Menu

your blog banner

Azalea Hijab Dating : Ngobrol Santai Tentang Masalah Rambut Wanita Berhijab

/ / 1 Comments
Azalea Hijab Dating : Ngobrol Santai Tentang Masalah Rambut Wanita Berhijab

Rambut wanita berhijab meskipun tertutup ternyata perawatannya harus lebih maksimal lagi ya gak Mak? Bahkan sudah dirawat sekalipun walau gak rutin ke salon, minimal rutin sampoan dua hari sekali, tetap aja  bermasalah. Emang apa sih akar masalah rambut wanita berhijab?

Jadi ceritanya, Sabtu, 15 April 2017, aku berkesempatan hadir di event Azalea Hijab Dating bertempat di White Haus Café dan Bistro, Medan. By the way cerita dikit nih seminggu sebelum aku hadir kesini. Acara ini kan seharusnya kheses diperuntukkan kepada beauty blogger, sedangkan aku lifestyle and parenting blogger. Betapa aku penasaran juga gimana sih hadir di acara ala-ala beauty blogger, karena diminta pakai dress code bernuansa putih dan ada sentuhan warna hijau tosca nya, aku sampai mau beli baju loh, haha biar totaalll.

Dan mikir kalau beli baju online ntar gak sampe-sampe, berhubung aku punya adek yang jago jahit baju wanita, ya udin aku minta dijahitkan hijab dan rok untuk kupakai ke event Azalea.  Dan taraaa…inilah penampilan akuh hahaha.


Sesampainya di lokasi, aku diminta photoshoot dulu, duh aku malu haha matek gaya dah akunya, suka mendadak ingat umur kalau diminta foto gitu, tapi lagi-lagi masalah percaya diri kali ya Mak haha *gagaljadibiutibloher.

Pas say hello dan dapat tempat duduk yang pas, well ini dekorasi acaranya kok kece banget. Gimana gak kece, kan pake salahsatu jasa party planner di Medan, akun IG-nya @elevenproject_ .Balik lagi kecerita noraknya aku jadi biuti bloher nih, setelah duduk bentar mengamati situasi, aku pun bersiap menghimpun kekuatan untuuukkk…foto—foto, yeay!


Acara Azalea berlangsung gak di dalam cafenya White Haus Café dan Bistro, tapi ada satu ruangan yang terpisah, desainnya kayak rumah kaca gitu, transparan. Di dalamnya dihias sedemikian rupa dengan property dominan warna putih, lalu ada lukisan kayak gini, cakep yak… (iya, orangnya kan? haha *laludilemparmaskara)


Setelah agak puas foto—foto, acarapun dimulai. MC membuka acara dengan mempersilahkan Mba Dita selaku Brand Executive Azalea Hijab Hair Cair untuk menyampaikan kata sambutannya. Azalea Hijab Dating pertama kali digelar Harlow Bessarie Kuningan, Jakarta pada 28 Januari 2017 dan Medan merupakan kota keempat nih yang didatangi timnya Azalea.

Azalea itu apa sih? Oleh Mba Dita dijelaskan sekilas bahwa Azalea The Real Hijab Haircare adalah produk haircare terbaru dari PT. Gondowangi yang terinspirasi oleh Natur. Lebih lanjut ntar dibahas pas sharing session ya pemirsah

Acara pun dilanjutkan dengan boomerang challenge. Parahnya aku gak tau apa itu boomerang challenge wuahaha, terkadang kecupuanku keterlaluan. Syukurnya punya adek yang gahol yang rajin boomerang di instagramnya @sarahdiba6 atau @rumahfashiondee. Usai ber-boomerang challenge dengan produk Azalea, saatnya sharing session.

Sebelum sharing session dipilih dulu dua peserta yang bakal ikutan sharing bareng Mba Dita, maka terpilihlah bukan aku haha tapi Mba Putri dan Mba Ratu. Rata—rata sih jawaban peserta tentang masalah rambutnya  ya kalau gak rontok, lepek pastinya ketombe, kalau kutu-an mah beda lagi perawatannya, T__T denger kata kutu aja kulit kepalaku dah gatal, jauh—jauh ya kita dari kutuan.

Akar Masalah Rambut Wanita Berhijab Selama Ini adalah…

L.E.P.E.K

Yaelah sesimpel itu sebenarnya akan masalah rambutku berarti selama ini. Jadi berdasarkan penjelasan Mb Dita, rambut lepek merupakan pemicu masalah rambut yang lain kayak rontok dan berketombe.

Penyebab rambut lepek salahsatunya kurangnya sirkulasi udara di kulit kepala kita, belum lagi jika kita salah pilih bahan hijab atau ciput. Untuk itu treatment untuk rambut yang seharian ketutup beda dengan yang seharian kebuka.

Senangnya lagi dengan  menggunakan Azalea The Real Hijab Haircare membuat rambut segar dan bebas lepek.

Apa aja yang terkandung dalam produk Azalea?


Azalea Shampoo mengandung zaitun oil, ekstrak ginseng dan menthol yang proses ekstrasinya dilakukan sendiri oleh PT. Gondowangi.

Begitu juga dengan Azalea Hairmist nya yang juga mengandung zaitun oil, Aloe Vera dan menthol dan tentu proses ekstrasinya pun dilakukan sendiri oleh PT. Gondowangi sehingga terjamin kualitasnya.

Pastinya yang lebih penting ada kandungan menthol yang membuat rambut terasa segar sepanjang hari. 

Berhubung cuaca kota Medan hari itu puannass poll, aku pengen segera nyobain sampo nya haha. Usai sharing session saatnya makan siang, yeee. Dan setelah itu pengumuman pemenang the best post on instagram, the best costume, the best boomerang. Dari kesemua the best ituuuh…aku belum beruntung haha, tapi congrat buat @rumahfashiondee yang jadi the best costumenya yeeee…gak sia-sia kakakmu ini seret engkau ke acara Azalea Hijab Dating ini ya Dek ^^.

Bahagia ini bertambah ketika peserta bawa pulang gudibek yang isinya sampoo , hair mist dan body cream huhu, thanks Azalea ^^

Pengen tahu keseruan aku nyobain Azalea Shampoo dan Azalea Hairmist, tunggu di postingan selanjutnya ya dan psstt…bakal ada giveaway juga loh.

