-->
Menu
/

 - Bunda, Yuk Persiapkan MPASI yang Benar, Mudah, Murah dan Enak! -

Bismillah,

Assalamualaykum,

Makan, sejatinya adalah naluri dan fitrah manusia, namun semua tampak menjadi sulit saat anak GTM haha. Setuju ya Bookeebok?!

 

mpasi



Momen MPASI layak dipersiapkan sedemikian rupa, sama halnya seperti persiapan hamil, melahirkan dan menyusui. Cerita mempersiapkan MPASI Khalil ada aku tulis di blog.

( Baca juga : Mari Siapkan dan Rayakan Momen Makan Pertama Si Kecil )

Sejak usia Khalil 4 bulan, aku sudah mulai heboh mempersiapkan MPASI, mulai dari beli dan baca buku, serta membeli peralatan masak.

Saat tiba hari H, aku beneran masih gugup, aku lupa mempersiapkan dan menata hatiku juga dalam mempersiapkan MPASI pertama anakku sehingga yang terjadi adalah ambyar, seperti yang aku ceritakan di blog huhu.

Nah, pada anakku yang kedua, meski usianya baru 3 bulan, aku bertekad agar kali ini tidak boleh gagal lagi, terutama gagal menata hati dan pikiranku sendiri.

Alhamdulillah, pada Minggu, 27 Oktober 2020, aku mengikuti webinar via zoom, bertajuk ‘Makan Yuk, Nak – Makanan Pendamping ASI’ , membahas MPASI yang benar, mudah, murah dan enak! Bersama dr. Purnamawati, SpA(K), MMPaed yang diadakan oleh Yayasan Orangtua Peduli. 



Sebelumnya, sudah ada beberapa webinar yang aku ikuti dan sooo worth it banget, dengan biaya webinar gak sampai 50K, tapi aku berasa udah kayak konsultasi langsung tatap muka, ditambah lagi pada masa pandemi gini, bekal ilmu kesehatan, pengasuhan, perawatan anak, tumbuh kembang, sangat aku perlukan huhu. Oiya, bahkan setelah webinar peserta masih bisa lanjut tanya-tanya loh dengan bergabung di milis.

Oke langsung aja ye, aku menuliskan resume webinarnya. Resume ini bentuk mengikat ilmu ala aku, jadi bila aku lupa, sudah ada jejaknya di blog dan semoga bermanfaat juga buat Buibu yang memerlukan informasi MPASI.

Usia Dua Tahun Pertama Anak, Tidak Boleh Malnutrisi


Makan itu fitrah, naluri, as simple as that, ujar Dokter Wati diawal penjelasan webinar.

Satu konsep yang mesti orangtua tahu dan pahami kalau perlu tulis gede-gede lalu tempel di tempat yang mudah terlihat kapanpun adalah,

Makan adalah proses belajar, yang penuh petualangan dan menumbuhkan rasa trust (percaya ) pada anak.

Dua tahun pertama usia anak merupakan masa dimana perkembangan otak sedang sangat pesat. Seorang dokter ahli tumbuh kembang bernama DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) yang akrab disapa Dokter Wawan dari Surabaya menyarankan kepada keluarga muda yang memiliki anak di bawah 2 tahun agar menginvestasikan uang untuk membeli makanan kaya gizi untuk perkembangan otak anak, karena hanya dengan pemberian nutrisi berlimpah gizi baik, otak anak bisa tumbuh maksimal.

‘Gak mungkinkan susu kita tuangkan ke otak anak?’ begitu canda Dokter Wawan

Jadi, untuk sementara lupakan dulu ya cicilan motor, rumah, arisan dan lalalalnya, fokus investasi gizi untuk otak anak dibawah 2 tahun.  

Pesan Dokter Wati, pastikan anak dari 0 sampai dengan 2 tahun, tidak malnutrisi. Cara memastikannya gimana?

Yuk, pahami manajemen Laktasi dan MPASI yang benar, pantau tumbuh kembang anak, deteksi jika sudah mulai ada tanda malnutrisi yang angka kejadiannya banyak di usia 3 bulan.

Nutrisi yang baik, nantinya akan membentuk dan mematangkan sel otak anak, apalagi hampir 80% otak manusia berkembang pesat pada dua tahun pertama. Dan sekitar 50%-60% kalori yang masuk dalam tubuh anak adalah untuk pertumbuhan otak.

Bagaimana Menilai Kecukupan MPASI Anak?


