Menu
/
- Olah Napas, Kunci Tenang Jalani Proses Melahirkan Normal-

Bismillah,
Assalamualaykum Bumil, qodarullah ya kita dikasi rezeki hamil di tengah pandemic Covid-19, Semoga kelak anak kita lahir kuat mental dan fisiknya, Aaamiin.

Nah, pandemic ini sungguh membuat keterbatasan baru apalagi bagi bumil, rencana belajar yoga langsung ke ahlinya ambyar seketika ya haha, trus rencana periksa USG juga harus ditunda jika memang gak ada keluhan yang berarti, dan banyak rencana indah lainnya yang tertunda.

Beruntungnya, meskipun dalam keadaan serba terbatas, ada teknologi yang menjembatani itu semua, sehingga gak ada halangan bagi bumil untuk mengumpulkan ilmu agar lebih berdaya saat melahirkan nanti.

Sebelumnya aku pernah post review event kehamilan dan Bidan Eka jadi salahsatu speaker

Baca juga :
 
Cerita Seputar Melahirkan, Induksi Alami Sampai Atasi Rasa Takut Melahirkan Bersama Sekolah Emak


Sekarang aku akan berbagi catatan dari Kelas Online Special Sambut Ramadhan dengan Tema ‘Mau Tenang dan Nyaman saat Melahirkan, Kuasai Napas’ Bersama Bidan Eka.






Kelas diadakan melalui aplikasi Zoom Meeting, pada Rabu, 22 April 2020 jam 8 malam. Awalnya sempat ragu dengan kabar buruk mengenai penggunaan aplikasi Zoom, namun syukurnya Buibu yang mendaftar kelas ini dikumpulkan dalam grup WA sehingga link Zoom Meeting-nya dibagikan secara private disana, sehingga meminimalisir penyusup.

Alhamdulillah tetap tenang ya, soalnya karena kabar buruk tentang Zoom itu, membuatku menghindari ikut kelas online. Dan demi ikut kelas online bersama Bidan Eka, Allah mudahkan, syukurnya HP-ku support juga jadi gak perlu pakai laptop.

Ternyata seru juga ya belajar via Zoom, aku jadi ketagihan belajar wkwkw, kenapa gak dari kemarin, nyesal akutuh.

Ini kenapa jadi curhat tentang Zoom ya wkwkw, maafkan abisnya kemarok sih, kali pertama pakai Zoom soalnya bahaha, eh pernah juga pakai tapi dah lama, dah gitu gak bertahan lama sebab Khalil meriah kali.

Balik lagi nih cerita kuliah online, aku terlambat masuk kelas, sebab Khalil minta dipijat haha, setelah dipijat dikira bakal tidur, ternyata masih mau seru-seruan dengan si ayah, ya udah sesuai kesepakatan, Ayah handle Khalil selama Bunda belajar. Makasi Ayah Khalil untuk support-nya emmuah.

Kenalan dengan Amigdala


Malam itu semesta mendukung, signal internet lancar jaya, sehingga masuk Zoom dengan mudah dan tau-tau sudah pembahasan mengenai bagian otak.

Dasar emak ya yang baru pertama pakai Zoom, segala diutak atik haha, jadi masih ada emak yang belum mute speaker, sehingga kedengaran suara sendawa dan suara-suara misterius haha. Gak berapa lama, Alhamdulillah mulai kondusif.

Aku ketinggalan bagian penjelasan otak, dijeda sebentar ke kamar mandi soalnya kebelet pipis, semoga pemaparan mengenai otak dan kaitannya dengan olah napas berikut bisa dipahami ya Mak.



Sumber : https://today.line.me/id/pc/article/Mengenal+Sistem+Limbik+Bagian+Otak+yang+Mengontrol+Emosi+Perilaku-Dr92Gw



Di dalam otak kita ada namanya Sistem Limbik, terletak dibagian tengah otak, seperti kerah baju ( limbik ) yang  membungkus batang otak. Bagian otak ini juga dimiliki oleh hewan sehingga disebut juga otak mamalia.

Di dalam sistem limbik ada lagi nih komponennya, seperti, hipotalamus, thalamus, amigdala, hippocampus dan korteks limbik.

Fungsi sistem limbik, yaitu menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon, memelihara homeostasis ( keseimbangan tubuh ), rasa haur, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang, metabolisme serta memori jangka panjang.



Sumber : https://timeforclarity.com/amygdala-brain-hijack/


Singkat cerita, karena bagian otak cukup kompleks, Maha Besar Allah dengan penciptaan otak ini, ada bagian otak yang berkaitan dengan emosi namanya Amygdala yang dalam bahasa Latin artinya almond dan memang mirip kacang almond, kecil aja dia gitu bentuknya, tapi kecil-kecil si Amygdala adalah komponen utama penghasil emosi.

Gak kebayang ya, perasaan kalau udah emosi, masalah jadi besar, padahal bentuk sumber penghasil emosi di otak, sekecil almond, masyaAllah.

Dari sisi biologi, salahsatu emosi adalah rasa takut. Rasa takut sangat penting dimiliki. Jika rasa takut muncul, amigdala merespon diikuti hipotalamus, pusat pengambilan keputusan.

Saat amigdalam menstimulasi hipotamalus, respon kalau takut biasanya melawan atau lari, nah hipotalamus akan kirimkan sinyal ke kelenjar adrenalin untuk hasilkan hormon seperti adrenalin dan kortisol, hormone ini masuk ke aliran darah, dan akan tampak perubahan pada fisik seperti detak jantung meningkat, napas gak karuan, berkeringat.