Medan Napoleon Tiramisu : Tiramisu Creamnya Pecah Manja Di Lidah

/ / 4 Comments
Medan Napoleon Tiramisu : Tiramisu Creamnya Pecah Manja Di Lidah

Ini kali kedua diundang Medan Napoleon, pertama pas acara Ngobrolin Medan Napoleon Bareng Irwansyah di Lady Batiq Café and Restaurant pada 8 Oktober 2016, jiaah dah lama ya wkwkw. Dan yang kedua ini diundang dalam rangka Launching Medan Napoleon Tiramisu di Hotel Aryaduta, pada Jum’at, 14 April 2017 lalu.

Siapa anak Medan yang harrree gene gak tau Medan Napoleon? Hampir semua sepertinya sudah teracuni dengan promosi Medan Napoleon yang menurutku maksimal syekale, salut dah sama tim marketingnya, salut juga sama tim manajemennya Irwansyah.

Sekilas Tentang Medan Napoleon

Jadi, Medan Napoleon adalah merek oleh-oleh dari Kota Medan dengan mengusung konsep halal dan kekinian persembahan Irwansyah. Irwansyah siapa? Yang jelas bukan mantan aku wkwkwk, melainkan seorang artis Ibu Kota yang sudah sejak akhir tahun 2016 lalu mencoba peruntungan di dunia bisnis kuliner apalagi kalau bukan Medan Napoleon.

Awal dengar namanya aja aku gak ngeh, apaan sih Medan Napoleon? Apakah terinspirasi dari Napoleon Bonaparte? Ternyata dijelasin nih sama Bang Irwansyah waktu aku hadir di Lady Batiq, apalagi waktu itu Bang Irwan gak sendiri, ditemani oleh Kak Zaskia.

Napolen adalah  nama kue yang ada dibeberapa negara, jelas Zaskia. Pengalaman jalan-jalan ke luar negeri dan icip kuliner di Negara yang disinggahi membuat pasangan muda ini jadi punya ide untuk buka bisnis kuliner. Salahsatu Negara yang Napoleon cake nya itu enak ya di Australia, tapi karena sekarang ada di Indonesia tepatnya di Medan, tentu Medan Napoleon yang terenak *eaak

Karena asal Napoleon Cake ini dari Eropa, nah dikombinasiin dah tu Napoleon Cake agar cocok dengan lidah orang Indonesia. Varian rasa pertama dari Medan Napoleon adalah durian, kenapa? Karena rasa durian paling enak itu ada di Medan *mantab, makin bangga awak jadi Anak Medan. Gak mungkin kan impor durian terus dari Medan kalau Napoleon Cake versi Indonesia dibuat di Jakarta? Maka, dibuatlah Medan Napoleon itu ya di Medan deh.

Dua bulan Medan Napoleon opening dan dari malam sengaja distok banyak pembuatan Medan Napoleonnya eh keesokan harinya udah sold out aja dalam 20 menit. Tau lah ya rasa  kepo orang Medan kek mana kalau ada sesuatu yang baru di Medan ini. Dan aku masih teringat kali kek mana antrinya pembeli di outlet resmi Medan Napoleon, Jl. KH. Wahid Hasyim. Bersyukur banget tanpa harus antri aku dan keluarga sempat beberapa kali menikmati Medan Napoleon, haha.

Apa sih uniknya Medan Napoleon? Zaskia coba bantu jelasin *emang sih dari tadi Zaskia terus yang jelasin, wkwk, si abang bantu menambahkan aja ;-) Oleh-oleh khas Medan kan selama ini ada bolu dan pancakenya, nah di Medan Napoleon, itu semua ada. Iya pulak ya kan pikir awak.

Kalau soal bahan mah gak usah ditanya, insyaAllah aman dan halal. Beberapa bahan ada yang dibuat sendiri oleh chefnya Medan Napoleon, kayak keju. Bahan-bahan yang dipakai pastinya fresh ya, trus kue ini mayan mahal tapi sebandinglah dengan teknik pengerjaannya yang gak mudah. Bayangin aja ya atau yang udah makan, pernah mikir gak ini kok bisa lembut di luar, krispi di dalam? Buat crepesnya itu agar tetap renyah saat dimakan, oh itu bukan perkara gampang pemirsa sebelas dua belas lah dengan agar bagaimana menjadi jomblo yang tabah. Makanya pembuatan Medan Napoleon bener-bener dikerjakan oleh ahlinya.

Si Limited Edition itu Bernama Napoleon Tiramisu

Sebenarnya diundang jam tiga sore untuk hadir eh mundur jadi jam empat sore, penyebabnya Bang Irwan salah masuk gate, jadinya mesti nunggu next flight deh. Pas si abang nyampe, keliatan wajah lelah menunggunya itu belum sirna *tsaah, tapi gak apa menunggu abang berarti kami bisa puas futu-futu, buahaha.



Sebelumya Medan Napoleon udah mengeluarkan berbagai varian rasa, yaitu durian, green tea ( this is my fave ) , cheese, caramel, banana crezy, extra cheese, great chocolate dan red velvet. Semuanya dihargai mulai 50K—75K.

Di tahun 2017 ini Medan Napoleon kembali meluncurkan rasa baru, Tiramisu. Buat penggemar bolu sekaligus kopi pasti bahagia banget nih. Gimana enggak happy, Napoleon Tiramisu hadir dengan lapisan puff pastry yang diolesi cream tiramisu yang creamy lalu dibalut coffee cake yang lembut. Perpaduan itu semua menjadikan Napoleon Tiramisu pas gurihnya, pas manisnya pas aroma dan rasa kopinya.



Gak hanya tampilan cake nya aja yang kece, kemasan alias kotak kue Napoleon Tiramisu ini dibikin beda. Pada kotak Medan Napoleon Tiramisu Limited Edition tercetak gambar landmark Kota Medan, kayak patung Guru Patimpus, Tugu Air Tirtanadi, Kantor Pos Lapangan Merdeka Medan, lengkap dengan penjelasan singkat dari bangunan kebanggaan warga Medan tersebut.



Keunikan tersebut dibuat sebagai apresiasi dari Medan Napoleon kepada warga Kota Medan yang telah mendukung Medan Napoleon menjadi oleh-oleh kekinian Kota Medan, yang pastinya lagi telah mengantongi sertifikasi MUI dan BPOM.

Kenapa Napoleon Tiramisu Limited Edition? 

