Menu
/


Judul                 : Yorick
Penulis               : Kirana Kejora
Penerbit             : PT. Nevsky Prospekt Indonesia
Cetakan             : Oktober 2018
Halaman            : 346 Halaman 



Jangan serahkan pengasuhan pada kakek nenek, jika tidak ingin gagal, kecualil kakeknya seperti Rasulullah saw ( Ust. Budi Ashari)

Kalimat bijak diatas sungguh menampar, betapa berat jadi kakek nenek di zaman sekarang. Di saat sepuh seharusnya dapat menikmati hidup, malah harus menerima beban memelihara cucu secara penuh dikarenakan keadaan, lain cerita jika kedua orangtua si anak sudah tiada, bagaimana kedua orangtuanya masih utuh?

Itu sebab keluar kalimat pemungkas Ustadz Budi Ashari, porsi kakek nenek dalam pengasuhan adalah memanjakan, sesekali senang dapat kesempatan mengemong cucu tapi tidak untuk berlama-lama. Kebayangkan gagalnya pengasuhan jika anak terus dimanjakan?

Jika kasusnya seperti kondisi Rasulullah SAW yang yatim bahkan tak lama sang ibu menyusul meninggalkannya, lengkaplah ia jadi yatim piatu. Maka sang kakek mengambil posisi orangtua untuk Muhammad kecil. Sang kakek pun seorang tokoh ternama suku Quraisy yang sangat disegani, sehingga pengasuhan kakek kepada Muhammad sudah tidak diragukan lagi. Nah, pertanyaannya sekarang, masih adakah nenek atau kakek seperti kakeknya Rasulullah SAW saat ini?

Ternyata masih ada, dialah Nenek Encum dalam novel Yorick. 

Pada lembaran pertama dibuka dengan adegan pria tegap tinggi yang sedang menikmati sensasi asap dari tuhan tiga inci-nya yang masuk memenuhi rongga paru-paru kuatnya sambil berdiri menatap tenangnya Sungai Neva. Sesekali matanya menangkap hiruk pikuk kota Rusia saat rayakan periode White Night dari kaca jendela hotel mahal tempat ia bermalam. 

Kemudian pembaca diajak menelusuri cerita seperti masuk lorong waktu.  Kisah Yorick, pemuda yang kini memiliki apa yang semua dia impikan tapi hampa sebab tak ada lagi sang Nenek, sosok penguat jiwanya. Kisah ini merupakan kisah nyata kesuksesan Yorick yang diracik oleh Kirana Kejora, penulis yang sejumlah karyanya ditakdirkan bestseller bahkan sudah difilmkan


“Saya bangga, walaupun saya tidak puna apa-apa, tidak punya keluarga seperti yang lain. Tidak diajari dan dimentori tapi saya punya Nenek yang tidak dimiliki orang lain’


Sepotong ungkapan hati Yorick tentang neneknya yang tercantum dalam novel sebelum masuk ke halaman pertama. Dan berikut masih dari Yorick juga dan lebih ‘dalam’, sangat terbaca seperti apa perjuangan berat menjalani hidupnya yang badai seorang diri. 


“Dulu saya termotivasi untuk maju. Tujuannya untuk membalas semua perlakuan orang-orang terhadap saya. Membalas setiap pukulan yang saya terima. Membalas setiap injakan yang mereka lakukan. Membalas setiap ucapan dan hinaan yang mereka katakan. Semua harus impas! Saya juga pernah punya rasa iri, dengki, benci, dendam. Dan akhirnya saya lelah sendiri dengan semua itu”


Sekarang mah Yorick udah tajir melintir, ia seorang Chief Executive Officer di perusahaan yang ia bangun bersama-sama sahabatnya, PT. Nevsky Prospekt Indonesia. Yorick percaya cara terbaik balas dendam adalah berdamai dengan semua itu dan fokus jadi pemenang sejati. Mantaaaab! 

Aku, Yorick Kecil dan Petuah-Petuah Nenek

Membaca kisah Yorick kecil yang hidup dalam pengasuhan nenek langsung teringat diriku sendiri. Aku juga hidup dikelilingi pesan-pesan ajaib nenek. Nenek adalah ibu suri di rumahnya hihi, kalau udah nenek yang ngomong apalagi untuk urusan cucu, mamakku pasti hanya diam tak berkutik. 

Aku kadang kesal, kenapa sih mamak gak bela aku ketika dimarahi nenek? yang ada justru aku dinasihati mamak untuk sabar, sabar dan sabar. 

