Rabu, Agustus 26, 2015

Samsung GALAXY Note 5 : Phablet Terbaru yang Wajib Dimiliki Penulis

0

http://www.samsung.com/id/galaxy/note5/features/

Kalau saja phablet ini sudah ada sejak JK Rowling melahirkan karyanya yang fenomenal, Harry Potter, mungkin ia tidak perlu bersusah payah menulis ide pertamanya  di selembar tisu saat melakukan perjalanan di kereta dari Manchester ke London. 




Penulis erat kaitannya dengan pena dan kertas, tapi seiring perkembangan zaman, perlahan penggunaan pena dan kertas mulai ditinggalkan, meski tidak sepenuhnya. Kita mengetik sudah bisa langsung dari laptop atau komputer bahkan di phablet. Mengetik di phablet sudah biasa, semua phablet yang bisa mengunduh aplikasi Microsoft Office tentu bisa langsung digunakan untuk mengetik, bahkan teman saya ada yang menulis novel hanya dari phablet saja. 

Tapi, bagaimana ceritanya jika MENULIS di atas layar phablet? Saya pikir baru Samsung GALAXY Note 5, phablet terbaru yang berinovasi dengan teknologi ini, wah pertama kali tahu dari menonton di You Tube  secara full, acara Samsung Unpacked 2015 Live Stream , yang diadakan di New York pada 13 Agustus 2015 lalu,  KEREN! Samsung GALAXY Note 5 akan menjadi phablet yang sangat memanjakan penulis. Karena bisa menulis di manapun kapanpun. Teknologi ini sudah saya impikan sejak lama,

Kapan ya ada teknologi yang bisa langsung menulis tangan di atas layarnya?

Jadi kebiasaan kita menulis tangan tidak hilang, dan melatih motorik tangan yang sinkron dengan otak, itu sebab kebanyakan penulis awet muda dan gak pikun #eaak. Lagipula ada banyak manfaat menulis dengan tangan. Disatu sisi melatih tulisan tangan saya juga hehe, maklumlah untuk urusan tulis tangan suka gak pede, masih jelek. Di sisi lain bisa menghemat tinta pena dan kertas.

Lebih lanjut mari kita bedah apa saja kecanggihan yang ditawarkan phablet terbaru keluaran perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut.

Ukuran Layar, Memanjakan Mata Penulis
Sebelum ngobrolin layar phablet Samsung GALAXY Note 5, kita kepo-in dulu istilah phablet.
Kata phablet mungkin kurang familiar ya di ranah bahasa kita, tapi istilah ini sudah ada di situs Wikipedia.com, berarti kata tersebut sudah umum dan biasa dipakai jadi phablet itu gabungan antara smartphone dan tablet. Sebuah gawai disebut smartphone ketika ukuran layarnya hanya sampai 5 inci sedangkan phablet, smartphone juga tapi ukuran layarnya mencapai 5,3 – 6,9 inci.

Nah, adapun ukuran layar phablet Samsung GALAXY Note 5 mencapai 5,7 inci, kebayang dong yah betapa mata penulis yang rentan minus ini bisa terbantu dengan ukuran layar yang lebar, tapi meski lebar, gak makan tempat juga alias terlihat kegedean, dari jauh nampak gede banget, tapi dari dilihat dari dekat, ya ampun desainnya stylish banget, elegan, tipis ( 7,6 mm) dan yang penting ringan, beratnya aja hanya 171 gram.

Layar yang lebar tentu didukung dengan resolusi gambar yang jernih, dan ini sudah dipikirkan oleh Samsung, karena itu untuk kualitas layar pada phablet Samsung GALAXY Note 5 di digunakan teknologi Super Amoled Display . Seperti apa kelebihan teknologi ini, bisa baca disini yah, memang Samsung juara terobosan menemukan teknologi terbaru dah, rumit banget teknologi ini, wajar banget bila harga phablet keluaran Samsung, gak main main.

Belum lagi kualitas layar yang luarbiasa itu dilapisi dengan lapisan kaca Gorilla generasi keempat, sebuah teknologi yang membuat layar bisa anti gores, sempurna bukan?

Dengan ukuran layar yang lumayan luas, pasti pas banget untuk menulis, mengetik, mencari bahan tulisan, mencari gambar, menonton, semuaa deh. 

S-Pen , Senjata Penulis yang Disematkan di Phablet Samsung GALAXY Note 5

http://www.samsung.com/id/galaxy/note5/features/

Senjata penulis, selain kertas tentu pena, nah pena yang satu ini bukan pena biasa, dialah S-Pen si pena canggih yang ada di Phablet Samsung GALAXY Note 5. Pena canggih ini pula yang jadi primadona di Seri Samsung GALAXY Note.

