Menu
/
The most important periode of life is NOT THE AGE of university studies, but the first one, the period FROM BIRTH TO THE AGE OF SIX 
-Maria Montessori-

Mak, ada yang anaknya masih dibawah 6 tahun? Alhamdulillah, hayuk bergegas Mak, ada yang harus kita kejar dan selesaikan sebelum masa 6 tahun anak kita lewat, agar kelak tak menyesal.

Selama ini apa sih yang jadi fokus orangtua dalam 6 tahun pertama kehidupan anaknya? Fokus pada persiapan masuk TK atau SD? Persiapan baca tulis dan menghitung? Mak, yuk buang jauh pola pikir seperti ini.

Gak ada yang salah dengan persiapan masa depan anak, tapi ada persiapan masa kini yang juawuuh lebih penting. Bukankah yang terjadi di masa depan anak, adalah hasil dari keputusan dan tindakan kita selaku orangtuanya pada masa kini?

Ada satu quote menarik dari film The Beginning of Life,

“If we put enough attention to the very beginning of life, then we can change the whole story”

Jangan sampai kita ucapkan kalimat diatas ketika semua telah terjadi, ketika masa 6 tahun pertama anak lewat, huhu jangan sampai ya Mak.

Pokoknya di paragrap pertama ini aku mau ajak kita sebagai orangtua zaman now untuk open mind terhadap masalah stimulasi motorik ini.

Ceritanya aku baru aja jadi moderator di sebuah grup whatsapp, membahas tema Stimulasi Sensori Motorik pada Anak Usia Dini yang dibawakan Bunda Sri Haryati—founder Hayat School, School of Creativity pada 28 Januari lalu, ditambah lagi aku baru selesai baca buku ini.

Maka semakin tertampar-tampar lah aku dan semakin melek lagi.  Stimulasi motorik ini semacam investasi dari orangtua kepada anaknya, modal anak menjalani hidup lebih baik di masa depan.

Motorik Bukan Hal Remeh

Sebuah pepatah Arab berbunyi seperti ini Al ‘aqlu-s-Salim fil Jismi-s-Salim, akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. Untuk modal menjalankan peran sebagai manusia di muka bumi, Allah SWT berikan tubuh yang ibarat rumah bagi jiwa.

Nah dengan  bekal sistem tubuh yang sempurna, hasil integrasi baik dari pikiran, perasaan, sistem sensorik motorik tubuh, kita siap menjalankan berbagai peran di dunia ini. Sebaliknya jika pemberian Allah itu tidak kita sadari dan akhirnya tidak terstimulus optimal, bagaimana kita menjalan peran sebagai Khalifah, pemimpin di bumi ini?

Itulah yang memicu anak tantrum pada hal sepele, emosional anak berlebihan, anak stress berat, anak yang senantiasa dilingkupi ketakutan, anak yang konsentrasinya bermasalah, sensivitas tinggi, atau bahkan gak sensitif sama sekali.

Ternyata mental emosional dan psikologikal anak juga dipengaruhi sensori motori. Sepenting itu ya Mak?  

Sadar gak Mak, anak kita yang jalan eh tiba-tiba jatuh, anak suka lupa meletakkan barangnya, anak yang sensitif dengan suara tertentu, anak yang gak bisa duduk tenang, anak yang terlambat bicara?  Kondisi ini terjadi karena ada masalah pada sistem sensori motori anak.

Jika dibiarkan, anak akan tumbuh jadi pribadi dewasa yang juga akhirnya bermasalah dengan orang lain, gerakan tubuhnya yang berlebihan menganggu orang lain.

Kita sering beranggapan udah lah gak penting itu, anak kita juga ntar berkembang dengan sendirinya? Yakin? Mungkin kalau zaman kita, masih bisalah, karena yang mematangkan sistem sensori motori kita adalah alam wkwkw.

