
Minggu sore yang cerah tanggal 7 September kami pergi ke lapangan merdeka Langsa sambil makan roti dan kue yang kami beli sebelumnya.
Sore itu lapangan ramai sekali orang, anak-anak memilih menikmati roti dan kue terlebih dahulu baru kemudian lelarian.
Malamnya, Umar anak ketigaku yang berusia 22 bulan mengalami demam selama dua hari. Segala sudah diobservasi dan berpikir keras penyebab demamnya. Kemudian, kami cek kembali khususnya area mulut, ada banyak sariawan. ‘Ooo, pantesan dia menolak makan, syukurnya ada 2 sendok makan bubur masuk’, gumamku menenangkan diri.
Pada 9 September hari ketiga, perasaanku mulai tidak enak sebab dia menolak makan meski ada masuk sedikit sedikit dan yang paling menyedihkan ia menolak menyusui. Selain itu, ada bercak-bercak merah pada tangan dan kakinya bahkan di area kemaluan, tak banyak memang, namun membuat anakku tidak nyaman karena gatal. Kondisi tersebut mendesakku untuk konsultasi online via Halodoc.
Ada seorang dokter anak favorit di Halodoc, beruntung dokter itu sedang stand by, namanya Dr. Bayu Kurniawan Sp.A, M. Biomed. Ini kali keempat aku konsul perihal kondisi kesehatan anak-anakku. Hal menarik dari dokter Bayu yang memang idealnya semua dokter harus memilikinya sih, yaitu penjelasan yang detil tanpa diminta, dan tak terpikirkan untuk menanyakannya tapi dokter malah memaparkannya dengan baik dan jelas.
Balik lagi membahas mengenai kondisi anakku, jadi selama demam, dia rewel sekali, keadaan yang sangat berbeda dibanding demam karena penyebab lain entah itu batuk pilek atau kelelahan. Posisi tersebut membuat aku sungguh panik tapi tetap mencoba fokus pada solusi.
Perawatan yang aku lakukan sebelum konsultasi adalah dengan meminumkan sanmol untuk meredakan demamnya dan mycostatin untuk sariawannya. Usai mengaplikasikan mycostatin, anakku ceria, mulai main pelan-pelan. makan dikit dikit, minum susu dingin berulang kali, ‘tak apa’ pikirku, yang penting ada yang masuk.
Oiya aku lupa menjelaskan bagian rewelnya. Rewel yang seperti apa? ternyata sariawan dalam mulutnya itu seperti gelembung kecil berisi cairan, kayak luka melepuh gitu, nah perihnya datang dan pergi, sehingga membuat anakku sedikit sedikit rewel.
Setelah konsultasi, dokter Bayu menegakkan diagnosa bahwa anakku terkena Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, mulut yang disebabkan oleh virus. Penjelasan dokter membuat aku kembali pada ingatan saat mengunjungi lapangan merdeka. Aku yakin sekali virus itu dari sana, ditambah aku kurang menjaga kebersihan anakku, didukung pula dengan kondisi daya tahan tubuhnya yang menurun ketika itu.
Aku dapat penjelasan juga dari dokter mengenai penyebaran virus flu singapur lewat mana, dan emang lewat droplet juga sentuhan kulit. Fix banget kondisi lapangan yang ramai orang, memicu penyebaran virus. Dan kenaklah anakku.
Umumnya lanjut dokter Bayu menjelaskan, penyakit ini diawali dengan demam, nyeri tenggorokan atau sulit menelan, nafsu makan menurun dan nyeri atau tak enak badan. Lalu setelah demam dua hari, timbul bintik-bintik merah di rongga mulut (umumnya dimulai dari bagian belakang langit-langit mulut) yang kemudian pecah menjadi sariawan,
Penjelasan dokter tentang penyakit itu semuanya benar dialami anakku. Dokter pun meresepkan obat untuk bisa aku tebus.
Perasaan Lega Saat Mendapatkan Resep Obat dari Dokter Spesialis Anak Halodoc
Merawat anak dengan Flu Singapur membutuhkan kesabaran berlipat ganda, karena beda kondisi dengan demam pada umumnya atau batuk pilek.
Anak yang menderita Flu Singapur sangat mengalami kesulitan apalagi anak aku yang memang belum lancar bicara. Semua serba salah. Anakku juga lebih mudah marah karena dipicu rasa perih di mulut yang datang dan pergi sehingga menjadi tidak nyaman.