Oiya Amigdala berfungsi menyimpan peristiwa dan kenangan, misal saat menyentuh api, amigdala akan menyimpan memori rasa sakit. Bisa jadi juga di amigdala ini tersimpan kenangan bersama sang mantan ya, bisa jadi -_-“

Amigdala dan Kaitannya dengan Pernapasan


Fitrahnya hidung ujar Bidan Eka adalah bernapas, idealnya inhale exhale itu adalah ambil dan keluarkan napas dari hidung.

Karena amigdala dekat dengan hidung, maka  salahsatu cara terbaik merespon emosi rasa takut alias mengendalikan amigdala tadi, salahsatunya dengan mengolah napas kita.

Inhale exhale melalui hidung jelas Bidan Eka, akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, seperti memperlambat denyut jantung, perasaan jadi lebih nyaman

Sedangkan inhale exhale melalui mulut menyebabkan cepat haus dan dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik, kebalikan dari parasimpatik, bahkan memunculkan hormone stressor.

Kemudian auto membayangkan lahiran versi sinetron yang treak treaak, ambil napas keluar napas melalui mulut, terasa melelahkan memang ya dan bikin haus huhu.

Kita lanjut ya, kadang pikiran ini sulit dikendalikan ya Mak, sepositif apapun pikiran tetap aja pikiran jelek seakan ikut menyertai, lalu berefek pada peningkatan denyut jantung, dan berefek kemana-mana dalam tubuh kita, sehingga kita merasa ‘gak enak badan’.

Berhubung kita gak bisa mengendalikan pikiran dan denyut jantung, maka satu hal yang bisa kendalikan adalah OLAH NAPAS.

Napas adalah koentji

Sadari ada napas yang masuk dan keluar.

Peserta diminta praktik olah napas, caranya :
-    Rilekskan postur tubuh, aku dalam posisi duduk
-    Buka sayap bahu, masih dalam kondisi rileks ya
-    Postur punggung tegak, namun rileks

Kemudian, lakukan olah napas, bernapas seperti biasa, sadari ada napas masuk dan keluar.
Bidan Eka lalu bertanya pada peserta, bermacam – macam jawabannya, pada umumnya merasakan nyaman, ngantuk :-D

Pesan Bidan Eka, sering-seringlah berlatih  napas masuk – napas keluar dengan penuh kesadaran.




Apa yang kita pikirkan, itulah yang terjadi dalam hidup kita

Yok, berpikir yang baek baek aja.

Masih mengenai pikiran, pikiran tidak bisa berada di dua fokus atau lebih sekaligus, maka kalau masih percaya wanita adalah makhluk multitasking , kenyataannya gak bisa huhu.

Selesaikan satu pekerjaan baru lanjut pekerjaan berikutnya begitu pesan Rasulullah SAW

Contoh lain tentang pikiran : saat sakit gigi, lalu ada orang yang ngasi duit banyak, sakit giginya masih terasa gak?

Terasa tapi gak terlalu sakit kali ya haha

Nah, ternyata pikiran manusia akan mencari pada hal-hal yang menyenangkan atau hal yang lebih memberdayakan ( olah napas )

Jenis-jenis Teknik Pernapasan


Ada 5 jenis teknis pernapasan :

1.    Belly Breathing


Ambil napas dari hidung ( perut terasa kembang ) , buang napas ( perut terasa kempis )

2.    Ujayyi Breathing


Ambil napas dari hidung, keluarkan dari mulut dengan suara ‘ha’

3.    Sitkari Breathing


Olah napas gunakan mulut, gigi ketemu gigi, keluarkan napas melalui hidung

4.    Sittari Breathing


Lidah dilipat, lalu ambil napas dari mulut, keluarkan dari hidung

5.    Chanting


Tarik napas panjang, keluarkan dari mulut dengan suara datar, makin lama makin rendah

Nah, dari kelima Teknik di atas, Bidan Eka rekomendasi dua teknis teratas. Kalau aku nyaman yang Belly Breathing, kalau Andien Aisyah pakai Chanting, kalau Nia Ramadhani?

Intinya pesan Bidan Eka, tumbuhkan motivasi internal untuk melahirkan normal pada diri ibu hamil itu sendiri jadi gak tergantung pada bidannya.

Pesan dari Bidan Eka memupuskan cita-citaku yang pengen bilang, Buk Bidan, kapan buka cabang di Marelan ? Haha

Baiklah berdayakan diri semaksimal mungkin. Melatih Belly Breathing jadi kebiasaan biar gak ambyar pas melahirkan pasti itu udah paten kali lah.

Oiya pada sesi terakhir, aku sempat terpental dari meeting room chat, gak tau kenapa, dan ada pembahasan tentang Alternate Nostril Breathing. Alternatif Pernapasan melalui hidung.

Tekniknya bisa diakses di situs yang ada di pict ini yah. Manfaatnya juga banyak salahsatunya menyeimbangkan otak kiri dan kanan.






Demikian, hasil catatanku yang sederhana ini, bila ada yang keliru atau kurang paham bole ditanyakan penjelasannya pada Bidan Eka.

Semoga bermanfaat!

Ingat! Latihan pernapasan sesering mungkin, hingga jadi kebiasaan, dan sadari saat bernapas!

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat. Mohon jangan masukkan link hidup saat mengisi kolom komentar. ^^ Biar gak capek kali ngapus broken link, ini kenapa jadi curhat haha

Powered by Blogger.