
Persaingan jualan online di Shopee dan Tokopedia makin ketat dari tahun ke tahun. Pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan menembus USD 104,21 miliar di 2026, dengan Shopee dan Tokopedia bersama-sama menguasai lebih dari 80% pangsa pasar. Dari sisi pengguna, Shopee sendiri tercatat menguasai 53,22% akses e-commerce Indonesia menurut data APJII 2025. Dengan jutaan produk bersaing setiap hari, cuma listing yang teroptimasi yang bisa bikin produkmu nongol di halaman pertama.
Berikut 6 trik praktis yang bisa langsung kamu terapkan.
1. Riset Keyword dari Kolom Pencarian, Bukan dari Google
Jangan asal nebak kata kunci. Ketik nama produkmu di kolom pencarian Shopee atau Tokopedia, lalu perhatikan saran autocomplete yang muncul, itu representasi query asli yang paling sering diketik pembeli sungguhan. Kata kunci di marketplace cenderung lebih spesifik dan berorientasi pada atribut produk dibanding pencarian di Google, jadi riset sebaiknya dilakukan langsung di platformnya.
2. Taruh Keyword Utama di Awal Judul Produk
Algoritma Shopee memberi bobot lebih tinggi pada kata yang ditempatkan di awal judul karena dianggap paling relevan dengan intent pencarian. Idealnya, judul produk Shopee maksimal 120 karakter dengan keyword utama di depan, sementara judul Tokopedia lebih ringkas, sekitar 70 karakter dan tetap deskriptif.
3. Upload Foto HD dan Video Produk dengan Durasi yang Pas
Foto dan video bukan cuma pemanis tampilan. Listing dengan video mendapat tambahan exposure di hasil pencarian Tokopedia, sementara di Shopee durasi video 15–60 detik menjadi standar yang disarankan untuk menjaga engagement pembeli di halaman produk.
4. Jaga Rating Minimal 4,7 dan Respons Cepat
Algoritma Shopee memakai rating dan review sebagai sinyal kepercayaan, rating minimal 4,7 bintang disebut jadi syarat realistis untuk tembus halaman pertama, ditambah respons chat di bawah 1 jam dan pengiriman di bawah 24 jam.
Standar ini jadi tantangan tersendiri buat seller yang stoknya didatangkan dari luar negeri, misalnya skincare, gadget, atau sneakers yang memang lagi digandrungi pembeli Indonesia tapi supplier-nya ada di Amerika Serikat. Begitu kiriman restock telat dari sana, jadwal upload stok otomatis berantakan dan respons ke pembeli ikut molor. Makanya, kalau toko kamu rutin impor dari AS, pilih partner logistik yang reliable seperti layanan cargo USA to Indonesia , biar jadwal restock tetap terjaga dan rating toko tidak ikut kena imbasnya.
5. Konsisten Pasang Iklan di Dalam Marketplace
Produk dengan iklan aktif (Shopee Ads atau TopAds) cenderung mendapat prioritas algoritmik dibanding produk yang murni mengandalkan organik. Lebih dari itu, aktivitas promosi yang rutin membantu algoritma mengenali toko sebagai aktif dan relevan, sehingga produk jadi lebih sering muncul di hasil pencarian organik juga. Budget iklan kecil yang konsisten biasanya lebih efektif daripada sesekali menggelontorkan budget besar.
6. Dorong Traffic Tambahan dari Luar Marketplace
Satu hal yang sering dilewatkan: Google juga mengindeks halaman produk Shopee dan Tokopedia, sehingga deskripsi yang SEO-friendly bisa membuat produkmu muncul di hasil pencarian Google, bukan cuma di pencarian internal marketplace. Supaya traffic eksternal ini makin maksimal, banyak seller mulai memanfaatkan jasa iklan google untuk menargetkan calon pembeli yang sebenarnya belum tahu toko kamu ada di marketplace. Kombinasi SEO internal dengan Google Shopping atau Search Ads bisa mendongkrak CTR total listing kamu secara signifikan.
Data menunjukkan 70% pembeli tidak pernah scroll melewati halaman pertama hasil pencarian, dan produk di posisi 1–5 mendapat CTR 3–5 kali lebih tinggi dibanding posisi di bawahnya artinya, enam trik di atas bukan cuma soal “biar keliatan”, tapi soal peluang closing yang jauh lebih besar. Terapkan satu per satu, pantau performanya tiap minggu, dan sesuaikan strategi sesuai data performa toko kamu sendiri.