Dalam hidup penuh ‘siksaan sayang’ nenek, aku selalu tumpah ruahkan emosi dalam buku harian. Pengasuhan nenek membuatku jadi penulis diary yang rajin waktu itu haha. Saat menikah dan pindah rumah ikut suami, aku baru sadar, betapa bermanfaatnya pesan-pesan pengasuhan nenek padaku yang gak banyak aku dapatkan dari mamakku, karena mamak dan ayah sibuk bekerja mengurus warung kelontong masa itu. 

Nenek pastinya produk masa lalu yang beberapa gaya hidupnya membumi sekali dan pola makannya sangat sehat. 

Dari gaya hidup aja nih, nenekku itu orangnya tepat waktu, (ternyata) fashionable, dari ujung ke ujung warna baju dan aksesoris huarrusss sama warnanya, rajin sholat subuh ke masjid dan jalan pagi sambil mengutip bunga melati serta buah saga yang jatuh di sepanjang jalan, aku pun sering diajak. 

Paling pantang kalau cucunya bangun siang, nenek bisa murka haha, apalagi lalai mengerjakan sholat. Bangun tidur haram sarapan pagi sebelum rumah rapi. Saat magrib tiba dan kita masih melalak, rekaman radio repetan nenek siap kita dengarkan. Tidak boleh mubazir air dan makanan. 

Jika diajak ke restoran ayam goreng cepat saji, nenek sudah siapkan wadah untuk sisa tulang ayam yang dikumpulkan dan dibawa pulang serta diberikan pada kucing-kucing kampung peliharaannya. Nenek orang yang sangaat menjaga lingkungan dan suka berkebun, ada banyak tanamanan di halamannya.

Urusan pola makan dan dapur, aku wajib melihat dan membantunya masak, padahal aku paling malaaass masuk dapur, tapi segala paksaannya itu kini tak aku sesali, kepake banget ketika menikah huhu, rekaman momen saat masak dan jadi pesuruh dalam menyiapkan bumbu masak bersama nenek terputar bak film saat aku masak di dapurku sendiri untuk suami dan anak. Masak itu gak boleh pakai penyedap pabrik, cukup gula garam yang jadi penyedap. 

Nenek rutin makan buah dan suplemen, kadang buat ramuan kecantikan sendiri seperti bedak dingin dan jamu. Kalau masuk ke kamarnya, aroma klasik parfum, bedak Marcks, bunga-bunga melati kering yang ia tebar di tempat tidur dan dalam lemarinya menyeruak , kita juga akan disambut deretan botol-botol suplemen yang sudah habis dan jadi tempat jarum pentul, serta aksesoris kerudungnya, juga tumpukan kaleng biskuit yang berubah jadi wadah aksesoris, benang, kumpulan cendramata dari pesta kawinan kerabat. Untaian tasbih zikir bergelantungan di sisi besi ranjangnya. 
Gelaran sajadah empuk di lantai yang jarang dikemas, sebab nenek rajin segala sholat. Ah, aku jadi rindu masuk kamarnya huhu dan rindu nenek juga. 

Maka, aku pahaaaam sekali apa yang dirasakan Yorick kecil yang hidup dari petuah-petuah nenek.
Adalah Yorick, bocah 11 tahun, cucu yang dirawat Nenek Encum sejak bayi. Bersetting di Panjalu sebuah kecamatan di kabupaten Ciamis, provinsi Jawa Barat. Panjalu sendiri menawarkan panorama yang teduh, sejuk, damai dengan sungai-sungai, bukit dan hutan-hutan kecil serta petak-petak sawah yang membentang di depan rumah. 

Rumah yang ditempati Nek Encum pun bukan bangunan mewah, tapi layaknya bangunan penduduk desa dengan kesederhanaannya. Padahal Nek Encum memiliki anak-anak yang sukses di kota tapi Nek Encum memilih hidup di kampung bersama cucu tercinta. 

Mengasuh Anak Lelaki ala Nek Encun

Tentu gak mudah mengasuh cucu, apalagi cucu lelaki, tapi Nek Encum bisa dan berhasil sehingga Yorick tumbuh jadi lelaki yang tangguh dan berkarakter. Kok bisa?

Berikut yang aku pelajari dari pengasuhan Nek Encum:

1.    Karakter Berlian Nek Encum

Ternyata untuk mengasuh dan mendidik cucu agar berhasil seperti Yorick, Nek Encum sudah menjadi pribadi yang berkarakter terlebih dahulu. Nek Encum adalah seorang yang tak pernah berkata kasar, tapi ia tegas ( hal.114)  hal inilah yang jadi karakter Yorick.

