[Review Blog] Liza Permasih Si Pemilik Blog Momaliza yang Tetap Semangat

11

Sumber: www.lizapermasih.com
Momaliza, nama header blog yang diasuh oleh  Liza Permasih . Sekilas namanya mirip judul lukisan karya Leonardo Da Vinci *itu Monalisa haha* *Failed*

Pertama kali berkunjung ke blog ibu yang memiliki enam anak ini, visitor langsung disuguhkan postingan terakhir berjudul 3 Tips Menjaga Keikhlasan dan Sebutir Telur. Sepintas dari judulnya pasti berisi nilai-nilai kehidupan, yup itu sebab sub header blog Momaliza bertuliskan Kumpulan Kisah Inspiratif, Pengasuhan dan Karya Media.

What dengan jumlah anak hampir setengah lusin belum lagi mengurus suami dan rumah tangga tapi masih sempat nge blog? Tentu gak mudah. Pengen kepo dong ya awal mula Liza terjun bebas dalam dunia perbloheran.

Liza yang saat ini berdomisili di Bekasi, mulai menulis pada tahun 2010 ketika hamil anak ke 5 dan kemampuan menulisnya semakin terasah pada tahun 2012 setelah ikut Kelas Penulis Tangguh yang diadakan oleh seorang penulis senior, Bunda Nurhayati Pujiastuti.

Hmm, Mak terbuktikan bahwa kemampuan menulis bukan bakat, tapi niat dan kemauan serta rajin latihan.

Maka, berlahiranlah karya-karya Liza di media nasional dan semua diabadikan di blog www.lizapermasih.com

Karena niat awal nge blog adalah sebagai ajang narsisan karya sekaligus tempat pendokumentasian virtual juga ya Mak, biar gampang nge lacaknya, tapi seiring waktu banyak media cetak yang tutup, Liza mulai melihat dan berpikir bahwa nge-blog bisa jadi alternatif untuk mengembangkan skill menulisnya. Liza pun mulai mendandani blognya dan gabung di komunitas blogger yang ada.

Meskipun blognya belum mendulang rupiah atau dollar, tapi berkahnya nge blog sangat disyukuri Liza, apalagi kalau bukan dapat kesempatan untuk belajar kepada blogger-blogger keren dan baik hati.

Oh ya, selain memuat kisah inspiratif dan karya Liza di media baik online ataupun cetak, visitor juga bisa nikmati membaca postingan all about pengasuhan anak. Pasti seru tu ya Mak, tiap hari banyak cerita kalau udah sama anak.

Menurutku blog Momaliza masih terlalu sederhana, hanya memuat dua menu, sementara di tagline sub header disebutkan 3 menu andalan. Kisah Inspiratif, Pengasuhan dan Karya, dengan begitu memudahkan visitor saat berkunjung serta membuat blog lebih rapi karena disusun berdasarkan kategorinya *sok nasehatin padahal blog gue juga lagi tahap rapih rapih hehe, gak apalah sebut saja ini semacam selfreminder.

Kemudian, judul headernya kan Momaliza, saranku nama tersebut untuk personal branding udah keren Mak, apalagi kalau ditambah semacam gambar. Gambar Mak Liza berfoto ala Monalisa, tapi wajahnya wajah Mak Liza, pasti keren Hehe.

So, mau tahu lebih banyak tentang blog Momaliza atau Liza Permasih silahkan kunjungi blog, sapa-sapa via email atau sosmednya.

Web   : lizapermasih.com
Email : liza.arjanto@gmail.com
Twitter : @liza-arjanto

Keunikan Orang yang Ditemui Saat Travelling

11

Traveling—it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.'
-Ibnu Batutah

Saya setuju dengan kalimat bijak di atas dari Ibnu Batutah seorang pengembara asal Maroko di abad ke 14. Perjalanan membuatmu gak bisa ngomong apa apa saking excited-nya suatu tempat atau kebiasaan unik orang setempat, tapi pulang dari janjalan hal tersebut bisa jadi bahan cerita yang seru.

Nah, adapun keunikan orang yang ditemui saat saya travelling ada banyak, tapi yang ingat cuma segini hehe…

Membonceng Anjing

Bagi saya ini unik, membonceng anjing, dan anjingnya anteng pula haha, gak perlu diikat atau diberi pengaman apapun, bisa jadi ni anjing udah jinak, pikir saya, kemudian sepertinya si anjing pintar jaga keseimbangan, soalnya posisi si anjing di bonceng ya dengan berdiri di atas kaki empatnya, haha, tapi lebih keren adalah pengendaranya, saluuutee. Sempat ke foto, tapi memorinya rusak, *nangis Bombay

Pasangan Muda Tapi Anaknya Banyak

Apalagi yang dilakuin saat menunggu jemputan di bandara? Ya salahsatunya adalah memperhatikan orang yang lalu lalang.

Masih muda, udah nikah, mapan, anak banyak, itu kereeen gilak itulah yang saya simpulkan dari kelakuan saya memperhatikan orang di bandara di sebuah negara. Dan mereka PeDe, bawa banyak anak terus bepergian melancong.