Menilai berhasilnya MPASI teteup ya dari berat badan anak. Anak usia 6 sampai 8 bulan, kenaikan BB perbulan sekitar 450gr, sedangkan usia 9 sampai 12 bulan, kenaikan BB sekitar 200-300 gr.

Kenaikan BB usia satu tahun ke atas, agak lambat memang, minimal pertahun naik 2kg. Ooo, pantesan BB Khalil yang sekarang 5 tahun, gak banyak-banyak naiknya wkwkw, ternyata memang seperti itu yah.

Ini Dia Konsep Makan yang Harus Diajarkan Orangtua Saat MPASI


Proses makan, adalah kegiatan yang akan dilakukan anak seumur hidupnya, untuk itu dimomen MPASI wajib banget dilakukan orangtua dengan cara menyenangkan.

Jadi, kalau dipikir-pikir, orangtuanya yak yang belajar hehe. Belajar menerapkan pola hidup dan pola makan sehat, agar anak kelak meneladani orangtuanya. Orangtua juga belajar menata hati dan pikiran, seperti yang aku bilang diawal, terima aja kalau anak gak suka menu hari itu, observasi apa yang keliru, apa yang salah, apa yang buat anak gak nyaman, gak selera, cari tahu. 

Turunkan ekspektasi, in hale exhale, kalau ortu dikuasai emosi negative saat proses memberi makan anak, dijamin akal ketutup, efeknya ortu kesal, marah, cekoki anak dengan makanannya ( hiks, naudzubillah, jangan sampe dah ya)

Apa saja konsep dalam proses makan?


Dalam proses belajar makan, anak diajak mengenal:


Rasa, rasa dalam menu yang disajikan. Ada rasa manis, gurih, asin, asam.

Konsistensi, yang awalnya anak Cuma diberi ASI dengan konsistensi cair, kini memasuki MPASI anak diberi makanan yang konsistensinya mendekati ASI

Tekstur, anak belajar kenal tekstur makanan halus dan creamy kemudian bertahap tekstur renyah dan kenyal

Tahap perpindahan tekstur sebaiknya perlahan dan bertahap, strateginya pada piring letakkan ¾ tekstur kasar, ¼ nya lagi tekstur lembut.

Lalu anak juga belajar mengulum, menelan dan mengunyah

Selain belajar mengenai hal diatas, dalam proses makan pun ada proses stimulasi:

Kasih Sayang,
ini sooo pasti ya, memberi makan apalagi proses memasak makanannya merupakan bentuk kasih sayang orangtua pada anak, sehingga anak juga merasakannya

Disiplin, dalam proses makan, orangtua menstimulus anak untuk tanamkan konsep disiplin, bahwa makan itu ada waktunya, kemudian duduk tenang, tidak disambi dengan kegiatan lain, matikan tv dan handphone

Dokter Wati cukup membuat penekanan pada poin disiplin ini, sampai menceritakan kasus bahwa ada anak tiap kali mau makan, orangtuanya sampai menyewa becak. Ya Allah, gimana ceritanya itu yak, huhu itu masih nyewa becak loh, ya kali anak kenal becak tanpa ortunya yang mengenalkan, gimana kalau ortunya sulton, nyewa jet kali yak

Ada juga anak yang tiap kali makan harus digendong kemana-mana, segala rupa hewan ternak dipanggil, biar anaknya pas lengah dan buka mulut langsung dah dimasukin sendok. Sekilas kayak tersiksa gitu ya, ada juga yang anaknya udah bisa lari-lari, maka makannya pun sambil lari-lari, duh, kebiasaan buruk seperti itu harus dihempaskan.

Ingat aja tata cara makan Rasulullah SAW, makan dengan tenang, kunyah pelan-pelan, makan sebelum kenyang, jika anak sudah menolak makan, nanti boleh ditawarkan lagi. Sekali lagi, konsepnya, MPASI itu proses belajar makan, pastikan caranya asyik dan menyenangkan.

Apresiasi, apresiasi disini maksudnya, orangtua mengajak anak untuk bersyukur, ‘adeeek, Alhamdulillah, hari ini menunya ada labu kukus, pakai ayam, wortel dan ASI loh dek’, ‘yuk, dek kita berdoa sebelum makan’.


Mari Kenal dengan Istilah Kalori, Energi, Nutrien dan MPASI


Gimana? Masih semangat lanjut baca? Iya ini belum ke inti pembahasan hihi, gak sabar ya menu MPASI-nya apa aja…lanjut ya!

