Menu
/

Sumatera Utara, semakin aku mengenal provinsiku semakin aku bangga tinggal di Tanah Deli ini. Dengan luas daratan 71.680 km2, Sumatera Utara terkenal luasnya perkebunan sejak dulu hingga kini. Baik dikelola perusahaan swasta maupun negara. Hasil perkebunan menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia.

Provinsi Sumatera Utara kini memiliki jumlah penduduk 14 juta dengan Kota Medan sebagai pusat pemerintahan. Dulunya kota ini merupakan kota perdagangan bahkan sampai sekarang, sehingga Kota Medan disebut juga The City of Trader.

Nah, berbicara mengenai perdagangan khususnya yang terjadi antar daerah di Sumatera Utara, pada Rabu 20 Maret 2019 bertepat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Lt.2, aku menghadiri undangan dari Forum Merdeka Barat 9 Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia atau disingkat FMB9.

Sekilas Tentang Forum Merdeka Barat 9

Forum Merdeka Barat 9 atau FMB9 itu apa? Kepo ya? Iya kepo banget, apalagi aku haha. Ternyata FMB9 adalah forum resmi pemerintah hasil inisiasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia atau KEMENKOMINFO RI.

Forum ini menyampaikan informasi strategis, kebijakan lintas sektoral dan klarifikasi isu yang berkembang di masyarakat melalui dialog langsung dengan menghadirkan menteri, pemimpin lembaga yang pada akhirnya jadi acuan informasi terpercaya ( fact checking ).

Aku baru tahu ada wadah diskusi begini, sehingga apa yang menjadi keresahan dalam masyarakat terkait segala kebijakan dan isu bisa dikonfirmasi dan diluruskan, hal ini sejalan dengan tagline FMB9, informasi akurat, data valid dan narasumber terpercaya.

More info tentang FMB9 follow akun IG: @fmb9.id , twitter: @FMB9ID_ , FB: @FMB9_Indonesia, Youtube: Forum Merdeka Barat 9

Kali ini FMB9 memfasilitasi diskusi dengan tema Arus Besar Hirilisasi Produk Daerah dan Perdagangan Antar Daerah di Sumatera Utara.

Agak berat memang, tapi pelan-pelan yok kita mencernanya.

Hilirisasi Produk Daerah 

Terkadang banyak kebijakan pemerintah yang gak sampe pesannya ke masyarakat sebab memakai istilah rumit, sehingga rakyat yang lemah daya tangkapnya, berusaha keras memaknainya, seperti aku ini wkwkw. Dan lalu aku mulai berandai, maunya istilah kebijakan dipaparkan dalam bentuk storytelling ala novel Harry Potter begitu pasti menyenangkan :-D

Mendengar kata hilirisasi aja kepalaku udah bertumbuhan tanda tanya. Oiya sebelum kepembahasan hilirisasi, kita membahas yang mudah dulu ya.

Ngobrolin perdagangan antar daerah tentu sangat kompleks, lah berdagang antar sodara aja udah ribet ini antar daerah, pastinya super ribet. Dan peran perdagangan ini berpengaruh besar terhadap angka Produk Domestik Bruto kita atau nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam periode tertentu yang nantinya berujung pada hitung menghitung pendapatan nasional, angka pendapat ini yang jadi penentu negara kita makmur atau gaknya.

Idealnya jika perdagangan antar daerah meningkat, tentunya produk daerah harus berkualitas dan maju juga dong. Jadi, bagaimana program hilirisasi produk daerah berjalan? Seperti apa strateginya?
Apakah berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar? Apa saja peran pemerintah daerah?

Menjawab semua pertanyaan tersebut, hadirlah sebagai narasumber Pak Iskandar Simorangkir sebagai Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, lalu Pak Rully Indrawan selaku Deputi Bidang Kelembagaan Kementeriaan Koperasi dan UKM RI, dan Ibu R. Sabrina selaku Sekretaris Daerah Pemprov Sumut.