Sesuai dengan tema nya Tiramissyou, agar kehadiran varian baru ini dirindukan oleh penggemarnya. Mungkin bentar lagi ada varian Tiraloveyou dan Tiraneedyou haha abis tu mereka bersatu membentuk girl band *apaancobahaha.

 Dan tau gak sih, di hari-hari normal, Napoleon Tiramisu Limited Edition hanya diproduksi dua saja. WOW! Gak kebayang kalau yang beli ada tiga, mungkin mereka akan melakukan adu suit atau capcipcup haha.

Cara Asyik Makan Medan Napoleon

Medan Napoleon ini bisa tahan tiga hari kalau disuhu kamar, sedangkan di kulkas bisa bertahan seminggu. Justru entah kenapa Napoleon cake ini makin enak dimakan pas dingin-dingin, pas cream yang melapisi puff pastry nya itu beku. Aih syurgaa banget dah, haha. Cobain deh, Dijamin makannya bakal dikit-dikit, karena kalau banyak-banyak ntar cepat habis, haha…



Sukses terus Medan Napoleon, semoga menjadi inspirasi bagi pebisnis kuliner oleh-oleh yang ada di Kota Medan ini agar sama-sama bertumbuh. Soalnya suka sedih kalau ada bisnis kuliner yang cepat banget gulung tikarnya padahal produknya bagus dan enak serta merupakan kuliner lokal aseli Medan huhu.

Catatan Usai Menghadiri Kelas Pemula di Kampus Shopee Medan

/ / 0 Comments
Catatan Usai Menghadiri Kelas Pemula di Kampus Shopee Medan

Beruntung sekali pada Sabtu, 1 April 2017 di Café Sowe Bistro, Medan, aku menghadiri kelas pemula yang diadakan oleh Kampus Shopee. Shopee adalah aplikasi jual beli via smartphone yang semakin memudahkan penggunanya untuk bertransaksi. Aplikasinya juga tersedia untuk perangkat dengan sistem operasi Android dan Ios.

Oya Shopee sendiri merupakan anak dari perusahaan Garena yang berpusat di Singapura. Jadi, keberadaan Shopee gak hanya ada di Indonesia saja tapi juga di Malaysia, Singapura (pastinya) dan Vietnam.  Dan tahu gak, sejak Shopee masuk ke pasar Indonesia pada Mei 2015 sampai sekarang, Shopee Indonesia mengalami perkembangan pesat dan  menjadi yang terbesar mengalahkan Shopee pusatnya di Singapura sana. Kereen.

Seiring berdirinya Shopee di Indonesia, Kampus Shopee juga turut lahir. Kampus Shopee adalah komunitas yang dibuat untuk penjual, lebih lanjut penjelasan lengkap dipaparkan oleh Monica Viona Elisa selaku petinggi di Shopee Indonesia.

Sebelumnya peserta telah diajak berkenalan dengan peserta lain dalam permainan Ayo Kenalan Dulu!  Waktu yang diberikan hanya 1 menit, muahaha, alhasil aku hanya bisa kenalan dengan teman sebelah kiri dan kanan, serta dua orang di belakangku, heboh nian wkwkw. Setelah itu Mba Monica mereview satu peserta tentang siapa saja yang sudah dia kenali, hihi, syukurnya bukan aku yang ditanyain.

Setelah itu baru deh masuk ke inti acaranya, jadi di Kampus Shopee pertemuan awal ini merupakan beginner class, lalu ntar ada visit community, Going Online, kemudian masuk intermediate class, workshop serta aktivitas lainnya. Ceritanya gak stop di beginner class aja ada kelanjutannya, asik banget yak…tampaknya Shopee total banget meng-up grade penjual yang gabung di Shopee.

Kayaknya aku miss satu slide, semoga gak ngaruh banget ya di penjelasan event reportku selanjutnya tentang Kampus Shopee ya, haha, Next Mba Monica bocorin info tentang Tujuh Tahap Psikologi Pembeli, Nah loh jadi penjual aja kudu belajar psikologi, tapi gak apa biar makin mantap senjatanya pas ngadepin pembeli yang aneh-aneh ya Sis,

Ada pergeseran psikologi pembeli dulu dengan sekarang, pembeli sekarang yang melek teknologi dan belanja aja dah bisa via sentuh-sentuh hape tentu perlu strategi tingkat tinggi agar jualan kita di dunia maya bisa laris manis, tul gak?

1.    Exposure
Gunakan semua media untuk promosi produk kita, mulai dari media marketplace, social media, dll
2.     Interest (Ketertarikan)Gunakan nama produk yang menarik, tambahan dari ku sih jual produk yang unik yang jarang dijual di Indonesia atau jual produk yang bener-bener bisa jadi solusi untuk pembeli *eaak
3.    Imagination ( Penggambaran )Ilustrasikan kegunaan produk Anda dengan baik. Ini pasti jadi tantangan banget bagi penjual yang gak suka mengarang saat mapel Bahasa Indonesia waktu sekolahan dulu, haha. Namanya jualan online, sebisa mungkin detil dalam menjelaskan kondisi produk sebagai pengganti pembeli yang gak bisa secara fisik melihat dan sentuh produk yang kita jual.
4.    Compare ( Membandingkan ) Bandingkan keunggulan produk Anda dibandingkan produk di toko sebelah. Disini diperlukan strategi marketing itu yak, apakah dengan membuat diskon atau promo-promo sehari atau semingguan, dll
5.    Convince ( Meyakinkan )Jelaskan kegunaan produk Anda untuk meyakinkan pembeli, poin ini saudara kembar banget dengan poin tiga ya kan Sis?
6.    Decision ( Keputusan ) Gunakan diskon yang menarik dan ketersediaan stok pada produk Anda. Artinya harus jadi penjual yang harus rajin cek stok barang dong, saya paling kesel kalau belanja online eh pas udah sreg dengan barangnya dan baca semua hal yang sudah mampu meyakinkan saya trus pas lihat stoknya gak ada, tuh rasanya saya pengen gigit hape, haha
7.    Satisfaction ( Kepuasan )Informasikan mengenai peraturan berbelanja dan memantau rating barang yang diberikan. Tambahan dari Mba Monica pada bagian ini, pastikan kita katakan Terima Kasih sudah berbelanja dan diminta kesediannya untuk kapan-kapan balik berbelanja ke toko kita, atau minta testimoninya karena itu bisa jadi portofolio toko online kita. ^_^

Mengapa Mesti Berjualan di Shopee?