Kalori

mpasi 2




Energi


Apa itu  makanan padat energi?

mpasi 3

Pembahasan kalori penting saat membuat menu MPASI nanti.

Nutrien ( Zat Gizi )


Nutrien terbagi dua yaitu Makronutrien dan Mikronutrien

mpasi 4


Nah, permasalahan yang sering terjadi di lapangan adalah, banyak ibu yang menanyakan vitamin agar anaknya nafsu makan. Sayangnya, belum ada literature membahas suplemen penambah nafsu makan.

Ada juga mindset bahwa jika gak minum susu, nanti anak gak sehat, gak tinggi. Sebenarnya gak minum susu gak apa-apa kok.

So, daripada fokus mencari suplemen penambah nafsu makan atau susu, fokus pada mengolah atau memasak makanan padat energi tadi.

mpasi 5



Apa Arti MPASI?

mpasi 5



Teknis Pemberian MPASI


Secara teknis, pemberian MPASI sebaiknya:

Tepat Waktu


Usia anak 6 bulan merupakan usia tepat pemberian MPASI karena sistem pencernaan dan sistem oromotor sudah sempurna, serta risiko alergi lebih kecil.

Apa yang terjadi jika terlambat? Khawatirnya anak akan lebih susah makan, picky eater dan berisiko alergi

Bagaimana dengan tren MPASI Dini seperti yang dilakukan artis Shandy Aulia pada anaknya yang sudah MPASI diusia 4 bulan?

Sebelum terburu-buru melakukan MPASI Dini, yang harus dilakukan yaitu tenangkan ibunya dulu, perbaiki manajemen laktasi, evaluasi kenaikan BB selama 1-4 minggu, jika yang terjadi adalah:

  • ASI Cukup, maka teruskan ASI
  • ASI Kurang, jika usia kurang dari 4bulan, lakukan ASI donor. Jika lebih usia 4 bulan dan oromotor siap, MPASI
  • Red Flag, maka memerlukan susu khusus


Sebelumnya tetap konsultasi pada dokter anak terlebih dahulu.

Aman


Teknis pemberian MPASI berikutnya adalah aman. Apakah MPASI dimasak sendiri atau instan? Kedua-duanya boleh, yang penting aman.

Saran Dokter Wati tentu homemade dong, sebab kebersihan terjamin, rasa lebih nikmat, rasa lebih segar, dapat dibuat bervariasi, melatih indera pengecap, terhindar dari zat sintetis dan lebih  murah pastinya.

Dengan catatan: Perhatikan kelengkapan zat gizi!


mpasi 6


Feeding Times


Pemberian makan merupakan momen penting juga, apalagi jika sekeluarga makan bersama dalam satu waktu, tentu hal tersebut akan diingat anak dan juga bagian dari stimulasi, disiplin serta proses bonding.

Lakukan teknik responsive feeding

Apa itu responsive feeding? Yaitu memperhatikan kesiapan bayi, sesuaikan tekstur makanan dengan kesiapan oromotor anak, perhatikan tanda lapar dan kenyang, tanpa paksaan, idealnya pemberian makan selama 30 menit.

Cara yang bisa dilakukan saat responsive feeding:


Anak mau disuapi atau suap sendiri
Beri makan secara pelan dan sabar serta semangat penuh antusias, menyenangkan
Jika anak menolak, coba berbagai kombinasi makanan, citra rasa, dan tekstur
Minimalkan gangguan selama makan, jika anak mudah kehilangan minat makan
Jika durasi 30 menit habis sementara makanan belum habis, bisa tawarkan pada sesi makan berikutnya


mpasi 7




Dalam proses responsive feeding, adapun tugas orangtua: menentukan jadwal makan dan menu, bahan makanan yang sehat, terakhir laju pertumbuhan normal

Sedangkan tugas anak adalah menentukan porsi yang diinginkan dan rasa

Saat MPASI hari pertama, turunkan standar ekspektasi bahwa anak akan menghabiskan makanannya.

 Pada 2 dan 3 hari pertama bisa mencoba sereal, lalu perlahan berikan menu lengkap. Penolakan menu oleh anak bukan berarti anak gak suka.

Jadwal pemberian makan besar adalah pagi, siang, sore-malam.

Snacking diantara main course

Snacking Itu Apa?