Dulu waktu melihat iklan smartphone produk lain atau kepunyaan teman yang pakai S-Pen, kok kayaknya ribet yah, S-Pen itu letaknya terpisah dari smartphone, bahkan disematkan di sarung smartphone nya. Gak kebayang kalau kececer tuh S-Pen-nya. Namun, Phablet Samsung GALAXY Note 5 mengerti banget akan konsumen, maka S-Pen kali ini diletak di sudut kiri atas phablet yang cukup di tekan, klik, langsung deh S-Pen nya keluar, bila ingin memasukkan S-Pen kembali ke sarangnya, tinggal dorong aja, tekan, klik, udah deh nyatu dengan badan Phablet Samsung GALAXY Note 5. 

S-Pen Phablet Samsung GALAXY Note 5 diciptakan lebih responsif dari seri terdahulunya bahkan dipasang teknologi Air Command, sebuah teknologi dimana pengguna tetap bisa mengoperasikan Phablet Samsung GALAXY Note 5 ketika layar sedang off

Jadi, ketika kita tiba tiba punya ide menulis, tinggal ambil S-Pen langsung deh bisa corat coret di layar, kemudian jangan lupa segera di save.  Canggih banget kaaaan!

S-Pen juga sinkron dengan dokumen seperti PDF, sehingga buat para pebisnis yang perlu cepat meng-ACC kan sesuatu via dokumen, bisa langsung tanda tangan di dokumen tersebut, praktis pake banget. 

Dilengkapi Kamera berMegapixel Tinggi
Phablet tanpa kamera yang fantastis pasti ada yang kurang, tapi tidak dengan Phablet Samsung GALAXY Note 5. Phablet Samsung GALAXY Note 5 dilengkapi kamera belakang 16 Megapixel dan kamera depan 5 Megapixel.

Wah, kamera ini sangat diperlukan penulis ketika membidik objek yang dijadikan bahan tulisan sehingga bisa jadi modal untuk mengembangkan tulisan, kemudian untuk selfie dengan karya sendiri, kan sekarang penulis harus bisa mempromosi bukunya sendiri, atau selfie dengan penulis lain, biar semangat berkaryanya terus ketularan, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan kamera dengan kualitas tinggi tersebut. 

Selain didukung kamera yang kece badai, Samsung juga telah kerjasama dengan You Tube sehingga kita bisa membuat live broadcast yang bisa langsung tayang di akun You Tube kita, fitur ini pasti diincar banget sama para citizen journalism, hasil liputan bisa langsung dilihat para netizen detik itu juga. 

Pengisian Daya Gunakan Baterai Nirkabel
Dipeluncuran produk Samsung kali ini banyak banget yang  buat saya selalu berucap, WOW! Yang pertama S-Pen canggih tadi, dan yang kedua adalah terobosan baru dalam mengisi daya baterai phablet, yakni menggunakan teknologi pengisian baterai nirkabel atau wireless charging, bentuknya kayak kue serabi gitu hihihi. Kemudian, jika Phablet Samsung GALAXY Note 5 lowbat dan perlu mengoperasikan kembali dengan cepat tentu memerlukan kecepatan dalam mengisi daya, dan ini sudah dipikirkan Samsung, di seri GALAXY Note kali ini, kita bisa mengisi baterai  hanya dalam waktu dua jam saja, dan itu sudah full bisa dipakai untuk berjam jam berikutnya. WOW lagi lah!  

Dipersembahkan Kepada Para MultiTaskers
Dalam pidato pembukaannya di Samsung Unpacked 2015 Live Stream, President and CEO Samsung Electronics, JK Shin menyampaikan bahwa Phablet Samsung GALAXY Note 5 dipersembahkan kepada para multimedia consumers dan multitaskers.

Setuju banget dengan apa yang disampaikan Mr. JK Shin, hari ini siapa sih yang gak punya smartphone, phablet, tablet dan semacamnya? Pun selain untuk gaya hidup, kita malah dituntut untuk punya, benar gak? Bukan masalah ketertinggalan, primitif, jadul, atau kuno, tapi efisiensi dan efektifitas berkomunikasi serta mendapatkan informasi. Intinya meskipun multimedia consumers tapi jangan juga mau diperbudak, jangan sampai deh terkena nomophobia.