Meriahnya Suasana Kereta Api Malam Kelas Ekonomi

Bisa dibayangkan dong ya betapa membosankannya suasana kereta api malam yang ekonomi punya terus lama perjalanan 8 jam? Belum lagi kacaunya kondisi penumpang yang cuek, cuek tidur di depan toilet, cuek tidur di bawah kursi, cuek tidur di koridor, ampuuun, Mak, diperparah dengan hiruk pikuk penjual yang woro wiri, "MIJON... MIJON", "CANGCIMEN...CANGCIMEN" , semrawut banget. Horornya adalah pas kereta kami berhenti, ada beberapa anak yang minta recehan, kalau gak dikasi mereka bakal lempar batu. >_<

Sok Kenal Sok Dekat

Masih di kereta yang sama, saking gak nyamannya dengan kondisi kereta itu, saya (terpaksa) kenalan dengan dua cowok yang kayaknya seumuran, cerita cerita ngalor ngidul, ujung ujungnya main teka teki, bahaha, sampai pagi.  Pagi hari penumpang mulai banyak yang turun di beberapa stasiun yang dilewati. Barulah saya bisa tidur Mak eee.

Sampai saya balik ke Medan  pun, komunikasi gak putus, teleponan, SMS an, dan sepertinya saya mencium aroma virus merah jambu menyergap mereka, saya kan jadi merasa sok dicintai haha *preett

Akhirnya demi keamanan hati secara universal, pelan-pelan saya seperti hilang ditelan bumi bagi mereka, adapun syair lagu dangdutnya "Ditelpon gak diangkat, diSMS gak dibalas, apa sih maumu" *seerrrr

Itulah beberapa keunikan yang saya temukan saat travelling. Tapi setelah saya pikir-pikir, sesuatu itu unik, tergantung sudut pandang kita.

Kenangan dalam Semangkuk Sup Krim Labu Kuning

12


Percayakah Mak bahwa makanan mampu mengembalikan ingatan? Saya percaya, awal menikah dulu, sebulan saja saya gak makan masakan mamak, saya kangeen, akhirnya saya telpon mamak dan minta resepnya. Hehe

Beberapa film yang pernah saya tonton juga ada yang menggambarkan hal serupa. Ending film korea Hello Ghost yang gak ketebak itu membuat saya banjir air mata, Kimbap buatan Kang Sang Man untuk Suster Yeon mampu mengembalikan ingatan masa kecilnya saat makan Kimbap buatan ibunya.

Lalu konflik di film anak asal Prancis yang berjudul Ratatouille, yaitu pas adegan Ego si kritikus makanan terkenal, mencicipi Ratatouille buatan Remy, gigitan pertama jadi semacam tombol kenangan yang tertekan, Ego mendadak mengingat kenangan memakan Ratatouille buatan ibunya, wuaaa touchy banget kan Mak.

Begitu juga dengan sup krim labu kuning yang hari ini saya masak. Pertama kali masak dan makan sup itu saat ikut lomba memasak di sebuah kampus di Medan, sekitar tahun 2007 haha.

Saya,Bunda Puput dan Sahabat saya Dinda, kami bertiga jadi satu tim yang kompak untuk ikut lomba masak yang bertemakan Labu Kuning.

Waktu itu smartphone belum punya, internetan pun dari warnet hehe, lalu resep dapat darimana? Nah, Bu May, adik mamak saya adalah kolektor resep yang digunting dari tabloid dan majalah. Kalau perlu resep makanan, tinggal cari di buku tebal yang penuh dengan guntingan resep yang ditempel.
Dan dapatlah resep labu kuning itu. Guntingan kertas resep itu saya simpan, tapi waktu pindahan ke rumah mertua gak saya bawa, parahnya lagi saya gak ingat bahan dan cara membuatnya T_T Ketika tergerak hati untuk membuat sup krim labu kuning setelah 9 tahun, akhirnya saya googling ajah :-D

Niat buat sup krin labu kuning karena mau memanfaatkan sisa labu kuning  bahan MPASI Khalil, kemudian sisa bahan buat kaldu ayam bubuk juga masih ada, dan stok Kaldu Bubuk pun lagi banyak. Saatnya eksekusi.

Ini dia resepnya, copast dari sini .Ada beberapa perubahan yang saya buat.

Bahan:
- 300 gram labu kuning yang telah dikukus hingga lunak
- 1 sendok makan mentega atau minyak untuk menumis
- 1/2 bawang bombay, cincang kasar
- 3 siung bawang putih, cincang kasar
- 1 batang daun bawang, rajang kasar
- 500 ml air kaldu sapi/ayam
- 2 buah kentang ukuran sedang, belah menjadi 8 bagian
- 1/2 batang wortel potong melintang setebal 1/2 cm
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 2 sendok teh garam
- 1 batang Daun bawang

Nah karena sup krim labu kuning buatan saya versi rush hour alias keburu buru buatnya, maka saya khilaf sampe pake 2 kentang, syukurnya kentang kecil haha, pas pula stok susu cair juga gak ada, kalo pake susu bakal lebih lemak lagi, nyummy

Cara membuat:

Siapkan labu kuning yang telah dikupas dan kukus hingga lunak. Sisihkan.

Saat proses memasak bahan berikutnya saya lupa, sebaiknya menumis langsung dari hape eh maksudnya dari panci. Nah gue malah jatuhnya ngerebus haha, kentang dan wortel saya masukkin, terus saya guyur dengan 1 1/2 liter air, lalu ada kaldu bubuk homemade, saya pyuur 3 sdm haha. Rebus deh. Rempong kan -_-"

(Baca juga : Membuat Kaldu Ayam Bubuk Homemade Tanpa Oven )

Menumisnya? Ya terpaksa terpisah, saya menumis bawang bombay dan bawang putih cincang di teflon, aargh, jangan ditiru ya Mak.  Setelah tumisan harum, masukkan ke rebusan kentang wortel tadi, aduk aduk, hmm aroma kaldunya  menggelitik hidung saya. Kira kira rebusan udah empuk, masukkin deh labu kuning yang tadi udah dikukus. Aduk lagi.

