-->
Menu
/

 - Jika Aku Jadi Pemimpin yang Berjuang Demi Kesejahteraan Pangan Di Indonesia -

 

kesejahteraan pangan

 

Menurut World Declaration on Nutrition tahun 1992, memperoleh makanan yang cukup, bergizi dan aman adalah hak setiap manusia. Pangan, selain merupakan salahsatu hak asasi manusia, juga kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi setiap saat. 


Jika ketersediaan pangan lebih kecil daripada kebutuhannya, maka dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi, maka seandainya aku menjadi pemimpin, yang pertama kali aku lakukan untuk Indonesia adalah berjuang demi kesejahteraan pangan di Indonesia.


Apa Itu Kesejahteraan Pangan?


Sejak jadi ibu, aku paham sekali melihat anak yang kelaparan, lemas, lesu, sorot mata redup, bermain pun enggan, bahkan saat tak tahan lapar, anak bisa menangis. 


Hal itu pula yang aku bayangkan jika kondisi tersebut dialami oleh warga Indonesia. Sebelum pandemi saja kesejahteraan pangan kita sudah banyak menuai masalah seperti, busung lapar, gizi buruk, stunting,  produksi, impor dan lain sebagainya. Ditambah dengan terpaan pandemi tentu keadaan menjadi semakin sulit.


Fakta tentang stunting sendiri berdasarkan data dari Riskesdas tahun 2010 dan 2013, angka stunting pada anak Indonesia meningkat menjadi 37%, bersyukur tahun 2018 angka tersebut turun 30%, dan Jokowi menargetkan angka stunting turun lagi hingga 14%.


Selain itu masih tentang stunting, lebih dari 30% timnas pesepakbola kita mengalami stunting , efek stunting sendiri berpengaruh pada tingkat kecerdasan, sehingga bisa jadi kesulitan menembus goal lawan, akibat lambat memutuskan arah bola.


Belum lagi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik ( BPS ) mengenai meningkatnya persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2020 menjadi  7, 38 persen atau naik sebanyak 1,3 juta orang, dari 9, 86 juta orang pada September 2019 menjadi 11,16 juta orang pada Maret 2020.


Sebelum membahas lebih lanjut, yuk intip dulu defenisi Kesejahteraan Pangan berikut,


Kesejahteraan Pangan atau Ketahanan Pangan, berdasarkan UU No.18/2012 tentang Pangan, adalah 


"kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan". 


MasyaAllah sempurna sekali pengertian dari Kesejahteraan Pangan dan jika sudah sejahtera pangan rasanya makan sesuatu itu gak pakai khawatir.

Seandainya Aku Jadi Pemimpin, Hal Yang Aku Lakukan Untuk Kesejahteraan Pangan, Adalah…


Pertama kali yang aku lakukan demi kesejahteraan pangan adalah berkoordinasi dengan BKN atau Badan Ketahanan Pangan. 


Badan Ketahanan Pangan memiliki visi misi yang keren banget. Nah, nanti segala rencana diturunkan berdasarkan visi misi.



kesejahteraan pangan 1


kesejahteraan pangan 3


Peran Generasi Muda dalam Tingkatkan Kesejahteraan Pangan di Indonesia


Kesejahteraan Pangan akan sulit terwujud jika tidak dibarengi dengan kerjasama seluruh lapisan masyarakat termasuk generasi mudanya. 


Peran generasi muda dalam tingkatkan kesejahteraan pangan di Indonesia sangat banyak, diawali dengan mengubah mindset


Sebagai pemimpin aku akan membangun konsep bahwa,


1.    Generasi Muda, Jadi Petani Itu Keren Loh


Selama ini kalau bertanya pada anak zaman now tentang cita-citanya, pasti langka banget yang mau jadi petani. Akibatnya Indonesia minim regenerasi petani muda di Indonesia.


Berdasarkan data Sakernas Agustus 2019, setidaknya sebanyak 52,69 % usia petani berkisar 45 tahun. Dan kebanyakan menjadi petani karena keturunan, ilmu pertanian yang diperoleh pun turunan juga. 


Berharap jika aku yang memimpin, aku akan bangun konsep jadi petani itu keren. Idealnya petani memiliki Good Agricultural Practices ( GAP  ) agar terampil mengatasi masalah seputar pertanian dan juga memiliki sertifikasi organik.


Oiya perlu diketahui kegiatan pertanian ada 6 subsektor yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.


Nah, kamu tinggal pilih mau fokus di subsektor mana? Kalau aku, kelak akan kuatkan dulu di tanaman pangan.


Mengapa?


Karena makanan yang aman tidak boleh jadi barang mewah dan aku merasakan betapa mewahnya makan tanaman pangan organic tanpa khawatir harus makan racun dari pestisida.

 

2.    Generasi Muda Suka Penganan Lokal, Buah Lokal dan Sayur Lokal


Jika aku menjadi pemimpin, aku akan membuat generasi muda menyukai penganan lokal seperti segala olahan ubi, olahan tempe, olahan tahu, olahan labu kuning dan lain lain. Kemudian bantu sebar via sosmed agar viral.


Kadang suka heran begitu Korean Sweet Potato lebih hype dari pada ubi ungu wkwkw, padahal lebih sehat ubi ungu dong, antioksidannya tinggi. 


Selain itu saat aku jadi pemimpin, aku akan galakkan generasi muda untuk makan sayur dan buah lokal, sehingga makanan fast food gak laku lagi. 


Profesor Ahmad Sulaeman pernah berkata begini, ‘Nasionalisme bisa dibangun melalui mulut, yaitu dengan mendaulatkan mulut kita, sehingga terbangun kedaulatan pangan, sekaligus kedaulatan bangsa’


Semoga bermanfaat!

Terimakasih sudah membaca postingan di nufazee.com semoga bermanfaat. Mohon jangan masukkan link hidup saat mengisi kolom komentar. ^^ Biar gak capek kali ngapus broken link, ini kenapa jadi curhat haha

Powered by Blogger.