Menu
/

Sering dengar atau baca kata Fintech? Sekilas saat menyebutkannya kok rasanya keren kali haha tapi apakah kita beneran mengetahui maknanya?

Nah, beruntung aku pada Kamis, 21 Maret 2019 di Potret Cafe Resto Medan,  menghadiri acara bertajuk Pojok Literasi: Financial Technology Yang Ramah Bagi Milenial.

Mantabkan temanya? :-D Mantab banget, apalagi mendatangkan narasumber kece dan ahli di bidangnya yakni ada, ibu Rosarita Niken Widyastuti selaku Sekretaris Jenderal Kementerian dan Komunikasi dan Informatika RI, ibu Septriana Tangkary sebagai Direktur IKPM Kemenkominfo, ibu Sondang Martha Samosir selaku Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK dan yang paling tamvan sendiri ada mas Melvin Mumpuni CFP sebagai founder dan CEO Finansialku.

Medan siang itu terik buangeeett, sampai cafe aku agak telat dikit lah 15 menit. Usai lakukan registrasi ulang aku sapukan pandangan apakah tempat duduk di depan ada yang kosong, dan alhamdulillah ada hihi.

Mumpung acara belum mulai aku kejar sholat zuhur dulu, nah baru deh tenang ikutin acara sampai selesai. Acara yang didesain creative talk ini diawali dengan penampilan sebuah grup band medan sambil menunggu kehadiran bu menteri juga sih yang sedang dalam perjalanan ke cafe.

Jadi konsep acaranya nyantai dan milenial banget lah, belum lagi MC nya kocak banget wkwkw, gak kerasalah kalau nantinya bakal ngebahas yang agak ribet.

Tepat jam 2 atau setengah 3 apa yak, acara pun dimulai. Oiya acara dimoderatori oleh Mb Wardah Fajri, founder komunitas Blogger Crony Community. Wah selama ini tahu Mb Wardah hanya di grup wasap saja dan sekarang bisa jumpa langsung, wajib foto dong.

Kenapa Dinamakan Pojok Literasi?

Tampil sebagai pembicara pertama adalah ibu Septriana Tangkary sebagai Direktur IKPM Kemenkominfo. Biasanya yang pojok itu asyik yah, itu sebab program ini dinamakan Pojok Literasi, agar peserta yang umumnya dihadiri mahasiswa dan blogger dapat menerima pesan dari program ini dengan menyenangkan.

Pun program ini dibuat demi mempersiapkan kita semua masuk era 4.0 dan lebih produktif lagi dalam menggunakan gawai.

Lebih lanjut Inpres no. 9 tahun 2015 menjadi latar belakang lahirnya Pojok Literasi. Adalah aktifitas komunikasi publik tatap muka untuk menyasar milenial ( 19-34 tahun). Pojok Literasi menekankan pada kolaborasi dan pembentukan komunitas. Pojok Literasi jadi salahsatu brand penguat DJIKP untuk mewadahi aktivitas Government Public Relation.

Adalah DJIKP atau Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik yang merupakan unit kerja dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ini yang memegang program edukasi begini khususnya dari bidang humas atau Government Public Relation (GPR).

Sebelumnya aku mau kita paham dulu nih makna literasi yok,


Jadi, pojok literasi adalah program yang ajak kita melek dan paham suatu istilah, dan yang jadi fokus pojok literasi kali ini yaitu fintech atau financial technology.

Bangganya lagi, program Pojok Literasi ini diadakan pertama kali di kota Medan dan akan berkeliling ke kota lainnya di Indonesia.

Are you ready?

Akselerasi Inovasi Digital Indonesia

Lanjut pembicara kedua adalah ibu Niken. Meski kegiatan di Medan padat, ibu Niken tampak menampilkan performa yang maksimal terbukti ibu begitu semangat menjelaskan pemaparannya. MasyaAllah semangat selalu ya ibu.

Pada kesempatan Pojok Literasi Medan, ibu Niken menyampaikan materi Akselerasi Inovasi Digital Indonesia.