Siapin blendernya. Padamkan api kompor, saatnya blender. Berhubung mau cepat cepat sebab Baby Khalil udah menunggu untuk nursing time, saya gak lama nge blend nya, dan jadilah teksturnya kayak bubur MPASI Khalil, haha bahkan agak kurang smooth.

Sup krim labu kuning kemudian masukkan lagi ke panci, masak sebentar, pyuur irisan daun bawang. Sup Krim Labu Kuning hangat siap disantap untuk sarapan.

Mudahkan Mak ;-) *mudah mudahan

Dulu bentuk sup krim labu kuning versi lomba, teksturnya haluuuss, kayak kuah gitu, *yaelah namanya sup, haha* terus kami makan supnya dengan roti Prancis (Baguette) yang panjang itu, maknyuuss, berasa makan di cafe deket menara Eiffel deh haha *langsung digusur satpol PP setempat :-P *

Saya makannya merem melek, haha itu sebab rasa sup itu terus menghantui saya selama 9 tahun ini.

Sebab itulah tim kami Juara 1 untuk Sup Krim Labu Kuning yang endeeuus dan maksimal itu. Alhamdulillah, jadi teringat perjuangan saya mencari Baguette. Alhamdulillah ketemunya di Hypermart. Bawa roti itu sampai ke rumah seperti bawa bayi baru lahir, haha, takut patah Mak, mana mehong lagi, dah gitu saya naik angkot kemana mana :-P

Walaupun banyak kegagalan dalam eksekusi sup krim labu kuning ala saya, tapi saya puaaass, kenangan itu bermain main dipeluuukk mata, sambil lidah saya menikmati sup krim labu kuning yang penuh kenangan.

Saya Meracuni Suami Saya Untuk Nge Blog

7


Menikah berarti menjadi satu dengan pasangan, termasuk dalam menyukai sesuatu. Dulu waktu jomblo si Aa' gak suka durian eh giliran nikah sama saya jadi doyan durian, meski berupa pancake. Dulu benci banget nengok teman sekantor nonton drama Korea, eh dapat istri yang K-Drama Lover walau bukan garis keras, biasa aja *tapi sekali nonton serial satu judul drama, bisa ketagihan -_- * dan si Aa' pun jadi ikutan suka nonton haha, terus apa lagi ya...oh ya nge blog, dulu blognya bersawang sawang, eh dapat istri yang tiap hari salah satu rayuannya 'percantik blog adek lah Baaang' , belum lagi kalau saya menang lomba blog, 'ntar kalo ada lomba blog kabari Aa' ya ' , tu kan si Aa' ketularan saya.

Simpulannya selama ini secara gak disadari saya meracuni suami saya haha.Meracuni untuk makan durian, nonton Drama Korea, dan Nge blog.

Racun yang terakhir memang saya tinggikan dosisnya, haha. Kenapa?  Karena si Aa' ini banyak mahasiswanya, nah dengan menulis dan nge blog bisa jadi ladang dakwah untuk pembacanya yang rata rata perlu motivasi dalam menjalani masa muda *tsaaah , kemudian keahlian si Aa' yang jurkom alias dulu tamatan teknik komputer kan berbau IT, harree genee gak nge blog, kudet dong hehe, terakhir  karena pasutri yang nge blog itu romanteees, kayak Bang Syaiha dan Ella Nurhayati  .

Saya jadi punya ide nih melihat konsistensi Bang Syaiha dengan One Day One Post nya dalam nge blog, lalu pas kepo blog Kak Ella juga rutin nge blog meski dua hari sekali. Pasangan ini cocok sekali jadi trainer dalam dunia perbloheran, karena profesi ini mulai menggeliat dan gak bisa diremehkan.

Tema yang diusung bisa macam macam, Hasilkan Passive Income Rumah Tangga dari Pasutri yang Nge Blog. Tips Memotivasi Pasangan Anda untuk Aktif Nge Blog, Manfaat Nge Blog bagi Pasutri.

Pasti seru tuh, karena gak semua pasangan seberuntung saya yang bisa meracuni suami untuk nge blog begitu saja, suami / istri yang memutuskan jadi blogger sungguh sulit bila tak didukung penuh oleh si suami/istri. Betul apa betul?

Mari dukung pasangan kita untuk Nge Blog *semoga gak ada yang lirik saya untuk jadi jurkam haha

*Tulisan ini diikutsertakan dalam 2nd Anniversary ElSya p

Aku dan My JNE

4

"Kak, kayak mana cara ngirim paket beginian,  kasi tau lah,  kakak kan dah biasa ngirim"

Siang itu sepulang sekolah, Nadia-adik iparku  datang ngerecokin ke kamar, sambil bawa amplop coklat berisi kaos untuk dikirim ke temannya yang di Pekanbaru.

Ini kali pertamanya melakukan  kirim mengirim barang dan dilihatnya aku sering mengirim dan dapat kiriman, jadilah dia nguber nguber cantik kakaknya ini.

Pas lah dalam hatiku, saatnya ia menikmati proses kirim mengirim  barang, kapan lagi ya kan?  Hari gini anak SMA kudet? Jauh jauh deh.

Etapi aku kan punya bayi, mana panas terik lagi, pun aku gak tahu lokasi JNE ada dimana aja, maklum aku orang baru, baru 2 tahun tinggal di rumah mertua sejak diboyong suami. Gimana aku mau nemenin dia ngelacak kantor JNE?

