Menu

your blog banner

Belajar Bagaimana Caranya Belajar

/ / 2 Comments
Belajar Bagaimana Caranya Belajar

PROLOG MATERI #5
KELAS MATRIKULASI BATCH 4
INSTITUT IBU PROFESIONAL

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR
Senin, 12 Juni 2017


Disusun oleh Tim Matrikulasi - Institut Ibu Profesional

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? Kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar.

Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat, sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik  atau customized curriculum untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yang senang belajar dan ada yang tidak suka belajar.

Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati, maka pelajaran yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa, maka akan terasa berat atau sulit.

Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.

Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih, dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah. Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.

Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.

Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita?

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :
  1. Belajar hal berbeda.
  2. Cara belajar yang berbeda.
  3. Semangat belajar yang berbeda.

Belajar Hal Berbeda

Apa saja yang perlu di pelajari ?

Yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

  • Menguatkan Iman. Ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya.
  • Menumbuhkan karakter yang baik.
  • Menemukan passionnya (panggilan hatinya).
Cara Belajar Berbeda

Jika dulu kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya. Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreativitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak-anak kita untuk bertanya.

Misalnya :
 Ibu jari : How
 Jari telunjuk : Where
 Jari tengah : What
 Jari manis : When
 Jari kelingking : Who
 Kedua telapak tangan di buka : Why
 Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berpikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal, akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berpikirnya.

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dengan aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi, tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dari guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik.

Apa itu berpikir skeptik?

Berpikir skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

Semangat Belajar Yang Berbeda

Semangat belajar yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :
  1.  Tidak hanya sekedar mengejar nilai raport, akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.
  2.  Tidak sekedar meraih ijazah/gelar, tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.
Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas, maka pada saat berada di tempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah, tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).

Yang harus dipahami,

Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita.

Bagaimanakah dengan strategi belajarnya?

Strategi belajarnya adalah dengan menggunakan: strategi meninggikan gunung, bukan meratakan lembah

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal-hal yang mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.
Misalnya, jika anak suka bola, maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola. Dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Sebaliknya jangan meratakan lembah yaitu dengan menutupi kekurangannya.
Misalnya, apabila anak kita tidak pandai matematika, justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).
Ini akan membuat anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan/kelebihannya, maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar, akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar?

Caranya adalah :
  1. Mengetahui apa yang anak-anak mau/minati.
  2. Mengetahui tujuannya, cita-citanya.
  3. Mengetahui passionnya.
Jika sudah mengerjakan itu semua, maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

Good is not enough anymore we have to be different.

Baik saja itu tidak cukup, tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

Peran kita sebagai orang tua: 


  • Sebagai pemandu : usia 0-8 tahun.
  • Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun. Kalau tidak, maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya.
  • Sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun ke atas.
Cara mengetahui passion anak adalah:
  1. Observation (pengamatan).
  2. Engage (terlibat).
  3. Watch and listen (lihat dan dengarkan suara anak).
  4.  Perbanyak ragam kegiatan anak, olahraga, seni dan lain-lain. 
  5. Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.
  6. Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka, maka kita dorong.
Cara mengolah kemampuan berpikir anak dengan:
  1. Melatih anak untuk belajar bertanya. Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
  2. Belajar menuliskan hasil pengamatannya belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya.
  3. Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari.
  4. Kemampuan berpikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.
Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita!

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :
Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014
Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009
-----------------------------
NICE HOMEWORK #5

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR (Learning  How to Learn)


Setelah malam kemarin kita mempelajari tentang Learning How to Learn maka kali ini kita akan praktik membuat Design Pembelajaran ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktikkan learning how to learn dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil sempurna yang kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yang perlu anda share-kan ke teman-teman yang lain.

Selamat berpikir dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
--------------------------

Nurul Fauziah
PESERTA MIIP BATCH #4

Remedial
Nice Homework #5 


BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR


Kalimat kunci dari tugas kelima ini adalah,

MUNCULKAN RASA INGIN TAHU BUNDA SEMUA TENTANG APA ITU DESAIN PEMBELAJARAN!

Tugas tersebut tantangan sekali buat saya, haha soalnya secara tidak langsung turut menguji keilmuan yang pernah saya pelajari waktu zaman kuliah keguruan dulu, huhu

Bahkan Memberi Anak Mainan Pun Ada Ilmunya

/ / 34 Comments
Bahkan Memberi Anak Mainan Pun Ada Ilmunya

Tiga minggu lalu dapat rezeki dan kesempatan menghadiri seminar parenting yang mengundang psikolog Elly Risman. Idealnya kata Bu Elly ada lebih dari 60 pembahasan ilmu pengasuhan anak yang harus diketahui dan dipelajari orangtua, salahsatunya Ilmu Memberi Anak Mainan.

Penjelasan tentang ilmu memberi anak mainan, saya peroleh saat menonton acara Basa Basi Trans TV edisi (16/02/2016) Jangan Asal Memberi Anak Mainan, Berbahaya! Topik dari acara yang dibawakan oleh Cici Panda dan Wendi Cagur itu menurut saya menarik sekali. Sebelum mengundang Bu Elly Risman untuk duduk di meja bintang tamu, tampak artis Ratna Galih dan Asha Shara turut hadir melengkapi acara tersebut.

Sebagai pre test sejauh mana pemahaman penonton terhadap topik yang akan dibahas. Kedua host melempar sejumlah pertanyaan yang nantinya dijawab penonton dengan mengangkat salahsatu papan bertuliskan yes/no.

Diantara pertanyaan pre test yang dilontarkan yaitu,

Yes or No, Anak laki-laki bermain pistol-pistolan? Seluruhnya sepakat menjawab Yes

Yes or No, Anak perempuan bermain boneka monster? Sebagian menjawab Yes dan No. Kalau Bu Elly menjawab Yes

Yes or No, Anak laki-laki bermain mobil-mobilan tapi warna pink? Semuanya menjawab No hanya Bu Elly yang mengangkat papan Yes

Yes or No, Anak perempuan bermain make up dewasa? Bisa dipastikan dong ya semua menjawab Yes, namun Bu Elly malah menjawab No.