Iya kenapa ya, haha. Yang pasti kalau kita berjualan di Shopee itu bebas komisi, fitur-fiturnya user friendly, adanya garansi Shopee trus tersedianya fasilitas Seller Center dan Shopee Mall (Versi Website) kalau malas belanja via henpon, belanja di situsnya langsung juga bisa.  Lebih lengkap langsung cus ke shopee.co.id

Apa Saja yang Harus Dilakukan Penjual di Aplikasi Shopee?

Tingkatkan tampilan profil kamu supaya menarik, ini penting banget yak, profil ibarat halaman depan rumah kita, karena hal tersebut yang pertama kali dilihat pembeli. Pastikan foto profilnya adalah produk kita atau nama toko kita, sekarang mah banyak aplikasi desain yang gratis untuk membuat logo.

Jelaskan semua di profil toko kamu, untuk foto cover tampilkan macam—macam produk yang kamu jual, pengumuman dan promosi-promosi. Untuk deskripsi toko atau profil, jelaskan produk apa aja yang dijual, info tipe barang termasuk beratnya, info pengiriman, retur, garansi dll. Cantumkan juga jadwal toko kamu beroperasi. Aktifkan fitur auto chat agar cust gak galau saat chat-nya gak berbalas.

Atur Setting Akun Kamu untuk Berjualan, kayak setting nomor ponsel, email dan data diri penjual, info norek kamu jangan lupak, informasikan juga alamat pengiriman atau JNE langganan kamu, atur fitur auto chat yang seperti aku bilang di atas, atur privasi tokomu.

Kita juga bisa mengatur notifikasi yang masuk di aplikasi Shopee dan kita bisa memblokir username di toko kamu.

Selain hal yang bersifat teknis yang secara detil ada di FAQ nya Shopee, jadi gak aku jelasin semuanya disini yah hehe. Soalnya aku juga baru mau jualan disana, muahaha. Adapun info tambahan yang bisa aku share tentang hal teknis lainnya adalah, cara input resi di Shopee lebih mudah via JOB JNE Online Booking.

Lalu ada fitur Penghasilanku, dari yang aku tangkap, pembeli membayar ke Shopee terus kalau konfirmasi dana udah masuk, dana pun akan ditransfer Shopee ke Seller. Nah fitur Penghasilanku yang sepertinya merupakan fitur yang sering diintip Seller, haha.

Berikutnya Fitur Hashtag, dengan hashtag, memudahkan pembeli mencari barang yang diperlukan, pun aku adalah pengguna hashtag sejati. Kemudian fitur Level Sub-Kategori, nah penjualkan tadi diminta detil tentang pencantuman jenis produknya, dengan fitur ini memudahkan penjual untuk menjadi detil dalam mengkategorikan produknya,

Apa Itu Garansi Shopee?

Sebelumnya di atas juga ada disinggung tentang Garansi Shopee ini yak. Garansi Shopee adalah sistem yang melindungi pengguna Shopee baik penjual maupun pembeli dalam melindungi dana yang telah dibayarkan pembeli sampai pembeli menerima produknya. Durasinya, dijelaskan disini,


Nah, kalau kamu penjual masih belum ngeh dengan fitur-fitur Shopee yang ada, silahkan jangan ragu untuk gunakan situs Shopee Seller Center ya di https://seller.shopee.co.id/

Sebagai penutup dari pemaparan Mba Monica, semoga tips ini berguna yah…


Gimana? Masih semangat ikutin catatan guek haha, semoga masih ya. Selanjutnya ada penjelasan dari Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Al Haq.

Slide dibuka dengan sebuah quote “When distance matters, we become solutions to connect happiness’. Ketika jarak menjadi masalah, kami hadir sebagai solusi untuk menyambungkan kembali kebahagiaan, kira-kira begitulah artinya. Pas banget ya dengan  keberadaan JNE, sebagai jasa kurir di Indonesia.

Berikut data terkini dari perkembangan JNE di Indonesia,


Selain menyediakan jasa pengiriman barang, JNE membuka pelayanan lain seperti Pesona Nusantara, merupakan jasa pesan kirim makanan atau oleh-oleh khas daerah di tempat kita, lalu ada Jesika-Jemput Asi Seketika, pasti jasa ini sangat diidamkan oleh ibu pekerja yang menyusui, serta JNE juga melayani pembayaran BPJS dan pembelian tiket travel.

Dalam hal pelayanan, JNE berkembang dan membuat program pengiriman paket yang tidak harus diantar ke rumah, tapi kita bisa jemput ke JNE nya, atau disebut dengan layanan JNE Pick-Up Point.

Mantab dah JNE Indonesia, makin memudahkan pengusaha online shop banget yah.

Setelah pemaparan singkat dari Pak Fikri, dilanjutkan dengan kelas social media marketing yang disampaikan oleh Angelia dari tim komuniti Shopee Indonesia, Mba Angelia juga terkenal dengan sapaan Bu Rektor.

Nah pemaparan Bu Rektor dibuka dengan data statistic Digital in Indonesia. Penduduk Indonesia sekarang berjumlah 259,1 juta, dengan pengguna internet aktifnya sekitar 88,1 juta, pengguna social media 79 juta, pengguna smartphone 326 juta ( pengguna smartphone melebihi jumlah penduduk Indonesia, yaiyalah satu orang aja sekarang smartphone nya ada tiga ^^ ) dan pengguna social mobile aktifnya ada 66 juta.

Dari data inilah Shopee menang banyak, haha. Shoppe memanfaatkan pengguna smartphone agar tetap bisa jual beli tanpa harus repot-repot buka PC atau Laptop.

Data berikutnya yang diberikan Bu Rektor adalah data platform media social yang paling banyak dipake, dan BBM masih berada diperingkat tertinggi, disusul Facebook lalu Whatsapp, kemudian Facebook Messanger dan Google+. Line menduduki urutan enam, dilanjut twitter, ada instagram, we chat dan terakhir pinterest.

Pokoknya materi penutup Bu Rektor memang buat mata gak bisa merem, haha kan habis makan biasanya bawaannya ngantuk, lah sama Bu Rektor dikasi fakta—fakta yang WOW banget.