Sebenarnya ada juga kantor  jasa pengiriman yang lain tempat mamer sering ambil uang kiriman dari adiknya yang kerja di LN, tapi tarifnya sangat tidak ramah di kantong anak sekolahan heuheu, jadi aku saranin aja kirim pake JNE.

Lagian profesionalitas JNE mah gak usah ditanya deh, gak kalah dengan jasa pengiriman yang lebih dulu ada. Sejauh ini pesanan belanja onlineku pada gunain JNE, paketan tetap rapi pas nyampe, tarif murah, abang petugas JNE nya yang langganan ngantar paketan juga ramah dan ganteng #eh *dipelototin si Aa' haha .

Abang petugas JNE yang sering antar paketanku, haha narsis juga ya Bang

Nah, ketika adikku nanya lokasi JNE, *dia aja orang lama gak tau apalagi aku hehe* aku teringat dengan terobosan baru yang diluncurkan JNE *hasil rajin ngecek timeline medsos haha* yakni applikasi My JNE, salahsatu fiturnya bisa melacak lokasi kantor JNE terdekat. Langsung deh aku unduh aplikasinya. Soalnya si adik mau kirim paketnya hari itu juga, jadi perlu informasi cepat.

Unduh aplikasinya ternyata gak ribet, tap tap tap, asal signal internet bersahabat mah gak sampe 5 menit  dah punya deh aplikasi My JNE di smartphone. Yeay!

Karena tadi keperluanku mau cari tahu lokasi kantor JNE terdekat, cus deh nge tap fitur JNE Nearby, sebelumnya pastikan GPS udah aktif ya Mak.








Dan taraaa...ternyata lokasinya gak jauh jauh amat 15 menit nyampe mah kalau ditempuh dengan sepeda motor dan kalau lagi gak rush hour.


"Rupanya dekat sekolah Nadia kak, trus ibu itu ( mungkin yang punya kantor)  baik, ramah lagi"

Alhamdulillah, makasi ya aplikasi My JNE,  semoga sukses, aplikasinya semakin bagus dan terus mengalami penyempurnaan.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away 'Aku dan My JNE"



Manajemen Waktu Momblogger ala Estisulityawan

6

Beda banget ya Mak antara dulu jadi jomblogger alias jomblo blogger dengan ketika sudah menjadi momblogger.

Saya hampir kena warning keras dari Aa' , soalnya saya ngeblog sampe jam 12 malam haha. Tapi kan saya gak ngabaikan Khalil *teteup ya ngeles

Sejak itulah saya kepoooo banget dengan momblogger lain tentang trik mereka mengatur waktu, serempong apapun tetap nyempatkan nge blog.

Nah,  salahsatu momblogger yang saya kepoin adalah Mbak Estisulistyawan.

Ternyata awal punya bayi yang sudah dinanti selama 4 tahun itu Mbak Esti juga kelimpungan ngatur waktu.

Akhirnya didapatlah waktu nulis pas di kantor, atau habis  subuh dan anak lagi tidur.

Selain itu Mbak Esti meski gak terlalu peduli dengan segala jenis ranking blognya, namun ia yakin selama terus nge blog dengan niat supaya happy plus dapat bonus materi juga dari nge blog , semua rangking itu pasti bakal ngikut.

Wah sesimpel itu ternyata haha, berarti gue sendiri yang berasa ribeeet banget wekekek.

Thanks Mbak Esti, Semangat Nge Blog kita Kaka ^o^

Jangan Remehkan Gejala Alergi yang Menyerang Anak

8


Alergi, wah kata ini udah gak asing lagi di kehidupan saya. Saya terlahir dari keluarga yang risiko alergi cukup tinggi. Saya punya sepupu yang kalau makan seafood, matanya bisa bengkak segede bola kasti. Mamak saya, pantang kena debu, pasti sesak napasnya. Saya sendiri, kalau udah cuaca panas, pasti akan bermunculan biang keringat di sepanjang leher dan jidat. Sekarang sejak melahirkan malah area biang keringat bukan berkurang, makin nambah, di sepanjang kedua tangan saya. Heuheu.


Bayi saya apakah kena alergi juga? Sebulan kelahirannya gejala alergi belum tampak, jelang usia dua bulan, drama pun dimulai, yang saya sesali kenapa saya tidak cepat mengetahuinya, sampai saya trauma dan sedih lihat bayi saya menangis tiba tiba tiap pagi dan sore, dan kelihatan bayi saya susah kentut.

Setelah saya cari tahu, ternyata bayi saya kena kolik dan alergi protein susu sapi. Saya pun langsung flashback apa yang saya makan sebelumnya. Tiga minggu usianya saya rebus sekilo kacang tanah, niat saya agar ASI lancar, kemudian saya minum susu segelas gede tiap pagi, lalu saya minum yoghurt karena usai melahirkan, pencernaan saya terganggu, susah BAB. Jadilah perut bawah bayi saya sekeras batu, astaghfirullah. Apa yang saya lakukan terhadap bayi saya selama ini ? T_T *maafkan Bunda ya Khalil.

Saya langsung stop mengonsumsi produk susu, sampai sekarang, kalau pun gak tahan godaan, saya makan dikiiit aja. Kemudian saya rutin memijat Khalil, untuk perut kembungnya , seminggu pertama pengobatan saya terapi daun jarak di perut Khalil, Alhamdulillah kolik berkurang.