Sekarang tantangannya banyak ada setan gepeng alias smartphone, lahan bermain di area luas berkurang, sulit cari pohon yang bisa dipanjat, sungai jernih hilang berganti laut hitam, alias parit yang penuh sampah.

Sensori Motorik yang gak tuntas, akan dibawa sampai anak kita dewasa dan menua. Menurut para ahli, waktu untuk melatih sistem sensorik motorik anak adalah sampai usia 8 tahun. Jika sistem sensorik tidak tuntas orangtua akan sibuk mengelola dampak dari ketidakmatangan sensorik motorik anak. Apakah kita mau seperti itu? Gak ya Mak, ya Allah huhu.

Sensori Motorik itu Apa Sih?

Dulu aku paling gak ngeh dengan istilah Sensori Motorik, sekarang harus akrab dengan istilah ini haha. Sebab hal yang paling menggalaukan dari timbangan berat badan adalah jika ada aja gangguan pada sensori motorik anak, anak belum bisa merangkak pada usia yang seharusnya sudah bisa, wah itu galau banget.

Itu aku dulu, akhirnya Khalil melewati masa merangkak dengan mengesot, ada tahapan perkembangan yang salah memang dari awal huhu. Next calon anak kedua semoga stimulus sensori motorik-nya jauh lebih baik, aamiin

Secara keseluruhan menurut Ibu Sri Haryati, sensori adalah reseptor terhadap informasi yang berasal dari luar tubuh, seperti alarm yang mengantarkan informasi ke otak, otak mengirimkan pesan yang direspon dengan gerak motorik.

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot besar, misal, melompat, lari, memanjat, naik turun tangga, dll

Motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan koordinasi mata-tangan, melibatkan otot  kecil, misal, menyusun balok, susun puzzle, dll.

Bahkan melibatkan anak dalam kegiatan aktifitas harian di rumah sangat baik adanya, seperti menyapu, mengepel, siram bunga, itu semua bagian menstimulus motorik kasar dan halus anak.

Aktivitas Motorik untuk Anak 3 Tahun

Sebelum aku jabarkan aktivitas motorik apa saja yang harus distimulus pada anak usia 3 tahun, pastikan anak kita kegiatan stimulasi motorik pada usia sebelumnya sebaiknya dilanjutkan, seperti 


Berdasarkan buku Tuntas Motorik Investasi Sepanjang Hayat yang ditulis Ibu Ani Christina, berikut aktivitas motorik anak 3 tahun,



1.Menangkap Bola

Cara mainnya, ajak anak ‘menangkap bola’ gunakan bola sebesar bola tenis. Minta anak melempar kembali kepada kita



2.Berjalan mengikuti garis lurus


Letakkan papan sempit di halaman rumah atau garis lurus dengan tali rafia atau susun batu bata memanjang.

Kalau aku di rumah, menempel selasiban berwarna di lantai membentuk garis lurus dan zigzag.

Cara mainnya, melewati garis lurus dengan merentangkan tangan untuk latih keseimbangan.

Lakukan juga variasi dengan melewati garis lurus sambil membawa nampan, bawa bantal di atas kepala, dan variasi lainnya yang bisa dilakukan. Seru loh Mak, coba deh

3.Melompat 

Melompat di usia 3 tahun sudah mulai variasi, biasa kami stimulus Khalil dengan main engklek di halaman rumah hehe. Pada bagian permainan engklek ada sesi melompat dengan satu kaki, Khalil senang banget main ini, apalagi dengan ayahnya.

4. Melempar benda-benda kecil ke atas

Ajak anak melempar benda kecil ke atas atau menjatuhkan kerikil ke dalam kaleng, pastikan tidak membahayakan anak.

Sepertinya aktivitas ini belum pernah aku lakukan tapi Khalil sudah menunjukkan kode dengan melempar legonya ke arah atap rumah wkwkw. Oke noted Bu Ani.

