
Keinginan untuk membuka Taman Bacaan Masyarakat atau TBM sudah lama, bahkan saat masih tinggal di Medan sebenarnya sudah memulai tapi secara biasa saja tidak ada berurusan dengan birokrasi. Nah, kali ini aku beranikan diri untuk melegalkan prosesnya.
Berawal dari aku terpilih sebagai Relawan Literasi Masyarakat atau Relima untuk Kota Langsa. Salahsatu peran relima adalah menjadi inisiator. Inisiator yang bisa aku lakukan yaitu dengan membuka TBM.
Beruntung aku satu komplek dengan Pustakawati yang bekerja di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Langsa. Pustakawatinya pada baik dan ramah, Alhamdulillah. Dukungan penuh dari Disperpusip inilah yang membuat aku semangat buka TBM.
Persyaratannya apa saja? pertama, ada ruangan khusus untuk pojok baca. Rumahku tentu saja ada pojok baca karena dimana pun rumah kami sejak anak-anak lahir ada area bermain juga membaca. Kedua, ada koleksi buku pribadi, jika tidak ada bisa upaya meminjam dengan perpustakaan setempat, mereka ada program Silang Layan. Nah, proses Silang Layan ini cukup ada repotnya sebab terkait urusan birokrasi, jadi ikutin saja syaratnya.
Proses berikutnya, advokasi kepada kepala lingkungan setempat, lalu kepada Dinas Perpustakaan setempat, agar terdata dan mudah menghimbau masyarakat sekitar mengenai ada TBM yang baru buka.
Kemudian, buat acara pembukaan sederhana. Proses acara pembukaan ini, aku memilih membuat kop surat sendiri. Oiya sebelumnya aku membuat logo dilanjutkan dengan membuat akun instagram TBM Rumah Ceria, ini penting karena jadi syarat untuk mengajukan SK ke Dinas Perpustakaan.
Untuk proses logo, nama TBM, tagline, itu semua mudah banget, aku cukup terbantu dengan menggunakan gemini AI, jadi brainstorming hal teknis ya ke AI tersebut. Alhamdulillah dalam waktu kurang lebih seminggu, Allah mudahkan aku membuka TBM, prosesnya itu dari tanggal 1-4 Juni, masyaAllah.
Persiapan Acara Pembukaan TBM Rumah Ceria
Mengenai TBM jika masih ada yang menggelisahkan hati, pembaca bisa kirim pesan pribadi ke aku ya, kita berdiskusi disana. Aku ada ebook juga yang membahas tuntas mengenai TBM ini dan aku baru selesai membacanya, ada banyak insight bagus yang ternyata kalau dikembangkan secara serius dan profesional TBM ini bisa sangat berdampak.
Sempat ada ragu untuk mempercepat proses pembukaan TBM Rumah Ceria, tapi aku berprasangka baik pada Allah karena aku memanfaatkan momen ‘mumpung’. Mumpung mertua lagi di Langsa dan bantuan mertua sangat aku harapkan Alhamdulillah, mumpung masih hangat dan semangat-semangatnya, dan kesempatan baik lainnya. Minggu pertama Juni setiap sore diberi hujan oleh Allah, nah Jumat 5 Juni 2026 dengan doa banyak pihak, alhamdulillah hari cerah, malamnya baru hujan badai haha.
Pada hari sebelumnya, aku sudah menyiapkan spanduk kecil yang sehari aja selesai proses cetaknya, aku juga memesan pisang goreng buatan tetangga. Kemudian Kak Ranti, pustakawan yang juga tetanggaku idolaku bantu menambah varian konsumsi, dan bantu cari loudspeaker.
Aku juga mengundang Dinas Perpustakaan secara resmi pakai surat undangan dan melampirkan rundown, chat wa kepala bidang Perpustakaannya via wa, lalu menghubungi kepling dan pemilik rumah sewa-ku, serta membuat brosur kecil-kecilan untuk aku sebar sekitar komplek Jumat pagi. Desain-desain flayer pakai bantuan chatgpt dan Canva, lalu postang posting di sosmed.