Kenapa dilakukan percepatan dalam hal digital di Indonesia? Karena melihat antusias masyarakat pada internet dan jadi negara dengan peringkat 4 besar di dunia dengan jumlah pengguna internet terbanyak. MasyaAllah.

Menurut data agensi digital Amerika Serikat tahun 2017, penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 51% loh atau sekitar 132,7 juta orang sudah punya kemampuan akses internet. Dan jumlah ini pasti akan terus naik seiring dengan terlaksananya proyek penanaman serat optik Palapa Ring oleh pemerintah di beberapa wilayah Indonesia Barat dan Timur yang belum tersentuh sama sekali dengan internet.

Nah dari 132,7 juta pengguna internet itu tadi, sebanyak 106 jutanya merupakan pengguna aktif media sosial dengan rentang usia 20-34 tahun atau yang saat ini dikenal dengan Generasi Milenials.
Efek dari itu semua, prediksi  World Economic Forum pada 2015 hampir mendekati kebenaran yakni Indonesia bakal jadi salahsatu pelaku pasar digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Selain menyambut prediksi pasar digital pada saat yang sama Indonesia juga akan menyambut bonus demografi loh. Tahun 2020 itu tinggal 11 tahun lagi tersisa, maka memanfaatkan waktu 11 tahun persiapan inilah pemerintah melakukan akselerasi inovasi digital.

Apa saja program pemerintah dalam percepatan inovasi digital ini? 

Aku selalu suka kalau bu Niken ngomong, pelan tapi jelas dan mudah dimengerti.
Dalam menyambut dan membentuk ekosistem digital di Indonesia, peran pemerintah pun seketika berubah. Apa saja yang berubah? Semoga bukan kasih sayangmu ya yang berubah.

Regulator,  pemerintah mulai menyederhanakan regulasi perizinan online dan sertifikasi
Fasilitator, pemerintah menyediakan akses internet dengan penanaman serat optik Palapa Ring, USO, Lastmile, Satelit HTS. Kemudian mengadakan gerakan 1000 start up digital, menggelar digital talent schoolarship
Akselerator, berharap banget dengan program kece ini lahir Next Indonesia Unicorn ( NEXTICORN), UMKM, Petani Go Online
              
Gerakan Nasional 1000 Startup

Targetnya gerakan nasional 1000 startup ini selesai sebelum tahun 2020. Jika ada teman kita atau sodara yang sedang merintis bisnis startup, tidak perlu lagi izin pemerintah ya, cukup daftar secara online.

Terhitung sudah 30ribu lebih yang mendaftarkan diri pada program 1000 startup digital, 6500 orang sudah masuk pembinaan di semua kota. Lalu ada 123 start up yang sudah masuk proses inkubasi. Pemerintah sangat menanti start up yang langsung menyentuh 5 sektor dan berpeluang inovasi besar seperti, Agrikultur, Pendidikan, Kesehatan, Pariwisata dan Logistik.

Kekira kamu sudah punya ide mau bangun bisnis startup apa?

Digital Talent Scholarship

Ayo ini program pemerintah yang rugi kalau kamu khususnya mahasiswa gak ikut, soalnya ini adalah beasiswa pelatihan talenta digital bersertifikasi. Kesempatan DTS tahun ini cukup besar, soalnya dibuka untuk 25ribu anak bangsa loh.

Digital Talent Scholarship Academies buka kesempatan untuk kamu yang baru lulus pendidikan SMK jurusan TIK, lulusan pendidikan S1 bidang TIK, Guru Mapel Pemrograman, Rekayasa Perangkat Lunak atau TIK, dan kamu yang lolos seleksi administrasi dan test bidang kompetensi.

Ada 8 bidang pelatihan yang akan diajarkan, diantaranya artificial intelligence, big data analytics ( dan aku baru tahu ada jurusan big data di luar negeri), cyber security, machine learning, digital policy & cloud computing, internet of things, programming & coding, Graphic Design & Animation. Wah ilmu kekinian semua ya yang dipelajari.