Tepat pukul 10 pagi, pemaparan dari narasumber dimulai. Pak Iskandar tampil sebagai narasumber pertama yang menyampaikan pandangannya. Ada banyak data yang disampaikan Pak Iskandar terutama tentang penurunan proyeksi angka pertumbuhan ekonomi dunia yang dilakukan Bank Dunia pada akhir tahun 2018 dari semula 3 % menjadi 2,9%  pada tahun 2019.

Penurunan proyeksi ini dilakukan berdasarkan pertimbangan Bank Dunia terhadap melemahnya aktivitas perdagangan dan manufaktur dunia serta beberapa negara berkembang harus menghadapi tekanan pasar keuangan.

Sedangkan untuk angka pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan bertahan pada 5,2%. Wah, ini sebenarnya kabar baik. Disaat ekonomi dunia melemah, Indonesia justru tidak begitu terpengaruh dan bisa maksimal fokus pada pengelolaan SDA dan SDM nya agar berkualitas baik serta gencar dalam pembangunan infrastruktur.

Dalam hilirisasi produk daerah, ketersediaan infrastruktur yang memadai sangat penting agar mobilitas barang lebih cepat dan biaya logistik pun lebih murah, jelas Pak Iskandar.


Makna hilirasi produk daerah adalah kebijakan dan strategi dalam mengoptimalkan sumber daya alam daerah yang melimpah dan memproses bahan bakunya agar memiliki nilai tambah di dalam negeri sendiri. 


Saat mencerna makna hilirisasi ini aku sampai merinding, bayangkan sekian puluh tahun kita merdeka dari penjajah, lah yang benar aja jika sampai sekarang kita masih tidak berdaya mengelola apa yang menjadi milik kita. Sedih T_T

Menjalankan kebijakan amat sangat ideal ini bagi Indonesia khususnya Sumatera Utara yang luas begini pasti gak mudah, namun jika kita sama-sama berusaha baik pemerintah maupun rakyat, insyaAllah kita bisa!

Sikap Presiden Terhadap Kebijakan dan Strategi Hilirasi Produk Daerah

Sadar akan potensi besar perdagangan antar daerah, Presiden Joko Widodo dalam rapat koordinasi APPSI ( Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia ) di Surabaya pada Rabu, 22 Nopember 2017 sangat menekankan akan pentingnya koordinasi antar pusat dan daerah, daerah dengan daerah, agar manfaat dari perdagangan antar daerah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Presiden secara khusus memberikan mandat pada Kementerian Perdagangan untuk aktif lakukan konsolidasi dalam menangani perdagangan antar daerah.

Isi mandatnya adalah,

1.Menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok dan barang penting
2.Mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri
3.Meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan
4.Membangun dan merevitalisasi pasar rakyat

Untuk ekspor pastinya harus memastikan stok terbaik barang yang akan diekspor sudah melimpah dalam negeri, baru deh kalau ada lebihnya diekspor. Syedihnya kadang yang terbaik diekspor sampai ludes, dan rakyat malah dapat sisa-sisanya saja huhu, jangan sampai deh begitu.

Oiya Presiden juga menginstruksi gubernur tiap provinsi untuk melakukan penguatan pada lembaga usaha dan distribusi perdagangan antar daerah, karena faktanya tiap daerah punya potensi SDA beragam dan bisa jadi diperlukan oleh provinsi lain, dengan begitu akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat berjalan baik dan perdagangan antar daerah menjadi prioritas dong, gak hanya orientasinya ekspor keluar negeri doang.

Tujuan dari hilirisasi juga menaikkan nilai tambah suatu produk unggulan pada suatu daerah, nah kenaikannya bisa capai ratusan persen loh, misal nih kopi mentah dari Sumatera Utara perkilonya dihargai 10ribu. Ketika diolah dengan cara disangrai dan digiling dengan mesin penggiling, harganya naik jadi 300 persen dan jadilah produk kopi bubuk berkualitas, selain itu dalam proses penggilingan tentu butuh tenaga kerja sebagai operator, disinilah manfaat hilirisasi tadi, menyerap banyak tenaga kerja, belum lagi dalam proses pendistribusiannya, wah ternyata nikmat ya kalau kita pandai mengelolanya.