Kalau dengar atau baca kata snacking yang terlintas dipikiran pasti biskuit, kerupuk, roti, atau makanan yang ringan-ringan, buah-buah tunggal gitu.

Ternyata  meskipun namanya snacking tetap ingat konsep, makanan padat gizi.

Berikut contoh yang diberikan Dokter Wati


mpasi 8



Jadi kebayang ya, pas anak MPASI, mamak kudu rajin oprek dapur dah pokoknya mah.
                                     

MPASI Secara Nutrisi


Dulu konsep gizi 4 sehat 5 sempurna, sekarang beralih kepada konsep baru yaitu Choose My Plate, isi piringku dimana porsi buah dan sayur lebih banyak.



Berikut ada tabel kebutuhan ASI dan MPASI pada anak, tabel ini perlu diingat dan direnungkan, agar Ibu tetap rajin pompa ASI.

mpasi 9



Kemudian ada juga tabel kebutuhan mikronutrien, dimana usia 9-12 bulan, kebutuhan akan zat besi cukup tinggi, maka dari itu berikan daging merah secepat mungkin, tegas Dokter Wati.

Selain pada daging merah, kandungan zat besi yang tinggi juga ada pada hati ayam. Nah, mengolah hati ayam ini yang aku gak sanggup, T_T aku geli dengan hati ayam huhu, sepertinya MPASI hati ayam, aku rikues sama teman aja deh buat bantu mengolahnya.

Lalu aku flashback ke masa Khalil kecil, aku cukup telat memberikan dia daging, jadi pernah suatu hari, anakku sakit, BB ngepaaaas banget T_T, lalu oleh dokter disarankan minum Zat Besi. Ternyata Zat Besi buatan ini huhu gak enak ya, emang lebih baik mengolah bahan makanan yang kandungan zat besinya tinggi aja deh.

Kelengkapan gizi pada MPASI haruslah sesuai komposisi ASI, sebab otak memerlukan lemak sekitar 60%. Maka, MPASI harus kayak lemak dan zat besi.

Oiya dalam pemberian zat gizi baik makronutrien maupun mikronutrien sebaiknya yang baik-baik, apa sih? Haha, maksudnya, dari bahan yang mengandung, karbohidrat, protein, lemak yang baik.

Emang ada yang jahad? Adaaaa…terutama saat proses pengolahan yang lama, kandungan zat mikronutrien bisa jadi jahad bagi tubuh.

Oleh sebab itu, ibu juga harus belajar cara memproses makanan.

Saran Dokter Endah, moderator webinar, berikan anak makanan yang memang dimakan oleh anggota keluarga dimana tekstur untuk anak ya pasti beda ya.

Jadi, pembiasaan makan baik tetap berlanjut meski MPASI sudah terlewati dengan baik.

Maka, jadilah orangtua dengan pola hidup dan pola makan yang baik, karena orangtua adalah teladan anak.

Masalah yang terjadi di lapangan adalah, saat MPASI semua bahan mesti organic, garam dan minyaknya khusus, etdah pas usai MPASI tuh, pola makan anak ambyar, tiap pagi anak ingatnya jajanan di alpamat, atau kalau sakit sajennya ayam fast food, hellooo….

Penerapan pola makan dan pola hidup yang baik adalah investasi kesehatan jangka panjang loh, hidup berasa lebih berkualitas, lebih bermanfaat, rasa syukur kian bertambah tiap hari, masyaAllah. 


Saran dari aku nih yang Alhamdulillah sejak dua tahun terakhir sudah mengubah dan menjalani pola makan sehat meski belum ‘lurus’ bener dah, yuk mulai dari mengganti bahan yang ada di dapur seperti:

Minyak makan ganti dengan minyak kelapa
Garam gak mesti himsalt kok, garam dapur kemasan dengan label MUI dan BPOM sudah oke
Kaldu, untuk kaldu aku pakai kaldu jamur sebagai penyedap
Gula pasir ganti dengan gula merah, kurma, dll
Mentega, nah ini masih PR buat aku, cek lagi deh komposisi mentega, soalnya termasuk lemak jahad juga, maunya pakai unsalted butter ya, tapi haha mayan uga, btw kan pakenya gak tiap hari, kayaknya stok beberapa juga gak masalah deh.
Stok kelapa parut, santan segar bisa sebagai lemak tambahan dimasakan bahkan pada minuman. Santan bisa jadi lemak jahad kalau proses masaknya lama, apalagi kalau sampai jadi rendang wkwkw

Catatan dari Dokter Wati, sampai usia 2 tahun, berikan makanan kaya lemak jenuh, tetapi secara bertahap kurangi jumlahnya

Boleh kah menggunakan santan atau mentega sebagai lemak tambahan?