Beda banget ya orang yang punya ilmunya dengan yang belum, haha. Jawabannya pada berlawanan. Baiklah pada postingan ini saya coba sharing tentang isi acara dan pemaparan Bu Elly tentang Ilmu Memberi Anak Mainan, kemudian ditambah dengan penerapan yang saya lakukan terhadap Khalil (21 mos) saat memilih, membeli dan membuat mainan untuknya. Cekidot!

Menurut seorang psikolog khusus ahli permainan ( Bu Elly lupa namanya, yang jelas psikolog luar negeri) permainan yang paling baik adalah tubuh ayah ibunya sendiri.

Kok bisa?

Begini penjelasannya, sebab tubuh orangtua harus dieksplorasi anaknya. Misal, wajah bisa diapain aja? Bisa manyun, ketawa, senyum, dari sini anak diajak belajar mengenal ekspresi ^^. Selain itu anak jadi bisa lebih merekam wajah ayah ibunya dengan lebih lekat dan kegiatan ini juga menciptakan memori indah di ingatan anak kita.

Jadi sebenarnya alat permainan itu bisa berupa apa saja, bahkan Khalil kegiatan bongkar rak piring bisa jadi mainan buat dia, bongkar rak sepatu, gelundungin galon air yang kosong, nyusun-nyusun botol bekas, pokoknya ada aja idenya yang penting jadi mainan sama dia haha

Melanjutkan pemaparan Bu Elly, sebaiknya orangtua sediakan permainan yang mengandung paling tidak dua hal ini,

Mencipta, seperti pemainan lego atau balok.

Imajinasi, kalau kata Albert Einstein, imagination is more important than knowledge, pastikan orangtua menyediakan permainan yang bisa memancing imajinasi anak.

Lalu apakah cukup dengan dua hal itu saja? Tidak cukup jadilah orangtua yang constant available yakni selalu ada saat anak bermain, jangan instant available. Jelasnya begini, mari kita bedakan waktu bersama anak dan waktu dengan anak. Kalau kita menghabiskan waktu bersama anak berarti dalam satu lokasi orangtua dan anak berinteraksi bersama mulai dari hati, fisik dan pikiran sedangkan menghabiskan waktu dengan anak, memang secara fisik orangtua dan anak ada dalam satu lokasi tapi hati dan pikiran orangtua entah kemana.

Untuk anak 1-6 tahun, konsep bermain masih genderless, itu artinya anak cowok boleh main masak-masakan, sebab someday anak laki-laki kita akan merantau atau menikah dan bekal kemampuan masak makanan sederhana penting banget. Nah pastikan saat bermain, orangtua sebelumnya memberi petunjuk do/don’ts dan membuat area bermain masak-masakan yang bisa ditandai dengan selotip sehingga segala kemahaberantakan saat bermain tidak mengacaukan seluruh isi rumah.

Bolehkan perempuan bermain make up dewasa? Gak boleh kata Bu Elly, sesuaikan alat make up dengan usianya, berikan mainan make up untuk anak perempuan. Bagaimana dengan anak lelaki yang bermain alat make up emaknya? Pas banget ni kayak Khalil, saat emaknya berias, matanya gak berkedip melihat emaknya ngapain aja haha, begitu juga saat ayahnya di depan cermin, bahkan ia bisa meniru bagaimana ayahnya pakai deodorant. -_-

Jawaban Bu Elly tidak apa-apa asalkan orangtua menjelaskan bahwa alat make up tersebut punya ibu dan dipakai oleh perempuan. Dan mainan yang genderless ini pastikan gak dimainkan terus menerus, karena otak akan membentuk jaringan dan akan menjadi kebiasaan lalu membentuk perilaku, hiii…

Satu hal lagi yang berkaitan dengan genderless, membahas tentang genderless berarti udah masuk ranah seks dan seksualitas, seks berkaitan dengan kelamin sedangkan seksualitas adalah menunjukkan bagaimana cara seseorang berpikir, menyatakan dirinya dan bersikap. Dalam pengasuhan, konsep seksualitas inilah yang harus dibangun yakni dengan kata-kata dan perlakuan.

Jika hari ini kita masih remeh bermain memakaikan anak lelaki kerudung untuk lucu-lucuan, maka hati-hati sebab hal tersebut gak lucu untuk konsep diri.



Simpulan dari talkshow Basa Basi TransTV edisi Jangan Asal Memberi Anak Mainan, Berbahaya! adalah sediakanlah permainan yang bisa mengasah empat hal yakni kemampuan eksplorasinya, kreatifitas, imajinasi dan bisa memproyeksikan masa depan.

Saya dan Penyesalan Membelikan Khalil Mainan

Saya pernah menyesal membelikan Khalil mainan. Saat bulan-bulan pertama kelahirannya saya browsing dan baca artikel tentang stimulasi yang cocok untuk anak usia 0-3 bulan dan 3-6 bulan seterusnya. Ada satu artikel yang menyarankan untuk memberikan playmate.

Sempat googling juga playmate mana yang bagus, dan jatuh pada playmate yang harganya menurut saya agak mahal huhu, tapi dibeli juga haha. Setahun berlalu, eh ketemu permainan keren, dan disinilah saya menyesalnya, kenapa gak belikan mainan ini daripada playmate huhu.

Belajar dari pengalaman tersebut, saya jadi punya tips membelikan anak mainan, apalagi sekarang godaan mainan kece dan canggih bertebaran dimana-mana pun memilikinya mudah sekali hanya dengan ikut arisan atau nyicil, menggiurkan banget, namun lagi-lagi sadar, sebenarnya mainan itu untuk menyenangkan anak atau emaknya sih wuahaha sedangkan bapakenya merem melek bayarin mainannya haha.

Ada banyak pilihan untuk menyediakan permainan anak, apakah dengan mendatangi playground / tempat rekreasi, membuat mainan sendiri atau bahkan membeli. Kebanyakan yang buat galau emak adalah urusan membeli mainan sebab biaya untuk membeli mainan edukatif terkadang mampu membuat uang belanja emak terguncang haha.

Kami sebagai orangtua Khalil termasuk jarang mengajaknya ke tempat rekreasi, untuk itu saya gabung di komunitas parenting yang punya jadwal ngadain playdate, rencananya Khalil akan saya ikutkan saat usianya 2 tahun ke atas, bahkan saya juga sudah mengincar untuk mendaftarkan Khalil pada sebuah program kegiatan pra sekolah yang bisa dijalankan secara online dan offline.