Sesekali Khalil pernah kumat koliknya, saya khilaf makan gulai nangka, atau pas batuk saya kumat, seminggu batuk kering saya gak sembuh sembuh, biasanya minum susu kambing segar 3 sampai 4 kali, InsyaAllah sembuh tapi takut Khalil koliknya kambuh, saya tahan, tapi ternyata saya gak tahan, saya minum juga susu kambing sehari segelas, waktu itu usia Khalil 4 bulan, pada hari ketiga, menuju tengah malam, Khalil nangis sekencang-kencangnya, kolik kambuh T_T, saya hampir minum susu kambing untuk kali ketiga. Akhirnya gak jadi minum, Alhamdulillah batuk pun turut sembuh.

Akhir usia 4 bulan, telinga Khalil bermasalah, telinganya berbau dan mengeluarkan cairan berwarna putih, kalau kering jadi seperti kerak lilin,mama saya dan mama mertua anggap itu hal biasa, sebulan saya biarkan, sampai akhirnya saya merasa  ada yang gak beres, telinga normal seharusnya gak berbau dan keluarkan cairan, saya bawa Khalil ke klinik Bidan Lili, diperiksa ternyata Khalil alergi udara dan rajinnya tangan saya membersihkan telinga Khalil, oh ya waktu tu kulit Khalil juga bintik bintik merah, bukan biang keringat, tapi bintiknya aneh, setelah saya tanya ke bidan, sebabnya bisa jadi emaknya makan mie instan *ups, bidan kok tahu?. Saya tergoda makan mi instan, pun itu dikit, ternyata ngaruh ke Khalil  T_T

Makan mie instan saya stop, Khalil saya bawa ke THT, oleh dokter THT saya kena marah, ‘ibu, jangan pernah bersihkan telinga bagian dalamnya, biarkan saja, kalau gak ya begini akibatnya’, T_T, lumayan juga biaya berobat ke dokter THT, heuheu

Selanjutnya kisah Khalil dengan masa MPASI nya, alergi apakah berakhir? Belum pemirsaaah, baru baru ini kulit dekat kemaluannya memerah, saya gak tau karena apa, biasanya kalau ruam popok, dua atau tiga hari sembuh, lah ini hampir berhari hari, dan Khalil sering meringis kalau udah pee atau pada saat saya menggantikan popoknya, selama ini saya pakaikan bedak di bagian kemaluannya, setelah saya browsing dapatlah solusi bahwa hal tersebut terjadi karena alergi cuaca panas, pasca gerhana Medan kering, book, suhu udara meningkat, biang keringat rame dijidat, lengan dan sepanjang paha dan betis Khalil T_T, Alhamdulillah sekarang Bundanya pakai terapi Baby Oil, dan setelah saya amati, jenis kulit anak saya ini adalah kulit kering. Pakai Baby Oil di kemaluannya, Alhamdulillah iritasinya sembuh. Baby Oil saya pyuuurr di air mandinya, sabun dan samponya saya ganti merek, lactacyd baby tetap saya pakai, Alhamdulillah biang keringat perlahan menghilang.

Tu kan, alergi yang menyerang anak kita itu bikin cemas cemas rempong ya Mak. Meskipun gejala awalnya ringan, tapi gak bisa diremehkan, bisa berefek jangka panjang. Jadi apa yang harus kita sebagai orangtua harus lakukan?

Senin, 14 Maret 2016 saya berkesempatan hadir di Nutritalk bertemakan Gizi di Awal Kehidupan : Dasar-dasar Pedoman Praktis Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dengan Alergi Protein Susu Sapi. Awal tahu acara ini saya girang bukan main, berkali kali ucap syukur. Kapan lagi ada acara bermanfaat dan pas sekali dengan masalah saya, kemudian dihadiri oleh pembicara yang memang ahli di bidangnya, wuidih kalau konsultasi langsung pasti mihil.

Diskusi nutrisi yang diadakan Sarihusada Nutrisi Untuk Bangsa dengan Medan sebagai kota pembuka roadshow program ini menghadirkan pembicara ahli DR. Dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) – Konsultan Alergi Imunologi Anak dari RSCM Jakarta, dan Dr. Bernie Endyarnie Medise, SpA(K), MPH – Konsultan Tumbuh Kembang Anak RSCM Jakarta

Dengan judul Manajemen Terpadu dari Alergi Protein Susu Sapi Dr. Zaki tampil sebagai pembicara ahli yang pertama. Penjelasan Dr. Zaki yang serius tapi santai serta sederhana cukup membuat saya gak berhenti beroooo oooo ooo sepanjang acara haha.

Pertama sekali Dr. Zaki mengajak peserta berkenalan dengan kata Alergi. Kata Alergi berasal dari bahasa Yunani, Allos yang artinya berbeda/lain dan Argon berarti reaksi, jadi kata alergi adalah reaksi tubuh yang gak biasa, berbeda, dan menyimpang. Istilah lain dari alergi adalah hipersensitivitas. Simpulannya secara umum…

ALERGI adalah gangguan imunitas atau reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang dari normal dan bisa memunculkan gejala yang dapat merugikan tubuh.

Apa Saja Pemicu Alergi?

Pemicu Alergi atau selanjutnya kita sebut alergen dapat disebabkan oleh : Makanan (seafood, susu, telur kacang, gandum, ikan ) , debu rumah dan bulu binatang.

Orang atau anak yang berbakat alergi diistilahkan atopik, *duh, gak skill aja ya yang pakai bakat, alergi pun demikian

Dampak yang Timbul Bila Alergi Datang

Nah, pada bagian ini ni orangtua harus waspada, dampak alergi gak main-main, karena dampak yang ditimbulkannya banyak.