Selanjutnya rasio pengguna Facebook berdasarkan Gender. Dan tahukan siapa yang paling cerewet di medsos? CEWEK? Ternyata SALAH pemirsa. Gender yang paling bising di medsos adalah COWOK dengan presentase 60%.  Kalo cewek mah bisingnya di instagramnya seleb ya, haha.

Fakta berikutnya bahwa Indonesia adalah pengguna twitter terbesar ke tiga di dunia. Makanya Indonesia paling bisa hesteknya jadi trendic topic sedunia. Oya kalau menggunakan twitter berdasarkan hari, lebih efek itu hari Kamis karena itu adalah hari yang paling sibuk sejagad twitter.

Kapan sih waktu paling baik untuk promosi di medsos? Malam hari, karena sekitar 33% orang pada nge cek medsosnya sambil menuju perjalanan pulang ke rumah apalagi kalau macet, hadeeh kegiatan yang gak membosankan ya nge cek temlen dan baca Qur’an *adeem.  Lalu 30% orang nge cek medsosnya di pagi hari, kemudian sore dan dini hari.

Lalu slide berikutnya Bu Rektor ngasi tips singkat teknik foto jualan yang baik untuk di posting. Sekarang user paling seneng lihat display barang yang simpel dan pencantuman harga yang jelas.

Kemudian untuk cover foto di akun Shopee pun sebaiknya yang simpel, jangan terlalu banyak kalimat, gunakan gambar atau symbol dan warna yang gak begitu rame.

Terus apalagi ya, nah agar produk kita makin laris, coba gandeng artis untuk mau meng-endorse produk dagangan kita. Sebagai info, untuk sekali endorse artis sekelas Gisel dan Chelsea Olivia yang pernah dipakai Shopee di awal kemunculannya, dibayar 10-15 juta per posting foto di Instagram. Kalau dirasa mahal, ada beberapa online shop yang inisiatif untuk patungan, artinya si artis memakai produk yang diendorse gak hanya dari satu online shop saja, tapi kerjasama dari beberapa online shop sehingga meringankan biaya endorse. *terus aku mendadak pengen jadi artis, haha

Demikianlah resume kuliah Kelas Pemula di Kampus Shopee beberapa waktu lalu, semoga bermanfaat ya. Oya next di kelas berikutnya, ada workshop mobile photography, ntar aku resume lagi di sini.


Semoga Bermanfaat

Sudah Kita Menemukan Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas, Mak? Kalau Belum, Begini Caranya

/ / 0 Comments
Sudah Kita Menemukan Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas, Mak? Kalau Belum, Begini Caranya
PESERTA MIIP BATCH #3 Aceh-Sumut
Nurul Fauziah / 085261483012
Nice Homework #8 Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas


Masih membahas tentang produktivitas seorang ibu, bahwa yang lalu kita sudah memahami kalau rezeki itu sifatnya pasti, namun apakah kita mencari dan memperolehnya dengan jalan yang baik? Yang bisa meningkatkan kemuliaan hidup kita di mata Allah? Dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta?

Nah pada materi dan nice homework kali ini tentang produktivitas dan profesionalisme seorang ibu semakin dikupas secara mendalam.

Tahukan Bunda, perjalanan hidup menemukan misi hidup sebanding dengan perjalanan produktivitas hidup kita? Oya, maksudnya gimana tuh? Nanya sendiri jawab sendiri ya haha, yuk mari pelan—pelan kita bersama memahaminya.

Be Professional, Rejeki will Follow

Kata professional ini berat loh, berat banget, berhubung saya sangat ingin menjalankan status sebagai ibu secara professional, di materi ini kita diajak memaknai lebih arti professional.

“Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki & setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguhtidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.


Terkait dengan pembahasan di atas saya jadi ingat kalimat bijak, kalau kita sungguh-sungguh dengan apa yang kita kerjakan dan menjadi ahli karenanya, uang yang datang menjadi bonus dari kesungguhan kita itu, atau simpelnya, bukan kita yang mencari uang tapi uang yang mencari kita. Apakah itu dalam bentuk uang jajan yang lebih dari pak suami atau rezeki dalam wujud lain *eaak

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Itulah mengapa saya ingin menerapkannya pada anak saya, menemukan misi hidupnya sejak dini  Idealnya mah proses pencarian hidup dialami anak pra aqil baligh yakni usia sekitar 10—13 tahun dan memasuki taraf aqil baligh sekitar usia 14 tahun ke atas.

Kira-kira apa sih yang menentukan kalau kita sudah bertemu dengan misi hidup kita? 

Gak ada ketentuan gimana-gimana sih, namun berdasarkan materi ke delapan ini, jalankan saja apa kita BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti ada maksud dan tujuan memberikan kita suatu kemampuan. Dan apabila kita jalankan terus menerus, bisa jadi itulah misi hidup kita.

Biar makin dekat pertemuan dengan si misi hidup kita, coba cek ciri-ciri berikut yang bisa jadi sebenarnya kita udah lama bertemu si misi ini, apalagi bila kita sudah menemukannya, kita akan menjalan aktivitas produktif dengan lebih bermakna, dan begini nih kalau kita sudah suka dengan aktivitas ntu,

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.


Bener banget dan satu lagi, waktu suka gak berasa udah berlalu aja kalau kita sedang asik dengan aktivitas produktif kita tersebut.

Apakah misi hidup dan produktifitas hanya akan jadi sekadar pelengkap hidup, ternyata oh no, sebab ada tiga elemen yang harus diketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas:

a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)


Kemudian ada aspek dimensi waktu juga nih yang dibagi dalam tiga periode agar misi hidup dan produktivitas kita gak jalan ditempat, tapi terusss berkembang,

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)


Selanjutnya, ya dijawab pertanyaan-pertanyaan tersebut >.< haha, lalu saatmya berkomitmen utnuk BERUBAH dari kebiasaan-kebiasaan yang memang harus diubah. Terus mulailah susun langkah untuk menunjang produktivitas hidup kita, tetapkan target dan jadwal kegiatan.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun.
Tentukan juga ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

Iyes bener banget Bun. Pokoknya harus SEMANGAT! Apalagi sudah tiba pada bagian mengerjakan
NHW#8.

Setelah meresapi materi kedelapan di atas, saatnya mengerjakan NHW#8. Di NHW#8 kita diajak melihat bagaimana produktivitas seorang bunda bisa erat kaitannya dengan misi spesifik hidupnya, hmm…let’s see.