Kemudian kadang (kalau) saya rajin, saya membuatkan mainan untuk Khalil dengan berbekal buku, browsing atau inspirasi dari grup wasap komunitas parenting yang saya ikuti.

Sedangkan persoalan mengadakan mainan Khalil dengan cara dibeli, saya punya tipsnya ^^

1.    Kumpulin Ilmunya 

Alhamdulillah udah dapat pencerahan dari Bu Elly Risman tentang memberi anak mainan. Dengan begitu, sebagai orangtua saya jadi tahu apa yang harus dilakukan.

Selain itu lengkapi ilmu memberi mainan anak dari buku-buku yang berkaitan, sehingga bila mendadak mati gaya, buku bisa jadi penyelamat haha.



2.    Pelajari Manfaat Mainannya

Betapa mainan edukatif yang canggih (dan mahal) bertebaran di temlen sosmed saya tiap hari. Kadang sampai mbatin ‘kayaknya nih cocok sama Khalil atau Wah, Khalil paling demen nih dengan mainan beginian’ -_-“, rasanya semua pengen diborong ya Mak, tapi gak mungkin haha.

Untuk itu saya pelajari dulu manfaat mainannya, kalau bisa lihat bentuknya secara fisik, selain bisa dijadikan modal untuk menjelaskan ke si ayah agar proposal pengajuan membeli mainan untuk Khalil bisa cair, pun memiliki pengetahuan tentang produk mainan tersebut juga membantu emak agar gak rugi dan gak menyesal di kemudian hari (soalnya harga mainannya mahal T_T)

3.    Teliti Sebelum Membeli 

Sebenarnya ketelitian berlaku saat membeli apa saja ya Mak, namun untuk membeli mainan anak harus lebih teliti lagi, lihat harganya (teteup  haha), perhatikan bahan mainannya apakah aman untuk anak, lalu printilan dari mainan tersebut apakah lengkap atau tidak, dll.

4.    Kumpulin Uangnya

Dan poin inilah yang paling penting dan menentukan, uang wkwk. Sebisa mungkin sih memanfaatkan masa promo. Terkadang kalau arisan, emak gak sabar menunggu, mending tahan selera, kumpul uangnya, beli cash, puasnya tuh disini ^^ di hati.

Gimana Mak? Atau emak punya tips lain? Share dong ^^

Khalil dan Mainan-Mainannya

Saya adalah emak yang paling selektif ( terkadang selektif dan pelit tampak beda tipis ya Mak haha) membeli mainan untuk Khalil. Alhamdulillah tiap kali dapat rezeki ntah itu berbentuk voucher belanja, pasti mikirnya pengen ditukar untuk membeli mainan Khalil ^^. Jadi ada tu satu mainan yang saya beli pakai voucher, senangnya emak.

Selain saya dan suami yang beli, mainan Khalil berasal dari kado yang diberikan om tantenya juga uci atoknya. Ada juga mainan lungsuran dari etek-eteknya (para adik ipar saya) berupa boneka seperti boneka beruang, monyet dan kelinci. Boneka ini bisa berfungsi sebagai alat bermain peran, apalagi kalau Khalil gak mau tidur, gak mau pakai baju usai mandi, dan tingkah Khalil lainnya yang buat kesabaran ayah bunda naik level haha.

Oya, selain dibeli, mainan Khalil kadang berupa barang bekas haha. Saya rajin ngumpulin tutup kotak susu uht, botol susu uht Khalil, dan benda lainnya dengan tujuan supaya suatu hari nanti barang-barang bekas ini bisa kepake untuk bahan membuat proyek-proyek do it yourself itu loh *_* sehingga ntar gak repot nyari bahannya ke abang-abang botot.

Kalau emak lagi males berkreasi, kami akan bermain di tempat tidur, gelut-gelutan, emak atau ayah jadi kuda lalu Khalil jadi koboi, main cilukba pakai selimut, main cung cung nek haha--itu loh permainan ayunan kaki dilipat sambil tiduran dan Khalil bergelantungan di kaki ^^.

Saat Bermain Bersama Khalil 

Bermain bersama Khalil sebisa mungkin saya mendampinginya dan menjadi orangtua yang constant available serta no gadget, full perhatian ke dia.

Khalil termasuk tipe anak yang ekspresif, jadi kalau ada permainan yang memerlukan gerak fisik, bisa girang bukan kepalang, lari sana sini tanpa mikir mana permukaan yang rata dan gak -_-“

Dan paling anteng kalau disodorin permainan susun menyusun benda, bila benda yang disusun jatuh dia kadang ketawa, seringnya kesel menangis sebab dia merasa gak berhasil mendirikan benda yang ia susun haha lucu.

Pernah gak Khalil bermain sesuatu yang membahayakan?

Pernah banget, seperti suka nyobain masukin jarinya ke baling-baling kipas angin yang sedang nyala, ah saya suka syok, namun mencoba tenang agar dia juga gak kaget, dan lalu saya menjelaskan bahwa hal tersebut berbahaya. Saat saya masak, pasti dia juga sibuk, sibuk membongkar rak piring. Khawatir banget kalau dia mengangkat piring kaca dan mug, untuk itu saya pun lebih dulu mengamankan dua benda itu.

Khalil bermain sensory play Oobleck! 

Demi meminimalisir hal-hal yang berbahaya, setting penataan perabot di rumah juga disederhanakan. Ruang tengah praktis lempeng, no sofa, no vas bunga kaca dan meja kaca. Intinya ciptakan rumah yang ramah anak. Nanti kalau anaknya dah gede baru deh mulai lagi koleksi kristal *eaaa, batu es kristal Mak?haha

Semisal Khalil ingin bermain panjat-panjatan, saya gak melarang, saya membiarkannya mencoba merasakan memanjat meja dan berdiri di atasnya sebanyak tiga kali dan tentunya dengan pengawasan, lebih dari itu suka gak suka, Khalil saya turunkan dari meja sebab berdiri di atas meja berbahaya dan meja bukan untuk tempat berdiri. ^^

Pun saat bermain sensory play, gak lepas dari pengawasan saya. Khawatir dia kunyah-kunyah tu beras, dia hambur-hamburkan tepung, dia masukin biji-bijian kacang hijau ke lubang-lubang yang ada di tubuhnya, ya Allah parno huhu. Pokoknya ekstra penjagaan deh kalau punya toddler begini *lap keringet.

