiakannya lagi, ternyata orangtua masa kini paham bahwa anak yang bahagia adalah saat anak bermain bersama orangtua. Namun keterlibatan orangtua yang seperti apa yang buat anak bahagia ya? Simak terus tulisanku ya Parents!

Kemudian Mb Dita ngasi pertanyaan lagi

Seberapa Penting Kebahagiaan Anak?

Ya penting bangetlah

Menurut kita hal apa saja yang membuat anak kita bahagia?

Hal paling sederhana aja deh, nonton televisi, hampir semua anak suka nonton TV. Pada saat nonton TV, apakah kita total terlibat menonton bersama anak? Apakah kita tahu siaran apa yang disukai anak? Siapa saja tokoh-tokohnya ? Bagaimana ceritanya ? Apakah baik untuk dilihat untuk anak?

Apakah nutrisi berperan dukung anak tumbuh bahagia?

Sangat berperan, maka selain orangtua tahu apa yang masuk ke otak anak, begitu juga dengan yang masuk ke perut anak. Dengan begitu, fakta yang ada berikut gak perlu terjadi,


Kemudian, fakta yang diperoleh lagi tentang kebahagiaan, beberapa tahun belakangan ilmuwan dalam bidang sosial menemukan isitilah happiness gap, yang artinya kesenjangan kebahagiaan, kira-kira begitu.

Sebab untuk di Indonesia sendiri, parents yang tinggal di desa lebih bahagia daripada di kota, begitu juga dengan keterlibatan orang tua yang tinggal di desa lebih baik daripada porsi keterlibatan orangtua perkotaan.

Simpulannya, stimulasi udah oke, nutrisi terpenuhi dengan tepat, nah kebahagiaan anak akan tumbuh dengan terlibatnya peran orangtua secara penuh dan sadar untuk anaknya.

Seperti pesan Titi Kamal, artis yang juga orangtua dari Juna serta brand Ambassador Nestlé LACTOGROW

Pesan penting yang sangat saya ingat dari ayah saya adalah dalam hidup goal-nya bukan jadi kaya tapi jadi bahagia dan tumbuh dalam kasih sayang. Karena itulah saya ingin menanamkan hal tersebut pada anak-anak saya, ingatan Juna bagus banget, saya ingin dia selalu ingat masa kecilnya yang bahagia

Wah Mbak Tikam, aku noted banget ini pesan ayahnya huhu. Dan memang pengasuhan itu adalah tentang membentuk kebiasaan dan meninggalkan kenangan baik untuk anak kita, begitu kata Psikolog Elly Risman.

Melihat tantangan orangtua saat ini, jadi inspirasi Nestlé LACTOGROW untuk membantu orangtua dengan menggelar workshop Grow Happy Parenting dan membahas tiga hal yang aku sampaikan diawal sekali.

Pada  kesempatan yang sama pula Nestlé LACTOGROW juga mengenalkan tampilan baru produknya yang sudah diperkaya dengan,

Melalui kampanye Grow Happy, Nestlé LACTOGROW sangat berharap semoga orangtua bisa menerapkan kemampuan untuk membangun kebahagian dirinya sendiri agar bisa mentransfer bahagianya kepada anak dan keluarga serta dapat menyajikan nutrisi optimal bagi anak untuk tumbuh bahagia.

MasyaAllah, jadi hempaskan pola pikir, bahwa biar aku menderita asal anakku bahagia, yang ada, orangtua dan anak huarruusss sama sama bahagia. Setuju?

Praktik Jadi Orangtua Bahagia Bersama Psikolog Elizabeth Santosa

Senangnya ke event parenting seperti ini, bisa bertemu dengan para ahli dan konsultasi gratis hehe.

Tampil sebagai pembicara kedua adalah Elizabeth Santosa, Mpsi, Psi, SFP, ACC. Bu Eli seger banget, gak nampak kalau sudah punya anak tiga.

Kenapa Penting untuk Anak Tumbuh Bahagia?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, aku mau ngajak pembaca kenalan dengan satu sistem di otak kita yang bernama sistem limbik atau limbic system.

Sistem limbik terletak di tengah otak dan membungkus batang otak, bentuknya seperti kerah baju dan kata limbik sendiri dari Bahasa Latin yang artinya kerah.

Komponen limbik ada hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks limbik.

Dalam Sistem Limbik semua emosi dikendalikan, mengatur kerja organ vital,  keinginan makan dan minum,  mengatur produksi hormon, metabolisme, bahkan tempat penyimpanan memori jangka panjang.

Sistem Limbik disebut juga alam bawah sadar. Saking pentingnya peran sistem limbik ini, Allah ciptakan ia jauuuuh tertanam di dalam otak, agar aman dan terlindungi.

Pada sejak janin Sistem Limbik mulai berkembang dan pada usia kurang dari 7 tahun, Sistem Limbik berkembang sangat pesat. Akankah kita orangtua menyia-nyiakan kesempatan emas ini?

Lalu kaitannya dengan jawaban pertanyaan diatas apa?

Kaitannya adalah jika kita membesarkan anak yang bahagia dengan memenuhi kebutuhan sistem limbiknya dengan tepat makan akan banyak pengaruh positif yang anak peroleh sepanjang hidupnya.