Nah, kalau multitaskers,  dulu emak emak atau perempuan identik dengan makhluk multitasker. Sekarang, hampir pemilik gawai menuntut gawainya bisa menampilkan kemampuan open multi window, yang membuat kita semua jadi multitasker, lelaki dan perempuan. Phablet Samsung GALAXY Note 5 tentu dilengkapi teknologi ini, sedang asyik bersosial media, kita bisa sambil buat catatan di layar phablet atau bisa nonton.

Main Phablet Samsung GALAXY Note 5 di Laptop, Emang Bisa?
Bisa bangeeet, nama fiturnya sidesync. Dengan fitur ini kita bisa menghubungkan phablet ke laptop kita. Jadi, kita bisa mengoperasikan phablet dari perangkat laptop kita. Cakeep kan? Jadi, gak ada alasan pekerjaan kita yang tersimpan di phablet tertunda hanya karena phablet off harus di charge dulu, kan bisa mengoperasikan phablet di laptop.
Melanjutkan naskah novel kita, bisa terus jalan. Ngobrol dengan editor di social media juga gak terhambat.

Bener bener deh, Phablet Samsung GALAXY Note 5, ngiler saya haha.

Fitur Lain
Fitur lain juga gak kalah juara, untuk urusan internet, dalam Phablet Samsung GALAXY Note 5 ditanam teknologi 4G, akses internet lancar jaya, mengalahkan bus patas, cepaaat tak terbatas.  

Sistem operasi menggunakan Android OS, v5.1.1 (Lollipop) yang membuat pengguna bisa mengakses menu yang dipasang di phablet dengan lebih cepat.

Untuk kapasistas RAM, Phablet Samsung GALAXY Note 5 dipasangkan RAM sebesar 4 GB , gak tanggung tanggung, dengan RAM sebegitu besar, membuat kita tetap bisa lancar jaya mengakses banyak aplikasi dalam waktu bersamaan tanpa takut nge-lag atau tersendat sendat.

Ada 4 Varian Warna Elegan dan Eksklusif
Sepanjang saya perhatikan perkembangan seri GALAXY Note, desain dan warna memang selalu dibuat elegan dan eksklusif, pilihan warna juga macho dan soft. Untuk Phablet Samsung GALAXY Note 5 terbaru, tersedia 4 varian warna, Black sapphire, Gold Platinum, Silver Titan, dan Gold.



Saya pengen punya warna Silver Titan. Aamiin. Semoga hehe.

Bagaimana? Sudah puas dengan pemaparan fitur Phablet Samsung GALAXY Note 5 versi saya? Kalau belum, dan ingin merasakan suasana pertama kali device ini diperkenalkan ke public? silahkan tonton langsung di sini  Acara Samsung Galaxy Unpacked 2015 live stream. Oh ya subscribe sekalian biar dapat informasi terkini tentang Samsung GALAXY NOte 5. Selamat Menonton dan Selamat ber-WOW-ria seperti saya.

Dan jangan lupa ikut juga blog competition Samsung Galaxy Note 5 yah, info lengkap disini   

Last but not least, kemudahan teknologi kadang buat kita dilema. JK Rowling saja dengan keterbatasan ‘alat’ menulis bisa menghasilkan karya spektakuler, konon lagi di zaman sekarang, dimana gawai canggih bin kekinian seperti Phablet Samsung GALAXY Note memberikan segala syurga yang diperlukan penulis, patutkah kita bermalas malasan lagi dalam menghasilkan karya? Semoga saja tidak terjadi. SEMANGAT Menulis!

Senin, Agustus 03, 2015

Yuk Ikutan Lomba Menulis Cerita Pengalaman Memasak bersama Tabloid Saji

4

Yang hobi masak mana suaranyaaaa? Yang hobi makan mana suaranyaaa? Yang hobi Yang hobi ikut lomba mana suaranyaaa?  masak dan makan serta ikut lomba mana suaranyaaaa? 

Dalam rangka memperingati hari jadi Tabloid Saji yang ke 12 tahun dan mengangkat tema A Journey of Love, Tabloid Saji menggelar lomba “Menceritakan pengalaman istimewa atau moment special kita saat membuat hidangan istimewa untuk seseorang atau keluarga yang kita cintai

Cara kirim ceritanya ada tiga, tinggal dipilih:

Untuk Ibu-ibu yang terbatas dengan media internet bisa mengirimkan via pos, cerita ketik rapi, print  dan  kirim via  Pos  ke  Promosi Tabloid Saji – Gedung Kompas Gramedia
Majalah unit 1 Lt.3, Jl. Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530.