Koperasi Berkualitas dalam Mendukung Hilirisasi Produk Daerah, Bukan Mimpi

Pembicara selanjutnya ada Pak Rully yang meskipun dalam kondisi kurang fit tapi tetap semangat untuk hadir, saluuutt, semoga segera sembuh ya Pak.

Keberadaan koperasi sangat penting dalam berjalannya kegiatan perdagangan antar daerah. Dalam teori ekonomi pasar, koperasi menjadi sebuah organisasi atau metode menjalankan usaha untuk melakukan kerjasama pasar dan anggota koperasinya sebagai pelaku ekonomi.

Fungsi adanya koperasi tentu meningkatkan kapasitas produktif anggotanya sehingga mampu hadapi persaingan bersama dan tidak tertatih-tatih sendirian dalam mengembangkan usahanya.

Oleh Pak Rully, menambahkan, koperasi juga berfungsi melakukan pembiayaan yang pro rakyat, mengadakan berbagai program pelatihan enterpreneurship bagi anggota koperasi. Dengan begitu produk kita bisa bersaing di ASEAN.

Di Indonesia sendiri, lembaga koperasi sering diberitakan negatif dan ini sangat meresahkan Pak Rully, sehingga pada satu sesi aku merasakan kemarahan Pak Rully saat meluruskan tentang pemberitaan negatif mengenai koperasi yang terlanjur menyebar di masyarakat, seperti banyaknya koperasi bodong, ditambah lagi kata koperasi yang diplesetkan jadi ku-perasi.

Berikut penjelasan Pak Rully, pemerintah sudah berupaya menonaktifkan izin 42ribu koperasi. Saat ini pemerintah fokus pada kualitas dari koperasi. Jika kita gak percaya pada koperasi, lalu siapa ? Lah nanti malah asumsi bahwa investor asing yang mengucurkan dana ke daerah, terus salah lagi jadinya, geram Pak Rully.

Mengadakan koperasi berkualitas bukanlah mimpi, di Jepang ada koperasi bernama Zen-Noh, merupakan koperasi pertanian nomor satu di dunia. Adalah sebuah keniscayaan hilirisasi produk daerah akan berjalan baik jika tidak ada pengelolaan kelembagaan ekonomi yang baik seperti koperasi.

Wah makjleb juga ya pemaparan Pak Rully, berharap semoga koperasi di Indonesia berkembang menjadi lebih baik dan maksimal membantu membina masyarakat di daerah.

Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara Meningkat

Sekarang giliran Ibu Sekda yang namanya aku favoritin, Bu Sabrina. Ibu Sabrina yang saat menjelaskan potensi Sumatera Utara udah kayak menceritakan drama korea episode semalam, lancar haha.

Berbicara hilirisasi produk daerah pastinya harus ada bahan baku dan ketersediaan industri untuk mengelolanya. Adapun produk unggulan di Sumatera Utara ini seperti CPO ( minyak kelapa sawit), karet, kayu, kakao, kopi dan hasil laut.

Dan kabarnya coklat terenak yang diproduksi Malaysia, bahan baku kakaonya itu dari Sumatera Utara, masyaAllah, seketika aku ingin jadi produsen coklat wkwkw.

Perdagangan antar daerah bisa terlaksana jika ada daerah yang surplus dan ada yang membutuhkan, alhamdulillah Sumatera Utara termasuk daerah surplus, yeay! Alhamdulillah. Neraca perdagangan surplus ini baru tercatat 17 dari 34 kabupaten kota dan pastinya Sumut terus berproses dong.

