Menu
/
-Talas Padang, Makanan dari Hutan dan Kelezatan Gulai Ayam Kemumu Khas Minang-

Aku hanya ingin orang kota tahu darimana makanan mereka berasal. Seorang teman yang juga guru pernah mengatakan padaku tentang beberapa siswa yang berpikir bahwa beras tumbuh dari pohon -Li Ziqi, YouTuber, Food Blogger asal China-

 Bismillah,
Assalamualaykum

Selama ini kita sadar gak ya darimana makanan kita berasal? Atau sebagai Ibu Rumah Tangga acuh gak acuh  aja gitu belanja tanpa perlu memikirkan darimana semua bahan makanan berasal?

Idealnya penting banget ya kan tahu darimana makanan kita berasal dan lalu dengan sadar mengolahnya menjadi hidangan lezat di meja makan. Namun sekilas aku iri dengan kehidupan Li Ziqi.


oke, maksa, *hujat aku hujat :-D


Li Ziqi adalah YouTuber cewek yang hidup di desa tepatnya di Mianyang, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Awalnya ia terkenal di akun media social Tiongkok, Weibo.






Apa yang unik dari Li Ziqi? Dia sering unggah video kesehariannya di desa, seperti video memasak tapi dengan cara tradisional, peralatan masak yang dia pakai itu loh, ndeso tapi aku suka, gak hanya itu dia juga unggah video membuat pakaian dari bulu domba dan ulat sutra, sampai membuat skin care ala Dinasti Han.

Kebayang ya betapa uniknya dia, di zaman serba canggih masih ada orang yang memilih dan menikmati hidup di desa.

Di desa, Li hidup dengan neneknya, nah sehari-hari Li berkegiatan mengolah makanan yang dia peroleh dari kebunnya dan bahkan hutan loh, parahnya selain cantik, jago buat video natural, lihai membuat pakaian, tak segan menggotong kayu, memotong bambu, bahkan jago masak, ya ampun beruntung banget ya dapat dia buat dijadikan istri, wkwkw.

Adapun tujuan Li buat video yang selama ini dia unggah adalah agar orang kota tahu dari mana makanan mereka berasal, dan sebagian besar asal makanan dari hutan.

Oiya, meskipun kehidupanku belum setotal Li, tapi paling gak aku sudah mulai menanam sesuatu yang memang bisa dipakai untuk dimasak, seperti bayam, daun jeruk, daun kunyit dan daun katuk.

Sebelum belajar dari kehidupan Li, aku belajar dari kehidupan nenekku, halaman rumahnya luas, disana banyak ditanam tumbuhan yang bisa dimanfaatkan ketika mau masak, seperti belimbing wuluh, cabe, bayam, daun kunyit, daun ruku ruku, dan talas.


Talas Padang


Di salahsatu video Li, ada beberapa kali terekam tanaman talas, dan daunnya ia gunakan untuk membungkus sejenis bekicot yang dia kumpulkan dari sawah bahkan digunakan untuk membungkus masakan olahannya.






Nah, talas ini termasuk tanaman yang tumbuh di hutan, secara hutan di Indonesia terkenal dengan hutan hujan tropisnya.

Hutan hujan tropis adalah hutan di daerah panas dan basah. Ciri khas hutan ini pepohonannya rapat, daunnya membentuk kanopi, sedangkan di bawahnya dalam cahaya remang, tumbuh pohon muda, palem, semak dan talas ini. Bersebab iklimnya panas dan basah, di hutan ini tumbuh aneka macam tumbuhan yang unik, bahkan lebih dari separuh dari semua spesies binatang di Bumi hidup di dalamnya loh.

Lalu menurut UU tentang Kehutanan Nomor 41 tahun 1999, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.

Hutan selain jadi sumber makanan bagi manusia tapi juga binatang. Binatang sangat bergantung pada hutan, baik sebagai sumber makanan juga sebagai tempat hidup yang cocok.

Dan betapa sedihnya, jika banyak hutan hari ini ditebang atau dibakar demi menyediakan lahan, hasil hutan seperti kayu diekspoitasi untuk dibuat kertas dan tisu, kemudian lahan hutan dijadikan lahan perkebunan sawit.

Namun dengan fakta hutan ditebang setiap menit seluas dari 20 lapangan sepak bola, banyak negara kini berjuang menanam pohon kembali untuk mempertahankan sumber daya yang berharga ini.

Kita pun sebagai manusia yang peduli dengan hutan, mungkin bisa mengurangi penggunaan kertas dan tisu, mulai menanam di sekitar rumah, membuat kompos rumah tangga, kembalikan unsur hara tanah agar lebih subur dengan kompos sederhana kita. Kurangi pemakaian plastik, mulai bawa kantong belanja dan wadah sendiri.

Adapun pihak yang selama ini concern dengan kondisi hutan di Indonesia adalah WALHI atau Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia. Sejak 40 tahun lalu hingga kini terus berupaya melakukan penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. WALHI juga beberapa kali memenangkan gugatan melawan kebijakan pemerintah, seperti yang baru-baru ini terjadi, yaitu menentang kebijakan terhadap Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor 104 tahun 2015 mengenai mengubah hutan lindung menjadi perkebunan, syukurnya peraturan itu akhirnya dicabut.





