
Saat Teh Ani, founder Komunitas Indonesian Socio Bloggerpreneur menginformasikan bahwa ada sesi workshop dengan pengusaha wanita, Nilam Kebab Baba Rafi. Awalnya ya aku balas dengan ‘mau’ di grup terlepas aku sempat menghadirinya apa tidak soalnya jadwal aku cukup padat. syukurnya Allah mudahkan meski sambil momong bocah padahal mau ngobrol langsung dengan Mbak Nilam huhu.

Aku sempat terlambat masuk zoom 10 menit dan berusaha mengikutinya, untungnya belum terlalu jauh. Pembicaraan dimulai dengan cerita awal mula ‘Kenapa Namanya Kebab Turki Baba Rafi?’
Singkat cerita, Nilam menjalani kehidupan berwirausaha sejak usia 19 tahun di Surabaya dan memutuskan menikah usia muda saat masih kuliah. Karena harus fokus pada keluarga dan usaha, Nilam tidak tamat kuliah.
Pada poin ini aku cuma mau bilang bahwa usia muda ini memang waktu yang tepat memulai usaha. Beberapa kenalan aku, pada memulai usaha di usia muda, sehingga pada usia 40-an mereka memetik hasilnya, entah jadi konsultan, entah sudah jadi komisaris, dan pencapaian duniawi lainnya. Kalau aku? aku sadar bahwa kesukaan membaca dan menulis membawaku pada banyak kesempatan hingga hari ini.
‘Timeline orang-orang itu beda-beda’, ungkap Nilam
Dan memang benar banget. Sesuatu akan menjadi sulit jika sudah membandingkan dengan orang lain, jadi lebih amannya adalah membandingkan diri sendiri ajah, fokus pada peran-peran yang lagi kita jalani saat ini.
Untuk perjalanan bisnis Nilam pasti mudah mencarinya di mesin pencari. Maka, dalam tulisan ini yang aku akan bahas adalah mengenai seperti apa Nilam menata dirinya usai dihantam badai berkali-kali di tahun yang sama.
Jangan Berhenti Belajar! Karena Setiap Episode Hidup Pasti Ada Ujian
Biasanya kalau guru mengumumkan ujian pasti diminta untuk belajar akan mudah menghadapinya. Aku pikir konsep tersebut juga berlaku dalam menjalani hidup. Ada satu ungkapan menarik bahwa seseorang akan terus dihadapkan pada ujiannya jika tidak belajar.
Ketika Nilam menceritakan titik terendahnya pada tahun 2017, dimana rumah tangganya hancur, ibu kesayangan didiagnosa leukimia, lalu usaha Kebab Turki Baba Rafi mulai kacau. Aku sudah membayangkan seperti apa situasi yang dialami Nilam. Karena aku juga pernah berada di titik terendah dengan situasi berbeda tentunya.
Titik terendah Nilam membawa sampai pada keadaan yang paling buruk, yaitu pernah mencoba bunuh diri 2x. Belum lagi ex-suami bombardir Nilam dari satu somasi ke somasi yang lainnya.
Allah memberinya kesempatan untuk hidup kembali dan menyampaikan motivasi hingga aku mendengarnya malam itu. MasyaAllah!
Kemudian apa yang Nilam lakukan untuk melewati fase itu?
BELAJAR
Nilam ikut lomba pendanaan demi menyelamatkan perusahaan dan melunasi hutang bermilyar-milyar masa itu. Kemudian menang dengan hadiah sekolah bisnis. Karena tidak tamat kuliah, Nilam tidak bisa melanjutkan sekolah bisnis, tapi memilih kursus dan ia bertemu dengan guru-gurunya direktur.
Hasil belajar bisnis tersebut membuat Nilam berani untuk menyerahkan perusahaan diurus oleh CEO dan Nilam memilih untuk jadi komisaris sembari memulihkan diri secara penuh.
Energi positif seorang Nilam yang baru membawanya pada peluang-peluang baik pula.
Nilam menjadi lebih kenal pada dirinya sehingga lahirlah platform BukaOutlet.com.
Kegagalan beberapa tahun lalu yang awalnya seperti akhir hidup melainkan sinyal bahwa ada ‘ilmu baru’ yang harus dipelajari.
Mental Nilam menjadi cerminan aku sebagai seorang pekerja digital untuk selalu memperbarui skill baik itu belajar editing, teknik menulis, dll, lebih penting lagi adalah belajar menjalani peran istri, ibu dan blogger.
Berprasangka Baik Pada Allah
Hal lain yang aku pelajari dari kisah hidup Nilam adalah prasangka baiknya pada Allah yang ia pegang. Awalnya Nilam mempertanyakan semuanya ‘kenapa? dan kenapa?’, namun ketika Nilam cuma punya satu pilihan aksi yaitu,
HADAPI
Maka, biarkan sisanya Allah yang menyelesaikan. Terbukti, tahun 2022 Kebab Turki Baba Rafi naik ke bursa saham, dan menjadikan UMKM pertama yang masuk bursa saham, dari yang dulu Kebab Turki Baba Rafi menjadi franchise gerobakan pertama di Indonesia. Satu kuncinya, BERANI! berani memulai. MasyaAllah

Lalu ada satu fase hidup yang aku ambil hikmahnya dari perjalanan Nilam adalah kebaikan itu menetap sedangkan masa masa sulit itu sementara. Kemudian, jika kita berada pada fase yang udah mentok banget, kayak ga tau mau ngapain lagi, itu artinya tanda bahwa kemudahan akan datang, percayalah!
Sungguh, aku tidak menyesal membalas chat grup tempo hari dengan kata ‘mauuu’, karena setiap sakses story yang disampaikan pada momen berbeda, ‘feel’nya, ‘vibe’nya, ‘merindinknya’, akan beda, dan energi positif Nilam malam itu sungguh merasuk pada jiwaku.
Aku semakin ingin terus berdaya hari ke hari. Dan, yakinlah bahwa apa yang kita peroleh hari ini tidak lepas dari doa-doa baik orang tua dan faktor keberuntungan.
Follow Nilam Sari
Aku juga menonton kisah Nilam di podcast Merry Riana.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya!