2.    Yorick Berlimpah Kasih Sayang Nenek

Psstt...aku mau kasih rahasia pengasuhan, bagaimana caranya membuat anak tunduk patuh pada orangtua. Caranya dengan beri kasih sayang sebanyak-banyaknya pada anak. Kasih sayang loh ya, paket lengkap, karena gak cukup dengan mengasihi anak saja, apa yang anak inginkan langsung kita KASIH, kalau seperti Nek Encum, apa yang mau dikasih coba? Yorick minta mobil-mobilan aja, gini kata Nek Encum, kudu sabar dan banyak doa, dengan begitu gak hanya mobil-mobilan yang kita dapat, pabriknya pun bisa kita miliki. 

Lalu Nek Encum perkuat kata-katanya dengan peribahasa Sunda.

Hirup teh kudu dimimitian ku du’a jeung ditutup ku rasa sukur. Hidup harus diawali dengan doa dan ditutup dengan rasa syukur.

Kalau anak udah kita limpahkan kasih sayang, pasti dia akan sulit buat orangtua nya bersedih dan kecewa. Kita aja deh kalau udah sayaaaang banget sama seseorang, tentu kita beraaat untuk buatnya kecewa. Begitu juga anak yang tombol perasaannya sedang menyala kuat.

3.    Nenek Ajarkan Mana Kebutuhan Mana Keinginan

Ada adegan Yorick pengeeen banget beli layang-layangan sebab beli mobil-mobilan kan udah gak mungkin nih, paling murah ya beli layang-layangan ( hal.27) dan yakin banget Nek Encum bakal mengiyakan, ternyata gak juga terbeli. 

Aku sempat gini mikirnya, duh sebegitu susahnya ya kehidupan Nenek Encum dan Yorick huhu, tapi gak juga, toh mereka masih punya kambing dan ayam. Dan setelah usai baca novelnya sekarang aku mengerti, Nek Encum hendak mengajarkan Yorick mana kebutuhan dan mana keinginan. Kebutuhan mereka adalah makan, bermain masih bisa ditunda.

4.    Prinsip Mandiri dan Hemat

Diasuh oleh Nek Encum jangan harap bisa bermanja-manja. Kalau Atok-nya anakku, tiap kali jumpa cucunya yang ditanya ‘udah jajan hari ini? Nah ini duit, pergi jajan sana’ haha, aku ya senang wkwkw apalagi anaknya. 

Pada adegan halaman 51 ada satu dialog Nek Encum begini, 


‘Selama kita bisa, jangan sampai merepotkan orang’ ,


Kalimat ini bius banget, tapi pelaksanaannya susah T_T terkadang untuk ambil minum ke dapur aja kita masih minta tolong anak ya kan? Tapi sesekali gak apa sih *ngeles -_-“ . Juarraaak lah Nek Encum ini. Nah prinsip mandiri ini pula lah yang sepanjang cerita begitu menempa seorang Yorick remaja dalam menjalani hidupnya tanpa nenek.

Dan 


Manfaatkan semaksimal mungkin apa yang masih bisa dipakai


Prinsip hemat ini ada pada adegan saat sandal jepit tua Nek Encum lepas talinya sebab posisi peniti penahan tali sandalnya yang tersemat disana berubah posisi ( halaman 50) Beda dengan suami Syahrini, i-phone jatuh sekali aja langsung ganti, orang kayah mah bebas, euy 😅

Ya Allah ini mah nenek akuh banget, apa sih yang gak jadi barang recycle sama nenek? Pokoknya ada nenek semua pasti beres mah.  

5.    Jangan Serakah

Terakhir pesan pengasuhan Nek Encum adalah jangan serakah, nasihat ini ada di halaman 59. 

Jadi jelema ulah sarakah. Nu sarakah moal berkah. Jadi orang jangan serakah, tidak akan berkah. 

Nasihat ini sama artinya untuk tidak ambil hak orang lain, nasihat ini yang sering dibisikkan ayahku. Untuk tidak serakah di zaman sekarang ini sulit sekali, tapi bisa. Hal inilah yang harus kita tanamkan pada anak, agar kelak tidak jadi pribadi-pribadi koruptor. 

MasyaAllah, barokah Nek Encum huhu, pasti berlimpah pahala luarbiasa lah Nek Encum saat ini. Jadi sedekah jariyah, penerang kuburnya. 