Apa yang mendukung peningkatan ekonomi di Sumatera Utara? Yup salahsatunya adalah lagi-lagi pembangunan infrastrakceh alias infrastruktur. Ada 3 potensi proyek infrastruktur di Sumut, pertama kawasan ekonomi khusus Sei Mingkei, Kawasan Industri Medan dan Skema Medan City’s LRT.

Mengetahui potensi pembangunan di Sumut seperti ini semoga didukung dengan edukasi kepada masyarakat juga ya tentang pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas umum.

Bagaimana? Apakah kita siap mendukung kebijakan hilirisasi produk daerah?

Semoga bermanfaat!

15 comments:

  1. Miris memamg kalau Negara tercinta ini, dikuasai orang asing. Sedangkan orang2 lokal, cuma jadi pekerja. Diatur2 sama mereka. Aku lihat info terbaru 10 daftar orang terkaya di Indonesia. Cuma no 7 yang asli pribumi, Kak.

    ReplyDelete
  2. Kalau nulis dengan gaya bercerita gini kak nurul memang jagonya, jgn lupa mampir ke blog kita kakak, dgvtema yg sama hehehe

    ReplyDelete
  3. Bagus banget program hilirisasi ini ya kak jadi produk lokal bisa terangkat martabatnya dan memajukan potensi daerah masing-masing ya kak. Jadi produk lokal kita bisa bersaing di ranah global

    ReplyDelete
  4. dukung kak, asalkan dikelola dengan serius dan berprogress, miris jika program seperti ini ntar dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk ajang tertentu.. hehe

    ReplyDelete
  5. Baca sambil ngayal, andai dosenku dulu jelasin hal rumit kayak gini,pasti jadi novel, bukan diktat.

    ReplyDelete
  6. PR kita semua ya kak. Terima kasih sharingnya. lihat diksi temanya mmg beraaat. tp kak mufazee menjelaskan dg tulisan yang kriuuuuk ^_&

    ReplyDelete
  7. Sering-seringlah ada acara kek gini ya kak, biar nambah ilmu kita hehe

    ReplyDelete
  8. Sungguh aku bacanya jadi dapat penyegaran sekali. Baru tau ternyata kakao kita yang paling enak. Iya bener nih kak zee, kadang rakyat gak mgerti program pemerintah karena bahasanya terlalu jlimet.

    ReplyDelete
  9. Info yang bermanfaat ini, Kak. Aku belum tau tadinya. Jadi sedikit mengerti deh..

    ReplyDelete
  10. Nah bener. Seringnya emang kebijakan pemerintah itu kurang sampe ke kita" ya kak. Btw, dari tulisan ini ckup byk point yang aku dpt. Yang tadinya ga tau atau bahkan kayaknya terlalu rumit utk di pahami. Salah satunya istilah hilirisasi. Awalnya nggak ngeh malah ada konsep itu

    ReplyDelete
  11. Keadaan semacam ini sering banget terjadi, akibat satu sisi nggak mendukung sisi yang lain. Dan nggak ada sosialisasi secara menyeluruh, dan nggak ada kontribusi untuk cari informasi atau gitu, lah. Tapi, bisa dipelajari sebenarnya

    ReplyDelete
  12. Hilirisasi harus didukung oleh perangkat-perangkat yang memadai dan kebijakan politik yang berpihak kepada produsen dan dunia penelitian.

    ReplyDelete
  13. Saya kira tak banyak pelaku UMKM yang mengerti betul dengan apa itu "hilirasi", pemerintah perlu rasanya menemukan formula yang tepat untuk menyosialisasikan konsep2 yang rumit ke pelaku usaha kecil agar programnya jadi efisien

    ReplyDelete
  14. Tanpa imporpun kita mampu memproduksi produk berkualitas dan bernilai jual tinggi, asalkan pemerintah siap selalu untuk berjalan bersama

    ReplyDelete
  15. Baca ini jadi dapat banyak informasi tentang Sumut. Thanks tulisannya mb..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.