5. Menirukan Binatang Berjalan

Bisa dengan sambil bernyanyi ‘Bermain dalam Lingkaran’, ada liriknya yang mengajak anak menirukan jalan hewan. Ajak anak ke kebun binatang, dan menirukan bagaimana hewan yang dilihatnya berjalan.

6. Lampu Hijau-Merah

Anak berdiri di hadapan kita. Saat kita katakan ‘lampu hijau’ minta anak berjalan jinjit ke arah kita. Dan berhenti ketika kita katakan ‘lampu merah’. 

Lanjutkan mengatakan perintah tersebut bergantian sampai anak tiba di depan kita. Lalu agar permainan lebih seru, ajak anak bergantian memberi perintah, kita yang jadi pelaksana perintah.

7. Meniru Gerakan Senam Sederhana

Khalil paling senang lihat dan praktik lagu joged pinguin hehe.

8. Memotong

Ajak anak untuk memotong pisang, gunakan pisau buah beneran. Jangan khawatir anak terluka, perkenalkan benda bernama pisau dengan bijak dan mudah dimengerti anak.

Khalil sudah melakukan ini sejak usia 2 tahun. Jadi sekarang aku udah mulai jadi mamak-mamak cool lah, berusaha gak panikan saat hadapi tingkah laku anak.

9. Menggunting

Beri anak gunting dan tunjukkan caranya menggunting. Khalil sudah kenal gunting di usia 2 tahun. Sudah pun dia menggunting rambutku ketika tidur, haha, ya ampun.

Bahkan Khalil sudah bisa menggunting ketika membuka bungkus jajanannya sendiri. Pastikan guntingnya beneran, dan dalam pengawasan kita.

10. Menempel Gambar

Bantu anak menemukan gambar di majalah atau foto, ajak anak menempel gambar itu pada karton atau kertas tebal. Gantung gambar di kamar anak. Khalil sedang ditahap ini, tapi masih emaknya yang menempel wkwkw. Ternyata menempel bagian dari stimulasi motorik yah.

11. Menjahit

Sekarang banyak alat main yang menstimulus kemampuan menjahit, tapi bisa juga kita buat loh Mak. Gunting sebuah gambar, apakah gambar buah, lalu tempel di karton, lubangi keliling gambar buah , gunakan tali kur atau tali rafia sebagai tali sepatunya. Ajari anak cara menjahit sekeliling gambar, tali kur dimasukkan ke dalam lubang-lubang satu persatu

12. Menggambar atau Menulis

Sediakan anak selembar kertas dan pensil, ajari anak gambar garis lurus, lingkaran, bola kusut dan variasi gambar lainnya ^^.

13. Menggambar dengan Jari

Ajak anak menggambar dengan cat memakai jari-jarinya di selembar kertas besar. Khalil pernah lakukan ini, saat itu kami gambar pelangi pakai pewarna makanan yang dicampur dengan lem fox.

14. Menggambar dengan Cat Air

Beri anak cat air, kuas dan selembar kertas. Ajak anak bagaimana warna-warna bercampur.


15. Membuat gambar tempel

Gunting kertas berwarna jadi segitiga, segiempat, lingkaran. Ajak anak kenalan dengan bentuk-bentuk. Minta anak menggambar dengan cara menempelkan potongan-potongan berbagai bentuk di selembar kertas.

Dukung Stimulasi Sensori Motorik Anak dengan Minuman Sehat

Biasa habis melatih sensori motorik anak, apalagi motorik kasar, pasti lelah dan haus. Bunda selain siap sedia dengan air putih, juga susu ya. Iyes, aku juga gitu. Aku selalu stok susu UHT.

Kenapa Susu UHT?


UHT sendiri singkatan dari Ultra High Temperature, dimana susu diproses dengan suhu sangat tinggi selama 2 detik, sehingga bisa disimpan tanpa lemari es. Sekarang susu UHT berbagai merek sudah banyak muncul, begitu juga UHT anak, seperti  Indomilk UHT Kids Full Cream.