Yorick kecil hanya 11 tahun saja merasakan nikmat diasuh oleh Nek Encum, karena faktor usia, sang nenek mulai sakit-sakitan tak berdaya. Anak-anak menantu Nek Encum mulai datang dan berlomba merawat ibunda. Yorick mendadak tak ada lagi yang menghiraukannya, melindunginya, membelanya. Kedua orangtuanya yang bercerai dan sudah hidup bahagia dengan keluarga masing-masing.

Mampukah Yorick bertahan tanpa kehadiran Nenek? Akankah ia terus menunggu kepulangan Nenek dalam gubug reot mereka? Seperti apa perlakuan yang diperoleh Yorick dari saudara-saudara Papa Mama nya? Yang lebih seru lagi, bagaimana proses Yorick hingga bisa menjadi programmer profesional bahkan membangun perusahaan dibidang IT berskala internasional bersama sahabat-sahabatnya?

Tuntaskan rasa penasaranmu dengan baca novel ini, kalau masih mengeluh dengan masa remaja yang gak adil, pertama kali bangun usaha langsung disambut kegagalan bertubi tubi dan menyerah,  duh kalah telak dengan Yorick, sebab kisah Yorick bukan dongeng, tapi nyata, pelakunya masih hidup dan kini bergelimang kesuksesan.

Novel Yorick, Berawal dari Draft Pertama Naskah Film

Beruntung pertengahan April lalu diberi kesempatan bertemu langsung dengan penulis Yorick, Mba Kirana Kejora, masyaAllah orangnya blak blakan, gak pelit ilmu, ngomong sama Mb Kirana berasa ditampar tampar haha, trus semangat nulis naik berkali-kali lipat dong. 




Tak aku sia-siakan kesempatan bertemu dengan Mb Kirana. Novel Yorick sudah aku beli jauh hari. Ketika tiba hari H Workshop Writerpreneur Accelerate dari Bekraf di Medan, aku pun sudah ancang-ancang untuk minta tanda tangan, foto bareng daaaan cerita dibalik proses pengerjaan Novel Yorick


Dengan segala sepak terjang Mb Kirana dalam dunia kepenulisan 15 terakhir tahun ini membuat banyak kesempatan baik datang padanya termasuk menulis novel rasa autobiografi dari seseorang yang telah dianggapnya adik. 

Ternyata Novel Yorick adalah hasil pengembangan dari draft pertama naskah filmnya loh. Jadi untuk yang suka nonton film, ntar gak lama lagi bisa nonton film Yorick, nah buat kita nih tipe baca novelnya dulu baru nonton, juga ada. 

Novel Yorick merupakan novel yang kelahirannya hingga proses pembuatan filmnya benar-benar dalam pengawalan Mb Kirana. Berharap sempurna demi berikan yang terbaik untuk pembaca dan penonton. Bahkan sampai ada aplikasinya, cus langsung unduh ya di Yorick ID.

Berbalut sampul buku yang dominan warna hitam dengan desain cover real dan bakal jadi calon poster untuk di-display saat peluncuran di bioskop nanti. Tampak disana seorang nenek yang memeluk cucu kesayangan, ah epik sekali sampul bukunya huhu.

Hanya dalam kurun waktu 4 bulan disela kegiatan Mb Kirana, novel yang terdiri 346 halaman selesai dan diterbitkan oleh PT. Nevsky Prospekt Indonesia, sebuah penerbitan yang masih belum begitu familiar tapi layak diadu dan digadang-gadang bakal serius untuk meramaikan industri penerbitan buku di Indonesia, semoga ya kita doakan saja. 

Mengambil setting tempat di Panjalu, Bandung dan Rusia, ditulis dalam alur maju mundur, serta setting waktu tahun 90-an, sepertinya Yorick ini sebaya akulah :-D episode kehidupan Yorick yang tertulis dalam novel, ah salut kali pokoknya. Bikin gregetan pas Yorick remaja di bola-bola kehidupannya setelah dari rumah pamannya yang ini lalu ke pamannya yang sana ( tau kali lah rasanya hidup menumpang T_T), kemudian berakhir di jalanan, bertemu sahabat, baca juga episode saat Yorick harus sakit berat, dan yang lebih seru saat Yorick menerima tawaran dari klien di luar negeri, wah aku benar-benar tercengang dengan fakta mengenai crypto currency, lalu aku pun berandai-andai hahaha, andai program itu yang beli adalah Indonesia.
 