Mindfulnes Parenting : Sebuah Solusi

Sadar gak Parents, kesibukan kita selama ini baik mulai dari buka mata sampai menutup mata gak ada jeda nya, serba auto pilot! Padahal ada makhluk bernama anak yang secara gak langsung meskipun ia sudah gak bayi lagi tetap membutuhkan orangtua nya dalam keadaan penuh kesadaran sebagai orangtua.

Menurut psikolog dan psikoterapis, Corinne Sweet, mindfullness berarti kita sadar sepenuhnya keberadaan diri kita. Kita sadar bagaimana perasaan kita, apa yang dipikirkan, diinginkan, dilakukan, dll.

Dalam konteks sebagai orangtua, mindull parenting artinya kita udah gak reaktif lagi merespon tingkah anak, kita tahu apa yang harus dilakukan, termasuk ketika memutuskan untuk terlibat secara utuh saat bersama anak.

Sebelum menutup pemaparannya, Bu Eli memberikan tips bagaimana jadi memanggil bahagia, jika sewaktu waktu diperlukan. Karena kebahagiaan itu perlu dipelihara, kebahagiaan itu perlu dilatih.

Dopamine

Untuk bahagia, kata Bu Eli, ada templatenya. Bahagia itu bersyukur, syukur itu harus sesuatu yang baru.

Di rumah Bu Eli ada 3 jar yang berisikan catatan syukur setiap hari, dan jar ke 3 hampir penuh.

Misal, hari ini rampung menuliskan satu artikel blog tentang bahagia, masukin kertasnya ke jar.

Kalau kami disuruh menulis hal ini waktu workshop, haha, dan aku maju untuk presentasi hal receh yang buat aku bahagia sebulan lalu.

Serotonin

Hormon serotonin dapat diperoleh dari berjemur di sinar matahari pagi, menolong orang lain, dan mencintai diri sendiri.

Lalu peserta diminta isi pertanyaan yang  berkaitan dengan diri sendiri. Dan Mba Uut tampil memperagakan gerakan saat dia aktif nge model dulu hihi.

Oxytocin

Hormon oksitosin dipanggil dengan berpelukan sebanyak 8x sehari, hubungan suami istri, berbagi cerita

Endorphine

Hormon yang sifatnya meredakan rasa sakit. Hormon ini bisa diperoleh dengan makan pedas dan olah tubuh alias bergerak.

Peserta pun diminta maju ke depan dan menirukan gerakan di video Ellen and Michelle Obama Break It Down.

Gak berasa sesi Bu Eli cepat banget, pengen dibahagiakan lagi oleh Bu Eli *halaah wkwkw, thanks Bu buat sharingnya ^^

Kadang gak tau manggil bahagia itu gimana, ternyata dekat sekali ya dengan keseharian kita.

Mempersiapkan Kesehatan Pencernaan Anak Demi Masa Depannya

Pembicara ahli berikutnya yang tampil adalah dr. Fatima Safira Alatas, Ph.D, Sp.A (K). Bu dokter ini seperti keturunan arab, manis ^^

Pencernaan, kata Bu Safira merupakan otak kedua dalam organ tubuh manusia. Hampir 80% sistem imun ada di saluran cerna yang jika dibentangkan, ukurannya dapat menyamai ukuran lapangan tenis dengan luas 300 meter persegi.

Saluran cerna sudah terbentuk bahkan sejak janin, itu sebab ada program 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), nah asupan nutrisi di masa ini sangat menentukan asupan nutrisi anak di masa berikutnya.

Dan betapa ASI menjadi sumber nutrisi tepat diawal kehidupan seorang anak. Pernah seorang dokter anak bilang, alokasikan uang untuk membeli bahan makanan sehat di 2 tahun pertama kehidupan anak kita, lupakan sejenak kredit motor, dan kredit kredit lainnya, haha.

Beginilah ilustrasi, mikrobiota di usus terkoneksi dengan otak. Jadi, sekarang paham ya Parents, ketika kita cemas dan stess, bawannya mau mules terus wkwkw


Bagaimana jaga saluran cerna anak agar sehat?

Pada bayi dengan pemberian ASI, yang nanti akan membentuk lingkungan asam usus besar dan kondisi ini adalah tempat ideal bagi ternak bakteri baik dalam usus anak. Manfaat ASI juga gak diragukan lagi.

Saluran cerna anak yang sehat, bukti penyerapan nutrisi anak berjalan baik. Berikut tips jaga saluran anak yang berarti harus jaga keseimbangan mikrobiota usus.



Dari tadi ngobrolin mikrobiota usus, hehe, nah bakteri baik yang berperan di usus ada namanya probiotik.



Manfaat Probiotik ada banyak : 



Saat mendengarkan sesi Bu Safira, aku asik elus perut haha, tahu banget bagaimana menghadapi anak yang sakit perut, soalnya Khalil waktu bayi pernah alami kolik huhu.

Sebelum mengakhiri pemaparannya, Bu Safira sampaikan catatan berikut,



MasyaAllah, workshop hari itu berfaedah sekali, berkah ilmunya untuk para pembicara, dan untuk penyelenggara, semangat terus menebarkan kebahagiaan kepada seluruh keluarga Indonesia.



Let’s Grow Happy Together!

Semoga bermanfaat! 

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.