Tumbuh Kembang Anak Terhambat

Pinjem slide Dr. Zaki 
Bagaimana tumbuh kembang anak akan optimal bila alergi menyerang anak? Terutama bila anak alergi pada beberapa makanan yang nutrisinya sangat diperlukan anak.

Kadang bila gejala alergi mulai menyerang anak, anak menjadi tidak nyaman, bawaannya rewel, sampai berdampak tidak mau makan, bahkan muntah dan diare.

Jadi, Mak dan Ayahnya anak anak, penting banget mengetahui allergy march atau perkembangan alami dari penyakit alergi yang diidap si kecil, supaya bisa segera dicari solusinya, karena ujung dari penyakit alergi yang lambat penanganan adalah penyakit asma, seperti yang saya tahu, penyakit asma adalah penyakit yang bisa sembuh tapi proses pengobatannya lamaaaa T_T obatnya banyak.

Keharmonisasian Rumah Tangga Terganggu

Misalkan salahsatu dari orangtua mengidap alergi yang berujung pada penyakit asma, tentu akan tidak nyaman sekali bila beristirahat di malam hari, suara nafas yang tersendat dapat menganggu istirahat anak dan pasangan atau anggota keluarga lainnya. Sehingga berdampak kurang tidur, sementara kita perlu istirahat cukup, agar esok hari tidak ngantuk di tempat kerja. Atau gara-gara anak alergi, suami istri bisa saja bertengkar.

Gak pernah berpikir sejauh ini mengenai dampak alergi, baru tau setelah hadir di acara Nutritalk. Semangat sembuh dari alergi yuk, Mak.

Emosi Lebih Gampang Tersulut

Hu’um terkadang sakit membuat seseorang lebih sensitif, dan gampang sedih.

Ekonomi Terguncang

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kalimat bijak ini begitu benar adanya, berdasarkan info dari Dr. Zaki, cek alergi saja bisa kena biaya 1,5 juta rupiah. *untung saya ngedengerinnya gak sambil makan lemper, bisa keselek

Masalah Penyakit Alergi

Kok kayaknya penyakit alergi begitu  dapat perhatian dan berasa genting banget keadaannya. Emang iya Mak, kalau ceritanya adalah zaman dulu penyakit ini belum terlalu diekspos, karena kata Dr.Zaki, emak emak zaman dulu pada di rumah, nah emak zaman sekarang pan kebanyakan berkarir di luar rumah, jadi turut mengawali berkembangnya risiko alergi suatu keluarga. Karena ibu adalah pencetus utama alergi pada anaknya, lah alergi itu keturunan yak? Mau tahu lebih lanjut, ntar kita bahas…

Selain itu, berdasarkan penelitian tingkat risiko alergi di Jakarta, grafiknya meningkat terus setiap tahun, belum lagi kalau dilakukan penelitian di daerah lain di Indonesia yah. Ayo dong, dokter dokter di Medan, buat penelitian yang sama.

FYI, Inggris adalah negara dengan tingkat risiko alergi paling tinggi, dan seperti kita tahu Inggris merupakan negara maju, tingkat pendidikan warganya udah high level dan kebersihan nomor satu. Justru negara yang tingkat risiko alerginya paling rendah adalah Indonesia. Yeay, eit…jangan happy dulu, logikanya berarti kita Negara yang paling jorok dong. Soalnya, berdasarkan pemaparan Dr. Zaki, makin bersih seseorang, kemungkinan risiko untuk alergi itu cukup tinggi, pengennya kan dok, bersih tapi jauh dari alergi, tul gak Mak?

Alergi Itu Faktor Keturunan Loh

Info bahwa alergi ternyata bisa dari faktor genetik, cukup mencengangkan saya, jadi untuk yang jomblo, ntar nyari pasangan kalau bisa jangan yang punya bakat alergi yak, tapi carilah yang punya bakat mencintai kamu selamanya #eaak *gagalfokus bahaha

Yang menarik dari Nutritalk kali ini, peserta dibagi info bermanfaat bahwa risiko alergi pada anak bisa dinilai tinggi rendahnya dari format penilaian yang dicantumkan dalam sebuah kartu.

Makin tinggi total presentasenya, maka makin tinggi pula risiko alergi yang menyerang anak kita. Bisa jadi sebuah ukuran bagi para ortu untuk aware sejak dini agar tiada kata terlambat.


Setelah saya hitung, risiko alergi yang menyerang anak saya, ada pada nilai 3, heuheu, risiko sedang T_T

Faktor lain yang memicu alergi, adalah alergen, kalau yang ini udah saya jelasin di atas ya, terus infeksi, Mak, bila anak kita infeksi bisa jadi dia alergi apakah itu karena udara, kemudian faktor polusi seperti asap rokok, Khalil bener bener saya jauhkan dari asap rokok, kalau ada yang merokok dekat dia pasti saya omelin haha, kasiankan paru paru kecilnya, lalu faktor aktifitas fisik, jadi, anak yang bisa jadi awalnya tidak punya riwayat alergi tapi seiring pertambahan usia, faktor aktifitas fisiknya yang luar biasa di luar rumah, dapat menjadi pemicu munculnya alergi, jadi tetap waspada ya Mak.

Bagaimana Tahapan Alergi?

Pertama sekali yang perlu diketahui Mak, alergi tidak terjadi tiba-tiba, semua berawal dari insensitifitas. Dijelaskan juga bahwa sensitisasi tidak hanyda dari makanan saja, tapi dari kulit juga bisa, misalnya, asap dari menggoreng telur bisa buat alergi, atau sisa makanan anak yang belepotan di pipi dapat sebabkan alergi.