Cara berikutnya bisa melalui situs  www.sajiansedap.com , tepatnya di link ini . Ada banyak menu disana, seperti Home , Info, Daftar, Cerita dan Pemenang

Pertama, ketik rapi cerita, setelah itu isi form pendaftaran di menu Daftar, kemudian submit cerita kita di menu Cerita.

Ketentuan kepenulisan tidak ada sepertinya,  kalau saya 1.500 kata, dan ter submit semua di sini http://microsite.sajiansedap.com/ultahsajistory2015/read/hj/Ketika-Aa-Suami-minta-Dibuatkan-Risol Sampai tanggal 3 Agustus 2015, saya akses dan submit tulisan saya, sudah banyak yang mengirimkan ceritanya, sekitar 80 orang hihi, iseng iseng berhadiah, sayangkan cerita pengalaman memasak kita berlalu begitu saja. 

Atau bisa via inbox facebook sajiansedap atau google+ sajiansedap.

Syarat dan Ketentuan :
1. Lampirkan data diri ( Nama, alamat lengkap, serta nomor telepon yang dapat dihubungi ) + fotocopy KTP.
2. Pengumpulan cerita paling lambat 31 Agustus 2015
3. Pengumuman pemenang : 23 September 2015 ( Saji edisi 337 )


Hadiahnya bikin ngileeeerrr, hehe...

Hadiah utama untuk 3 pemenang :
Juara 1 : 6 juta rupiah 
– Juara 2 : 4 juta rupiah; dan
– Juara 3 : 2 juta rupiah 
serta hadiah hiburan untuk 24
pemenang
( 12 voucher belanja @Rp. 500.000,- dan 12 peralatan masak senilai
@Rp. 500.000,-.


Kesempatan menangnya besar, ada hadiah hiburan untuk 24 pemenang. Segera bongkar bongkar ingatan tentang pengalaman memasak kita untuk orang tercinta. Selamat Berkompetisi.



5. Informasi hubungi promosi Saji 021-5330150/70 ext.32221/32223

Sumber : Tabloid Nova edisi
1427/XXVIII
dan http://microsite.sajiansedap.com/ultahsajistory2015/info

Ini link tulisan saya setelah di submit di website www.sajiansedap.com , Ketika Aa' Suami Minta Dibuatkan Risol 

atau cerita versi blog saya disini 

Selamat Membaca dan Berbagi ^_^ 



Kamis, Juli 30, 2015

Ketika Aa’ Suami minta Dibuatkan Risol

2

Risol, siapa sih yang tidak tahu penganan satu ini? Yang sudah dikenal pada abad ke 13, adalah makanan yang serupa panekuk atau kue dadar saja, seiring perkembangannya, barulah diisi dengan daging. 

Selain mengalami perkembangan dari segi wujud, risol punya banyak nama. Kata Risol berasal dari bahasa Belanda risolle atau disebut juga roinsolles. Tidakhanya di Belanda, makanan ini juga sampai di Perancis, dikenal dengan istilah risoller , dalam Bahasa Perancis, kata tersebut merupakan kata kerja yang artinya menjadikan coklat.

Di Indonesia sendiri, ada dua jenis risol, isian daging atau ragout dan isian sayur saja seperti campuran irisan wortel dan buncis atau wortel dan kentang, atau bahkan kombinasi keduanya, isian risol berupa sayur dan suwiran daging. Bentuknya bisa dilipat panjang atau segitiga. Tidak lengkap dimakan tanpa didampingi saos sambal, saos kacang atau cabe rawit.
Risol disukai semua kalangan, anak-anak, dewasa, bahkan sampai favorit kakek nenek. Begitu juga di keluargaku. Semua suka risol, terutama Aa’suami.

Jadi ceritanya, bulan puasa lalu, kita berdua ingin sekali makan risol untuk berbuka puasa dan kita jarang banget jajan gorengan di luar, paling banter saya yang juga favorit bakwan, kalau ingin ya tinggal buat saja, karena mudah, nah buat risol kan agak susah susah gampang, makanya gak pernah buat.

Maka, untuk pertama kalinya, kami membeli risol di tukang gorengan pinggir jalan. Kalau saya sebenarnya memilih tidak membeli, kalau pun membeli risol cukup  elektif, lihat penjual dan bentuk risolnya, hehe, agak gak suka dengan risol yang garing kemudian isinya ‘kopong’ hampir gak ada isi. Akhirnya, tibalah azan maghrib, yeay bisa makan risol, tapi…kok garing, keras, kriuk kriuk, terus isinya mana? Hanya beberapa potongan kecil wortel dan kentang dadu, wuaaaa TT_TT.