Balik lagi ngobrolin talas, talas ada banyak jenisnya, salahsatunya talas padang atau yang disebut colocasia gigantea, dalam Bahasa Inggris disebut giant elephant ear atau Indian taro. Tumbuhan ini adalah dari suku talas-talasan atau araceae dengan umbinya yang tidak enak dimakan.

Sumber: Wikipedia

Di Indonesia, talas padang punya nama tersendiri tergantung daerahnya, kalau di Minang terkenal dengan nama kemumu, di Sunda, namanya kajar-kajar, lumpuy, sedangkan di Jawa, namanya rombang, lompong.

Bentuk tanaman talas dari daunnya yang lebar memang mirip telinga gajah dengan lapisan lilin pada permukaan daun sehingga tidak basah jika terkena air. Batangnya panjang tanpa punya cabang dan pada setiap batang memiliki rongga.

Manfaat Batang Talas atau Kemumu


Di Indonesia, batang dikonsumsi sebagai sayuran. Rasanya krenyes krenyes, kalau digulai, manis, lembut tak terkira, dan lezat. Pada batangnya banyak mengandung serat sehingga baik untuk kesehatan pencernaan, gak hanya mengandung serat tapi juga banyak vitamin seperti vitamin A, C dan E bahkan ada kandungan antioksidan fenoliknya yang sangat baik untuk sel tubuh kita.



Lebih lengkapnya berikut manfaat konsumsi batang talas.




MasyaAllah banyak ya manfaat batang talas, yang lebih jelas lagi manfaatnya adalah memadamkan rasa lapar haha apalagi kalau udah diolah bersama gulai ayam, dijamin mertua lewat pun gak sanggup lagi menegur dan mengajaknya ikut bersantap.

Resep Gulai Ayam Kemumu Khas Minang


Begini penampakan kemumu yang dijual di pasar

Tanaman talas mulai tampak sedikit yang tumbuh di halaman rumah nenekku, tapi untuk membuat seporsi dua porsi gulai ayam kemumu masih bisa lah.  Jika beruntung batang talas masih dapat dijumpai di beberapa pasar tradisional di kota Medan atau di supermarket tertentu.  Namun, beneran deh tanaman yang juga makanan dari hutan ini mulai langka di perkotaan.

Mengolah batang talas hingga menjadi santapan lezat juga susah susah gampang. Dulu aku sempat menyiangi batang talas, namun abis tu berefek gatal pada tanganku, mungkin sebelum menyiangi bisa dialas kain atau pakai sarung tangan biar gak gatal. Oiya ada life hack juga agar kemumu saat dimakan jadi gak gatal, seperti apa, lanjut baca yaaa…

Normalnya kemumu, batang talas kecil ukurannya dan tidak punya getah yang bikin gatal kulit, tapi memang sepertinya sulit menemukan bibitnya, syukurnya nenekku punya, namun tergantung tanah juga kali ya yang bisa jadi membuat kemumu seolah bermutasi sehingga memiliki getah yang dapat membuat gatal. 

Ini adalah resep Gulai Ayam Kemumu punya nenek. Tiap kali nenek masak Gulai Ayam Kemumu, ya Allah, aku bisa nambah-nambah nasi makannya. Waktu usia kehamilan 3 bulan, aku ingin kali makan Gulai Ayam Kemumu buatan nenek, Alhamdulillah dimasakin dan tetap aku tambah-tambah nasi haha.

Bahan :

1 kg ayam
5 batang kemumu
2 lbr daun kunyit
16 cabe rawit, tumbuk kasar
1 butir kelapa

Bahan yang dihaluskan:


1 sdm ketumbar
1 sdt jintan hitam
1 sdt jintan putih
¼ buah pala
3 kapulaga ( ambil isinya )
3 ruas lengkuas
2 ruas jahe
3 ruas kunyit
1 batang sereh
8 cabe merah
9 bawang merah
3 bawang putih



Penjelasan resep

Biasanya untuk memasak gulai ayam kemumu dalam 1 kg ayam diperlukan 2-4 ikat batang kemumu, namun karena ditempatku mulai agak sulit, jadi memanfaatkan tanaman kemumu yang ada di halaman rumah nenek.

Cara Menyiangi Kemumu


Kemumu, memang ada yang cenderung membuat gatal, tipsnya pilihlah batang kemumu yang hijau hingga ke ujung yang menyentuh tanah atau yang daunnya tampak dimakan ulat, hindari batang yang mulai tampak merah di ujung yang menyentuh tanah itu, lalu potong sekitar 30 cm dari ujung tadi.






Bersihkan batang kemumu dari kulit tipis pada permukaan batangnya, lalu tekan tekan deh hingga berbunyi, krenyes krenyes saat ditekan. Kemudian potong kecil sekitar 10 cm.