Novel ini sarat motivasi yang ditulis bukan untuk menggurui, tenang saja justru membuat kita makin semangat dengan pilihan kata-kata Mb Kirana yang mengalun alun, mendayu dayu tapi powerfull.

Aku suka kalimat penutup novel Yorick,


Pemenang sejati adalah mereka yang berani bertempur sendiri, merangkul ‘musuh’ bernama amarah, memeluk ‘lawan’ bernama dendam, lalu mengajaknya berdamai dengan cinta kasih dalam keesaan Sang Maha.


Kalau baca novel ini cari ending pastilah dah ketebak, Yorick pemuda Panjalu yang kini sukses berat berton ton lah, saking gak tau lagi aku bilang suksesnya gimana haha. Tapi, cara Yorick melalui kerikil-kerikil kehidupannya itu loh, cara dia jalin persahabatan hingga jadi rekan bisnis, bagaimana hadapi kegagalan sebagai pengusaha, wah a must read novel

Meskipun dibeberapa bagian masih ada typo seperti pada kata menatap (hal.94) , menurutku bagian Rotten dan Tejo dijadikan satu bab saja ( hal.188). Terlepas dari semua kekurangan itu, novel Yorick tetap asyik dibaca, buat yang anti dengan catatan kaki, tenang di novel ini gak ada haha.  

Yorick yang saat ini dalam puncak kejayaan, tetap saja ia tak selesai mengeja kata rindu untuk Nek ‘Mak’ Encum tersayang. Dan aku prediksi nih bakal ada Yorick part 2, perjuangan kisah Yorick mencari cinta *eaaak, yang jomblo yang jomblo pada merapat ya ke Mb Kirana wkwkw.

Semoga bermanfaat!




18 comments:

  1. Keren kak nufa,jadi penasaran pengen baca novelnya. Thanks,mo ngasih tau mak ney ah, ada novel bagus.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, iya Bang rekomen banget Bang, salam sama Teta ya Bang 👍

    ReplyDelete
  3. Novelnya menarik ini kak jadi pengen baca kelanjutannya deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk dibaca dek, banyak pelajaran hidup huhu

      Delete
  4. AKu udah sempat baca resensi nove yorick ini dan lebih lengkapnya di kak zee. Nahan napas baca kisahnya. Covernya mencerminkan kali ya kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku gregetan Mak huhu, tapi mah skrg anaknya udah tajir melintir

      Delete
  5. Ah.. Aku ingin bahas buku juga jadinya ��

    ReplyDelete
  6. Baca review novel kayak gini jadi keinget novel2 yang kubeli di acara bazar kemarin. Belum ada yg kesentuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling gak sentuh ajalah dulu Tar, biar gak apa kali hehe

      Delete
  7. Mantap kali reviewnya...eh,aku juga kecil di asuh nenek dan kakek loh,hehehe...toss ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh samalah kita kak 😍 anak nenek kakek

      Delete
  8. Cinta seorang nenek memang keren ya kak. Cinta tak berbalas, lebih matang dari cintanya ibu. Konon katanya, cinta seorang ibu kepada anaknya masih kalah dengan cinta seorang nenek pada cucunya. Ah entahlah. Barangkali karena aku belum jadi nenek. Buku ini cocok nih buat para remaja yang sering ngambek sm neneknya, coba belajar dr Yorick ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener dek, cinta yang matang, ah suka aku dengan kata kata ini 😍

      Delete
  9. Wahhh full bgt resensi nya mbak. Nenek tuh emang beda bgt ya :" kasih sayaaaangnya

    ReplyDelete
  10. Keren kali jadi yorick.
    Bisa membuat dendam menjadi positif.

    Kebanyakan orang dicela malah makin melempem ya mba zee.

    Mungkin karena tutor nya itu nenek yang baik.
    Memang kebanyakan anak yang diasuh nenek jadi anak yang manja.

    Gak jarang malah lihat ada yang jadi produk salah asuhan.
    Sebenarnya sedih lihatnya.

    ReplyDelete
  11. Cerita Yorick ini memang menginspirasi sekali ya, filmya pun keren juga berharap ada kelanjutan filmnya

    ReplyDelete
  12. Jadi pengen baca bukunya kak.. Banyak nilai positif yang bisa diambil dari ceritanya.
    "Yorick percaya cara terbaik balas dendam adalah berdamai dengan semua itu dan fokus jadi pemenang sejati".. ini kerennn..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat.

Powered by Blogger.