Pola BE-DO-HAVE yang kita gunakan ini akan membuka mindset kita terlebih dahulu akan sebuah makna produktif, kemudian mengerjakan sesuai dengan jalan hidupnya, dan akhirnya mendapatkan hasil dan pencapaian yang cocok antara kehendak kita dan kehendak Allah. Hal ini akan membuat bunda lebih mantap melangkah, apalagi kalau dihubungkan dengan pertanyaan NHW#8.

Berarti harus dijawab dulu ini pertanyaan yang di pola BE-DO-HAVE, oke mari sekrol ke atas, setelah di amati, pola ini berlaku untuk satu hal yang emang ingin kita tekuni dalam kurun satu waktu, agar focus dan ahli di sana, oke deh. Dan erat kaitannya dengan kuadran yang kita buat di postingan sebelumnya, setelah saya sadari di kuadran SUKA dan BISA, kenapa gak saya buat mengasuh dan mendidik Khalil ya, duh keselip dah hehe,

( Baca juga : Ternyata Menjadi Bunda Produktif Itu Gak Melulu Soal Uang Ya )

a. Kita ingin menjadi apa (be)

Ibu yang  menyenangkan dan menginspirasi untuk Khali dalam menemani masa-masa pembekalan sampai ia menjelang aqil baligh

b. Kita ingin melakukan apa (do)

Mengasuh dan mendidik Khalil

c. kita ingin memiliki apa (have)

Anak yang mandiri, cerdas secara akal, spiritual  dan emosionalnya

Setelah itu kita susun langkah-langkahnya :

a. Life time purpose

Khalil adalah investasi akhirat saya dan suami. Untuk itu momen ia sebagai anak pertama kami, kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menerapkan ilmu pengasuhan yang selama ini saya dapatkan dan pelajari.

b.Strategic Planning

Jelang usia 5 tahun, Khalil saya fokuskan untuk menerapkan self help dan membangun kemandirian serta kedisiplinan pada dirinya dengan begitu, memasuki usia 6 tahun ke atas bisa lebih mudah memahamkan ilmu yang lebih serius lagi terutama masalah tauhid.

c. New Year Resolution

Dalam kurun waktu 2017 - 2018 ini saya ingin membuat dan melaksanan grand design pengasuhan untuk Khalil agar lebih focus dan terarah, secara emaknya multitasking gak karuan, ntar gak kepegang pula urusan anak, tapi malah focus ke yang lain *gak apa ya diakhiri dengan curhat muahaha

Oya kalau kita masih galau dan belum menemukan apa sebenarnya yang ingin dilakukan, jangan berhenti berproses, karena proses adalah hak kita, urusan hasil itu mah hak Allah.


Dan oleh tim matrikulasi, peserta diberikan sampel tabel yang bisa menguatkan proses, semoga bermanfaat.

Ayah Bunda Sudah Lama Ingin Memberikan Kado Ini untuk Khalil, Taapii…

/ / 0 Comments
Ayah Bunda Sudah Lama Ingin Memberikan Kado Ini untuk Khalil, Taapii…

Kalau ditanya orang yang paling aku sayang, pengennya sih suami, tapi kalau aku tanya suami, pasti dia nyuruh aku untuk wajib sayang ke anaknya, Khalil, haha.

Namanya juga mamah muda, apa-apa kepikiran si kecil, melalak sebentar aja untuk suatu keperluan pasti pulangnya gak bisa lanjut melalak *eh, buru-buru pulang, sebab udah kangen dengan Khalil, belum lagi pas ditinggal pake drama menangis, huhu, makin kepikiran dah sepanjang menyelesaikan urusan di luar.

Khalil, Khalil dan Khalil, semenjak jadi ibu, keberadaan Khalil-lah yang membuatku merasa begitu dibutuhkan, betapa Khalil sangat bergantung padaku. Dikit-dikit Ndaaa…Ndaaa…bahkan ke kamar mandi aja ditungguin si Olil Cemolil Molil ini hihi. Terharu…

Orangtua mana yang gak sayang kepada anaknya, begitupun aku. Rasanya kalau bisa seisi dunia ini kuberikan padanya agar dia bahagia selamanya, maka akan aku berikan. Bundanya gak belanja gamis balotelli, ransel dan sepatu wedges tujuh kali lebaran pun gak apa-apa, asal anaknya kebeli semua kebutuhannya.  Namun kenyataannya kan gak mungkin.

Nah salah satu bentuk rasa sayangku untuknya selain menghujani dia dengan pelukan dan ciuman setiap hari serta canda tawa bermain bersama, menemani masa-masa eksplorasinya, serta membekali dia dengan pengasuhan dan pendidikan yang berkualitas, pun aku pelan-pelan mulai menanamkan kemandirian padanya sejak dini, Aku juga memberikan mainan edukasi, seperti Boneka Hafiz Talking Baby Doll.

Sempat terjadi diskusi alot dengan ayahnya mengenai ideku untuk memberikan Khalil Boneka Hafiz,

‘Bun, ntar bonekanya dibanting lagi sama si Olil’

‘Iya juga sih yah, etapi kan bisa kita bantu jelaskan pelan-pelan kepada Khalil untuk sayang pada teman barunya si boneka Hafiz’

‘Bun, tapikan harganya mahal’

‘Emang sih Yah, wajar mahal lagian konten dan fitur yang ada di bonekanya juga super duper kumplit, bahkan bisa jadi eksternal hard disk, mayan kan bisa nyimpen koleksi drama korea kesukaan bunda, loh kok?’ Haha

Lalu si Ayah melotot. wkwkwk

Jadi sebenarnya bukan karena ikut tren keluarga muda yang berlomba-lomba membelikan anaknya paketan buku dan mainan edukasi yang mehong-mehong itu (walo dalam hati aku juga pengen borong semuanya, haha), tapi karena kebutuhan dan juga kebaikan yang banyak terkandung di dalamnya.

Soalnya aku tobat belikan mainan mahal huhu apalagi tergiur promo di online shop, selain jatuhnya ke boros sebab makenya bentar aja, eh akunya kadang merasa berdosaaaa banget, uang segitukan bisa di hemat trus disedekahin kepada orang yang lebih membutuhkan atau dibuat untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih penting. Makanya sekarang jadi pelajaran, beli sesuatu yang dirasa mahal, bener-bener aku pikirin baik buruknya dan seberapa luas manfaatnya, kalau bisa pun aku lihat fisik barangnya atau tanya-tanya detil ke penjualnya. Baru deh usaha nabung supaya bisa punya, hehe.