Meskipun lelah menemani ia bermain, tapi bila dengan itu emosi anak terpenuhi, tumbuh kembangnya normal, perkembangan otak dan berpikirnya pesat, maka nikmat mana yang harus saya dustakan. MasyaAllah *_*

Usai Bermain, Pernah Khalil Tiba-Tiba…

Berhubung siang hari Khalil full bermain bersama saya, kali ia bosan ya kalau bermain bersama saya lagi saat malam haha. Sehingga kalau Kak Alya dan Kak Wawa yang tinggal di sebelah rumah  datang, Khalil pasti lupa diri haha.

Permainan bersama kakak-kakaknya kadang ekstrim -_-“ , main petak umpet, main sepak bola, main kejar-kejaran, atau main naik turun becak motor atok yang diparkir di teras rumah.

Kalau sudah begitu, pernah Khalil tiba-tiba naik suhu tubuhnya, sehingga semaleman emaknya begadang, sebab Khalil kalau udah demam maunya digendong melulu atau nenen sepanjang malam. Sungguh membuat saya cemas, karena saya punya riwayat kejang-kejang ketika demam, dan katanya hal tersebut keturunan. Ketika Khalil demam, saya wajib siaga yakni segera membuat ramuan minyak bawang, membuat perasan air dari daun rambutan, dan meminta Khalil untuk banyak-banyak minum air putih, sesekali cek suhu tubuh dengan thermometer. Jika demam sudah mencapai suhu 38-40 dercel, segera minumkan sirup pereda demam.

Wahai anak, terlalu senang pun saat bermain bisa membuat emak cemas ^^

Children learn as they play. Most importantly, in play children learn how to learn
-Fred Donaldson-

Tempra Syrup : Sirup Pereda Demam Kesukaan Anak  



Tempra adalah obat sirup pereda demam yang  mengandung paracetamol dan diproduksi oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. Produk ini sudah dipercaya sejak 50 tahun karena aman dikonsumsi oleh anak tanpa khawatir mengiritasi lambung kecil mereka.

Ada tiga varian produk Tempra :


  • Tempra Drops 5 ml untuk bayi 
  • Tempra Syrup 30ml, 60ml, dan 100ml untuk anak usia 2-5 tahun
  • Tempra Forte 60ml untuk anak usia 6 tahun ke atas
Untuk Tempra Syrup sendiri hadir dalam varian rasa anggur, sehingga memudahkan orangtua dalam pemberian obat jika memiliki anak yang susah atau takut minum obat, sebab sirup Tempra ini manis ^^. 

Kemasan pun didesain sepraktis mungkin, kalau produk lain masih menyediakan sendok takar di dalam kotak produknya, nah Tempra Syrup justru sejak tahun 2003 menggunakan kemasan botol plastik dengan tutup botol  CRC ( Child Resistence Cap) kemasan anti tumpah yang ditutup dengan cara tekan dan putar. Tutup botol tersebutlah yang menjadi alat penakar sirupnya. 


Harga sirup Tempra juga variatif disesuaikan dengan isinya, pas pula sirup Tempra yang dipegang Khalil ini isi 60ml dengan harga 37K.



Semoga Bermanfaat!

Disclaimer :
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. 

Harus Keras Kepala Jadi Ibu Profesional

/ / 1 Comments
Harus Keras Kepala Jadi Ibu Profesional

PROLOG MATERI #4
KELAS MATRIKULASI BATCH 4
INSTITUT IBU PROFESIONAL


MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH
Senin, 5 Juni 2017


Disusun oleh Tim Matrikulasi - Institut Ibu Profesional

Bunda, setelah kita memahami bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini.

Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan DIRI ANDA SENDIRI.

Apakah mudah?
TIDAK

Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.

Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup. Kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa “misi hidup” kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil, sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan tidak ada yang dipraktikkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satu pun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati di Nice Homework #3. Bagi yang sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan. Dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak.

JUST DO IT

Lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allahlah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada apa yang harus dipelajari anak-anak kita bukan pada untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut, sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya.

Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu:

PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Tahap yang harus anda jalankan adalah sebagai berikut:

a.Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan mata hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak, karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya. Tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidak akan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnya.

c. Pahami fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja, mulai dari fitrah Ilahiyah, fitrah belajar, fitrah bakat, fitrah perkembangan, fitrah seksualitas, dan lain-lain.

d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

e. Selanjutnya tugas kita adalah MENEMANI, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses.

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dan sebagainya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

f. Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda very limited special edition


Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dan sebagainya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran?
Lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca?
Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah, maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber bacaan :
Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014
Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2016
------------------------------------------------------------------------------

NICE HOME WORK #4
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH


Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah, maka sekarang kita akan mulai mempraktikkan ilmu tersebut satu per satu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1, apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpacu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak, maka ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai olehnya sebagai berikut :
(1) Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak.
(2) Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga.
(3) Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial,  dan lain-lain.
(4) Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang.

d. Tetapkan "Milestone" untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan "Misi Hidup".

Contoh :
Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktikkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak, sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sebagai berikut :

KM 0 – KM 1 (tahun 1) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang.
KM 1 – KM 2 (tahun 2) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan.
KM 2 – KM 3 (tahun 3) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif.
KM 3 – KM 4 (tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha.

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum, segera ubah dan cantumkan.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan...!

Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.

Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
-----------------------------------------------------------------------------------

Nurul Fauziah
PESERTA MIIP BATCH #4
Remedial
Nice Homework #4 Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah


Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Begitulah kalimat sapaan pembuka sebelum NHW#4 di blast. InsyaAllah masih semangat ya harus semangat ^_^ Bismillah

Pada NHW#4 ini semacam jeda dan juga kaca spion, artinya peserta diminta melihat ke belakang sekelak mulai dari NHW#1 dan seterusnya, lalu berjalan ke depan lagi untuk menyelesaikan NHW#4 yang bertajuk Mendidik dengan Kekuatan Fitrah.