Melihat kekecewaan saya, Aa’ suami langsung nyeletuk, “Bagaimana kalau kita buat risol sendiri?”. Aku langsung kepikiran, wuaaaa…repot, pengerjaannya lama *sambil gigit jari, elap keringat*. Tapi, demi yang tercinta, saya akan mengusahakan sebisa mungkin. Kalau Aa’ suami yang minta, SIAP LAKSANAKAN! Untungnya masih minta dibuatkan risol, sempat minta dibuatkan candi, hihi, *masih bersyukurlah, wkwkw

Dulu waktu sebelum menikah, rajin banget mengumpulkan resep dari Koran dan majalah serta tabloid, tapi kumpulan resep tersebut teronggok kaku di sudut lemari buku, lebih sering dan praktis mencari resep dengan cara googling.

Resep risol di google lumayan banyak, namun kenapa tiba di bahan pembuatannya malah menggunakan penyedap rasa buatan T_T ? akhirnya saya searching lagi, dan Alhamdulillah, saya menemukan resep risol yang bumbu isiannya tidak memakai penyedap rasa buatan, tapi mengandalkan kaldu ayam, yeay!, selain itu bahan bahan dan penjelasan cara membuatnya juga mudah didapat dan mudah dimengerti, dan itu saya temukan di website, www.sajiansedap.com dan ini alamat link lengkapnya, http://www.sajiansedap.com/recipe/detail/6648/risoles-sayur.

Resep yang diidamkan sudah ketemu, nah sekarang tinggal belanja dan menentukan kapan mengeksekusi sang risol sayur ala nufazee. Belanja pun dilaksanakan pada hari Kamis, sehari sebelum lebaran, saya niat memang buat risol selain untuk dimakan di keluarga saya, saya hendak menjadikannya buah tangan untuk dibawa ke rumah nenek di hari Lebaran pertama, namun sayang, saya mengalami kecelakaan kecil, saya terpeleset, namun tidak sampai jatuh, malah tangan kanan saya yang menopang tubuh dengan meraih dinding. Saya mengira tidak sampai kenapa kenapa, ternyata ketika mau tidur, saya rasakan tangan kanan saya sakit, terkilir, akhirnya eksekusi risol pun batal.

Hari hari berlalu, sampai di lebaran ke tujuh baru saya dapat ilham dan hidayah untuk membuat risol, soalnya sudah ditagih sama suami dan adik ipar saya, mama mertua apalagi, ia paling gencar membangunkan saya dari kemalasan mengunjungi dapur di seminggu pertama lebaran, hihi. Terlena dengan lontong ketupat dan kue lebaran itu efeknya luar biasa yah, haha.

Tepatnya di hari Sabtu, saya sudah siap bertempur di dapur. Alat dan bahan sudah lengkap.

RISOLES SAYUR

Bahan-bahan/bumbu-bumbu
:
resep dasar risoles

Bahan Kulit:
100 gram tepung terigu protein sedang
1 butir telur
1/4 sendok teh garam
275 ml susu cair
1 sendok makan margarin, dilelehkan

Bahan Isi:
6 siung bawang putih, diiris tipis
100 gram ayam suwir
100 gram wortel, dipotong korek api
100 gram buncis, diiris miring
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh pala bubuk
1/2 sendok teh gula pasir
1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk
100 ml air kaldu ayam
1 batang daun bawang, diiris halus
1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan Pencelup:
2 butir telur dan 1 sendok makan air, dikocok lepas
150 gram tepung panir kasar
minyak untuk menggoreng
Cara Pengolahan :
  1. Isi: panaskan minyak. Tumis bawang putih sampai harum. Masukkan ayam. Aduk rata. Tambahkan wortel dan buncis. Aduk sampai layu.
  2. Masukkan garam, merica bubuk, pala bubuk, gula pasir, dan kaldu ayam bubuk. Aduk rata. Tuang air kaldu ayam. Masak sampai meresap. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.
  3. Kulit: kocok lepas telur dan garam. Masukkan susu cair sedikit-sedikit sambil diaduk rata.
  4. Tuang sedikit-sedikit ke dalam campuran tepung terigu sambil diaduk sampai licin. Tambahkan margarin leleh. Aduk rata.
  5. Buat dadar tipis-tipis di wajan datar kecil. Lakukan sampai adonan habis.
  6. Ambil selembar kulit. Beri isi. Lipat dan gulung. Celup ke telur. Gulingkan di tepung panir kasar. Lakukan pelapisan sekali lagi.
  7. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang sampai matang.
Untuk 24 buah

Selesai buat sarapan  dan memastikan perut Aa’suami aman setidaknya sampai jelang makan siang, maka jam 10 teng, saya mulai mengiris wortel dan buncis, ayam juga dalam proses ungkep dan menghasilkan kaldu, semua proses saya kerjakan dengan hati gembira, haha, sesekali intip smartphone lihat resep, takut kelewatan dan khawatir risol saya gagal :-D , tiba saatnya menumis, hmm…haruuumm, lezaaat, nyummy. Isi risol pun done.