Oiya, konsep acara pembukaan memakai konsep Zero Waste, aku tidak menyediakan AMDk. Undangan aku minta untuk membawa botol minum sendiri, aku cukup mengadakan refill water, begitu juga camilan, aku sediakan piring-piring khusus. Alhamdulillah gelas-gelas cantik hasil dari kado pernikahan belasan tahun lalu berguna juga.
Jumat pagi juga baru kepikiran siapa petugas MC dan muncullah ide untuk membujuk anak sulungku jadi pembawa acara, lalu pembaca alfatihah-nya adalah anak keduaku, suamiku jadi petugas dokumentasi. Nah, secara tidak langsung proses pembukaan TBM Rumah Ceria ini merupakan proyek keluarga kami.
Sore pun tiba, tamu mulai berdatangan khususnya Bu Muliati selaku Kepala Bidang Perpustakaan. Deg-deg an dan panik sedikit menyerangku karena sudah lama sekali tidak mengatur acara seperti ini terakhir kali ya masa-masa sebelum menikah dulu waktu aktif berorganisasi, but show must go on.
Drama menolak jadi petugas MC melanda anak sulungku, setelah kompromi dengan menyetujui kesepakatan menggiurkan barulah anakku mau melanjutkan tugas. Lanjut acara pembacaan Al Qur’an yaitu membaca Al Fatihah, anak keduaku kena demam panggung beruntung ada temannya, jadi mereka membaca Al Fatihah berdua.
Lalu lanjut kata sambutan demi kata sambutan hingga proses resmi dibukanya TBM Rumah Ceria oleh Bu Muliati, duh momen ini legaaaa banget. Alhamdulillah, sampai lupa momen foto bersama, syukur Kak Ranti ada foto-foto dan ajak foto bareng juga. Aku sudah blank aja wkwkw karena mikirin semuanya.
Acara berikutnya Read Aloud Pangeran Katak yang Bau Ketek, sebenarnya kondisi aku disini kurang optimal, batukku bisa saja datang tiba-tiba, dan benar saja, aku ingin cepat cepat mengakhiri RA huhu, sampai lupa menanyakan perasaan anak-anak setelah mendengar cerita, dan langsung bagi-bagi stiker.
Dengan segala kekurangan selama acara, namun aku bangga pada diriku sendiri, ternyata memang harus ‘mulai aja dulu’, energi positifnya menular, Allah mudahkan dari segala arah.
Sekilas Tentang TBM Rumah Ceria
Taman Bacaan Masyarakat Rumah Ceria atau Rumah Membaca dan Berkreasi, ide penamaan ceria muncul begitu saja, dibantu AI untuk pemilihan tagline datang membaca, pulang bawa karya.
Sesederhana itu aja penamaannya, karena memang biar mudah diingat dan mudah juga aku melaksanakan tagline-nya. Konsep TBM Rumah Ceria, tetap ya konsep zero waste, aku tidak menyediakan AMDK, anak-anak bawa botol minum masing-masing. Kemudian, TBM Rumah Ceria buka setiap Sabtu dan Minggu sore saja.
Kegiatan utama di TBM ini adalah read aloud dan membuat karya entah itu cooking class, crafting class, dan art class. Semoga kedepan bisa berkembang dengan menghadirkan banyak kelas pilihan. Strategi dalam menarik minat anak-anak ya dengan membuat kegiatan tambahan selain read aloud tadi.
Mohon doanya semoga TBM Rumah Ceria bisa berproses dan berkembang maju lebih baik serta berdampak positif dan panjang buat sekitar. Aku juga sangat terbuka untuk anak muda yang mau magang atau jadi relawan setiap Sabtu Minggu sore, boleh bangettt.
Follow instagram @tbmrumahceria
Semoga bermanfaat ya!