Boleh, kalau saya ujar Dokter Wati, jika masak soto, untuk kuahnya saya lebih memilih ASI. Mengapa? lanjut Dokter, karena proses belajar tadi, semoga kelak anak gede kita menghindari agar anak mau makan kalau pakai santan

Untuk protein, perbanyak pemberian protein hewani karena merupakan sumber asam amino essensial

Sayangnya asam amino essensial gak diproduksi tubuh, namun ia penting untuk tubuh, nah loh

Adapun manfaat asam amino essensial adalah:

- Membantu fungsi tubuh
- Mengatur transmisi di syaraf kimia otak untuk kendalikan emosi dan perilaku
- Membantu sistem imun
- Membantu pertumbuhan dan penglihatan

Jadi, jangan tunda pemberian protein hewani pada MPASI anak

Sedangkan untuk karbohidrat, pilih jenis Whole Grains. Karbohidrat yang baik adalah yang banyak serat.

Tentang Makanan Berserat


Makanan berserat adalah makanan yang tidak bisa dicerna tubuh sepenuhnya, dan makanan berserat sedikit sekali hasilkan energi bagi tubuh tapi keberadaannya sangat bermanfaat khususnya dalam pencernaan.


Manfaat makanan berserat pada anak :

Melembutkan feses
Mencegah terjadinya sembelit, pastikan ditambah dengan banyak minum

Tips Praktis Pemberian MPASI


Tips praktis dari Dokter Wati, insight baru bagiku, dan kenapa aku baru tahu huhu, apa saja tips praktis pemberian MPASI:

Buat menu dengan ASIP
Minum saat makan, ya ASIP

Buat makanan tinggi kalori ( lemak / protein hewani)

Buat makanan enak baik enak di lidah, dihirup dan ditatap

Catat bahan makanan yang pernah diberikan, mana yang anak approved, mana yang tidak. Bahan makanan yang ditolak anak, bisa tawarkan lain waktu. Catat juga bahan makanan yang membuat alergi, stop dulu, coba tawarkan beberapa bulan kemudian.

Q and A Permasalahan Pemberian MPASI


Beberapa kegalauan ibu saat proses belajar makan anak juga dibahas di webinar ini, diantaranya :

Q: Apakah boleh memberikan keju, yoghurt atau es krim pada anak usia 6 bulan?

A: Boleh. Contoh menunya, kukus jambu klutuk, jadikan puree, campur ASIP, taruh sedikit es krim, jadi deh snacking padat energi.

Q : Bagaimana dengan pemberian susu diatas 1 tahun?

A : Susu, bukan kebutuhan utama atau dalam hal ini gak bisa menggantikan asupan nutrisi, namun susu merupakan sumber kalsium, itupun per hari maksimal 500 ml. Jika ingin memberikan susu, pilih susu sapi segar. Dan untuk usia di atas 2 tahun berikan susu yang rendah lemak

Q: Saat sakit anak gak mau makan, jadi gimana?

A: Lah kita aja sakit hilang selera makan, apalagi anak. Qodarullah saat sakit khususnya infeksi virus, rasa ingin minum sangat tinggi, kesempatan banget untuk menawarkan makanan atau minuman yang mengandung banyak kuah.

Contoh menunya, Chicken corn cream soup, es mambo buah-sus, smoothies, apple sauce-ice cream, roti hangat potong dengan bentuk beragam oles peanut butter-keju parut-coklat, soto ayam hangat, sup buntut, orak arik telur susu keju, dll

Q: Anak GTM, gimana dok?

A: Coba cek, apakah sakit? Bosan? Gak doyan? Tidak lapar?

Q: Bagaimana dengan pemberian gula dan garam saat MPASI?

A : ( nah pertanyaan ini mewakili aku banget, zaman Khalil MPASI, aku strike banget dah, padahal bole loh dikasi gulgar ke MPASI tapi dibatasi yaa, pembatasannya seumur hidup, jangan pas MPASI doang wkwkw, emak bapakenya juga ya, batasi gulgar. Kalau di keluarga kami, gulpas udah stop, kita pakai gula aren hehe, madu, kurma dan melihat wajah sendiri di cermin *eeeh )

Q : Mengapa Picky Eater ?