Sekarang waktunya membuat kulit risol, hmpphh, bagian ini yang agak menguras emosi eh  energi dan waktu maksudnya serta kesabaran penuh, hahaha,

Melihat bahan bahan membuat kulit risol, sepertinya mudah, dan berhubung saya belum punya gelas takar, akhirnya menakar susu cair dengan ilmu kebatinan haha, maksudnya menebak saja, setidaknya ukuran gelas rendah yang saya punya setara 250 ml air, tambah sedikit lagi mungkin sampailah 275 ml, untuk tepung saya juga menebak, 100 gr itu mungkin sekitar empat sampai lima sendok makan dan tepungnya tidak sampai munjung di permukaan sendok. 

Idealnya memang adonan tepung dan susu cair sebelum dicampur mentega cair dan telur mesti disaring, jadi tepung tidak bergumpal. Namun, dasar saya aja yang ingin cepat siap dan tidak sabar melihat risol saya jadi, maka mengandalkan sendok pipih saja, tepung yang masih terlihat menggumpal saya tekan tekan pakai sendok, dan aduk terus sampai semua adonan tercampur.

Lalu, saya panaskan teflon, hiks, teflon saya ukuran super, jadi pas masak kulit risol, 3 sendok adonan kulit barulah adonan melebar ditambah saya angkat putar putar teflonnya, pokoknya Chef Farah Queen kalah deh, saya sudah seperti master chef darimana begitu, hihi, muter muter teflon, namun tidak sampai melempar lemparnya, di udara, mau jadi apa suasana dapur mertua saya haha.

Mungkin itu juga penyebab, bahan membuat kulit yang tertera diresep tidak mampu membuat 24 kulit risol T_T,  akhirnya saya membuat adonan kulit sampai 2 kali hehe, dan menghabiskan hampir 1000ml susu cair yang biasa saya konsumsi. Alhasil malamnya saya gak perlu minum susu lagi, karena sambil memasak kulit, ada dua kali gagal memasak adonan kulit, pertama lipatannya gak bagus, kedua ketipisan, dan kedua duanya berakhir di perut saya. *kalem, gak hanya kulit sih, adonan isi risol terkadang memanggil dan menggoda
saya, akhirnya saya icip icip juga deh, sesendok dua sendok. Lumayanlah hitung hitung makan siang dan merangkap minum susu.

Sebelum zuhur, posisi saya membuat kulit risol yaitu berdiri, usai sholat zuhur, dan kembali masuk ke medan pertarungan, posisi saya harus duduk haha, dan memang posisi wuenaaakk.  
risol topless hihi, belum dibalur tepung panir

Jam setengah 3, risol saya hampir jadi, tapi masih topless alias belum dilumuri tepung panir. Dapatlah sekitar 30 risol, termasuk dua risol yang berakhir di perut saya. 18 risol saya goreng, sisanya saya simpan di kulkas. Alhamdulillah, risol saya jadi juga, seluruh anggota keluarga saya suka, Aa’ suami juga suka. 

Risol yang sudah dibalur tepung panir dan belum digoreng bisa bertahan 3 hari, karena saya letak di freezer, hari Senin penghabisan risol saya, 3 risol tersisa, untuk saya dan bapak serta mama mertua, Aa suami sudah saya buatkan sebagai bekal makan siangnya di kantor, sementara saya, Senin itu saya puasa ganti, dan niat ingin makan risol ketika berbuka puasa, namun sayang, risol saya dimakan Bapak, huwaaa… salahsaya juga, saya lupa buat pengumuman hihi.

Meriah ya hanya buat risol saja, hihi, iya bagi saya pengalaman buat risol adalah pengalaman luarbiasa buat saya, terimakasih kepada Aa’ suami yang telah membujuk rayu saya untuk membuat risol, karena saya termasuk tipe istri yang anti ribet apalagi untuk urusan masak berjam jam di dapur, huhuhu, namun, semua itu saya singkirkan demi keinginan suami tercinta, dan rasa penasaran saya terhadap bakat terpendam, jago masak, dalam diri saya, dan ternyata saya memang jago masak, *PLAK* Terimakasih kepada seluruh keluarga terutama Mama Mertua atas dukungannya dan sindirannya hihi.