Indomilk UHT Kids Full Cream

Minum Indomilk UHT Kids Full Cream serasa nostalgia saat masih kecil minum susu yang sama tapi dari mass market yang selalu lewat depan rumah, memakai sepeda motor besar, tabung susu besar nangkring diboncengan, penjualnya asli orang India Benggali dengan pakaian khas tradisional India plus sorban di kepala hehe.

Indomilk UHT Kids Full Cream merupakan susu UHT varian baru dari Indomilk, dikemas dalam kotak mungil isi 115ml yang merupakan porsi pas untuk anak 1 tahun ke atas.  Rasa Indomilk UHT Kids Full Cream ini segeeerr, seperti minum air putih, itu karena tanpa ada tambahan gula dan garam sehingga kandungan kalsiumnya tinggi.

Jadi kalau anak sudah berusia 1 tahun dan mencari susu yang cocok setelah ASI, Indomikl UHT Kids Full Cream bisa jadi pilihan tepat.

Khalil sedang minum susu #IndomilkUHTKidsFullCream, kamu udah minum berapa kotak kawan?

Semoga bermanfaat!

















27 comments:

  1. Masyaallah dapat ilmu baru dari blog mba zee, makasih mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah 😍 semoga bermanfaat ya Ney

      Delete
  2. Anaknya sudah gede.. Artikelnya bermanfaat, terima kasih.

    ReplyDelete
  3. Mantep mbak, 15 aktifitas ini bisa jadi referensi yang sangat baik bagi para mahmud, dan pahmud. Saya ngebaca tulisan ini jadi belajar untuk diterapin ke anak.Diantara ke 15 ini, yang mana yang paling buat antusias kholil mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lempar benda ke atas, senang kali dia haha

      Delete
  4. Setuju kak, sensor motorik emang harus distimulasi. Jadi dapat ilmu baru buat dipraktekin ke anak nanti hehehe, makasih kak 😁

    ReplyDelete
  5. Wahh, bisa dicoba nanti nih, saat anak awak udah 3 tahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaAllah, jadi Cara ciptakan bonding juga ke anaknya 😎

      Delete
  6. Kedekatan seorang ibu dengan anak, membuat kekuatan anak meningkat 10000%, yakin kali awak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pun dengan ayahnha Bang 👍😁

      Delete
  7. ku jadi fokus ama susu indomilknya, kok keknya enak yaa

    orang tua sekarang mah gampang cari referensi, kalo orang tua kita dulu cemanalah ya kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Praktek dan Konsistensinya yg berat kdg bro huhu

      Delete
  8. dilemanya emak2 ini, kalau anak2 lagi pengiiin aktifasi sensorik motorik dan kita lagi capeeeeek heheheh

    artinya, anak sama emak sama2 perlu gizi yg baik ^_^

    ReplyDelete
  9. Bisa jadi referensi awak ini kalau Fatih udah 3 tahun, nice post rul 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah dek Fatih kapan main dge Bg Olil 😍

      Delete
  10. Abang olil sehat selalu ya naak, makasih ilmunya mak olil, bermanfaat sekalii... Bahan buat periode nusaibah selanjutnya..semoga barokah yaa ilmunya..

    ReplyDelete
  11. hhmmmm,,, karena aku belom punya anak! *senyum*
    jadinya mungkin akan kupraktekkan sama sepupuku yang masih umur 4 tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantab, senang kali lah punya on kayak golilaunyu 😍

      Delete
  12. Makasih kak artikel nya, lumayan nambah ilmu baru. Mau tak coba ke adeq sepupu dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ssiaap Bang 👍 wah banyak Oom keren inih

      Delete
  13. Anak makin sehat dan tumbuh bahagia yah, mak. Keponakan juga banyak yang suka nih aktivitas begini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes Mak, bahagia itu yg penting dan juga seihat

      Delete
  14. Ini menarik sekali kak, aku juga konsumsi setiap hari secara rutin. Rasanya enak dan kemasan lucu juga.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.