A : Wallahu’alam, yang jelas kata Dokter Wati, bisa jadi tidak suka, belum mau saat itu atau sedang tidak lapar.

Solusinya apa? Bu, badai pasti berlalu…, 

Tips hadapi anak picky eater ala Dokter Wati

  • Hargai penolakan anak, jangan memaksa
  • Tetap tawarkan makanan dari sumber nutrisi terbaik
  • Sediakan makanan dalam bentuk bite size
  • Makan bersama
  • Kemas acara makan dengan menarik, bisa jadi anak bosan makan disuapi, sesekali coba teknik makan dip it, mencocol dengan varian saus homemade lezat, atau pakai mayones homemade
  • Minimalkan gangguan
  • Fleksibel dengan jadwal makan

Q: Bagaimana dengan anak yang gak mau sayur?

A: Apakah kita sebagai orangtua sudah perkenalkan rasa buncis, brokoli, wortel, tomat, kembang kol, timun? Perkenalkan sejak dini dan dengan benar. Anak bule, usia 2 tahun sudah dikenalkan makan salad, lah dikita? keefci? Mekdi ?

Q: Bagaimana dengan anak yang gak mau makan daging?

A: Apa yang anak gak suka? Rasanya? Baunya? Teksturnya ? coba olah daging bersama rempah-rempah, tumis duo bawang, tomat, keju tabur, daging cincang beku, bisa diblender dulu sebelum dimasak.

Q : Mengapa anak sembelit?

A : Asumsinya pemberian serat, ASI, protein hewani, buah dalam porsi sedikit? Atau malah lebih? Solusinya, pemberian ASI tetap harus ada pada menu, minumnya ASIP, protein hewani tetap dominan, serat jangan kurangi tapi jangan juga mendominasi.

Simpulan :

Pelajarilah MPASI langsung dari sumbernya, infant feeding – WHO

Remember the concept, MPASI itu proses belajar, proses latihan, penuh petualangan, buat jadi momen menyenangkan, variatif, colorful, jangan parno dengan alergi, kurangi susu di usia lebih dari 1 tahun.

Everything about food is related to art - mengolah makanan itu seni. Saat mengolah makanan, berarti kita sebagai ibu berperan dalam memasukkan hal baik dalam tubuh anak.

Well, problemanya masih banyak, gimana dengan pemberian makanan organik dan instan, pemberian probiotik, dan lalalala, haha

Ibuu, mari menata hati dan pikirannya, agar MPASI anak lancar jaya seperti jalan tol.

Semoga bermanfaat, masyaAllah panjang bener dah yak wkwkw.



7 comments:

  1. Blog post paling dicari cari ini. Apalagi jelang MPASI Jenna.

    Setiap punya anak dan setiap jelang MPASI pasti sibuk ngubek informasi baru lagi

    ReplyDelete
  2. Mencerahkan banget artikel ini kak. MPASI itu adalah masa-masa indah plus ribet. Soalnya kau termasuk yang suka MPASI rumahan. Jadi kemarin wajib banyak belajar soal ini.

    ReplyDelete
  3. Wah bentar lagi dong MPASInya, anakku dulu tunggu 6 baru mulai makan kalau kecepatan agak khawatir juga karena lambung sudah bisa mencerna atau belum ya

    ReplyDelete
  4. Tar kl aku kelak punya anak mau blajar nih jd disave juga artikel ini buat prepare hehe

    ReplyDelete
  5. Jadi teringat saat anak2 saya mau MPASI dulu. Salah satu bekal saya adalah membaca dan ikutan grup MPASI yang ada di media sosial dan didampingi oleh dokter-dokter yang ahli di bidangnya. Semoga MPASI adek Khalil lancar ya kak..

    ReplyDelete
  6. Ilmu baru tentang MPASI.

    Kak, tanya dong. Menghaluskan bahan MPASI pakai Blender itu boleh ga sih?

    ReplyDelete
  7. Setuju kl makanan itu seni ya, seni mengolahnya, terutama seni menyajikannya agar anak suka... kl kk piring anak aja sampe macam2 bentuknya demi apaa.. demi anak mau makaaaannn haha

    ReplyDelete

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat. Mohon jangan masukkan link hidup saat mengisi kolom komentar. ^^ Biar gak capek kali ngapus broken link, ini kenapa jadi curhat haha

Powered by Blogger.