Terima kasih juga kepada website www.sajiansedap.com , kalau tidak ada website ini, saya tidak tahu harus mencari kemana resep risol sayur yang lezat, gurih, bergizi, mudah dan sudah teruji pula di dapur www.sajiansedap.com . Terimakasih juga kepada dek janin ( usia kandungan 31 minggu)  yang mau bekerjasama untuk tenang selama Bundanya berjibaku di dapur, haha.
setelah ditepung panirin dan digoreng, jadi menul menul deh, puaaass makannya, Alhamdulillah
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Cerita Pengalaman Memasak untuk Keluarga Tercinta yang diadakan Tabloid Saji
 

Hijab Stories TV One Edisi 26 Juli 2015 Bersama Angie Fransisca

0

Siang berhujan dan saya terjebak di kamar emak dan bapak mertua sebab ruang tamu yang juga berhadapan dengan kamar saya sedang ramai ramainya mahasiswa Aa’ suami bertamu. Istri dosen ngumpet dulu hihi. Emak Bapak juga lagi ada tamu, jadilah eikeh mengeram.

Nah, sore itu dari jam setengah 3 digerakkan Allah untuk menonton TV One, program pertama yang saya tonton adalah Damai Indonesiaku, lumayan adem hati mendengarkan tausiyah dari ustadz Ali Jabeer. Kemudian di Jam 3 lanjut program Hijab Stories.

Hijab Stories yang dipandu oleh Indah Kirana dan Youmi edisi 26 Juli 2015 kali ini mengundang motivator hijab bernama Angie Fransisca. Penasaran dengan narasumber yang dihadirkan, maka saya pun menonton acara sampai selesai. Luar biasa, siaran 60 menit itu cukup banyak hikmah yang saya ambil. Narasumber masih muda, tapi punya pemikiran luar biasa tentang hijab dan cara ia dalam menjalankan agamanya, hmm…semoga banyak remaja putri yang menonton sore itu.

Berikut review yang bisa saya kutip dari menonton Hijab Stories untuk pertama kalinya hehe, soalnya jarang banget nonton tv, sekalinya nonton wajib nonton yang bergizi, gak mau acara dangdutan, show show yang gak jelas itu -_-“

Nama lengkapnya Angella Fransisca, mantan model yang akhirnya hijrah menjadi muslimah.
Kelahiran 1992, masih muda banget, dan baru berhijab syar’i sekitar 3 tahun belakangan. Tentu gak mudah ya bagi mantan model untuk bertransformasi total seperti Angie panggilan akrab Angella Fransisca.

https://twitter.com/angiefransisca

Semua bermula dari ketidakridhoan Ummi Angie terhadap kelakuan Angie yang waktu itu aktivis pacaran kemudian berani berpakaian terbuka. Belum lagi ini tantangan juga untuk Ummi Angie yang juga Ustadzah di salahsatu pesantren di Jawa. Dilema yah, emak ustadzah tapi belum tentu buah jatuh dekat dekat dengan pohonnya. Namun, saya yakin perubahan Angie gak lepas dari gempuran doa yang terus dipanjatkan sang Ummi demi kebaikan hidup putrinya.

Bersebab ketidakridhoan Ummi, Angie perlahan merasa segala urusan hidupnya tidak ada yang beres, urusan apapun itu, akhirnya Angie sadar, dan kembali ke Ummi dengan sebuah obrolan, bahwa demi menghindari pacaran, Angie inginkan menikah. Tentu keinginan ini tidak serta merta disambut sang Ummi dengan senyum bahagia, tapi Angie ditantang lagi bahwa sebelum menikah, Angie harus berhijab syar’i, temukan lelaki yang sholeh, bisa mengaji, rajin sholat. Alhamdulillah meski berat, tapi akhirnya Angie menjalankan perintah Ummi. Sejak memutuskan berhijab syar’i tanpa dicari pun, jodoh datang dengan sendirinya, langsung menghadap Ummi, dan menikahlah Angie. Kesibukan setelah menikah tidak lantas menghalangi Angie beraktifitas, Angie sekarang sibuk memenuhi undangan menjadi narasumber sebagai motivator hijab dan mengurusi toko online-nya. @atelier.angelina
Angie ternyata cukup ngartis di Instagram, dan saya baru tahu hihi, @angellafransisca nama akun IG Angie, dan sudah 69.400 follower nya sejak saya akses per 30 Juli 2015, wow. Angie juga disebut sebut bidadari hijab syar’i, dan memang asli makin cakep setelah berhijab. Hanya saja saran nih Neng Angie, setelah bersuami, mending jangan terlalu sering upload foto diri, hehe, kan kecantikan Neng udah seutuhnya milik suami bukan milik 69.400 follower lagi. #eaaak.
 