Nah sebelum menerapkan kepada anak, mentor mengajak mentee untuk ‘sebelum mendidik anakmu dengan kekuatan fitrah. Saya jadi nanya nih ke diri sendiri di matrikulasi IIP ini udah bersungguh-sungguh belum membuka tabir fitrah manusia yang idealnya haus belajar dan berusaha untuk jadi lebih baik?’

Maka, teteup ya tugas kali ini menjawab pertanyaan yang dari kemarin-kemarin memerlukan keberanian untuk jujur pada diri sendiri.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Saya akan tetap memilih jurusan ilmu tersebut untuk saya kuasai dalam beberapa tahun ke depan, semoga diberi umur yang berkah, aamiin.

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Beberapa poin berusaha disiplin dan konsisten. Minta ridho dan dukungan suami serta segenap keluarga, sebab berubah ternyata perlu orang sekampung yang satu frekuensi dengan kita agar kita on the track dan fokus. Bismillah.

b.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

InsyaAllah sudah. Saya sadar bahwa saya buka sailormoon yang mampu mengubah dunia hanya dengan sapuan tongkat dan mantra kekuatan bulan, sehingga saya harus menyelamatkan keluarga saya. Saya harus menguatkan mental dan fisik anak saya dulu dengan menerapkan ilmu pengasuhan based on fitrah, dengan begitu kelak saya bisa turut menebar inspirasi kepada pada orang tua di sekitar saya dan membangun wadah agar anak-anak mereka mengisi hari-hari dengan kegiatan positif. 

Misi hidup : memberikan inspirasi kepada orang lain dan membangun wadah untuk anak-anak mereka berkegiatan positif.


Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak


Peran : Inspirator dan Fasilitator


c. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Agar saya ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak, saya menetapkan tahapan ilmu yang harus saya kuasai sebagai berikut:

Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang, up grade ilmu agama 


Ilmu-ilmu tersebut saya ATM (amati, tiru dan modifikasi)  dari tahapan yang harus saya lalui saat sekarang saya mengikuti Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch 4.


d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Ah kemana saja saya, memang seharusnya misi hidup direncanakan sedetil mungkin termasuk pemaparan penetapan milestone nya dengan begitu akan lebih mudah untuk konsentrasi menjalankannya. 

Oke agaknya belum terlambat, maka saya pun menetapkan 8 jam waktu untuk mencari ilmu, mempelajarinya, mempraktekkannya dan menuliskannnya bersama anak. 


Saya menetapkan KM 0 saya pada usia 25 tahun, Selama dua tahun terakhir saya abis-abisan belajar ilmu pengasuhan, kini saya sedang dalam masa pengulangan dan praktek.
 

Berikut milestone versi saya :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha


Sekarang usia saya merangkak 17 tahun ( ini pencitraan ) sedang jalan 29 tahun ( ini kenyataan, *haha oleskan cream anti aging banyak-banyak* . Idealnya saya udah ahli dong di ilmu pengasuhan anak, sekiranya begitu hanya bila ada yang terlupa saat mempraktekkannya maka saya akan banyak istighfar dan buka serta baca catatan ilmunya lagi, lalu praktekkan lagi.


Dan pada masa ini, saya sedang berjibaku menguasai ilmu Bunda Cekatan dan Bunda Produktif, semoga selagi dalam masa pendidikan di matrikulasi IIP ini, saya bisa menguasainya dalam beberapa tahun ini.  Aamiin Insya Allah.


 e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Sebagian sudah, dan semoga bisa konsisten serta mengevaluasinya setiap bulan, lalu berkomitmen untuk rutin membuat checklist.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

SIIAAAAPP!

Kuncinya memang harus terus bergerak ibarat kata sepeda, kalau gak terus bergerak agar seimbang ya alamat bakalan jatuh. 


Sejatinya Allah mengamanahkan manusia di muka bumi untuk menyelesaikan MISI,  karena usia ini ada jatahnya, ayok kita semangat menyelesaikan misi-misi itu, agar kelak bila masa expired usia kita tiba, kita kembali ke sisi Allah dengan tenang dan bangga, Aamiin ya Rabb, perkenankan.


Wallahu’alam bis showaab.
Semoga bermanfaat.

Baca juga :
NHW#1 Pelajari Ilmu Parenting, Bagi Saya Penting
NHW#2 Tertatih-tatih Menyusun Checklist Indikator Ibu Profesional
NHW#3 Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, Caranya? Jawab 4 Pertanyaan Filosofis ini







Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, Caranya? Jawab Dulu Empat Pertanyaan Filosofis Ini

/ / 2 Comments
Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, Caranya? Jawab Dulu Empat Pertanyaan Filosofis Ini

PROLOG MATERI #3
KELAS MATRIKULASI BATCH# 4
INSTITUT IBU PROFESIONAL


MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
Selasa, 30 Mei 2017


Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya

Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita.

Oleh karena itu, sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendak-Nya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “misi spesifiknya”, tugas kita memahami kehendak-Nya. Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita.

Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini. Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.

Darimana kita harus memulainya?

PRA NIKAH


Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:

a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam" sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?

Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.

Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,

ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA, AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK


NIKAH

Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?

Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?

Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?

Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita di sini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?

Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.

ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)

Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.

a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?

Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.

Karena,

IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
(Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak)

Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalan-Nya.

Karena, orang yang sudah berjalan di jalan-Nya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus-menerus mengejar uang dan peluang.

Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.

Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan. Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

*SUMBER BACAAN*
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016

------------------------------------------------------------------------------ 
NICE HOMEWORK #3

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH  

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah", maka pekan ini kita akan belajar mempraktikkannya satu per satu.

PRA NIKAH

a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema *“UNTUKMU CALON IMAMKU”*.
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendak-Nya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa  anda dihadirkan di lingkungan ini?

NIKAH

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. Kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan di sini?

ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)

Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita.

a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita”, sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.
b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. Kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasia-Nya  sehingga kita diberi ujian, tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yang kita miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan di sini?

Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani, sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
----------------------------------------------------------------------------------------

Nurul Fauziah
PESERTA MIIP BATCH #4
Remedial
Nice Homework #3 Membangun Peradaban dari Dalam Rumah


Makin lama makin berat pe er nya ya mak *lap keringet, bayangin aja ternyata kita bisa lo membangun peradaban dari dalam rumah, tapi ada caranya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang penuh dengan kontemplasi di bawah ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Udah, saya udah buat surat cinta yang berisikan alasan kuat bahwa suami layak menjadi ayah bagi anak saya. Ternyata responnya dapat segaris senyum dan mata yang berbinar dari si ayah hehehe.