Ukuran potongan yang aku tuliskan berlaku untuk kemumu yang masih kecil ya, kalau yang batangnya gede bisa beda perlakuan dan ukurannya ya kan haha.

Rendam dengan air garam atau air perasan jeruk nipis selama 10 menit untuk mengurangi efek gatalnya,  setelah itu saring, buang airnya.

Berdasarkan pengalaman nenekku dalam menyiangi kemumu, kalau kemumu tersebut gak sebabkan gatal di tangan saat menyianginya, insyaAllah saat dikonsumsi juga gak gatal.

Ah, kemumu, kamu itu enak tapi ada yang gatal, heran deh, genit banget sih wkwkw.

Cara Memasak Gulai Ayam Kemumu


Cara masaknya gampang banget, ^^



Alhamdulillah, Gulai Ayam Kemumu khas minang sudah jadi, rasanya lemak, manis, ( kok bisa manis? padahal gak ada aku beri gula, ternyata manis gulai dari kemumu tadi), gurih, dan pedas, oiya daging ayamnya lembbuut banget. Pedasnya standar buat aku yang memang gak tahan pedas, buat pecinta pedas, cabe merah dan cabe rawit bisa ditambah.





Bagiku jika lidah udah kena Gulai Ayam Kemumu, maka wajib tambah nasi, wkwkw. Kalau kalian apa makanan dari hutan yang sangat disukai?

Selamat tambah nasi eh selamat mencoba memasak Gulai Ayam Kemumu, yah ^^

Makasi Nenek dah bantu aku masak Gulai Ayam Kemumu ^^




14 comments:

  1. seumur-umur awak keknya blom pernah makan talas mba.
    eh pernah denk yang dijadiin kripik.
    kalo lagi masak talas, boleh lah di gosend gosend kemari mba zee hihi

    ReplyDelete
  2. Wah jadi pengen makan saya mbak hehehehe

    ReplyDelete
  3. Baru tau loh aku kalau talas bisa dimakan. Terus tumbuhnya ga susah ya bisa di pot gitu. Untuk pengolahannya juga mudah ya ga ribet. Pan kapan pengen nyicip si talas jadinya

    ReplyDelete
  4. Makasih mbak udh mau bagi info soal makanan yg berasal dari hutan. Semoga emak" yang sering masak, bisa tahu yaa apa aja bahan makanan yang diolah yang berasal dari hutan. Jadi ga cuma masak aja, tapi tau berasal dari mana dan apa namanya..

    ReplyDelete
  5. Kalau kami di nias nama talas ini adalah gamumu. Biasa di buat keripik. Tapi kalau dimasak bareng ayam. Kayaknya saya belum pernah lihat apalagi dicoba

    ReplyDelete
  6. Maknyus kali nampaknya ini Mba Zee..
    Waduh kalo seandainya buat lagi jangan lupa undang ya.. hehe

    ReplyDelete
  7. Pakiiisss sukak.. hehe auto pengen liat li ziqi gegara info Dari mba zee.. makasi resep nya mba zee gak pernah bikin ini keknya pen bikin one-day..

    ReplyDelete
  8. Orang lampung sebutnya TALOS hehe
    Ibuku sering kali buat di sayur santan. Memanglah sedappp hehe

    ReplyDelete
  9. MAsyaAllah bnayak banget manfaat dari batang talas ini ya kak, cuma bener kalau kita gak tahu cara memilih dan mengelolah bisa gatal. Anak sekarang termasuk saya kurang paham beginia. Syukur dapat info dari artikel ini.

    ReplyDelete
  10. Saya taunya umbi talas aja yang bisa dijadikan masakan mbak. Ternyata batangnya juga. Btw, nonton si Li Ziqi itu bikin mupeng ama makanan dari alamnya. Menikmati banget dia hidup di hutan.

    ReplyDelete
  11. Kalau kami orang Melayu Deli kan Zee, Talas ini namanya keladi. Sedap betul digulai masam, kawannya sambal asam, so fresh! aihh makk... mertua lewat pun tak nampak lagi, hihi...Tfs yaa jadi tau gulai ayam kemumu.

    ReplyDelete
  12. Hutam emang sumber dari segala sumber makanan. Lagian bagi saya semua bahan makanan kalau dimasak khas padang pasti enak, termasuk talas ini hahaha

    ReplyDelete
  13. Walau belum pernah nyoba gulai batang talas ini, saya jadi ngiler mau icip icip juga, kebayang deh kak makan gulainya sama nasi yang masih baru masak haduuh

    ReplyDelete
  14. Setelah menonton videonya. Saya malah ingin hidup di hutan. Heheh ...
    Kalau batang talas ini saya pernah nyobain sebenarnya. Tapi malah enggak mau lagi. Enggak oke rasanya di lidah saya saat dibuat ala perkedel. Rasanya enggak mau hilang.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat. Mohon jangan masukkan link hidup saat mengisi kolom komentar. ^^ Biar gak capek kali ngapus broken link, ini kenapa jadi curhat haha

Powered by Blogger.