Jadi teringat Khalil, kalau makan bisa sampe ke matanya -_-“ dia nyemplungin mukanya begitu karena gak sabaran, terus Khalil yang baru 3 minggu ini MPASI, kalau disuapin, mulutnya belepotan, kalau dibersihkan berontak pake kesal, gemeeessshhh, akhirnya pake jurus Bunda bernyanyi sebanyak satu album, bahaha agar proses elap wajahnya jadi menyenangkan, walau kadang Khalil tetap kesal juga, bahaha. Oalaaa Naaakk.

Kemudian Mak, bila sudah tampak pada anak kita gejala alergi, jangan buru-buru memberikan obat antibiotik, pada tahap awal orangtua dapat menangani sendiri alergi si anak. Antibiotik diberikan apabila reaksi alergi sudah parah, dan tentunya setelah konsultasi ke dokter spesialis anak.

Mak, terakhir dari tahapan alergi terutama alergi di kulit yang tak tuntas penanganannya dapat menyerang ke saluran pernapasan. Wuaaaa…jangan sampe deh ya Mak.

Yuk Cegah Alergi Sejak Dini, Caranyaaa…

Primer, pencegahan yang paling utama, gempur anak dengan memberikan ASI. Perjuangkan ASI untuk bayi kita tercinta ya Mak, karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

Sekunder, namun kenyataannya ada ibu yang memang kurang beruntung alias tidak dapat menyusui bayinya, adapun pencegahan bila anaknya berisiko alergi protein susu sapi, maka carilah susu yang gizinya setara dengan ASI, yakni susu yang sudah terhidrolisir ekstensif, bisa juga formula asam amino, dan yang paling murah dan enak adalah susu kedelai.

Tapi Mak, berdasarkan penjelasan Dr. Zaki, susu yang sudah terhidrolisir ektensif itu atau susu yang proteinnya sudah dipecah pecah sehingga bayi aman dari alergi, harganya cukup mahal dan rasanya tidak enak, T_T, namun kalau dari awal sudah tahu ada bakat alergi pada bayi, pemberian sejak dini, akan membantu lidahnya beradaptasi, pun lagi lagi konsultasikan terlebih dahulu ke dokter spesialis anak ya Mak.

Tersier, berencana hamil lagi Mak?, atau buat para jomblo sampai sah, bila kelak kamu atau istri kamu hamil, perkara makan jangan terlalu banyak dipantang pantangin yah, tapi bukan berarti diembat semua jenis makanan, haha atau makan berlebihan, tetap harus dikontrol dan pastinya makan makanan yang sehat dan bergizi, biar janinnya juga sehat dan mengenal berbagai jenis makanan dari tubuh.

Kalau Terlanjur Ada Bakat Alergi?

Pertama, hindari mengonsumsi produk susu, susu sapi dan kambing segar, keju, yoghurt, dll

Kedua, kalau perlu konsumsi obat, sebagai usaha penyembuhan, dan sebelumnya teteup konsultasikan ke dokter spesialis anak ya Mak.

Ketiga, ASI, teteup ya, gempur anak dengan ASI, semangat Mak

Keempat, Minum susu harus ya Mak, maka carilah susu yang nilai gizinya setara namun tak membuat alergi, sudah saya jelaskan di atas, jenis susu yang bagaimana.

Kelima, Produk Olahan, pastikan makanan yang untuk dikonsumsi bayi sebaiknya merupakan produk olahan pabrik, jangan lupa perhatikan label dan masa berlakunya.

Oh ya Mak, kalau anak masih MPASI, perhatikan kebersihan saat kita mengolahnya, kemudian bahannya apakah masih layak dimasak atau tidak, cari tau juga nilai gizinya. Bila anak terpapar alergi usai mengonsumsi satu makanan, carilah alternative bahan makanan lain yang nilai gizinya setara, kalau anak alergi makan daging ayam, belum tentu iya alergi telur ayam, begitu juga dengan ikan, bila anak alergi makan ikan air laut, ganti dengan ikan air tawar. Jadi, jangan kehabisan akal ya Mak.

Kalau Sudah Terlanjur Alergi, Gimana Dong?

Jangan putus asa Mak, insyaAllah setiap penyakit ada obatnya. Sebenarnya untuk memastikan kita alergi atau tidak dengan faktor yang membuat alergi, orangtua dapat ke dokter spesialis anak.

Meskipun begitu, untuk pertolongan pertama, bila alergi masih tergolong ringan, maka lakukan tata laksana pengobatan alergi sebagai berikut:

Pertama, Hindari mengonsumsi segala produk susu, baik itu susu segar, keju, yoghurt

Kedua, Konsumsi obat jika diperlukan, tentu dengan resep dokter ya Mak

Ketiga, Semangat menyusui anak dengan ASI

Keempat, Bila tak bisa menyusui karena keadaan dan suatu hal, konsumsi susu formula yang telah terhidrolisir, seperti yang sudah saya jelaskan di atas

Kelima, Konsumsi Produk Olahan, untuk anak MPASI hindari membeli bahan makanan yang kita tidak yakin hygienitasnya, seperti susu kedelai, belilah susu kedelai hasil olahan pabrik, pastikan juga label dan masa kadaluarsanya ya Mak.

Wuiih…sepanjang ini ya hanya membahas alergi doang, jujur dulu saya orang yang sepele dengan alergi, karena saya anggap dia penyakit yang sebentar aja sembuh, sejak punya anak, naluri saya berkata, alergi adalah masalah yang harus dituntaskan segera, demi kenyamanan bayi saya.