Ya udah deh gak ngarep (padahal ngarep banget) balasan dengan surat pula, yang penting si ayah tahu ungkapan bahwa dia adalah ayah juara untuk anak-anak saya kelak.

Sebelum melanjutkan penyelesaian NHW#3 ini ternyata ada masalah yang jauuuuh lebih penting untuk diselesaikan selain mengungkapkan alasan-alasan kenapa suami layak menjadi ayah terbaik untuk anak-anak, yakni masalah komunikasi suami istri.

Akhirnya saya buat surat lagi untuk suami, kali ini isinya adalah rekaman black box yang selama ini saya pendam dan berefek menjadi sampah emosi yang berujung pada menurunnya kondisi kesehatan saya pun anak juga ikut menular sakit.

Ada suatu kisah dari buku Chicken Soup yang semasa kuliah rajin banget saya baca setiap seri-nya, kisah seorang istri yang diam-diam merajut boneka tanpa sepengetahuan suaminya dan ia letakkan di dalam lemari tersembunyi. Suatu ketika si istri meninggal lebih dulu. Dan perlahan si suami menemukan boneka-boneka rajutan istrinya yang sudah banyak terkumpul dan secarik kertas berisikan pesan terakhir istrinya,

Bahwa boneka rajutan itu adalah bentuk emosi yang ia pendam setiap kali ia kesal pada suaminya, dan dalam surat itu si istri meminta untuk menjual boneka itu. Betapa menyesalnya suami mengetahui hal tersebut, betapa selama ini ia telah  banyak membuat istrinya kecewa namun malangnya suami tidak menyadari itu sampai istrinya meninggal.

Kok ya saya gak bisa seperti itu huhuhu. Demi kesehatan jiwa raga dan menjaga agar otak tetap waras, karena berbicara langsung belum tentu didengarkan, toh masalah komunikasi bersumber dari lawan bicara yang kurang mendengarkan namun cepat sekali ingin menjawab dan menyanggah lawan bicaranya, akhirnya menulis surat sepanjang tiga halaman menjadi solusi saya.

Alhamdulillah surat itu berbalas, dan saya menyesal, menyesal kenapa gak dari kemarin-kemarin saya menuliskan segala uneg-uneg saya. Saya jadi tahu apa masalah suami sehingga ia bersikap yang menimbulkan banyak kekesalan di hati saya, dan saya pun jadi lebih memahami dan mengerti suami.

MasyaAllah Subhanallah gak ada yang lebih lega dari terurainya masalah komunikasi kami selama ini T_T Saya pun bisa melangkah lagi, melanjutkan tugas-tugas dan NHW yang tertunda, karena ridho Allah adalah ridho suami. Saya kembali jatuh cinta pada suami.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing

Khalil meski baru usia 20 bulan, ada banyak kemampuan yang mulai berkembang. Paling gak kriteria tumbuh kembang anak usia segitu pada umumnya sudah ada pada Khalil dan sesekali cek milestone nya versi Denver. Kemampaun verbal Khalil cukup mengagumkan, ia mulai bisa mengucapka 3-4 kata. Kadang kalau ditanya sudah mulai nyambung *_*. Tantangan saya sekarang adalah mesti serius membuat Grand Design pengasuhan untuk Khalil, rajin mengisi catatan harian tentangnya dan banyak hal lain yang ingin saya buat untuknya. Oya saya juga berusaha ngumpulin materi supaya bisa ikut pelatihan pengasuhan.

Saya juga sedang berusaha untuk fokus pada hal positif yang berkembang pada Khalil. Sepertinya dia anak yang keras kemauan, ya namanya anak usia segitu ya, ego nya masih tinggi banget nah ini yang jadi pe er kami sebagai orang tuanya yakni melatih kendali dirinya sejak dini. Adapun potensi lainnya masih akan terus di observasi seiring dengan tumbuh kembang Khalil.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Saya sudah membaca kehendak Allah kenapa saya sekarang ada disini sejak setahun saya diboyong suami untuk tinggal bersama dengan orang tuanya.

Daerah saya termasuk daerah dimana bandit atau preman bersemayam. Awal tinggal disini betapa terkejutnya saya tentang fakta anak sekolah yang nyambi jadi wanita kupu-kupu dari pernyataan adik saya yang satu kelas dengan teman-teman perempuan yang rata-rata sudah tidak perawan lagi.

Lalu, fakta bahwa anak-anak disini tidak sekolah, tapi malah jadi aktivis nge-lem, nge-rokok dan berjudi bahkan mengucapkan kata-kata tidak baik sudah menjadi bahasa sehari-hari.

Bisa dibayangkan kondisi seperti apa yang akan anak-anak saya hadapi?  Laa haula walaa quwwata illa billah. Namun saya masih bersyukur bahwa posisi rumah saya masih termasuk lingkungan aman, tapi kalau sudah berada di ujung gang atau berjalan ke gang lain, siap-siaplah dengan kenyataan itu semua.

Sehingga sejak sebelum mengandung Khalil saya sudah berniat untuk membuat taman baca di rumah yang diisi dengan rangkaian kegiatan positif yang bisa dihadiri oleh anak-anak sekitar yang memang memerlukan bimbingan dari orang yang peduli. Tapi apalah daya niat itu saya pendam dulu sampai saya tunaikan tugas saya untuk menguatkan mental dan fisik anak-anak saya sendiri, agar menjadi ikan di laut yang tidak perlu jadi asin. Dan mengajak si ayah juga untuk ambil peran dalam misi ini.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Tantangan yang ditawarkan oleh lingkungan saya sudah saya paparkan di atas. Dan saya mencoba menangkap maksud Allah yang mengirimkan saya untuk hidup berkeluarga disini ya salahsatunya menjadi agen yang membawa perubahan paling gak saya bisa merangkul anak-anak yang tinggal satu lorong dengan rumah saya yakni dengan menyediakan mereka wadah untuk menyedot ilmu, berkreasi, dan menyadarkan mereka untuk meninggalkan kegiatan yang tak berguna tersebut.