Maka, penting banget orangtua punya regulasi emosi yang mumpuni pada saat anak sakit. Karena menghadapi anak rewel berjam-jam itu tidak gampang huhu.
Betapa leganya aku ketika mendapatkan penjelasan dan resep yang lengkap dari dokter. Hari itu juga aku chat suami untuk tebus obat segera setelah pulang kerja. Sedangkan aku dengan kesadaran penuh memesan es krim Mix*e (padahal Bingx*e lebih enak) sekaligus 3 pcs untuk stok 3 hari, berjaga-jaga jika anak lapar tapi yang bisa masuk cuma es krim.
Berikut resep yang diberikan oleh dokter: ( disclaimer dulu, resep di bawah bisa jadi cocok dengan satu anak bisa jadi tidak, tetap aku sarankan konsul langsung ke dokter spesialis anak agar tidak banyak asumsi)
- Apialys Drop 10 ml ( vitamin) 1 x 0,6 ml per hari, setelah makan
- Lerzin Drop 15 ml ( obat untuk meredakan gatal) 2 x 0,3 ml / hari, pagi dan malam
- Isprinol Sirup 60 ml ( antivirus, habiskan) 3x4ml/hari, pagi siang malam
- Aloclair Plus Spray 15 ml, 2 x 1 semprot, pagi dan malam
- Acyclovir 5% Cream 5 gr, 2 x 1 oles tipis pada tangan dan kaki, pagi dan malam
Proses pemberian obat pada anakku cukup menantang, tapi memang harus diberikan demi kesembuhan. Pada sesi semprot Aloclair yang ada sensasi dingin di mulut setelahnya, anakku cukup menikmatinya karena membuat keadaan dalam mulut sedikit lebih baik. Biasanya langsung enak makan, ketika itu aku mengupayakan masak satsetsat, macaroni schotel jadi menu andalan saat anak tidak selera makan.
Ada haru luar biasa ketika anak mau makan huhu. Sebenarnya perut dia lapar, namun kesulitan masuk ke mulut, karena mulut dan tenggorokan sakit. Kemudian dokter menjelaskan perawatan di rumah yang menunjang proses pengobatan.
Perawatan Selain Obat Demi Mempercepat Proses Penyembuhan Flu Singapur pada Anak
Sejak pindah ke Langsa dan ada dana cukup untuk sekalian memulai usaha sebagai reseller susu kambing pasteurisasi Tutu Milk maka ada beberapa stok susu kambing di kulkas.

Susu kambing diketahui memiliki potensi efek antivirus langsung dan dapat membantu tubuh melawan infeksi si virus.
Nah, konsumsi susu kambing pasteurisasi beku yang dilakukan anakku cukup membantu tubuh kecilnya, sehingga ruam yang muncul tidak terlalu banyak.
Saran lain dari dokter konsumsi banyak air putih. Yaelah dok jangankan air putih, menyusui saja dia tidak mau saking mulutnya sakit. Lalu dokter membolehkan anak minum es krim atau memberikan jus untuk mencegah dehidrasi.
Pakaikan baju lengan dan kaki panjang serta kaos kaki untuk menghindari anak menggaruk kulit. Kalau aku, jika anak merasakan gatal, bisa garuk pakai gumpalan rambut rontok, jika ada.
Rutin gunting kuku anak agar tidak melukai lepuhan ruam. Terkait lepuhan ruam, ternyata jika pecah, bekasnya tampak seperti cacar, jadi orangtua harus telaten mengoleskan salep. Dokter juga menyarankan bahwa anak boleh mandi pakai air dingin untuk meredakan gatal.
Perhatikan Kondisi Caregiver atau Orangtua yang Merawat Anak dengan Flu Singapur
Pemberian obat dari resep dokter Alhamdulillah mulai memperlihatkan hasil, anakku menunjukkan proses kesembuhan.
Namun, ada yang aneh dengan kondisi atubuhku. Aku mengalami meriang, rasanya dingin sekali dan membuat diri menggigil. Lidahku juga tidak nyaman.
Karena sudah merasa ada yang tidak beres pada tubuhku. Aku langsung minum parasetamol, semprot Aloclair pada mulutku. minum suplemen juga kayak imb**st. Entah kenapa aku juga kepengen makan mie bakso kuah hangat, kebayang segarnya huhu
Semoga bermanfaat