Pembukaan pendaftaran pada 20 April 2019, info lengkap bisa ke web digitaltalent(dot)kominfo(dot)go(dot)id, dapat juga gabung ke grup telegram di Digital Talent Schoolarship, atau kepoin IG @digitaltalent(dot)kominfo.

Siapkan diri kamu ya dan semoga lulus ^^ aku jadi pengen manipulasi usiaku, soalnya secara wajah aku masih tampak mahasiswi semester satu kok haha.

UMKM Go Digital

Program akselerasi berikutnya yang sedang dilakukan pemerintah khususnya Kemenkominfo adalah UMKM Go Digital.

Kemenkominfo bekerjasama dengan marketplace dan secara proaktif lakukan pendampingan pada UMKM agar mulai memasarkan produknya via internet.

Awalnya Kominfo target 6000 UMKM bisa masuk marketplace, dan alhamdulillah lampaui target dengan total 9,6 juta lebih UMKM yang berpartisipasi.

Petani Go Online 

Bukan berarti dunia digital mematikan profesi lain ujar Bu Niken tapi ternyata bisa menambah profesi lain.

Petani dulunya jual hasil panen kepada tengkulak dengan harga selangit, dengan adanya marketplace petani bisa naikkan harga dan konsumen dapatkan harga yang wajar, sehingga harga menjadi stabil. Selain petani, nelayan pun juga akan go online.

Yuk, Jadi ALIKA!

Ciyeee dengar kata Alika jadi inget iklan biskuit yah eh tapi itu Afika yah haha, gak fokus ih. Alika adalah singkatan dari Agen Literasi Keuangan. Oleh Ibu Sondang setiap peserta pojok literasi diharapkan jadi Alika dengan begitu semua bisa melek literasi khususnya literasi keuangan.

Sebelum menyampaikan pemaparannya Ibu Sondang ungkapkan rasa senangnya sebab menghadiri pojok literasi membuat ia jadi serasa pulang kampung ke Medan :-D.

Ibu Sondang membawakan materi Fintech : Investasi Cerdas Bagi Milenials




Lalu apa peran OJK dalam mendukung Fintech di Indonesia? Yakni melindungi konsumen dong. Kemudian kata Bu Sondang lagi, jika kita ada rencana melakukan peminjaman online (pinjol) pastikan fintechnya udah terdaftar di OJK yah.

Ada 99 perusahaan fintech yang terdaftar di Indonesia dan bisa dicek di webnya OJK selain itu kita juga harus pelajari produk-produknya secara teliti.

Simpelnya, pelajari keuangan tradisional dulu deh baru ke fintech agar lebih mudah memahamkannya.

Oiya pada akhir penyampaiannya Bu Sondang memberikan tips finasial loh dan pernah aku share juga di blogku

( Baca juga: Tips Menabung Ala Prita Ghozie )

Melvin dan Aplikasi Finansialku

Berhubung pembicaranya keren-keren, waktu 2 jam gak cukup deh apalagi pas tiba sesinya Melvin, kurang waktunya euy.

Melvin Mumpuni nama lengkapnya, usia sebayalah denganku tapi nasib kami beda wkwkw. Melvin seorang financial planner sekaligus CEO dari aplikasi Finansialku.

Jadi, aplikasi Finansialku itu berawal dari tesisnya lalu diwujudkan dalam blog dengan visitors hanya 2 saja, sekarang visitors sudah 2 juta dan target 3 juta. Wah semoga tercapai ya Melvin.

Fokus utama Melvin bangun perusahannya adalah membantu masyarakat Indonesia dalam merencanakan keuangan, mengedukasi literasi keuangan.

Sukses selalu Melvin.

Gimana? Udah melek literasi keuangan belum ? :-D



Semoga bermanfaat yah!

1 comment:

  1. jadi Alika = agen literasi keuangan, terasa lebih keren, ya mak.
    tapi jangan lupa, Malika si kedelai hitam yang pernah dirawat seperti anak sendiri :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat. Mohon jangan masukkan link hidup saat mengisi kolom komentar. ^^ Biar gak capek kali ngapus broken link, ini kenapa jadi curhat haha

Powered by Blogger.