Banyak pertanyaan yang diajukan host tapi nyesel saya kenapa gak terekam semuanya, huhu, eh sepertinya ada deh rekaman ful nya di you tube, nah saya versi tulisan aja yah itu pun yang terekam oleh ingatan yang kemampuan menyimpan memori tak seberapa ini, berharap semoga menginspirasi.

Okay kita lanjut yak, nah ada satu pertanyaan dari host apakah dengan berhijab syar’I akan menghalangi kita dari yang namanya kesuksesan berkarir?

Angie menjawab bahwa ada 3 alasan wanita tidak berhijab syar’i,  
  1. Belum dapat hidayah. Kasihan si Hidayah selalu dikambinghitamnkan hehe. Hidayah sebenarnya sudah ada sejak kita lahir, dan apa arti hidayah? Petunjuk, terus petunjuk kita apa? Petunjuk umat Islam apa? Al-Qur’an dan Hadis, lalu mengapa kita harus menunggu hidayah, justru hidayah sudah terhidang di depan kita, Al Qur’an, kitanya aja yang belum mau menjemputnya, menelaahnya, mengamalkan isi nya, apalagi hijab itu jelas jelas perintah Allah.
  2. Takut gak dapat jodoh, justru dengan berhijab syar’i kita bisa menyaring jodoh seperti apa yang bakal mendatangi kita, gak mungkin dong yang suka clubbing, doyan pacaran dan melakukan maksiat lainnya.  
  3. Takut gak dapat pekerjaan. Cacing ditanah saja rezekinya sudah dijamin Allah, kita manusia yang dianugerahi akal, mengapa harus takut? Apalagi orang yang berhijrah, rezekinya malah ditambah oleh Allah
“Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak…” ( QS.An Nisa:100)
Subhanallah. 

Kemudian pertanyaan dari host kepada Angie, apa saja tips anti minder karena berhijab syar’i? Angie menjawab, kenapa harus minder? , hu’um saya setuju, kenapa harus minder, kan kita pakai baju, tertutup pula, lagian pentingan mana? Pandangan manusia atau pandangan Allah? Allah ya yang utama. Lagian banyak sekarang hijab syar’i yang dibuat dengan berbagai model, namun tetap mempertahankan syarat syarat berpakaian muslimah yang sudah ditetapkan. Tipsnya, jangan dengarkan kata orang.

Lokasi Hijab Stories edisi 26 Juli 2015 berlangsung di salahsatu ruangan di STEI TAZKIA, dan audiens juga diminta terlibat pada sesi tanya jawab. Adapun pertanyaan audiens yang muncul, “Bagaimana menyikapi orangtua yang takut anaknya berhijab syar’i, dan menyuruh untuk berhijab yang biasa biasa aja?”
“Dulu”, Angie berkisah pengalaman memutuskan berhijab syar’i ternyata juga dicemaskan oleh sang Papa.., “Papa saya menentang saya berhijab syar’i, tapi saya sampaikan ke Papa saya begini, ‘Pa, izinkan Angie membangun syurga untuk Papa dengan cara Angie berhijab syar’i”
Wuidih, orangtua mana yang gak luluh ya kita bilang begitu, jadi meresponnya bukan dengan membombardir orangtua dengan serangkaian dalil, bisa pusing ortu, dan gak baik juga ya menggurui ortu meski kita lebih banyak mengetahui sesuatu hal, “tetap birrul walidain” begitu kata Angie.

Nah, gak berasa udah satu jam kebersamaan bersama Angie *yaelah berasa host guek* jadi, acara Hijab Stories ditutup dengan quote dari Angie,
Better Late Than Never
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Angie aja ngerasa masih belum ada apa apanya dengan hijab syar’i yang ia kenakan tiga tahun terakhir, tidak sebanding dengan dosa yang selama ini dia tabung dimulai sejak ia baligh lalu jadi model yang memakai baju menampakkan aurat.

Jadi, kata Angie, yang belum berhijab segeralah berhijab, yang sudah berhijab sempurnakan hijabnya, yang hijabnya sudah sempurna, istiqomahlah dan syiarkan, ajak muslimah lain untuk berhijab. Semoga bermanfaat... :-)
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com