Dan untuk sekarang, aku dan suami sepakat untuk membelikan Khalil mainan edukasi si Hafiz Talking Baby Doll. Dulu pengennya Khalil jadi hafiz, sekarang aku malah mikir, kenapa gak sekalian aja Ayah dan Bundanya juga belajar jadi penghafal Qur’an juga berbarengan dengan Khalil.

sumber foto disini


Sebenarnya aku telat beli boneka ini, maunya sejak Khalil dalam kandungan huhu biar hanya lantunan ayat suci Al Quran yang menjadi ruang pengisi pendengaran kecilnya selain suara Ayah dan Bunda. Tapi gak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan.

Semoga uang Ayah Bunda segera terkumpul dan bisa bawa pulang boneka Hafiz ini ya Nak. Memang boneka Hafiz ini hanya alat untuk mencapai tujuan supaya memudahkan menghafal dan mengamalkan isi kitab suci kita, meskipun begitu kelak suatu saat jadilah pribadi berakhlak mulia yang juga penghafal Qur’an, dengan begitu gak ada yang lebih tenang urusan di dunia Ayah dan Bunda selain meninggalkan anak yang sholeh, yang doa-doanya jadi penerang kubur orang tuanya. Aamiin

Ternyata Menjadi Bunda Produktif Gak Melulu Soal Uang

/ / 0 Comments
Ternyata Menjadi Bunda Produktif Gak Melulu Soal Uang
PESERTA MIIP BATCH #3 Aceh-Sumut
Nurul Fauziah / 085261483012
Nice Homework #7 Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari


Pada sesi ke tujuh ini, peserta matrikulasi masuk materi perkenalan tentang Bunda Produktif. Bunda Produktif itu apa sih?

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR”

Ah defenisinya cetar sekali, dalam hal ini yang namanya produktif gak melulu soal uang ya Mak, tapi lebih kepada menjalankan suatu kegiatan yang membuat mata kita berbinar—binar dan terkadang gak kenal lelah kalau udah yang namanya menjalankan passion itu. Dengan begitu muncul terus pancaran semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup.

Nah jadi para ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai proses usaha menjemput rezeki. Dan seperti yang kita tahu lagi-lagi wujud rezeki gak semata—mata uang, tapi keluarga yang sehat, rumah tangga yang tentram, urusan lancar merupakan rezeki juga.

Tapi tak jarang sesekali kita diragukan tentang keberadaan rezeki, apalagi disaat kesempitan, namun jika ingat perkataan Allah,

Allah berjanji menjamin rezeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar.

Berasa tertampar-tampar ya. Jadi sebenarnya gak ada yang perlu dikhawatirkan tentang rezeki, yang perlu kita cemaskan, sudah sampai mana usaha kita menjemput rezeki itu dan dengan cara bagaimana?

Bersyukurnya di materi kali ini dicamkan bahwa, Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah bunda yang akan berikhtiar menjemput rezeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga.

Dan kalimat ini juga nampol banget,

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Sebagai penutup dari materi ini, saya suka dengan poin berikut, Ibu produktif itu agar bisa,

•    menambah syukur
•    menegakkan taat
•    berbagi manfaat

Gimana? Yes bangetkan. Sekarang? Mari silahkan saya mengerjakan nice homework part 7 inih.

TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, Anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.

Alhamdulillah, walau tertatih tatih mengerjakannya, huhu

Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.

Oke

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6. Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
Ketahuilah tipe kekuatan diri (strength typology) teman-teman, dengan cara sebagai berikut:

Masuk ke www.temubakat.com.

Isi nama lengkap Anda, dan isi nama organisasi: Ibu Profesional.
Jawab kuesioner yang ada di sana, setelah itu download hasilnya.

Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yang Anda rasakan selama ini.

Lampirkan hasil ST30 (Strength Typology) di Nice Homework #7

Done bagian ini dan inilah lampiran hasil ST30 sayah…eng ing eeengg




Sempat bingung juga waktu ngisi test nya. Soalnya pernyataan yang sama dikeluarkan lagi dengan perintah yang berbeda, saya kan jadi galau haha. Dan pada akhirnya hasil test keluar, memang pas banget didirikuh huhu.

Simpulan yang paling cetar dari hasil tes ini adalah FOKUS PADA KEKUATAN! Kelemahan yang ada sebaiknya diminimalisir atau ditutupi oleh si Aa' :-*.

Buatlah kuadran aktivitas Anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran.

Kuadran  1 : Aktivitas yang Anda SUKA dan Anda BISA
Kuadran 2  : Aktivitas yang Anda SUKA tetapi Anda TIDAK BISA
Kuadran 3  : Aktivitas yang Anda TIDAK SUKA tetapi Anda  BISA
Kuadran 4  : Aktivitas yang Anda TIDAK SUKA dan Anda TIDAK BISA






Saatnya Belajar Jadi Manajer Keluarga yang Handal

/ / 2 Comments
PESERTA MIIP BATCH #3 Aceh-Sumut
Nurul Fauziah / 085261483012
Nice Homework #6 Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal


Pokoknya mengikuti materi demi materi dalam kuliah di Institut Ibu Profesional ini makin menampar-nampar saja. Tapi akankan tamparan ini hanya sekadar saja? Tidakkah rasa sakit dari tamparan tersebut menjadi pengingat untuk segera berubah? Ayok zee, semangat menjadi mamak-mamak professional.

Disadari atau tidak rutinitas menjadi ibu rumah tangga yang sepenuhnya waktu dihabiskan di rumah bersama anak merupakan the silent killer jiwa ibu itu sendiri. Maka dari itu pada satu bagian materi part 6 diingatkan bahwa,

Apa sih sebenarnya motivasi kita bekerja di rumah, dalam hal ini saya ambil contoh diri saya sendiri yang memang sehari-hari mengasuh anak dan bekerja dari rumah.

•    Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?
•    Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?
•    Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Pada poin terakhir saya berhenti lama dan mengulang membacanya. Seharusnya panggilan hati inilah yang jadi motivasi saya bekerja di rumah dengan begitu, tidak ada kata jenuh, malas-malasan, dan perasaan negative lainnya, walau yang namanya sesekali mengeluh itu manusiawi banget, huhu, kadang tak jarang suami jadi sasaran dicurhatin, haha.