Gimana Mak? Bisa saya lanjut? Udah diseduh teh-nya ? cemilannya udah diisi ulang? Kalau sudah jangan lupa emailkan ke saya, bahaha, hyuuuk kita lanjut pembahasan yang lebih berfokus ke si kecil yang sedang dalam masa golden age.

Adalah Dr.Bernie Endyarnie Medise, SpA(K), MPH-Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari RSCM Jakarta didapuk sebagai pembicara kedua dengan judul materi Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak yang Alergi.

Hari jelang siang, peserta tampak mulai lowbat, dan Dr.Bernie dalam paparannya memakai strategi bertanya dengan peserta, haha.

Pertanyaan pertama, Apa definisi anak? Semua pada bengong termasuk saya, haha. Pas slide muncul, baru deh nyontek. Berdasarkan UU No.23 tentang perlindungan anak, definisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Poin penting dari opening Dr. Bernie tentang anak, bahwa semirip apapun anak dengan orangtua, ia tetap pribadi yang utuh, bukan miniatur orangtuanya, jadi perlakukan ia layaknya seorang anak, bukan the mini us. Kebanyakan orang dewasa lupa, bahwa anak adalah anak, bukan orang dewasa, yang lebih ngeri saat ini, banyak orang, yang fisiknya orang dewasa, tapi jiwanya anak-anak, dududu

Pertanyaan berikutnya,  Apa aja sih ciri khas anak? Jawabannya cuma 2 tapi jawaban peserta ramee haha, apalagi saya dan teman teman, banyakan nyeletuk, tapi nyeletuknya benar *kadang asal bunyi juga sih hihi. Ciri khas anak adalah tumbuh dan berkembang.

Kemudian Dr.Bernie masuk ke pembahasan tentang otak. Ternyata pertumbuhan otak terjadi maksimal dari anak masih berupa janin sampai usia 2 tahun.

Lalu, Dr.Bernie bertanya lagi, kira-kira dari gambar ini, mana sih otak anak usia 2 tahun? Penampakan otak anak usia 2 tahun, sel-selnya rapat dan padat. MasyaAllah, luarbiasa penciptaan Allah, sedangkan otak orang dewasa, sel-selnya udah banyak berlonggaran, hehe.
Logikanya, bagaimana jika anak alergi pada usia ini? Tentu akan mempengaruhi area pertumbuhan dan perkembangannya.

Emang Apa Saja Sih Area Perkembangan Anak?

Pertama, personal social, perkembangan personal social anak dapat dilihat dari reaksi anak terhadap orang disekitarnya

Kedua, Fine motor atau motorik halus, merupakan perkembangan yang ditunjukkan melalui kemampuan anak mengoordinasikan antara mata, tangan dan jari-jari tangannya. Misalnya: pada bayi usia 3 bulan, normalnya gerakan motorik halus yang dia sudah bisa lakukan adalah memegang benda.

Ketiga, Language, kalau yang ini tau ya Mak, perkembangan bahasa

Keempat, Cross motor atau motorik kasar, perkembangan ini tampak jelas, yang termasuk motorik kasar anak berkembang, terlihat dari perkembangan postur, kemampuan anak telungkup, merangkak, duduk, berdiri, berjalan, dll.

Agar keempat area perkembangan anak maksimal dan sesuai dengan usianya, maka orangtua mestilah rajin menstimulus anak dan memastikan nutrisi dari makanan yang dia makan, agar ada energi si kecil untuk bergerak aktif, kalau si kecil malnutrisi, gimana dia mau tumbuh berkembang? Darimana tenaganya?

Apa Saja Faktor Risiko Alergi Makanan yang Menyebabkan Gangguan Pertumbuhan?

Sedih ya Mak, kalau anak kita ada bakat alergi, sehingga mau cari bahan makanan yang bergizi pun susah, meskipun begitu Mak, tetap semangat, untuk itu semoga artikel saya ini membantu, berikut penjelasan dari Dr.Bernie faktor risiko alergi makanan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan.

Pertama, pantangan makanan yang punya nilai gizi tinggi seperti susu, telur,

Kedua, Tak ada usaha mencari bahan makanan yang punya nilai gizi setara

Ketiga, Pantangan makanan yang ekstrim

Keempat, Adanya hubungan dengan gangguan atopi atau penyakit asma.

Kelima, Terlambat didiagnosis

Kalau kelima faktor di atas ada dalam prinsip kita dalam memberi makan anak kita yang bakat alergi, segera deh Mak, konsultasi dengan dokter spesialis anak atau ayo semangat mak cari info tentang bahan makanan yang punya nilai gizi setara.

Dampak Alergi yang dialami Anak

Mau lebih serem lagi Mak? Biar kita jangan lagi meremehkan si alergi ini adalah dampak yang bakal dialami anak kita, apapun itu jangan sampai ya Mak, tapi sehoror apapun tetap kita harus tahu, biar kita gak sepele lagi.

Saluran Napas, akan muncul penyakit asma, rhinitis alergika, batuk bersi, sulit menetek, sulit makan, efeknya: pertumbuhan terganggu.

Gangguan Tidur, sulit tidur, terbangun tengah malam, efeknya: gangguan pertumbuhan dan perilaku.

Alergi lain, urtikaria, dermatitis atopi, konjungtivitas alergika, efeknya: gangguan beraktifitas dan gangguan tidur.

Demikianlah catatan yang dapat saya bagi dari acara Nutritalk kemarin, semoga bermanfaat ya Mak. Oh ya Mak, untuk lebih jelas lagi tentang alergi anak, bisa kepoin websitenya di www.alergianak.com.

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com