Ya Allah bimbinglah hamba dan keluarga hamba untuk mewujudkan itu semua. Aamiin. Karena anak-anak tersebut suatu saat akan bermain dengan anak saya, maka sudah kewajiban saya memilihkan teman-teman yang baik untuk anak saya.

Wallahu’alam bishowwab. 

Baca juga :
NHW#1 Pelajari Ilmu Parenting, Bagi Saya Penting
NHW#2 Tertatih Tatih Menyusun Checklist Indikator Ibu Profesional

Tirto.ID : Media Online yang Berani Sajikan Reportase Mendalam

/ / 3 Comments
Tirto.ID : Media Online yang Berani Sajikan Reportase Mendalam
Hari ini begitu banyak bermunculan media online dan sebagian besar menghamba kepada konten yang mampu mengundang ‘klik’ sebanyak-banyaknya demi mengejar traffic dan pageviews tanpa memikirkan tentang kualitas konten apakah bermanfaat atau tidak.

Saya pribadi sebagai orang yang pernah mencicipi dunia jurnalistik sempat kehilangan asa, apakah jurnalisme media online memang seperti ini? Ada gitu media online yang tetap pro digital yakni mengedepankan kecepatan penyampaian berita tapi gak ‘sekadar’ namun mengupas berita secara mendalam?

Mengenal Media Online, Tirto.Id

Ternyata ada, Tirto.id nama media online nya. Membaca kata Tirto saya jadi teringat nama peru sahaan air kita, Tirtanadi dan memang secara penamaan media online Tirto.id merupakan alternatif pengucapan dari kata Tirta yang artinya air. Seumpama air jernih yang mengalir dan selalu dibutuhkan, begitulah cita-cita dari hadirnya Tirto.id.

Seolah diajak mengingat sejarah, berdasarkan situs resmi Tirto.id disana dijelaskan selain mengejewantahkan air, kata Tirto diambil dari nama Tirto Adhi Soerjo sebagai ungkapan rasa hormat karena Tirto pada zamannya adalah pemuda yang cerdas dan kritis, beliau memanfaatkan surat kabar sebagai alat memerangi pemerintah Belanda. Beberapa surat kabar yang melibatkan beliau adalah Medan Prijaji, Soenda Berita dan Putri Hindia. Untuk itu oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1973, Tirto ditetapkan sebagai Bapak Pers dan  Pahlawan Nasional.

Setelah tadi ngebahas perkara asal mula nama Tirto, portal news yang kemunculannya cukup menggebrak dunia jurnalisme media online ini dalam tiap penyajian beritanya terus berkomitmen agar sesuai dengan tagline jernih mengalir dan mencerahkan.

Mencerahkan yang dimaksud adalah dapat dipastikan sajian tulisan di Tirto.id itu jernih (clear), mencerahkan (enlighten), mendalam (indepth) , berwawasan ( insightful ), investigative, faktual, punya konteks ( contextual ), memiliki banyak data dan yang terpenting dapat dipertanggungjawabkan.

Terbukti setelah saya membaca satu dua tulisan di Tirto.id, saya jatuh cinta, saya suka dengan gaya penulisan di Tirto.id, pas baca memang bener-bener ngalir bacanya, karena didukung banyak data, apalagi ada infografis dan videografisnya yang memanjakan mata, saya jadi berasa pintar haha, dibahas secara mendalam namun membacanya gak membuat bosan dan setelah baca jadi tercerahkan.

Tirto.id memiliki enam menu utama ada beranda, arta, raga, rupa, mereka dan berita terbaru, yang keenam menu tersebut mempunyai sub-menu lagi yang dapat kita pilih sesuai kebutuhan bacaan informasi yang kita inginkan.

Kerennya lagi Tirto.id ini non-partisan, tidak akan bekerja untuk kepentingan politik manapun. Idealnya seperti itulah dunia jurnalisme. Dan salut kepada penulis dan wartawan Tirto.id, serta kepada pendiri Tirto.id.

Lebih Dekat Dengan Atmaji Sapto Anggoro, CEO Tirto.Id

Jujur, selama tiga tahun berkecimpung di dunia jurnalistik kampus dan mengikuti berbagai pelatihannya, tak pernah saya mendengar atau membaca nama Atmaji Sapto Anggoro, padahal beliau  adalah the living legend di dunia digital Indonesia. Kok bisa? Kali sayanya yang kurang update haha.


Kesuksesan portal berita seperti detik.com dan merdeka.com tidak lepas dari tangan dingin beliau meskipun begitu pria kelahiran Jombang, 4 Oktober 52 tahun silam ini tetap rendah hati.  Bermodalkan motto hidupnya yaitu Ingin menjadi orang yang berarti benar-benar ia wujudkan dengan terus berkarya. Selepas keluar dari dua media digital terbesar di Indonesia itu, Sapto memilih mendirikan Binokular Media Monitoring dan Tirto.id.

Dengan segala keberhasilannya di dunia bisnis media, ditambah ia juga baru saja menggelar Deklarasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pada medio April 2017 lalu, pun Sapto panggilan akrab beliau masih sempat berbagi ilmu di sebuah padepokan, tepatnya Padepokan ASA yang ia bangun.  Kata ASA sepertinya diambil dari singkatan nama Atmaji Sapto Anggoro yang juga bermakna harapan. Sapto berharap, padepokan ini bisa menjadi wadah yang menjembatani organisasi dan komunitas supaya dapat mengajak lebih banyak masyarakat untuk berdiskusi dan berbagi tentang berbagai hal.


Sukses terus Pak Sapto, sosok idealis yang tidak pelit ilmu dan pengalaman.

Tertatih Tatih Menyusun Checklist Indikator Ibu Profesional

/ / 1 Comments
Tertatih Tatih Menyusun Checklist Indikator Ibu Profesional
PROLOG 2
KELAS MATRIKULASI BATCH #4
INSTITUT IBU PROFESIONAL


MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA

Selasa, 23 Mei 2017
Disusun oleh Tim Matrikulasi-Institut Ibu Profesional

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #4? Pekan ini kita akan belajar bersama :
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata  IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna (1) perempuan yang telah melahirkan seseorang; (2) sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami; (3) panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; (4) bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; (5) yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota.