Dan lalu biar makin semangat mengerjakan urusan rumah tangga setiap harinya, tanamkan sugesti dalam alam bawah sadar bahwa Saya Manajer Keluarga. Kebayang dong ya gimana layaknya seorang manajer sebuah perusahaan, pun manajer keluarga begitu.

Hargai diri sendiri, pakailah pakaian yang rapi saat bertugas menjadi manajer keluarga, ya minimal daster yang gak koyak-koyak lah haha. Buat rencana aktivitas apa saja yang hendak dilakukan dan diselesaikan seharian itu. Buat skala prioritas dan yang terpenting komitmen dan konsisten. Pada paragraf ini merupakan PR gueddeeeek buat saya.

Setelah selesai dengan urusan menghargai diri sendiri ini, pada materi Belajar Menjadi Manajer Keluarga dikasi tahu juga jurus mengatasi kompleksitas tantangan saat bekerja, yang perlu kita lakukan adalah,

Put First Thing First
 
Letakkan sesuatu yang utama menjadi pertama. Berhubung saya udah emak-emak nih, yang pertama dan utama siapalagi kalau bukan suami dan anak. Jadi untuk mereka, buat perencanaan yang sesuai skala prioritas hari ini, aktifkan fitur organize di gadget kita agar semakin memudahkan kita dalam menjalankan segala rencana. Kalau saya tipe mencatat di buku atau kertas, bahkan ada papan tulis khusus yang berfungsi sebagai reminder, yes sepertinya harus dimanfaatkan lagi fungsi papan tulis itu huhu.

Dalam review NHW #6 ini ada tips juga nih yang bisa dicoba, yakni silahkan tanyakan pada suami, dari tiga hal ini, jika diurutkan mana yang paling membuat ia bahagia,

1.Rumah bersih dan rapi
2.Makanan tersedia fresh dan hangat
3.Anak yang ke urus
Saya udah coba menanyakan ini ke suami, dan urutannya adalah 3,2,1, haha, oke fiks.

One Bite A Time

Lakukan setahap demi setahap, lakukan sekarang, pantang menunda dan menumpuk pekerjaan. Hal ini terjadi pada pekerjaan melipat pakaian dan menyetrika, serta menulis haha. Sepertinya mantra Lakukan setahap demi setahap, lakukan sekarang, pantang menunda dan menumpuk pekerjaan, harus saya pasang deh di tiap sudut rumah, agar teringat terus.

Delegating

Mendelegasikan tugas yang bisa dikerjakan orang rumah atau anak yang lebih besar. Untuk sementara Khalil (19 bulan) udah bisa angkat jemuran sendiri haha >.<  walau hanya 3 helai pakaiannya saja pun jadi dan disuruh bayar uang air gallon ke uwak yang antar ke rumah pun dah pande, sangat membantu Bunda sekali Nak.

Mendelegasikan pekerjaan ini sangat penting, mantranya adalah latih—percayakan—kerjakan—tingkatkan. Jadi delegasi bukan sekadar memberi tugas, namun ada proses pelatihan disana. Pun Khalil sudah mulai saya ajarkan untuk mandiri.

Memasuki bagian akhir dari pemaparan NHW#6 adalah tentang perkembangan peran sebagai ibu. Kalau ditanya sudah berapa lama jadi ibu?  Ya jawabannya baru 19 bulan haha. Dan kita bakal jadi ibu seumur hidup loh, pertanyaannya, apakah sepanjang hidup kita yang sudah masuk musim jadi mamak-mamak ini hanya ingin SEKADAR MENJADI IBU saja? Mari mengembangkan peran kita sebagai ibu.

Misalnya, selama ini mencatat keuangan keluarga ya begitu-begitu saja, coba ditingkatkan gimana sih agar uang belanja bisa nyisa banyak tiap bulannya trus ditabung buat beli emas atau properti *eaak, trus saking pengen nyisa banyak tuh uang belanja, suami dan anak jatah makannya terancam, buahahaha, becanda aja, ya namanya usaha, soalnya ini masalah terbesar saya, paling gak detil urusan catat mencatat keuangan pasti aja ada keselip, jajan serebu aja kadang lupa dicatat huhu. Semoga ke depan bisa lebih baik dan peran sebagai kabag keuangan keluarga bisa berkembang.

Pokoknya kita jangan kejebak rutinitas dah, kalau kata Einstein nih, orang yang mengharapkan perubahan namun yang ia lakukan hanya hal yang sama tiap hari, maka, situ gilak? Gak mau ya kan jadi orang gila. Untuk itu mari optimalkan jam terbang sebagai seorang ibu, agar tercapai 10000 jam terbang supaya menjadi ahli, menjadi ibu professional.

Saatnya mengerjakan PR, di Nice Homework #6 kita diajak untuk kembali menemukan peran hidup. Ya kadang saking tenggelamnya dalam rutinitas, untuk sisiran aja kita gak sempat konon lagi menemukan peran hidup, yaa salaam, maka dari itu PR kali ini penting pake banget,

Tuliskan tiga aktivitas yang paling penting dan tiga aktivitas yang paling gak penting.

Tiap harinya itu, tiga aktivitas yang paling penting adalah mengurus Khalil, masak dan menulis. Tiga hal paling gak penting, terjebak cek sosmed, terjebak cek sosmed, dan terjebak cek sosmed. Hahaha

Waktu Anda selama ini habis untuk hal yang mana? Terjebak cek sosmed >.<

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras. 

Oke Bun ^_^

Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

Membuat kandang waktu ini yang warbiyasak usahanya karena masih ikut jadwalnya Khalil nih, jadi tiap hari bener-bener beda, bahkan bisa berantakan jadwalnya muahaha. Tapi bukan berarti gak bisa diusahakan. Saya coba buat kandang waktu. Mungkin akan berjalan kalau Khalil bobok siang, selama dua jam Khalil bobok, disitulah saya masak dan bersih-bersih rumah, malemnya baru bisa nulis hihi.

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda. 

Ssssiaaaap grak!

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

Hmm, oke noted

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Laksanakan!

Hanya ada 4 kata, BERUBAH SEKARANG ATAU KALAH NANTI!
Powered by Blogger.

Archive

Popular Post

Member of


Followers