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna: (1) bersangkutan dengan profesi; (2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --.

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL  adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini, sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

a. Bunda SayangIlmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b. Bunda CekatanIlmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda ProduktifIlmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini, sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
d. Bunda ShalehaIlmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional, karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sebagai berikut :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktikkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b. Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”?
c. Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktikkan dalam mengelola rumah tangga?

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus-menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan.
Seperti pesan Bapak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sebagai berikut:
Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
SUMBER BACAAN

Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015




-------------------------------------------------------------------------------

NICE HOME WORK #2 
Bunda, setelah memahami tahap awal "Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga", pekan ini kita akan belajar membuat :

 “CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”

a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya.

Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan. Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:

- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND (berikan batas waktu)

Selamat mengerjakan!
--------------------------------------------------------------------------------

NURUL FAUZIAH
PESERTA MIIP BATCH #4
Remedial
Nice Homework #2 Checklist Indikator Ibu Profesional


Meski ini remedial, tetep aja NHW#2 ini susah susah senang *apaancoba haha* , setelah mewawancarai suami tentang istri macam apah yang membuat blio bahagia lahir batin adalah 2PTC, bukaan ini bukan program ibu-ibu PKK ya, tapi 2PTC adalah singkatan dari Patuh, Penyemangat, Taat dan Cerdas. Begitulah tipikal istri yang bisa membuat ia bahagia, singkat, padat dan tepat namun prakteknya sulit tapi bisa *eaa.

Oya sebelumnya peserta diberi materi tentang Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga, duh materinya makjleb syekaleee, jadi ngebuka mata lebar-lebar mengenai makna Ibu Profesional.

Terdiam termenung saat menuntaskan menonton video  Bu Septi Peni Wulandari (SPW), Mendidik Satu Ibu sama dengan Mendidik Satu Generasi. WOW!

Luarbiasa menjadi seorang Ibu, dan profesi Ibu yang selama ini saya banggakan ternyata tidak sesederhana yang saya pikirkan, maknanya luas was was. Intinya Ibu Profesional adalah:

Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

Biar makin mengena lagi, ini makna ibu professional dari founder komunitas Institut Ibu Profesional, siapa lagi kalau bukan Bu SPW.
Ibu Profesional adalah ibu yang bersungguh-sungguh menjalani tugas utama dan pertamanya sebagai pendidik anak-anaknya, pengelola keluarganya, menjalankan aktivitas produktif sesuai passion-nya, mandiri financial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
KEREEEN, saya banget ini mah ^^

Nah adapun tugas NHW kali ini gampang-gampang susah, yakni membuat checklist indikator profesionalisme perempuan, baik sebagai individu, istri maupun ibu.

Tujuan checklist indikator ibu profesionalisme  ini agar kita lebih fokus pada proses peningkatan kualitas diri dan gak kejebak dalam shallow work ( kelihatan sibuk menghabiskan waktu tapi gak memberikan hasil yang nyata bagi perubahan hidup ) malah dengan adanya checklist justru membantu kita untuk tenggelam dalam Deep Work ( aktifitas yang memerlukan fokus dan ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan nyata dalam hidup kita).

Checklist Indikator Profesionalisme Ibu Profesional

Pada checklist versi saya, di blog ini akan saya paparkan dengan deskripsi, untuk pelaksanaannya  akan saya buat versi tabel dengan kolom yang terdiri dari status, indikator, dan kolom yang disesuaikan dengan jumlah hari dalam sebulan, kemudian biar makin semangat ditambah catatan reward n punishment sehingga kalau gak komitmen dan konsisten bisa kembali lagi untuk fokus.

Kemudian selain 2PTC di atas , adapun tiga pilihan berikut jika diurutkan dari atas merupakan kondisi ideal yang juga membuat suami saya bahagia, saya pun bahagia haha. Artinya walau rumah gak bersih paling tidak ya gak kayak kapal pecah, yang penting anak terurus dan makanan terhidang, walaupun saya gak masak, tapi anak terurus rumah kayak kapal pecah *eh maksudnya rumah tetap bersih meskipun menurunkan standar kebersihan, dan lauk pauk beli di rumah makan minang, bwuahaha. Pokoknya ia mau anaknya terurus dengan baik, aman, sentosa, gemah ripah loh jinawi.
Anak Terurus
Makanan Terhidang
Rumah Bersih
Semangaat!

Berikut checklist indicator ibu professional versi saya, dan pas pula ngerjain dan memulainya di awal Ramadhan ^^, semoga berkah, disiplin dan konsisten menjalankannya, aamiin ya Rabb. Mohon do’a dari semua ^^.

click on pict to see the detail


Baca juga :


Pengumuman Pemenang Giveaway Pertama Nufazee with Azalea Hijab Haircare

/ / 1 Comments
Assalamualaykum,

Terima kasih ya yang kemarin udah pada ramein dan ikutin perhelatan giveaway pertama yang aku adain, ternyata seru ya bikin giveaway dan aku nagih haha, doain banyak rezeki ya biar sering-sering ngadain giveaway *aamiin.

Oya sekadar flashback jadi aku ngadain giveaway beberapa waktu lalu di postingan ini

( baca : [Review] Azalea Shampoo dan Azalea Hairmist : Selamat Tinggal Rambut Lepek )

Dan pengumuman pemenangnya aku percepat ^^ . Untuk pemenang giveaway di blog nufazee.com

Nuniek Kharisma Rosalina, berhak mendapatkan Paket dari Azalea

Nyi Penengah Dewanti, berhak mendapatkan Blazer Cantik dari RumahFashionDee

Sedangkan untuk pemenang giveaway di instagram @nufaz3e . Pemenang di IG aku undi dan inilah pemenangnya yee…

@eonnishona, berhasil dapetin Paket dari Azalea
@nadiajustina26, berhasil dapetin pulsa 25K
@warung_muslimah, berhasil dapetin pulsa 10K

Barakallah buat seluruh pemenang ditunggu ya informasi datanya ( nama – alamat – no hp) kirim ke email nufazee@gmail.com dengan subject PEMENANG GIVEWAY NUFAZEE. Jangan lama-lama ya kirim datanya, biar pengiriman hadiah dan pulsa segera diproses, aku tunggu seminggu dari sekarang.
Powered by Blogger.